Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Kajian Potensi Energi Terbarukan Dan Wisata Sungai Cidurian Depan Universitas Widyatama
Abstrak Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan sungai adalah energi bersih dan terjangkau. Sungai dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Kota Bandung dialiri oleh dua Sungai utama Cikapundung dan Sungai Cidurian. Universitas Widyatama menjadi salah satu lokasi yang terlewati oleh aliran sungai Cidurian. Sungai Cidurian yang cukup lebar dengan arus yang cukup deras namun sampai saat ini keberadaan sungai tersebut masih belum dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aliran sungai Cidurian depan kampus Universitas Widyatama secara komprehensif. Dalam penelitian ini dilakukan tahapan analisis hidrologi, pemodelan hidraulik sungai, perhitungan daya listrik dan analisis kualitas air. Dari hasil analisis didapat bahwa dengan bangunan tambahan (bendung) yang berdimensi panjang 5-meter dan terdapat 2 bukaan pada bagian bawah (0.5 x 0.5m) menyebabkan air di belakang bendung mengalami kenaikan muka air, akan tetapi tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kecepatan aliran. Dari hasil perhitungan didapat debit aliran (Q) pada saluran tertutup di bagian bawah bendung sebesar 0.2 m3/s dengan kecepatan aliran sebesar 0.8 m/s, yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 19.62-Watt untuk satu bukaan bendung/turbin. Dari hasil analisis juga diketahui bahwa air sungai masih memenuhi baku mutu air Kelas II. Kata kunci: Bandung, Bendung, cidurian, Kualitas Air ,Sungai Abstract One of the sustainable development goals related to rivers is clean and affordable energy. Rivers can be used as a source of renewable energy. the Cikapundung and Cidurian rivers are the biggest river in Bandung City. Widyatama University is one of the locations that the Cidurian river passes through. The Cidurian River is wide enough with a strong river flow, but until now the existence of this river has not been used optimally by the local community. This study aims to comprehensively examine the potential of the Cidurian river flow in front of the Widyatama University campus. In this research, the stages of hydrological analysis, river hydraulic modeling, electric power calculation and water quality analysis were carried out. From the results of the analysis, it was found that the weir which has a 5-meter long dimension and there are 2 openings at the bottom (0.5 x 0.5m) causes the water behind the weir to increase the water level, but does not significantly affect the flow velocity. From the calculation results, it is obtained that the flow rate (Q) in the closed channel at the bottom of the weir is 0.2 m3/s with a flow velocity of 0.8 m/s, which can generate 19.62-Watt of electrical energy for one turbine. From the results of the analysis it is also known that river water still meets Class II water quality standards. Keywords: Bandung, weir, cidurian, water quality, rive
Kuat Tekan Beton Ringan Non-Pasir Pada Pemanfaatan Batu Karang Simeulue Sebagai Alternatif Agregat Kasar
Abstrak Batu karang mati banyak ditemukan di pulau Simeulue dan tersebar hamper disetiap pesisir pantainya. Dalam hal Pembangunan daerah, penggunaan bahan penyusun beton seperti agregat kasar sering kali didatangkan dari luar pulau sehingga harganya menjadi mahal. Dalam penelitian ini ingin memanfaatkan batu karang mati sebagai agregat kasar pada campuran beton ringan non-pasir dan beton normal. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui besarnya variasi batu karang yang dapat dimanfaatkan untuk agregat kasar pada beton ringan non-pasir dan beton normal. Perencanaan campuran beton dibuat berdasarkan SNI 7656:2012. Faktor air semen untuk semua variasi adalah 0,40. Pengujian kuat tekan dan porositas daerahdilakukan pada umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil analisis data pada peneltian ini dinyatakan bahwa Agregat batu karang Simeulue ini tidak bisa dimanfaatkan dalam campuran beton ringan non-pasir, akan tetapi dapat dimanfaatkan dalam campuran beton normal yang memenuhi kriteria untuk beton struktural minimal kuat tekan 17 MPa. Kata kunci: Batu karang, Beton non-pasir, Beton ringan, Beton ringan non-pasir, Kuat tekan beton Abstract Dead corals are found on Simeulue Island and are scattered on almost every coast. In terms of regional development, the use of concrete constituent materials such as coarse aggregate is often imported from outside the island so the price is expensive. In this study, we wanted to use dead coral rock as a coarse aggregate in a mixture of non-sand and normal lightweight concrete. The purpose of this study was to determine the variety of rocks that can be used for coarse aggregate in non-sand lightweight concrete and normal concrete. Concrete mix planning is based on SNI 7656:2012. Water cement factor for all variations is 0.40. The compressive strength and regional porosity tests were carried out at the age of 28 days of concrete. Based on the results of data analysis in this study it was stated that the Simeulue rock aggregate cannot be used in non-sand lightweight concrete mixtures, but can be used in normal concrete mixtures that meet the criteria for structural concrete with a minimum compressive strength of 17 MPa. Keywords: Rock, No fines concrete, Lightweight concrete, Non-sand lightweight concrete, Compressive strengt
Optimasi Penggunaan Agregat Kasar Gabungan Pada Campuran Beton Dengan Tambahan Superplasticizer
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi agregat kasar gabungan Batu Banjarmasin dan Batu Merak dengan tambahan superplasticizer yang memberikan kuat tekan optimum. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian di laboratorium menggunakan benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Terdapat 2 jenis campuran yaitu campuran beton tanpa superplasticizer dan campuran beton dengan tambahan superplasticizer. Masing-masing campuran tersebut terdiri dari 4 variasi campuran. Berdasarkan hasil pengujian beton tanpa superplasticizer kuat tekan optimum dicapai pada campuran dengan prosentase 50% Batu Banjarmasin-50% Batu Merak sebesar 27,10 MPa. Kuat tekan beton dengan proporsi campuran 60% Batu Banjarmasin-40% Batu Merak, 70% Batu Banjarmasin-30% Batu Merak, 80% Batu Banjarmasin-20% Batu Merak berturut-turut 24,61 MPa; 22,09 MPa dan 19,29 MPa. Kuat tekan optimum beton dengan tambahan superplasticizer dicapai pada campuran dengan prosentase 50% Batu Banjarmasin-50% Batu Merak sebesar 37,18 MPa. Kuat tekan beton dengan proporsi campuran 60% Batu Banjarmasin-40% Batu Merak, 70% Batu Banjarmasin-30% Batu Merak, 80% Batu Banjarmasin-20% Batu Merak berturut-turut 31,51 MPa; 24,25 MPa dan 25,34 MPa. Campuran beton dengan tambahan superplasticizer memberikan hasil kuat tekan yang lebih besar dibanding campuran beton tanpa superplasticizer. Kata kunci: Sifat fisik agregat, agregat kasar, kuat tekan, superplasticizer Abstract This study aims to obtain the composition of the combined coarse aggregate of Banjarmasin Stone and Merak Stone with the addition of superplasticizer which provides optimum compressive strength. To achieve this goal, research was carried out in the laboratory using cylindrical specimens with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm. There are 2 types of mixtures, namely concrete mixtures without superplasticizers and concrete mixtures with the addition of superplasticizers. Each of these mixtures consists of 4 variations of the mixture. Based on the test results of concrete without superplasticizer, the optimum compressive strength was achieved in a mixture with a percentage of 50% Banjarmasin Stone-50% Merak Stone of 27.10 MPa. The compressive strength of concrete with a mixture proportion of 60% Banjarmasin Stone-40% Merak Stone, 70% Banjarmasin Stone-30% Merak Stone, 80% Banjarmasin Stone-20% Merak Stone respectively 24.61 MPa; 22.09 MPa and 19.29 MPa. The optimum compressive strength of concrete with the addition of superplasticizer was achieved in a mixture with a percentage of 50% Banjarmasin Stone-50% Merak Stone of 37.18 MPa. The compressive strength of concrete with a mixture proportion of 60% Banjarmasin Stone-40% Merak Stone, 70% Banjarmasin Stone-30% Merak Stone, 80% Banjarmasin Stone-20% Merak Stone respectively 31.51 MPa; 24.25 MPa and 25.34 MPa. Concrete mixes with the addition of superplasticizers give greater compressive strength results than concrete mixes without superplasticizers. Keywords: aggregate physical properties, coarse aggregate, compressive strenght, superplasticize
STUDI IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN PADA RUAS JALAN PADALARANG - RAJAMANDALA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak Kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi permasalahan yang terjadi hingga saat ini. Ruas Jalan Padalarang-Rajamandala merupakan jalan nasional yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Lalu lintas harian di jalan ini cukup padat terutama oleh bus dan truk perusahaan dengan tonase besar, hal ini sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu adanya tinjauan serta penanganan daerah rawan kecelakaan. Data sekunder dilakukan untuk mengelompokan data menggunakan metode sliding windows, kemudian untuk menentukan daerah berbahaya, dilakukan pembobotan metode AEK dengan batas kontrol atas menggunakan metode UCL. Data primer menggunakan formulir AKJ dengan lingkup geometrik, perkerasan, dan pelengkap jalan. Berdasarkan analisis lokasi rawan kecelakaan pada ruas jalan tersebut terdapat pada STA 12+900 - 13+400 yang memiliki nilai AEK 93 dan nilai UCL 40,6. Berdasarkan existing, faktor penyebab kecelakaan pada ruas jalan tersebut dari segi jalan dan lingkungan yang paling dominan yaitu ketidaksesuaian pelengkap jalan. Strategi yang dapat dilakukan ialah perbaikan pelengkap jalan. Kata kunci: Jalan Padalarang-Rajamandala, lokasi rawan kecelakaan, metode AEK, metode sliding windows, Abstract Traffic accidents in Indonesia are still a problem that occurs today. Padalarang - Rajamandala Road is a national road located in West Bandung Regency. The daily traffic on this road is quite heavy mainly by company buses and trucks with large tonnage, this often leads to accidents. Based on these problems, it is necessary to review and handle accident-prone areas. Secondary data is carried out to group data using the sliding windows method, then to determine dangerous areas, weighting the AEK method with upper control limits using the UCL method. Primary data using AKJ forms with geometric scope, pavement, and road complements. Based on the analysis of accident-prone locations on the road section, there are STA 12+900 - 13+400 which have an AEK value of 93 and a UCL value of 40.6. Based on existing, the factor causing accidents on these road sections in terms of roads and the most dominant environment is the unsuitability of road complements. The strategy that can be done is the repair of road complements. Keywords: Padalarang-Rajamandala road, accident prone locations, AEK methord, Windows Sliding Metho
Analisis Operasional Dan Pemeliharaan Gedung Berdasarkan Tingkat Kerusakan Dan Anggaran Biaya Dengan Metode Activity Based Costing Analysis (ABC)
Abstrak Bangunan yang digunakan untuk kepentingan umum, perawatan dan pemeliharaan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Pemeliharaan gedung dilakukan guna mempertahankan fungsi dan kegunaan bangunan secara utuh, memperpanjang usia gedung, dan menekan laju kerusakan pada gedung sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat yang baik, nyaman, dan aman bagi pengguna bangunan dalam beraktivitas setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab kerusakan serta estimasi biaya operasional dan pemeliharaan pada bangunan Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan menggunakan Fishbone Diagram dan metode Activity Based Costing untuk menghitung biaya perbaikan dan pemeliharaan. Metode Fishbone Diagram digunakan untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bangunan sedangkan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jenis kerusakan pada bangunan dilakukan dengan observasi secara langsung di lapangan serta bantuan dari beberapa responden melalui kuisioner. Kata kunci: Bangunan, kerusakan, perasional, pemeliharaan Abstract Buildings used for public purposes. Building maintenance is carried out in order to maintain the function and usability of the building as a whole, extend the life of the building, and reduce the rate of damage to the building so as to make the building a good, comfortable and safe place for building users in their daily activities. The purpose of this study was to determine the level of damage, causes of damage and estimated operational and maintenance costs in the Integrated Laboratory Building, Faculty of Medicine, University of Jember. The method used to identify the cause of the damage uses the Fishbone Diagram and the Activity Based Costing method to calculate repair and maintenance costs. The Fishbone Diagram method is used to determine the causes of damage to buildings while to determine the level of damage and type of damage to buildings is done by direct observation in the field and assistance from several respondents through questionnaires. Keywords: Building, damage, operational, maintenanc
Analisis Kerawanan Longsor dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Padang Pariaman
Abstrak Bencana longsor dapat mengancam daerah permukiman, lahan pertanian, infrastruktur dan hutan seperti yang sering dijumpai di daerah perbukitan. Kondisi topografi di Kabupaten Padang Pariaman yang cukup landai serta terletak pada dua jalur patahan lempeng global mengakibatkan daerah tersebut rawan bencana longsor. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tingkat kerawanan dan risiko serta sebaran daerah longsor di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan melakukan skoring dan pembobotan terhadap parameter longsor. Hasil penelitian diperoleh areal dengan tingkat kerawan longsor rendah 2.899,13 ha (2,22%), kerentanan sedang 39.485,20 ha (30,24 %), kerentanan tinggi 29.706,89 ha (22,75%) dan kerentanan sangat tinggi 58.491,41 ha (44,79%). Wilayah rawan longsor sangat tinggi banyak dijumpai di Limo Koto Timur (7.031,85 ha), IV Koto Aur Melintang (6.265,79 ha), Limo Koto Kampung Dalam (5.604,04 ha), Sungai Limau (5.341,70 ha), Dua Kali Sebelas Kayu Tanam (5.225,93 ha), Sungai Geringging (5.041,83 ha), dan Patamuan (4.218,86 ha). Pemetaan wilayah risiko longsor di Kabupaten Padang Pariaman didominasi oleh kelas risiko sedang yaitu 62.577,28 ha (47,92%). Sebaran wilayah kategori risiko sangat tinggi banyak dijumpai diantaranya di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik (235,15 ha), Limo Koto Kampung Dalam (145,73 ha) dan Patamuan (142,42 ha). Kata kunci: longsor, peta, rawan, risiko, sistem informasi geografis Abstract Landslides can threaten residential areas, agricultural land, infrastructure and forests as is often found in hilly areas. The topography of Padang Pariaman Regency, which is quite sloping and located on two global plate fault lines, makes the area prone to landslides. The purpose of this study were to identify the level of vulnerability and risk as well as the distribution of landslide areas in Padang Pariaman Regency. This study uses secondary data by scoring and weighting the landslide parameters. The results showed that the area with low landslide susceptibility was 2.899,13 ha (2,22%), moderate vulnerability was 39.485,20 ha (30,24 %), high vulnerability was 29.706,89 ha (22,75%) and very high vulnerability was 58.491,41 ha (44,79%). Landslide prone areas are very high and often found in Limo Koto Timur (7.031,85 ha), IV Koto Aur Melintang (6.265,79 ha), Limo Koto Kampung Dalam (5.604,04 ha), Sungai Limau (5.341,70 ha), Twice Eleven Timber Plants (5.225,93 ha), Geringging River (5.041,83 ha), and Patamuan (4.218,86 ha). The mapping of landslide risk areas in Padang Pariaman Regency is dominated by the medium risk class, which is 62.577,28 ha (47,92%). The distribution of areas in the very high risk category is often found in District VII Koto Sungai Sarik (235,15 ha), Limo Koto Kampung Dalam (145,73 ha) and Patamuan (142,42 ha). Keywords: landslide, map, prone, risk, geographic information syste
Development of Spectra Acceleration Map to Seismic Design Category Map In Yogyakarta Province
Abstrak Indonesia dikelilingi oleh empat lempeng besar dunia yang bergerak secara konvergen sehingga menyebabkan sering mengalami kejadian gempa. Salah satu upaya mengurangi risiko bencana gempa adalah melakukan upaya mitigasi seperti pembuatan peta bahaya gempa. Penyusunan Peta Kategori Desain Seismik (KDS) Indonesia saat ini masih terkendala karena keterbatasan data penyelidikan tanah. Meskipun demikian, problem tersebut dapat diatasi dengan melakukan pendekatan berdasarkan data kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 (Vs30) yang disediakan oleh (USGS, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penyusunan Peta Kategori Desain Seismik untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tahapan penelitian diawali dengan pengumpulan data, perhitungan percepatan tanah dan penentuan kategori desain seismik untuk setiap titik dari 3759 titik tinjauan. Hasil penyusunan peta kategori desain seismik Daerah Istimewa Yogyakarta pada kategori risiko I, II, dan III menunjukkan hasil Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta masuk dalam kategori risiko tinggi (KDS D), sedangkan Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunung Kidul masuk dalam kategori risiko sedang hingga tinggi (B, C, dan D). Kategori desain seismik pada kategori risiko IV hampir secara keseluruhan kabupaten-kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam Kategori Desain Seismik D yang artinya memiliki tingkat risiko gempa bumi yang tinggi. Kata kunci: Gempa, mitigasi, kecepatan gelombang geser, kategori desain seismik Abstract Indonesia is surrounded by four large plates of the world that move convergently, causing frequent earthquakes. One of the efforts to reduce the risk of earthquake disasters is to carry out mitigation efforts such as making earthquake hazard maps. The compilation of Indonesia\u27s Seismic Design Category Map is currently still hampered due to limited soil investigation data. However, this problem can be overcome by making an approach based on the shear wave velocity data (Vs30) provided by (USGS, 2020). The purpose of this research is to create a Seismic Design Category Map for the Province of the Special Region of Yogyakarta. The research phase begins with collecting data, calculating ground acceleration, and determining the seismic design category for each point of the 3759 review points. The compilation result of seismic design category maps for the Special Region of Yogyakarta in risk categories I, II, and III showed that Bantul Regency, Yogyakarta City were in the high risk category (KDS D), while Sleman Regency, Kulonprogo, and Gunung Kidul fall into the moderate to high-risk category (B, C, and D). The Seismic Design Category Map for risk category IV showed that almost all districts in the Special Region of Yogyakarta Province were Seismic Design Category D, which means it has a high level of earthquake risk. Keywords: Earthquake, mitigation, shear wave velocity, seismic design categoriesIndonesia is surrounded by four large plates of the world that move convergently, causing frequent earthquakes. One of the efforts to reduce the risk of earthquake disasters is to carry out mitigation efforts such as making earthquake hazard maps. The compilation of Indonesia\u27s Seismic Design Category Map is currently still hampered due to limited data on soil investigations. However, this problem can be overcome by making an approach based on the shear wave velocity data (Vs30) provided by (USGS, 2020). Therefore, the purpose of this research is to create a Seismic Design Category Map for the Province of the Special Region of Yogyakarta. The research phase begins with collecting data, calculating ground acceleration, and determining the seismic design category for each point of the 3759 review points. The Seismic Design Category Map of the Special Region of Yogyakarta with risk categories I to IV is contained in Figures 13 and 14. The Seismic Design Category Map for risk categories I, II, and III shows the results that Bantul Regency and Yogyakarta City are in the high-risk category (D), while Sleman Regency, Kulonprogo, and Gunung Kidul fall into the moderate to high-risk category (B, C, and D). The Seismic Design Category Map for risk category IV shows that almost all districts in the DIY Province are included in a Seismic Design Category D, which means they have a high level of earthquake risk
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Triple Constraints Proyek Konstruksi Gedung Di Provinsi Aceh Dalam Masa Pandemi Covid 19
Abstrak Pandemi Covid 19 pada tahun 2020 dan 2021 telah turut mempengaruhi triple constraints dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi triple constraints pada proyek konstruksi gedung di Provinsi Aceh dalam masa pandemi Covid 19. Proyek konstruksi gedung yang ditinjau adalah proyek yang telah selesai dibangun oleh perusahaan kontraktor di Provinsi Aceh, dengan menggunakan sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 dan 2021 dan mempunyai nilai kontrak lebih dari 1 miliar rupiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif melalui kuesioner. Teknik analisis data digunakan statistik deskriptif dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi triple constraints pada proyek konstruksi gedung di Provinsi Aceh dalam masa pandemi Covid 19 yaitu faktor eksternal, tenaga kerja, keuangan, dan kontrak dengan total varian (persentase triple constraints) sebesar 66,596% dan faktor dominannya adalah faktor eksternal dengan varian sebesar 31,478%. Kata kunci: Triple constraintsi, Covid 19, PCA Abstract The Covid19 pandemic in 2020 and 2021 has also affected triple constraints in the implementation of building construction projects in Aceh Province. This study aims to determine the dominant factors and factors that affect triple constraints on building construction projects in Aceh Province during the Covid 19 pandemic. The building construction projects reviewed are projects that have been completed by a contractor company in Aceh Province, using funding sources from the Aceh Revenue and Expenditure Budget (APBA) for 2020 and 2021 and have a contract value of more than 1 billion rupiah. Data analysis techniques used descriptive statistics and Principal Component Analysis (PCA). The results showed that the factors that influenced the triple constraints on building construction projects in Aceh Province during the Covid 19 pandemic were external factors, labor, finance, and contracts with a total variance (percentage of triple constraints) of 66,596 % and the dominant factor was external factors with a variance of 31.478%. Keywords: Triple constraints, Covid19, PC
Analisis Daya Dukung Axial Pondasi Tiang Pancang Dengan Menggunakan Metode Kalendering Hasil Uji Pile Driving Analyzer
Abstrak Pondasi adalah sebuah sistem rekayasa yang bekerja dengan meneruskan dan menopang beban serta beratnya sendiri ke tanah dasar (bearing layer) yang terletak di bawah pondasi. Jembatan Alue Lamteh merupakan jembatan yang berlokasi di Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar berada pada koordinat 5°2342,4 LU dan 95°2935,9 BT. Jembatan ini masuk ke dalam Ruas Jalan Nasional Banda Aceh-Medan akan melayani pergerakan lalu lintas yang tergolong padat dengan banyak dilintasi oleh truk bermuatan besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya dukung dinamis pondasi tiang pancang melalui penggunaan data pengujian kalendering pada pekerjaan jembatan tersebut dengan menggunakan metode formula dinamik, ada tiga metode analisis yang digunakan, yaitu masing masing menggunakan metode Danish, metode AASHTO dan metode Gates dengan menggunakan data final set (s) capaian yang diizinkan untuk masing metode sebesar 24, 16 dan 12 mm. Hasil analisis kapasitas daya dukung dinamik yang diperoleh dengan ketiga metode tersebut, yakni dengan menggunakan metode Danis. AASHTO dan Gates, masing-masing ditemukan daya dukung dinamik yang semakin meningkat dari 121,477 ton paling rendah, meningkat menjadi 241.047 ton dan menjadi 1267,051 ton sebagai daya dukung dinamis paling besar. Kata kunci: Pondasi tiang pancang, pengujian kalendering, formula dinamis, final set. Abstract The foundation is an engineering system that works by transmitting and supporting the load and its own weight into the subgrade (bearing layer) located below it. The Alue Lamteh Bridge is a bridge located in Kuta Cot Glie District, Aceh Besar Regency with coordinates at 5°23\u2742.4" North Latitude and 95°29\u2735.9" East Longitude. The bridge that enters the Banda Aceh-Medan National Road Section has a relatively heavy traffic movement with many large trucks being traversed. The purpose of this study was to analyze the dynamic bearing capacity of the pile foundation using calendaring test data on the Alue Lamteh Bridge widening project using the dynamic formula method, namely using the the Danis method, AASHTO method and the Gates method. Based on the results of the calculation of the carrying capacity of the carrying capacity using the the Danis method, AASHTO method and the Gates method, it was found that the largest dynamic carrying capacity value was using the Gates method, with the final set value 24, 16 and 12 mm respectively. of 121.477 ton, 241.047 ton and 1267,051 tons. while the large value of dynamic carrying capacity is using the Gates method. Keywords: pile foundations, calendering test, dynamic formula, final set.
Analisis Penetrasi Ion Klorida Pada Beton High Volume Fly Ash Mutu Tinggi Dengan Variasi Tingkat Kehalusan Fly Ash
Abstrak Beton mutu tinggi memerlukan material khusus tambahan salah satunya berupa fly ash dengan maksud meningkatkan kinerja beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehalusan fly ash terhadap penetrasi ion klorida beton high volume fly ash mutu tinggi. Benda uji menggunakan kadar fly ash 50% sebagai substitusi semen dengan variasi kehalusan lolos ayakan mesh ukuran 200 dan 400. Pengujian meliputi perkembangan kuat tekan beton umur 28 dan 56 hari dan uji penetrasi ion klorida menggunakan metode Rapid Chloride Penetration Test (RCPT) umur 56 hari. Benda uji kuat tekan silinder diameter 15 cm, tinggi 30 cm sedangkan benda uji penetrasi ion klorida silinder diameter 10 cm, tinggi 5 cm. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan semakin halus fly ash maka menghasilkan kuat tekan yang setara dengan kuat tekan beton acuan dan semakin halus butiran fly ash maka ketahanan penetrasi ion klorida dapat mencapai level sangat rendah. Kata kunci: beton mutu tinggi, high volume fly ash, kuat tekan beton, rapid chloride penetration test. Abstract High strenght concrete requires special materials such as fly ash to improve concrete properties. This study was intended to determine the effect of fly ash fineness on chloride ion penetration of high-volume fly ash concrete. The mix proportion employed fly ash content of 50% by cement weight as a cement substitution with variations in fineness i.e.: passing through mesh sizes of 200 and 400. The testing program consists of compressive strength development of concrete at the age of 28 and 56 days and chloride ion penetration test using Rapid Chloride Penetration Test (RCPT) method at the age of 56 days. The cylindrical compressive strength test specimen has a diameter of 15 cm, and a height of 30 cm, while the cylindrical concrete specimen with a diameter of 10 cm and height of 5 cm was used for chloride ion penetration test. The compressive strength test results show that the finer the fly ash the higher the compressive strength for all test ages. In addition, the finer the fly ash leads to the denser the concrete, as shown by very low chloride ion penetration resistance levels. Keywords: high strength concrete, high volume fly ash, compressive strength, rapid chloride penetration test