Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
KAJIAN KEBUTUHAN LAMPU LALU LINTAS PADA SIMPANG 6 KUTABLANG LHOKSEUMAWE
Simpang Kutablang merupakan simpang berlengan 6 dengan beban lalu lintas yang bertambah dari waktu ke waktu. Untuk meningkatkan tingkat pelayanannya perlu suatu kajian terhadap kebutuhan lampu lalu lintas baik pada saat ini maupun prediksi ke depannya. Kajian ini dilakukan berdasarkan volume kendaraan dan kecepatan kenderaan. Analisis waktu siklus lampu lalu lintas dilakukan dengan menggunakan metode Webster. Hasil kajian menggambarkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebesar 2062,77 smp/jam dan kecepatan rata-rata kendaraan yaitu sebesar 24,85 km/jam.Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa dari variabel volume kenderaan belum membutuhkan lampu lalu lintas karena menurut MKJI (1997) kapasitas dasar penentuan kebutuhan lampu lalu lintas adalah apabila volume kenderaan minimal sebesar 2900 smp/jam. Dari variabel kecepatan kenderaan dapat dinyatakan bahwa simpang Kutablang sudah membutuhkan lampu lalu lintas karena menurut MKJI (1997) kecepatan minimum terhadap kebutuhan lampu lalu lintas adalah sebesar 28 km/jam. Dari hasil forecasting (prediksi) berdasarkan volume kenderaan dapat dinyatakan bahwa kebutuhan lampu lalu lintas ke depannya terjadi pada tahun 2016 dengan waktu siklus sebesar 118 detik untuk jam puncak pagi, 104 detik untuk jam puncak siang dan 115 detik untuk jam puncak sore. Kesimpulan hasil kajian menunjukkan bahwa Simpang 6 Kutablang Lhokseumawe pada saat ini tahun 2013 belum diperlukan lampu lalu lintas, kebutuhan tersebut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2016Kata kunci: Lampu Lalu Lintas, kecepatan, volume kendaraan, forecasting
ANALISA GELOMBANG KEJUT PADA LENGAN PERSIMPANGAN TERHADAP ALIRAN ARUS LALULINTAS
Gelombang kejut terjadi karena adanya pergantian nyala lampu lalu lintas berwarna merah, kendaraan akan berhenti, kepadatan lengan sebelum lampu merah akan meningkat, kecepatan menurun, dan akhirnya terjadi antrian. Gerakan arus lalu lintas yang terjadi pada saat kondisi lampu merah inilah yang disebut dengan gelombang kejut. Perhitungan ukuran kinerja dan kapasitas jalan Indonesia mengaju pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga pada tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik lalu lintas, nilai gelombang kejut serta panjang antrian yang di analisa sesuai teori gelombang kejut. Penelitian dilakukan pada lengan persimpang bersinyal. Hasil analisa diperoleh hasil volume lalu lintas paling padat terjadi pada hari Senin pagi dengan volume 9281,2 smp/jam dengan kerapatan 630,04 smp/km, arus maksimum (Vmak) didapat dengan menggunakan model Greenshield terjadi pada pagi hari senin dengan nilai arus 303,58 Smp/Jam, nilai gelombang kejut terbesar dan panjang antrian terpanjang terjadi pada hari rabu dengan nilai gelombang kejut 21,48 km/jam dan panjang antrian 197,5 meter. Hal ini menandakan semakin besar nilai gelombang kejut maka semakin besar pula nilai panjang antrian yang didapat
ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V
Negara kepulauan yang berada diwilayah rawan akan gempa salah satunya adalah Indonesia. Hal ini menyebabkan ancaman yang cukup tinggi terhadap bencana gempa. Untuk menahan gempa diperlukan bangunan yang memiliki material serta pengaku (bresing) dengan daktilitas yang cukup. Pada umumnya, bangunan yang terbuat dari material baja dan pengaku (bresing) dengan Sistem Rangka Bresing Eksentrik (SRBE) memiliki sifat daktilitas yang tinggi dan bersifat fleksibel, tidak mudah patah serta cepat dibangun. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk membandingkan perubahan drift struktrur baja bangunan gedung tanpa bresing dan gedung yang menggunakan bresing type V yang diberi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) dan beban horizontal (beban gempa). Model penelitian berupa analisis struktur baja tanpa bresing dan struktur menggunakan bresing type V. Pembebanan gempa dihitung dengan menggunakan analisis dinamik yaitu analisis respon spektrum dan analisis statik ekuivalen. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa nilai simpangan masing-masing tingkat berdasarkan kinerja batas ultimit telah aman baik struktur tanpa bresing maupun yang menggunakan bresing. Penurunan nilai simpangan yang terjadi antara struktur tanpa bresing dan menggunakan bresing yang terjadi pada arah X yaitu sebesar 51,60 % dan begitupun pada arah Y, penurunan nilai simpangan horizontal yang terjadi yaitu sebesar 44,40 %. Hal ini menunjukkan bahwa secara signifikan penggunaan bresing dapat meningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur. Kata Kunci : simpangan horizontal (drift), kinerja batas ultimit, bresin
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS SEDANG (Studi Kasus Trayek Lhokseumawe-Bireuen)
Bus Cendrawasih salah satu bus yang menyediakan jasa angkutan umum penumpang dengan trayek Lhokseumawe-Bireuen dengan jarak tempuh 56 km setiap trip dan frekuensi pelayanan 3 trip perhari pulang-pergi. Dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar tarif angkutan penumpang berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan yang ditinjau dari direct cost dan indirect cost. Berdasarkan hasil survey dan analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa Angkutan umum bus CV. Cendrawasih dapat memberikan pelayanan yang relatif baik walaupun jumlah armada yang beroperasi hanya 35 unit. Faktor pembebanan (load factor) ratarata angkutan antar kota sebesar 45% dengan jumlah rata penumpang per ritnya adalah 13 penumpang. Besarnya biaya operasi kendaraan Biaya langsung sebesar Rp. 2.013,740 /bus-km, Biaya tidak langsung Rp. 18,020 / bus-km. Besarnya biaya operasi kendaraan rata-rata sebesar Rp. 156,289 /pnp/km. Besarnya tarif dihitung berdasarkan biaya operasi kendaraan (BOK) dan jumlah penumpang rata-rata/trip sebesar Rp. 8.752,20 /penumpang. Tarif yang telah diberlakukan selama ini adalah sebesar Rp. 10.000,00. Hal ini menunjukkan tarif masih sesuaiKata kunci: Tarif Penumpang, Bus Sedan
PERBANDINGAN RANCANGAN CAMPURAN BETON BERDASARKAN SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 PADA MUTU BETON 20 MPa
Sebelum keluarnya SNI 7656:2012, perancangan campuran beton normal dilakukan menurut SNI 03-2834-2000. Pada penelitian ini telah dilakukan suatu perbandingan rancangan terhadap kedua SNI tersebut pada mutu beton 20 MPa. Benda uji digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm, sebanyak 5 benda uji untuk masing-masing SNI. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan yang dihasilkan oleh SNI 2000 dan SNI 2012 berturut-turut: 21,95 MPa dan 23,01 MPa. Selanjutnya, nilai slump untuk kedua rancangan beton tersebut bertut-turut: 60 mm dan 70 mm. Hasil ini memperlihatkan bahwa nilai kuat tekan yang diperoleh dari rancangan campuran berdasarkan SNI 2012 lebih tinggi dibanding nilai kuat tekan SNI 2000 dan keduanya memberikan nilai slump yang baik. Kedua SNI memberikan hubungan empiris dan relatif dari terhadap bahan beton dalam campuran, sehingga rancangan kadar bahan yang dihasilkan oleh masing-masing metode akan berbeda satu sama lain, yang pada akhirnya akan memberikan hasil kuat tekan yang berbeda pula.Kata kunci: Campuran beton, kuat tekan, beton normal
KAJIAN PENGARUH NILAI CBR SUBGRADE TERHADAP TEBAL PERKERASAN JALAN (Studi Komparasi CBR Kecamatan Nisam Antara, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Kuta Makmur)
Tanah dasar (subgrade) merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam menentukan ukuran ketebalan dari lapis pekerasan. Tanah dasar pada setiap lokasi tidak sama dan sangat variatif tergantung dari spesifikasi tanah pada daerah tersebut. Semakin bagus kualitas tanah pada sebuah daerah maka semakin tinggi pula nilai CBR tanah tersebut. Penelitian ini ingin melihat sejauh mana perbedaan ukuran tebal perkerasan dengan menggunakan nilai CBR dari masing-masing lokasi yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan perencanaanperencanaan tebal lapis perkerasan nantinya. Dari hasil pengujian di lapangan diperoleh nilai rerata CBR dari masing-masing lokasi adalah Kecamatan Nisam Antara 38,94%, Kecamatan Sawang 38,80% dan Kecamatan Kuta Makmur 51,58%. Berdasarkan hasil perhitungan didapat tebal lapis permukaan untuk Kecamatan Nisam Antara sebesar 2 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm. Untuk Kecamatan Sawang tebal lapis permukaan 2,3 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm, sementara untuk Kecamatan Kuta Makmur tebal lapis permukaan 1,5 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm, sehingga dapat di simpulkan bahwa nilai CBR Kecamatan Kuta Makmur merupakan nilai CBR terbaik dari ketiga lokasi tersebut dan memberi penguruh yang signifikan terhadap tebal perkerasan sehingga lapis permukaan menjadi lebih tipis sehingga apabila dikonversi terhadap harga pengerjaannya menjadi lebih murah dan efisienKata kunci: CBR, Subgrade, Tebal Perkerasan Jala
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ABU JERAMI TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Abu jerami padi merupakan limbah dari hasil pertanian yang mengandung unsur silica yang dapat dimanfaatkan untuk bahan subtitusi parsial semen dalam campuran beton. Unsur silica dalam semen sebesar 20% sedangkan unsur silica dalam abu jerami sebesar 65,92%. Penelitian ini bertujuan untuk bahan subtitusi parsial semen dan dengan Penggunaan abu jerami padi diharapkan dapat dipakai dalam pembuatan beton dengan biaya yang relatif murah. Dalam Penelitian digunakan metode SNI dengan jumlah benda uji adalah sebanyak 18 buah. Penambahan abu jerami padi terhadap massa semen sebesar 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari volume semen. Benda uji dilakukan pengujian setelah dilakukan perawatan selama 28 hari. Pada penambahan abu jerami padi sebesar 0% didapat nilai kuat tekan tekan sebesar 24,53 Mpa, sedangkan dengan penambahan abu jerami 5% didapat nilai kuat tekan sebesar 21,04 Mpa, penambahan abu jerami 10% didapat nilai kuat tekan sebesar 17,17 Mpa, penambahan abu jerami 15% didapat nilai kuat tekan sebesar 16,61 Mpa, penambahan abu jerami 20% didapat nilai kuat tekan sebesar 15,66 Mpa, dan penambahan abu jerami 25% didapat nilai kuat tekan sebesar 15,66 Mpa. Semakin banyak penambahan abu jerami padi sebagai bahan subtitusi parsial semen dalam campuran beton, nilai kuat tekan semakin menurun, tetapi pada penggunaan abu jerami 25% terhadap massa semen masih bisa digunakan untuk beton non struktural.Kata Kunci : Beton, kuat tekan, Abu Jerami padi
TINJAUAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON PADA CAMPURAN DIATOMAE SEBAGAI ADITIF
Tanah Diatomae dari Lampanah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh disusun dari diatomit dengan kandungan silika SiO2 62.28%,yang sesuai dengan European Standards (EN) 197-1 karena memiliki reactive silica (RS) diatas 25%, CaO 8.28%, Fe2O3 1.79%, dan Al2O3 9.52 %. . Berdasarkan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh tahun 2012, sebaran tanah diatomae di Kabupaten Aceh Besar sangat berlimpah dengan estimasi 40.353.700.00 ton, tanah diatomae memiliki sifat pozzolan yang mirip dengan bahan pozzolan lainnya seperti fly ash dan metakaolin dengan berat jenis yang ringan 1.5. Pada penelitian ini tanah diatomae adalah bahan utama yang digunakan sebagai Aditif atau bahan tambah pada pembuatan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji tanah diatomae sebagai bahan tambahan alternatif yang dapat digunakan pada pembuatan beton mutu normal dan membandingkan dengan karakteristik beton yang sesuai standar mutu beton normal tanpa bahan tambahan tanah diatomae. Benda uji yang dibuat berupa silinder dengan ukuran diameter 100 mm dan tinggi 200 mm dengan faktor air semen FAS 0.30 dengan persentase kadar substitusi tanah diatomae 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 28 hari dan 56 hari.Nilai kuat tekan beton mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar tanah diatomae terhadap semen. Namun persentase diatomae sampai 15% nilai kuat tekan yang diperoleh masih termasuk kategori beton struktural mutu sedang menurut peraturan SNI 03-6468-2000. Nilai rata-rata kuat tekan beton pada umur 56 hari adalah 38.93 MPa ( tanah diatomae 0%); 33.31 MPa (tanah diatomae 5%); 29.56 MPa (tanah diatomae 10%); 26.65 MPa (tanah diatomae 15%). Nilai modulus elastisitas pada beton juga mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar diatomae.
OPTIMALISASI RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN DENGAN PRESEDEN DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN SDN 3 DEWANTARA
Perencanaan proyek adalah salah satu unsur penting dalam manajemen proyek. Perencanaan yang baik akan meningkatkan pencapaian sasaran proyek yaitu mendapatkan hasil dalam hal ini bangunan yang berkualitas, dengan biaya yang optimal dan dalam waktu yang ditetapkan serta menghindari resiko negatif baik bagi lingkungan maupun manusia. Aspek waktu dan biaya adalah dua aspek yang saling berkait. Seringkali waktu mempengaruhi biaya proyek namun sebaliknya tidak jarang biaya juga dapat mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Oleh karena itu para peneliti, akademisi dan praktisi memberi perhatian lebih terhadap dua aspek ini. Dalam penelitian ini optimalisasi biaya dan waktu penyelesaian proyek mengambil studi kasus pada proyek pembangunan SDN3 Dewantara. Inventarisasi kegiatan didasarkan pada data yang dihimpun dari dokumen kontrak termasuk didalamnya rencana anggaran biaya (RAB), gambar kerja, dan spesifikasi teknis. Optimalisasi dilakukan melalui perubahan metoda kerja dengan membuat beberapa alternatif. Selanjutnya maisng-masing alternatif tersebut diformulasikan dalam network dan dilakukan perhitungan waktu penyelesaian pekerjaannya dengan bantuan software microsoft project. Data yang diinput adalah data jenis pekerjaan, konstrain antar pekerjaan untuk menyusun networknya selanjutnya data durasi pekerjaan. Data durasi pekerjaan mengacu pada koefisien SNI dengan menjadikan variabel jumlah tenaga kerja sebagai variabel terikat dan variabel durasi sebagai variabel bebas. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari software diolah dan dianalisa. Hasil perhitungan menunjukkan adanya penghematan waktu dibandingkan rencana awal yaitu selama 10 hari untuk alternatif 1 dan 21 hari untuk alternatif 2 dengan biaya pelaksanaan pekerjaan tetap sebesar Rp. 1.926.468.800,66
PENGARUH PENGGUNAAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADATANAH LUNAK DESA MATANG PANYANG TERHADAP KUAT GESER
Tanah lunak adalah tanah yang memiliki nilai daya dukung yang sangat rendah.Penelitian dilakukanterhadap tanah di desa Matang Panyang Kabupaten AcehUtara yang mempunyai nilai indeks plastisitas sebesar 20,31%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan semen terhadap tanah lunak dankuatgeser. Penelitian terhadap pemeriksaan sifat-sifat fisis danmekanis tanah dengan penambahan semen, yaitu 0% ,3%, 6%, 9% terhadap berat kering tanah. Menurut AASTHO tanah digolongkan ke dalam jenis tanah A-7-6 yaitujenis tanah berlempung dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS ergolong ke dalam jenis tanah lempung plastisitas rendah (CL).Kadar air optimum tanah asli (ωoptimum) = 20% dan kepadatan kering (gdmax) =1,517gram/cm3. Dari hasil pengujian direct shear kuat geser maksimum terjadi pada kadar semen 9% yaitu sebesar (c) = 0,70kg/cm2, (Ø) = 49,62°. Sedangkan pada uji triaksial kuat gesermaksimum terjadi pada kadar semen 6% yaitu sebesar (Ø) =kg/cm2. Kata kunci:Semen,Direct Shear, Triaksial, Kuat Gese