Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar
Abstrak
Penggunaan ruang pejalan kaki di Jalan Pengayoman sepanjang 2,1 km, termasuk kategori tidak memenuhi standar kelayakan penyediaan sarana dan prasarana, ditinjau dari beberapa aspek yang berhubungan/berkaitan erat secara signifikan dengan kenyamanan. Para Pengendara dan Pedagang Kaki Lima (PKL), mengokupasi jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan general consept design mengenai optimasi ruang pejalan kaki sebagai pembentuk citra kota yang ramah lingkungan. Penggunaan metode penelitian yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara analisis deskriptif untuk mewujudkan optimasi sebagai output penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang pejalan kaki di masing-masing elemen, memiliki beberapa data analisis yang sama dalam beberapa penilaian, namun yang paling signifikan yaitu mengenai kenyamanan non fisik sehingga ruang pedestrian yang saat ini digunakan tidak sesuai dalam standar kategori LOS (Level of Service). Arahan optimasi diprioritaskan penambahan elemen-elemen terkait kenyamanan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan konsep kota yang berwawasan lingkungan sehingga penerapan perwujudan P2KH pada lokasi penelitian cukup berpotensi untuk di implementasikan.Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan
Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan
Abstract
The use of pedestrian space on Jalan Pengayoman along the 2.1 km, falls into the category of not meeting the appropriateness standards for the provision of facilities and infrastructure, viewed from several aspects that are significantly related/closely related to comfort. Driver and Street Vendors (PKL) occupied the pedestrian lane. The research aims to formulate a general concept design regarding the optimization of pedestrian space as forming the image of a Sustainable City. Use of research methods that combine qualitative and quantitative approaches with descriptive analysis to realize optimization as research output. The results of the analysis show that the pedestrian space in each element has some of the same analysis data in several assessments, but the most significant is regarding non-physical comfort so the pedestrian space currently in use does not comply with the LOS (Level Of Service) category standards. The optimization direction prioritizes adding elements related to comfort. The sustainable concept is one embodiment of the concept of an environmentally friendly city, so the implementation of the P2KH embodiment at the research location has the potential to be implemented.
Keywords: optimization, pedestrian, comfor
Studi kelayakan Proyek Terhadap Aspek Teknis dan Kelayakan Investasi pada Pembangunan Rumah Tinggal di Liliba Kota Kupang
Abstrak Rumah Tinggal Permanent Type 27 m2 Liliba adalah salah satu bangunan milik perseorangan yang terletak di Jalan Yupiter, Liliba, Kota Kupang dan dibangun di atas lahan seluas 600 m2. Pembangunan rumah tinggal ini dimulai pada tahun 2023 dan selesai pada tahun 2024 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.436.880,000.00. Rumah Tinggal ini memiliki 10 unit hunian. Luas 1 unit hunian rumah tinggal tersebut adalah 27 m2 dilengkapi fasilitas teras depan, 1 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Bangunan ini fungsinya untuk tempat tinggal yang disewakan per hari. Kelayakan pembangunan proyek perumahan dalam studi ini dianalisis dari aspek teknis dan investasi. Aspek teknis dalam studi kelayakan dimaksudkan untuk memberikan parameter-parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan fisik proyek. Sedangkan analisa kelayakan investasi didasarkan pada besarnya biaya pengelolaan, biaya sewa bahkan biaya konstruksi. Tujuannya mengevaluasi kelayakan dan merekomendasikan kelayakan investasi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan rumah tinggal permanent type 27 m2 Liliba secara teknis dan finansial layak untuk dibangun. Kata Kunci: Rumah Tinggal, Aspek Teknis, Investasi Abstract Permanent Residential House Type 27 m2 in Liliba is one of the privately owned buildings located on Jalan Yupiter, Liliba, Kupang City and built on an area of 600 m2. The construction of this house began in 2023 and was completed in 2024 at a cost of Rp. 1,436,880,000.00. This house has 10 residential units. The area of 1 residential unit of the house is 27 m2 equipped with a front terrace, 1 bedroom, living room, bathroom, and kitchen. This building functions as a residence that is rented per day. The feasibility of housing project development in this study is explained from the technical and investment aspects. The technical aspects in the feasibility studyare intended to provide technical parameters related to the physical launch of the project. While the assessment of investment feasibility is based on the amount of management costs, rental costs and even construction costs. Providing feasibility and recommending the right investment feasibility. The results of the study show that the construction of a Liliba permanent house type 27 m2 is technically and financially feasible to build.Keywords: Residential House, Technical Aspects, Investmen
Analisis Pengaruh Lubang Resapan Biopori Dalam Upaya Konservasi Air Terhadap Genagan Air Minimal Di Gampong Rayeuk Kareung
Abstrak Lubang resapan biopori merupakan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air, sehingga menjadi solusi yang efektif dalam upaya konservasi air dan pengurangan genangan air di permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dengan menggunakan metode pengukuran laju infiltrasi pada 6 sampel tanah bervegetasi di lapangan. Pengujian dilakukan dengan pipa berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, di mana 3 sampel diuji tanpa isian dan 3 sampel lainnya diisi sampah organik. Hasil pengujian menunjukkan laju infiltrasi rata-rata pada sampel tanpa isian sebesar 60,10 mm/jam dan 66,02 mm/jam pada sampel dengan isian sampah dedaunan. Dari analisis debit limpasan, diketahui bahwa LRB mampu menyerap air dengan debit sebesar 0,1629 m³/detik, sementara debit limpasan awal tanpa adanya LRB mencapai 0,1901 m³/detik. Dengan pemasangan lubang resapan biopori ini, terjadi pengurangan debit limpasan hingga 85,69%, yang menunjukkan potensi signifikan LRB dalam mengurangi genangan, meningkatkan daya serap tanah, dan mengelola air permukaan secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Kata kunci: Debit Limpasan, Infiltrasi, Konservasi Air, Lubang Resapan Biopori Abstract Biopore Infiltration Holes are a technology designed to enhance the soil\u27s absorption capacity for water, making it an effective solution for water conservation efforts and reducing surface water pooling. This research was conducted in Gampong Rayeuk Kareung, Blang Mangat District, Lhokseumawe City, using the infiltration rate measurement method on 6 vegetated soil samples in the field. The testing was performed using pipes with a diameter of 10 cm and a depth of 100 cm, where 3 samples were tested without any fill and the other 3 samples were filled with organic waste. The test results showed an average infiltration rate of 60.10 mm/hour for the samples without fill and 66.02 mm/hour for the samples filled with leaf waste. From the runoff discharge analysis, it was found that the biopore infiltration holes (BII) can absorb water with a discharge of 0.1629 m³/second, while the initial runoff discharge without BII reached 0.1901 m³/second. The installation of these biopore infiltration holes resulted in a runoff discharge reduction of up to 85.69%, indicating the significant potential of BII in reducing pooling, enhancing soil absorption capacity, and managing surface water sustainably in the area. Keywords: Runoff Discharge, Infiltration, Water Conservation, Biopore Infiltration Hole
Pemanfaatan Limbah Plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai substitusi Terhadap Campuran Aspal PEN 60/70
Abstrak Aspal merupakan bahan utama yang dipakai dalam pembuatan jalan raya, material ini memiliki sifat fleksibilitas, stabilitas, durabilitas, dan tahan terhadap air. Untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut diperlukan adanya bahan tambah ataupun material alternatif pengganti yang dapat digunakan pada campuran beraspal salah satunya yaitu limbah plastik low density polyethylene (LDPE). Selain dapat digunakan didalam campuran penggunaan limbah plastik dapat mengurangi dampak terhadap pencemaran lingkungan karena jumlah sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penggunaan jumlah aspal dalam campuran, mendapatkan campuran yang homogen antara limbah plastik dan aspal penetrasi 60/70, menentukan komposisi campuran limbah plastik yang dapat menghasilkan kekuatan aspal yang optimum. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memenuhi persyaratan Bina Marga adalah pada kadar aspal 5,0% dengan persentase limbah plastik LDPE yaitu 7,5% dan nilai stabilitas yaitu 1083,25 kg. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa campuran limbah plastik LDPE dapat digunakan di dalam campuran aspal dan dapat meningkatkan nilai stabilitas/kekuatan daya tahan dari permukaan jalan. Kata kunci: Substitusi, Low Density Polyethilene (LDPE), Stabilitass (Kuat Tekan), Marshall Test. Abstract Asphalt is the main material used in making roads, this material has the properties of flexibility, stability, durability and water resistance. To overcome this road damage, additional materials or alternative materials that can be used in asphalt mixtures are needed, one of which is low density polyethylene (LDPE) plastic waste. Apart from being able to be used in a mixture, the use of plastic waste can reduce the impact on environmental pollution because the amount of plastic waste in Indonesia is estimated to reach 9.52 million tons or 14% of the total existing waste. The aim of this research is to reduce the amount of asphalt used in the mixture, obtain a homogeneous mixture of plastic waste and 60/70 penetration asphalt, determine the composition of the plastic waste mixture which can produce optimum asphalt strength. The research results show that what meets the Bina Marga requirements is an asphalt content of 5.0% with a percentage of LDPE plastic waste of 7.5% and a stability value of 1083.25 kg. Based on the research results, it was stated that a mixture of LDPE plastic waste can be used in asphalt mixtures and can increase the stability/strength value of the road surface. Keywords: Substitution, Low Density Polyethilene (LDPE), Stability (compressive strength), Marshall Test
Analisis Sensitivitas Kuat Leleh Tulangan Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang
Abstrak Kuat lentur balok beton bertulangan tunggal dipengaruhi oleh karakteristik material baja tulangan, terutama kuat lelehnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas kuat leleh (fy) baja tulangan terhadap kapasitas lentur (Mn) balok beton, dengan mempertimbangkan ketidakpastian menggunakan metode simulasi Monte Carlo. Metode deskriptif numerik diterapkan untuk menghitung parameter statistik fy dari data pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas kuat leleh bervariasi terkait dimensi balok, di mana balok B3 memiliki sensitivitas maksimum sebesar 1.70, menunjukkan potensi peningkatan kapasitas lentur yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan baja tulangan yang tepat untuk meningkatkan kinerja struktural. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain, seperti jenis tulangan dan kondisi beban, untuk mendapatkan gambaran kinerja yang lebih komprehensif. Kata kunci: kuat leleh, kuat lentur, analisis sensitivitas, ketidakpastian, simulasi Monte Carlo Abstract The flexural strength of singly reinforced concrete beams is influenced by the characteristics of the reinforcing steel, particularly its yield strength. This study aims to analyze the sensitivity of the yield strength (fy) of reinforcing steel to the flexural capacity (Mn) of concrete beams, considering uncertainty using the Monte Carlo simulation method. A descriptive numerical method was applied to calculate the statistical parameters of fy from laboratory test data. The study results indicate that the sensitivity of yield strength varies with the dimensions of the beams, where Beam B3 exhibits the maximum sensitivity of 1.70, indicating a significant potential increase in flexural capacity. The conclusion of this study emphasizes the importance of selecting the right reinforcing steel to enhance structural performance. Further research is recommended to consider other variables, such as the type of reinforcement and loading conditions, to obtain a more comprehensive performance overview. Keywords: yield strength, bending strength, sensitivity analysis, uncertainty, Monte Carlo simulatio
Analisis Kelayakan Ekonomi Teknik Investasi Pembangunan Terminal Khusus dalam Mendukung Distribusi Tambang Batu Basalt
Abstrak
Ketidakefisienan distribusi hasil tambang batu basalt melalui jalur darat mendorong pembangunan Terminal Khusus PT. Optima Nusa Tujuh guna mengoptimalkan distribusi melalui jalur laut. Penelitian bertujuan untuk menentukan skenario investasi paling optimal berdasarkan kelayakan finansial dan kontribusinya terhadap efisiensi distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengevaluasi aspek non-finansial, sedangkan analisis kuantitatif menilai kelayakan finansial berdasarkan parameter NPV, IRR, PI, BCR, BEP, dan PBP. Hasil evaluasi terhadap kelima skenario investasi menunjukkan bahwa seluruh skenario layak dilaksanakan dengan nilai NPV positif. Namun, hanya skenario moderat hingga optimis yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Skenario 5 (optimis 20%) memberikan hasil paling optimal, dengan NPV sebesar Rp65.396.124.689,67, IRR sebesar 34,21%, dan periode pengembalian investasi tercepat selama 3 tahun 2 bulan 4 hari. Kesimpulannya, pendistribusian hasil tambang melalui terminal khusus jalur laut dinilai layak dan memberikan dampak positif secara finansial karena memberikan keuntungan jangka panjang dan efisiensi distribusi terbaik.
Kata kunci: studi kelayakan, terminal khusus, distribusi basalt, NPV, IRR
Abstract
The inefficiency of basalt distribution via land transportation has prompted the development of a dedicated terminal by PT. Optima Nusa Tujuh to enhance maritime distribution. This study aims to determine the most optimal investment scenario based on financial feasibility and its impact on distribution efficiency. A descriptive method is employed, incorporating both qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis explores non-financial factors influencing project viability, while quantitative analysis evaluates financial feasibility using NPV, IRR, PI, BCR, BEP, and PBP. Analysis of five investment scenarios reveals that all are financially feasible with positive NPV values; however, only moderate to optimistic scenarios fulfill all feasibility criteria. Scenario 5 (20% optimistic) emerges as the most optimal, yielding the highest NPV of IDR 65,396,124,689.67, IRR of 34,21%, and the shortest payback period of 3 years, 2 months, and 4 days. In conclusion, maritime distribution via dedicated terminal is feasible and financially advantageous, ensuring long-term gains and efficient logistics.
Keywords: feasibility study, dedicated terminal, basalt distribution, NPV, IRRThe inefficiency of basalt distribution via land transportation has prompted the development of a dedicated terminal by PT. Optima Nusa Tujuh to enhance maritime distribution. This study aims to determine the most optimal investment scenario based on financial feasibility and its impact on distribution efficiency. A descriptive method is employed, incorporating both qualitative and quantitative approaches. Qualitative analysis explores non-financial factors influencing project viability, while quantitative analysis evaluates financial feasibility using NPV, IRR, PI, BCR, BEP, and PBP. Analysis of five investment scenarios reveals that all are financially feasible with positive NPV values; however, only moderate to optimistic scenarios fulfill all feasibility criteria. Scenario 5 (20% optimistic) emerges as the most optimal, yielding the highest NPV of IDR 65,396,124,689.67, IRR of 34,21%, and the shortest payback period of 3 years, 2 months, and 4 days. In conclusion, maritime distribution via dedicated terminal is feasible and financially advantageous, ensuring long-term gains and efficient logistics
Studi Daya Dukung dan Distribusi Beban Fondasi Tiang Bor Terhadap Static Loading Test Yang Terinstrumentasi
Abstrak
Dalam merancang sebuah fondasi diperlukan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kemampuan dan kinerja struktur serta memverifikasi kemampuan fondasi yang terpasang dalam menaham beban yang telah direncanakan. Uji pembebanan yang terinstrumentasi dapat dilakukan untuk mengetahui daya dukung fondasi dan secara spesifik mencatat perilaku beban-deformasi yang diterima tiang selama uji pembebanan. Oleh karena itu peneliti bermaksud menganalisis daya dukung aksial dan distribusi beban pada fondasi bored pile terhadap hasil static loading test terinstrumentasi vibrating wire strain gauge dan tell-tale ekstensometer. Penelitian ini menggunakan persamaan empiris dan program geoteknik dalam mengestimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial static loading test lebih besar dibandingkan dengan daya dukung teoritisnya sehingga menunjukkan fondasi mampu menahan beban yang direncanakan. Distribusi beban hasil instrumentasi menunjukkan >90% beban telah terdistribusi pada selimut tiang sehingga perlu dilakukan pemendekan tiang.
Kata kunci: daya dukung aksial, distribusi beban, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSG
Abstract
In designing a foundation, field testing is necessary to evaluate the capacity and performance of the pile and verify the installed foundation\u27s ability to resist the structure load. Instrumented loading tests can be conducted to determine the load-bearing capacity of the foundation and the load-deformation behavior experienced by the piles during the loading test. Therefore, the researchers analyze the axial load-bearing capacity and load distribution on the bored pile foundation based on the results of the static loading test using an instrumented VWSG and Tell-Tale Extensometer. This research uses empirical equations and geotechnical programs. The analysis results show that the axial bearing capacity from the static loading test is greater than its theoretical bearing capacity, indicating that the foundation can withstand the structural load. The load distribution from the instrumentation results shows that >90% of the load has been distributed to the skin friction pile, so pile shortening is necessary.
Keywords: axial bearing capacity, load distribution, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSGDalam merancang sebuah fondasi diperlukan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kemampuan dan kinerja struktur serta memverifikasi kemampuan fondasi yang terpasang dalam menaham beban yang telah direncanakan. Uji pembebanan yang terinstrumentasi dapat dilakukan untuk mengetahui daya dukung fondasi dan secara spesifik mencatat perilaku beban-deformasi yang diterima tiang selama uji pembebanan. Oleh karena itu peneliti bermaksud menganalisis daya dukung aksial dan distribusi beban pada fondasi bored pile terhadap hasil static loading test terinstrumentasi vibrating wire strain gauge dan tell-tale ekstensometer. Penelitian ini menggunakan persamaan empiris dan program geoteknik dalam mengestimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial static loading test lebih besar dibandingkan dengan daya dukung teoritisnya sehingga menunjukkan fondasi mampu menahan beban yang direncanakan. Distribusi beban hasil instrumentasi menunjukkan >90% beban telah terdistribusi pada selimut tiang sehingga perlu dilakukan pemendekan tiang.
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Rawa dan Ruang Terbuka Hijau terhadap Peningkatan Debit Limpasan di Kota Palembang
Abstrak
Perubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun akan menyebabkan terjadinya peningkatan limpasan atau aliran permukaan. Peningkatan debit puncak untuk masing-masing periode ulang tahunan disebabkan oleh berubahnya nilai koefisien limpasan (C) yang pada akhirnya meningkatkan persentase curah hujan yang menjadi limpasan permukaan. Penelitian ini difokuskan untuk memprediksi tren perubahan tutupan lahan berdasarkan ketersediaan data historis di lokasi studi yaitu antara tahun 2018, 2019 dan 2021 dengan menggunakan metode supervised maximum likelihood classification (MLC) dengan perangkat lunak ArcGIS terutama pada wilayah dengan persentase rawa terbesar di kota Palembang. Hasil analisa tutupan lahan pada DAS Kertapati menghasilkan perubahan lahan yang meningkat signifikan pada kelas tutupan lahan permukaan diperkeras yaitu 7% (2018) menjadi 12% (2021). Namun peningkatan luasan area vegetasi budidaya berupa sawah juga meningkat dari 41% (2018) menjadi 49% (2021). Analisis perhitungan debit banjir menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation Service dan distribusi hujan Alternating Block Method (ABM). Didapatkan pada tahun 2018 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 29,167 m3/det, kemudian untuk tahun 2019 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,820 m3/det dan untuk tahun 2021 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,169 m3/det.
Kata kunci: limpasan, perubahan tutupan lahan, debit rencana, hidrograf
Abstract
Changes in land cover from undeveloped to developed areas lead to an increase in runoff or surface flow. The rise in peak discharge for each annual return period is attributed to changes in the runoff coefficient (C), which increases the percentage of rainfall contributing to surface runoff. This study aims to predict trends in land cover change based on the availability of historical data from 2018, 2019 and 2021, utilizing the supervised maximum likelihood classification (MLC) method with ArcGIS software, particularly in regions with the biggest wetlands in Palembang City. The results of the land cover analysis in the Kertapati Watershed revealed a significant increase in the impervious surface, rising from 7% in 2018 to 12% in 2021. Conversely, the area of cultivated vegetation, specifically rice fields, also increased from 41% in 2018 to 49% in 2021. To analyze flood discharge, the study employed the Soil Conservation Service Synthetic Unit Hydrograph method and the Alternating Block Method (ABM) for rainfall distribution. The findings indicated that the flood discharge value for a 10-year return period was 29.167 m³/sec in 2018, increasing to 34.820 m³/sec in 2019 and slightly decreasing to 34.169 m³/sec in 2021.
Keywords: runoff, land cover change, design discharge, hydrographPerubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun akan menyebabkan terjadinya peningkatan limpasan atau aliran permukaan. Peningkatan debit puncak untuk masing-masing periode ulang tahunan disebabkan oleh berubahnya nilai koefisien limpasan (C) yang pada akhirnya meningkatkan persentase curah hujan yang menjadi limpasan permukaan. Penelitian ini difokuskan untuk memprediksi tren perubahan tutupan lahan berdasarkan ketersediaan data historis di lokasi studi yaitu antara tahun 2018, 2019 dan 2021 dengan menggunakan metode supervised maximum likelihood classification (MLC) dengan perangkat lunak ArcGIS terutama pada wilayah dengan persentase rawa terbesar di kota Palembang. Hasil analisa tutupan lahan pada DAS Kertapati menghasilkan perubahan lahan yang meningkat signifikan pada kelas tutupan lahan permukaan diperkeras yaitu 7% (2018) menjadi 12% (2021). Namun peningkatan luasan area vegetasi budidaya berupa sawah juga meningkat dari 41% (2018) menjadi 49% (2021). Analisis perhitungan debit banjir menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation Service dan distribusi hujan Alternating Block Method (ABM). Didapatkan pada tahun 2018 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 29,167 m3/det, kemudian untuk tahun 2019 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,820 m3/det dan untuk tahun 2021 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,169 m3/det
Pemanfaatan Limbah Konstruksi untuk Memperbaiki Gradasi Tanah pada Produksi Bata Compressed Stabilized Earth Block (CSEB)
Abstrak Material semen adalah yang paling umum digunakan sebagai stabilisator untuk meningkatkan sifat-sifat Compressed Stabilized Earth Blocks (CSEB). Faktor yang mengatur yang mengendalikan sifat-sifat CSEB termasuk jumlah kandungan lanau dan lempung di dalam tanah. Penelitian ini difokuskan pada pengendalian kandungan lanau dan lempung dan perbaikan gradasi dengan penggunaan limbah konstruksi (beton yang dihancurkan) dan pasir sungai. Tanah yang dipilih dimodifikasi garadasinya dengan menambahkan limbah konstruksi dan pasir mengikuti teori konsep particle packing pada kurva gradasi Fuller dengan kandungan lanau + lempung kondisi asli dan sebanyak 20%. Semen digunakan dengan kadar 6%, 8%, dan 10%. Benda uji kubus 15 × 15 × 15 cm3 dicetak dan diuji kepadatan, penyerapan air, dan kuat tekan 28 hari. Hasil dari penelitian terlihat bahwa bata CSEB yang diperbaiki gradasi tanahnya ini masuk pada mutu Kelas C dan kelas B menurut WD-ARS 1333:2018(E) Bagian 7. Bata CSEB dengan campuran limbah konstruksi ini memberikan solusi mengurangi limbah konstruksi. Kata kunci: CSEB, limbah konstruksi, lanau dan lempung, particle packing, kuat tekan. Abstract Cement is the most used material as a stabilizer to improve the properties of Compressed Stabilized Earth Blocks (CSEB). The controlling factors that control the properties of CSEB include the amount of silt and clay content in the soil. This study focused on controlling silt and clay content and improving gradation by using construction waste (crushed concrete) and river sand. The selected soil was modified in its gradation by adding construction waste and sand following the particle packing concept theory on the Fuller gradation curve with the original silt + clay content and as much as 20%. Cement was used with levels of 6%, 8%, and 10%. Cube test specimens measuring 15 × 15 × 15 cm3 were moulded and tested for density, water absorption, and 28-day compressive strength. The results of the study showed that the CSEB bricks with improved soil gradation were in Class C and Class B quality according to WD-ARS 1333:2018(E) Part 7. CSEB bricks with a mixture of construction waste provide a solution to reduce construction waste. Keywords: CSEB, construction waste, silt and clay, particle packing, compressive strengt
Sebaran Kualitas Air Bersih Sepanjang Jaringan Pipa SPAMDes Tirta Sari Ponces, Kulon Progo
Abstrak SPAMDes Tirta Sari Ponces, yang terletak di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih dengan melayani 106 pelanggan. Namun, hingga saat ini, kualitas air belum pernah diuji. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air dan distribusinya pada jaringan rumah pelanggan, dengan menggunakan parameter derajat keasaman (pH), kadar besi (Fe), kandungan organik dan kadar oksigen terlarut. Uji kualitas air dilakukan di laboratorium dengan menggunakan 18 sampel yang diambil dari sembilan titik lokasi. Standar baku mutu kualitas air dalam penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017. Hasil uji kualitas air pada 18 sampel dianalisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan metode Inverse Distance Weighting, menghasilkan rentang nilai. Hasil uji kualitas air menunjukkan pH tertinggi sebesar 7,3, kadar Fe tertinggi sebesar 0,13 mg/l, kandungan organik tertinggi sebesar 10,59 mg/l, dan kadar oksigen terlarut tertinggi sebesar 3,0 mg/l. Sebaran polutan kualitas air di jaringan rumah menunjukkan bahwa kadar pH dan Fe memenuhi standar baku mutu sebesar 100%, sementara kandungan organik memenuhi standar baku mutu sebesar 96,16%, dan kadar oksigen terlarut tidak memenuhi standar baku mutu sebesar 100%. Faktor-faktor seperti lokasi sumber air, aktivitas sekitar sumber air dan jaringan perpipaan, serta waktu penggunaan air, mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan oleh SPAMDes. Kata kunci: Kualitas air, SPAMDes, Sebaran polutan. Abstract SPAMDes Tirta Sari Ponces, located in Kulonprogo Regency, Special Region of Yogyakarta, is used by the community as a source of clean water by serving 106 customers. However, until now, the water quality has never been tested. This study aims to assess the water quality and its distribution in the customer\u27s home network, using parameters of acidity level (pH), iron content (Fe), organic content and dissolved oxygen levels. Water quality testing was carried out in the laboratory using 18 samples taken from nine locations. The water quality standard in this study refers to the Regulation of the Minister of Health No. 32 of 2017. The results of water quality tests on 18 samples were analyzed using ArcGIS software with the Inverse Distance Weighting method, producing a range of values. The results of the water quality test showed the highest pH of 7.3, the highest Fe content of 0.13 mg/l, the highest organic content of 10.59 mg/l, and the highest dissolved oxygen content of 3.0 mg/l. The distribution of water quality pollutants in the home network shows that the pH and Fe levels meet the standard quality standards of 100%, while the organic content meets the standard quality standards of 96.16%, and the dissolved oxygen levels do not meet the standard quality standards of 100%. Factors such as the location of the water source, activities around the water source and pipe network, and the time of water use affect the quality of water produced by SPAMDes. Keywords: Water quality, SPAMDes, Distribution of pollutant