Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
    1853 research outputs found

    Pernikahan Beda Agama dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Rumah Tangga (Sudut Pandang Al-Qur'an)

    Get PDF
    Pernikahan adalah aksi sosial yang bernuansa biologis tetap menjadi perhatian, bahkan merupakan salah satu Sunnah Rasulullah Saw. Hal ini dijelaskan dalam banyaknya ayat Al-Qur'an dan Hadis atau riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang pernikahan. Rasulullah memberikan bimbingan dan contoh nyata tentang masalah masalah pernikahan, yang tentu saja sebagai contoh tata cara dan aturan yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam. Tetapi beberapa masalah yang kemudian muncul, ketika dihadapkan dengan kasus pernikahan beda agama, dan hal ini telah menuai perdebatan panjang sejak awal penafsiran al-Quran oleh generasi pertama umat Islam. Bahkan terus berlanjut hingga sekarang dizaman modern. Pada periode awal penafsiran Al-qur’an, perdebatan muncul di kalangan ulama tentang kelayakan Muslim untuk menikahi wanita ahli al-kitab . Dengan in, mayoritas para sahabat termasuk Umar bin Khatthab ra, Utsman bin ‘Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra, dan juga Ibn ‘Abbas memungkinkan pernikahan (antara laki-laki Muslim dan perempuan ahli al-kitab) meskipun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Namun menurut ‘Abdullah bin ‘Umar pernikahan tidak boleh terjadi pernikahan beda agama, karena pelanggaran yang dilakukan oleh ahli al-kitab telah mencapai tahap syirik, menyekutukan Allah. Namun demikian, generasi berikutnya (Tabi’in), lebih condong untuk mengambil pendapat pertama (pendapat mayoritas), karena dianggap lebih cocok dengan praktek zhahir al-nash. Dengan demikian, secara konseptual, pernikahan beda agama antara laki-laki Muslim dengan wanita ahli al-kitab bisa dilakukan. Tetapi dalam prakteknya, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan beberapa aspek-aspek penting, yang berhubungan dengan tujuan pernikahan, baik yuridis-normatif dan pandangan masyarakat. Di antara beberapa hal yang mendesak untuk menjadi perhatian adalah perihal masa depan agama anak-anak mereka, serta tanggung (pria Muslim) sebagai kepala keluarga, di akhirat. Dan jika pihak-pihak yang potensial melakukan pernikahan beda agama ini benar-benar mempertimbangkan beberapa hal, mereka pasti tidak akan mudah untuk melakukan pernikahan beda agama

    Analisis Konsep Keadilan Bagi Nasabah dalam Pelaksanaan Bagi Hasil pada Pembiayaan Akad Mudharabah di Bank Syariah Indonesia Cabang Makassar

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep keadilan dalam pelaksanaan bagi hasil pada pembiayaan akad mudharabah di bank syariah Indonesia sehingga dapat memberikan pengetahuan yang akuntabilitas, transparansi dan nilai keadilan bahwa besar ringannya pekerjaan, besar kecilnya modal yang dijalankan dan berat pekerjaan yang dilakukan masing-masing punya nilai kadilan dalam pembagian hasil. Relevansinya dalam perkembangan bisnis ekonomi syariah sangat berpengaruh bagi masyarakat luas karena menyangkut keadilan dalam melakukan muamalah atau transaksi dalam ekonomi terkhusus dalam dunia perbankan syariah. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, yaitu semua produk hukum yang bersifat mengikat yang berupa UUD, termasuk di dalamnya Al-Quran, hadis, fatwa DSN. Al-Quran dan hadis bagi yang menyakini itu bersifat mengikat dan terdapat sekumpulan aturan sedangkan fatwa DSN dalam hukum Islam dianggap sebagai ijtihad ulama dan ijma dalam sumber hukum di Indonesia. Hasil penelitian ini bahwa Nilai keadilan dalam akad Mudharabah terletak pada keuntungan dan pembagian resiko dari masing-masing yang sedang melakukan kerjasama sesuai dengan porsi keterlibatannya. Kedua belah pihak akan menikmati keuntungan secara proporsional, jika kerjasama tersebut mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, masing-masing pihak menerima kerugian secara proforsional. Maka dalam hal ini tidak ada yang merasa akan di zhalimi terkait perkara bagi hasil pada pembiyaan akad mudharabah

    Perjalanan Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Filosofis Ki Hajar Dewantara

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi perjalanan pendidikan di Indonesia dengan fokus pada perspektif filosofis Ki Hajar Dewantara, seorang pelopor pendidikan nasional yang memperkenalkan konsep "Taman Siswa" dan prinsip "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani." Melalui pendekatan filosofis, penelitian ini menganalisis kontribusi Ki Hajar Dewantara terhadap pembentukan identitas pendidikan di Indonesia, dampaknya terhadap metode pembelajaran, dan relevansinya dengan perkembangan pendidikan saat ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang nilai-nilai filosofis dalam konteks pendidikan Indonesia, memberikan pandangan yang lebih komprehensif terhadap perkembangan sistem pendidikan, dan membuka ruang diskusi untuk memperkaya perdebatan tentang arah pendidikan di masa depan

    Preservasi Artefak Islam Situs Bongal dan Penegasan Penting Awal Islam di Nusantara

    No full text
    Penelitian ini menyoroti peran penting Situs Bongal yang terletak di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dalam meningkatkan pemahaman penyebaran Islam dan peradaban maju di nusantara. Metode perpustakaan digunakan dengan mengumpulkan hasil temuan artefak peneliti BRIN dan arkeolog Sumut kemudian disajikan dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa temuan arkeologi seperti sisa-sisa perahu kayu kuno yang erat kaitannya dengan tradisi tambuku-tikan menggambarkan adanya peradaban yang mapan pada abad ke 7 Masehi, memperkuat teori masuknya Islam. melalui jalur perdagangan laut. Kehadiran koin Umayyah pada temuan Situs Bongal juga memperkuat teori masuknya Islam ke nusantara, khususnya teori Mekkah yang menyatakan bahwa Islam masuk pada abad ke-7 Masehi oleh bangsa Arab. Penelitian ini menyoroti upaya yang lebih besar dalam pelestarian artefak yang ditemukan di Situs Bongal. Diperlukan upaya regulasi yang efektif dan partisipasi aktif masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk menjamin kelestarian dan keberlanjutan situs ini sebagai bagian warisan budaya Indonesia yang tak tergantikan. Dengan menekankan peran Situs Bongal sebagai titik awal penyebaran agama Islam di nusantara serta mendesak untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan temuan tersebut kepada masyarakat

    Merawat Keragaman Beragama (Respon Aktivis Mahasiswa Muslim di Kalimantan Selatan Terhadap Wacana Moderasi Beragama)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memetakan respon aktivis mahasiswa Muslim Kalimantan Selatan terkait wacana moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengetahui adanya potensi konflik dan integrasi di tengah masyarakat. Sikap beragama yang terlalu ke kanan akan melahirkan tipe beragama radikal dan terlalu kiri akan menghasilkan sikap liberal. Hal ini cukup mengkuatirkan jika berakhir dengan konflik. Sementara moderat adalah jalan tengah antara kedua sikap tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berupaya mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran aktivis mahasiswa Muslim terkait moderasi beragama yang mencakup komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal. Subjek penelitian ini adalah aktivis mahasiswa yang ada di empat kampus yakni UIN Antasari Banjarmasin, STAI Darul Ulum Kandangan, STIQ Amuntai dan STAI Rakha Amuntai. Data digali dengan teknik wawancara mendalam dan diolah dengan tiga tahap yakni reduksi data, display data dan penarikan simpulan. Penelitian ini menemukan bahwa pada aspek respon, meski mayoritas tidak mengetahui moderasi beragama namun mereka setuju dengan wacana tersebut dalam pengertian toleransi. Pada aspek sikap beragama, mahasiswa sangat moderat. Sedang pada integritas dan konfllik baik intra maupun antar agama diselesaikan dengan saling komunikasi dan toleransi namun bila terjadi konflik maka pemerintah turut menyelesaikannya. Faktor penyebab konflik adalah perbedaan pandangan keagamaan yang berakibat pada gesekan sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi lebih lanjut sikap moderasi beragama di Perguruan Tinggi agama maupun umum karena mayoritas mahasiswa yang diteliti tidak memahami arah moderasi beragama

    KALÃM AL-INSHÃ AT-THALABI FI KITÃB AL-AKHLÃQ LIL BANIN AL-JUZ’U AL-THÃNI

    No full text
    In the Second Part of Kita>b Al-Akhla>q Lil Bani>n  by Shaykh Omar Baraja who died in 1411 Hijriya, found ways of commanding, prohibition, asking, wishful thinking and calling. The purpose of this study is to find out the methods of speech of order creation that the author uses in his advice and be able to break them down according to their types. This type of research is desk study, which means that it collects data from various books related to the subject of scientific research. The result of his research is that in this book there are 169 speeches of order creation which include commands, prohibitions, interrogatives, and exclamations. And the researcher didn’t wishful thinking in this book. There are one hundred and four sentences of command methods in three forms, those are fi’il al-amr, al-muda>ri’ al-majzu>m bi la>m al-amr and ismu fi’il al-amr. There are twenty three sentences of prohibition methods in one form, that is present tense with la> al-na>hiyah. There are twenty three of interrogative methods that use one of these tools, namely hamzah, ayyu, ma>, hal, kam, and man. There are nineteen sentences of calling methods using one of these tools, namely hamzah, ayyu, and ya>. And Researcher didn’t find wishful thinking style in this book.اكتشف في كتاب الأخلاق للبنين الجزء الثاني للشيخ عمر بارجاء المتوفى سنة  1411 ه  أساليب الأمر والنهي والاستفهام والتمني والنداء. فغرض هذا البحث هو معرفة أساليب كلام الإنشاء الطلبي التي استعملها المؤلف في نصيحته وقدرة على تفصيلها على حسب جنسها. أما نوع هذا البحث بحث مكتبي أي جمع البيانات من الكتب المتنوعة التى تتعلّق بموضوع البحث العلمي. نتيجة البحث أن في هذا الكتاب 169 أسلوب من كلام الإنشاء الطلبي التي تتضمن الأمر و النهي و الاستفهام والنداء. وما وجد الباحث أسلوب التمني في هذا الكتاب. أما أساليب الأمر مائة وأربع جملة على ثلاث صيغات هي فعل الأمر والمضارع المجزوم بلام الأمر واسم فعل الأمر. وأساليب النهي ثلاث وعشرون جملة على صيغة واحدة هي المضارع مع لا الناهية. وأساليب الاستفهام ثلاث وعشرون جملة بأداة من هذه الأدوات وهي الهمزة و أَيُّ و مَا و هَلْ و كَمْ و مَنْ. وأساليب النداء تسع عشرة جملة بأداة من هذه الأدوات وهي الهمزة و أَيُّ و يَا. وما وجد الباحث أسلوب التمني في هذا الكتاب

    Penerapan Model Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas IV SDN 1 Kaligintung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan, 1. Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi bangun datar melalui model pembelajaran talking stick di kelas IV SDN 1 Kaligintung. 2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi bangun datar melalui model pembelajaran talking stick di kelas IV SDN 1 Kaligintung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajar 2022/2023 dalam dua siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 1 Kaligintung berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan lembar  keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi keaktifan siswa, lembar wawancara, soal tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Pada hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri I Kaligintung yaitu pada tahapan pra Siklus keaktifan siswa hanya mendapatkan 42%. Pada siklus I mendapatkan persentase keaktifan 70%, sedangkan pada siklus II keaktifan siswa sebesar 95%. Selanjutnya untuk hasil belajar pada tahapan pra siklus diperoleh 24%, pada siklus I yaitu 48% dan pada siklus II diperoleh sebesar 80%. Selanjutnya keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I diperoleh 75% dan pada siklus II sebesar 89%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pembelajaran Matematika materi bangun datar dengan menggunakan model talking stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SD Negeri 1 Kaligintung

    Perencanaan Strategis Kurikulum Madrasah dalam Memperbaiki Mutu Pendidikan di MI Nur Riska Kota Lubuklinggau

    Get PDF
    Madrasah seperti institusi lainnya, umumnya memiliki tujuan yang ingin dicapai, dan mencapainya memerlukan pengembangan strategi yang efektif. Perencanaan strategis merupakan tahap awal dalam mengembangkan suatu program pendidikan yang efektif. Ini melibatkan penetapan visi jangka panjang, misi, dan tujuan pendidikan. Rencana strategis juga mencakup pemilihan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan tujuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan strategis kurikulum madrasah di MI Nur Riska Kota Lubuklinggau, mutu pendidikan dan dampak perencanaan strategis kurikulum madrasah Penelitian ini merupakan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumetasi. sumber data terdiri dari sumber data primer. data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa perencanaan strategis  kurikulum madrasah yang dilakukan MI Nur Riska Kota Lubuklinggau dilakukan dengan tahapan yakni membentuk tim Mutu,menganalisis lingkungan, merumuskan visi,misi dan tujuan, menetapkan visi misi dan tujuan madrasah, sosialisasi,mengembangkan kerangka kurikulum, menetapkan rencana kurikulum, melakukan peninjauan dan revisi kurikulum, melakukan pertemuan dengan pihak lembaga madrasah, mengalokasikan dana sesuai renstra, dan melakukan persetujuan dengan pihak terkait dengan renstra. Mutu Pendidikan di MI Nur Riska Kota Lubuklinggau dengan menganalisis dan melibatkan 8 standar pendidikan yang ada dimadrasah, yakni standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar pengelolaan, dan standar penilaian. Dengan adanya perencanaan strategis pada madrasah ini, memiliki dampak yang berguna sebagai kerangka kerja yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan segala kegiatan yang dilihat dari banyaknya peningkatan yang ada di MI Nur Riska Kota Lubuklinggau setelah renstra tersebut diterapkan

    Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis pada Masyarakat Bantaran Sungai Martapura (RT. 01 Desa Keliling Benteng Ulu)

    Get PDF
    Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarkat oleh civitas akademika PSKPS FK ULM adalah masyarakat di RT 01, Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar yang tinggal di bantaran sungai Martapura. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tema Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Bantaran Sungai Martapura (RT. 01 Desa Keliling Benteng Ulu). Pemilihan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai martapura menjadi salah satu motivasi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Beberapa penyakit yang teridentifikasi di lingkungan masyarakat RT. 01 diantaranya adalah 1) sebagian ibu-ibu dan bapa-bapa mengalami kebas di tangan baik sebagian atau kedua belah tangan, 2) terdapat sebagian warga mengalami mata perih, 3) Mayoritas masyarakat RT. 01 memiliki riwayat kolesterol yang tinggi, 4) Mayoritas masyaraka RT. 01 memiliki riwayat tensi darah yang tinggi dan 5) sebagian warga terlebih khusus para anak-anak dan remaja mengalami penyakit kulit. Fenomena yang ditemui di RT. 01 kemungkinan disebabkan karena habit gaya makan yang tidak terpola seperti suka makan gorengan dan berlemak. Di samping itu higiene dan sanitasi masyarakat dan lingkungan yang masih kurang bersih serta adanya agen penyakit di sekitarnya. Masyarakat yang sakit berupaya untuk melakukan sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di warung terdekat dai ke Puskesmas. Upaya yang dilakukan ialah 1) pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai makanan yang baik untuk dikonsumsi dan hidup bersih, 2) pemeriksaan sekaligus pengobatan gratis. Kegiatan ini dimulai dengan persiapan koordinasi dengan aparat desa dan jajarannya dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengobatan gratis, meliputi edukasi pola makan sehat dan hidup bersih, pengukuran berat badan, pengkuran tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter serta di akhir dengan pemberian obat

    Commarce Desa Untuk Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Masyarakat (UMKM) Kerajinan Cobek Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang

    Get PDF
    Kegiatan Sistem Pemasaran berbasis E-Commarce adalah upaya untuk meningkatkan promosi dan kunjungan ke toko online. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah para pelaku UMKM Desa Kademangan. Mereka menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka, terbatas hanya pada pasar lokal karena minimnya pengetahuan tentang pemasaran digital. Oleh karena itu, pelatihan menjadi penting bagi penduduk Desa Kademangan, terutama kelompok UMKM, agar mereka dapat memahami dan menggunakan pemasaran produk melalui E-Commarce. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pendekatan institusional dan partisipatif. Pendekatan institusional melibatkan komunikasi langsung dengan mitra untuk memahami kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh mereka. Pendekatan partisipatif melibatkan peserta pelaksanaan pengabdian dalam berbagai kegiatan, seperti diskusi, sosialisasi tentang IPTEKS, pelatihan, dan pendampingan dalam pembuatan platform E-Commarce untuk produk pelaku UMKM. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan pemasaran berbasis E-Commarce ini diterima dengan baik oleh peserta di Desa Kademangan, dan mereka telah mahir dalam menggunakan platform tersebut untuk memasarkan produk

    973

    full texts

    1,853

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇