Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
1853 research outputs found
Sort by
Pengaruh Cooperative Learning (Time Game Turnamen) dengan Berbantuan Media Spinning Wheel dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran cooperative learning (TGT) berbantuan media spinning wheel dan untuk Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative learning (TGT) berbantuan media spinning wheel untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dan akan lebih banyak lagi wawasan yang didapat diadalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sekolah MI Sunan Bonang Berani Wetan dan sekolah Miftahul Jannah. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa Sekolah Miftahul Jannah yang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu wawancara, pengujian, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendapat hasil analisis uji hipotesis yang didapati di kelas eksperimen dan kelas control dengan hasil yang didapatkan kelas control 0.004 < 0.05 Nilai yang didapatkan kurang signifikan, sedangkan kelas eksperimen 0,621>0,05 nilainya sangat signifisikan. dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning berbantuan media spinning wheel. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Penggunaan model cooperative learning tipe TGT dengan berbantuan Media Spinning Wheel membuat siswa akan lebih semangat dalam belajar dan akan memunculkan wawasan baru didalam pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih aktif dan akan membuat daya tarik siswa lebih berkembang pesat
Kendala Pembelajaran Maharah Kitabah Menggunakan Metode Project Based Learning di SDI Karawang
Maharah kitabah merupakan suatu proses yang menghasilkan sebuah kata dari huruf perhuruf dengan tulisan yang jelas, tanpa adanya suatu kesalahan atau tambahan dalam penulisan kata yang asli, hal ini agar penulisan bahasa Arab tetap pada norma-norma yang diakui oleh penutur asli. Pembelajaran maharah kitabah pun menggunakan metode pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan optimal salah satunya menggunakan metode Project Based Learning yang bertujuan agar peserta didik dapat aktif dan kreatif ketika pembelajaran berlangsung. Namun di setiap pembelajaran tak luput dari kendala yang dihadapi maka, Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan data yang di peroleh berdasarkan fakta dilapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan di kelas 2 namun peneliti hanya memfokuskan kepada enam peserta didik untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil dan pembahasan yang telah diperoleh pada kendala pembelajaran maharah kitabah menggunakan metode Project Based Learning adalah kendala yang dialami oleh guru yaitu kurangnya sarana dan prasarana untuk mendukung prosesnya pembelajaran, dan kendala yang dialami oleh peserta didik yaitu saat ingin menulis huruf hijaiyah peserta didik mengalami kesulitan atau terkadang tidak mengingat huruf yang bisa disambung atau di sambung
Optimalisasi Strategi Pemberdayaan Bina UMKM PT. Pindad Enjiniring Indonesia melalui Metode AHP: Studi Kasus PT. Fenoro Indonesia Perkasa
Penelitian ini berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya PT. Fenoro Indonesia Perkasa (FIP), yang menghadapi tantangan signifikan dalam tata kelola dan pengelolaan usahanya. Meskipun UMKM memainkan peran vital dalam perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal, banyak di antaranya, termasuk FIP, mengalami kendala struktural yang menghambat pertumbuhan dan daya saing mereka. PT. Pindad Enjiniring Indonesia (PEI), sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah meluncurkan program pemberdayaan UMKM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra UMKM melalui pelatihan teknis, pendampingan, serta penguatan aspek kelembagaan dan keuangan. Namun, meskipun berbagai strategi telah diterapkan, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi empat kriteria utama dalam pemberdayaan UMKM: kelembagaan, keuangan, bisnis, dan pasar. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan para ahli dan pemangku kepentingan dari PEI dan FIP dianalisis menggunakan AHP untuk menetapkan bobot prioritas setiap kriteria. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan teknis dan bantuan modal merupakan strategi prioritas dalam jangka pendek, sementara pengembangan pasar dan adopsi teknologi menjadi kunci keberlanjutan jangka panjang. Dengan hasil ini, penelitian menekankan bahwa AHP adalah alat yang efektif dalam merumuskan dan mengevaluasi strategi pemberdayaan UMKM. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi PEI dalam merancang program yang lebih efisien dan berdampak signifikan bagi UMKM. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi pada literatur tentang pemberdayaan UMKM, terutama dalam hal implementasi strategi yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di Indonesia
Analisa Beban Kerja dan Tingkat Kelelahan terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di IGD dan Ruang Rawat Inap RS Pusdikkes Puskesad Jakarta Timur
Latar Belakang Penelitian Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan, tetapi beban kerja yang meningkat dapat menyebabkan kelelahan, yang berdampak negatif pada kinerja dan kualitas pelayanan. Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kesalahan medis. Oleh karena itu, analisa beban kerja dan tingkat kelelahan menjadi penting untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian Tujuan Umum: Menganalisa pengaruh beban kerja dan tingkat kelelahan terhadap kinerja tenaga kesehatan di IGD dan ruang rawat inap di Rumah Sakit Pusdikes Puskesad Jakarta Timur. Tujuan Khusus: Mengidentifikasi beban kerja tenaga kesehatan. Mengidentifikasi tingkat kelelahan tenaga kesehatan. Mengidentifikasi kinerja tenaga kesehatan. Menganalisis pengaruh beban kerja dan tingkat kelelahan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik. Populasi terdiri dari tenaga kesehatan di IGD dan ruang rawat inap. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur beban kerja, tingkat kelelahan, dan kinerja. Analisis data menggunakan teknik statistik untuk menguji hubungan antar variabel. Temuan Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dan tingkat kelelahan dengan kinerja tenaga kesehatan. Kelelahan yang tinggi berkontribusi pada penurunan kualitas pelayanan, sedangkan manajemen beban kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja. Implikasi Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit perlu merancang strategi untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ini termasuk penjadwalan yang lebih baik, penyediaan waktu istirahat yang cukup, dan dukungan sosial di tempat kerja. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan
Optimalisasi Kemampuan Kognitif Santri Prespektif Teori Sibernetik: Studi pada Pesantren Al Ibrohimy Bangkalan
Pendidikan di pesantren perlu beradaptasi dengan era digital, terutama dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa, seperti pemrosesan informasi dan berpikir kritis. Teori sibernetik, yang menekankan pemrosesan informasi dan umpan balik kontinu, menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi teori sibernetik di Pesantren Al Ibrohimy Galis Bangkalan dan dampaknya terhadap kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori sibernetik meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan kognitif mereka, terutama dalam hal pemrosesan informasi dan analisis. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan resistensi terhadap perubahan metode pengajaran tradisional masih ada. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan wawasan tentang adaptasi teori sibernetik dalam konteks pesantren dan rekomendasi strategis untuk mengatasi hambatan yang ada, sehingga dapat membantu pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka di era digital
Grammatical Cohesion in Durūsul Lugah Volume 1 and Its Implications for Arabic Language Learning
Based on Halliday and Hasan's (1976) theory, this study looks at how the four grammatical devices of cohesion are used in Durʫsul Lugah Volume 1: reference, substitution, ellipsis, and conjunction. We used a descriptive qualitative approach to collect data, employing the reading, listening, and note-taking technique. The data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion. The results show that conjunction and reference appear in almost every chapter, while substitution and ellipsis only begin to emerge in the later chapters. However, the variety within each type of cohesion remains limited. These findings have implications for teaching Arabic. For example, they can help students better understand the additive and adversative meanings of the word "and," give clear instructions on word forms and types, and better understand pronouns (ḍamīr). We also encourage learners to enhance their linguistic awareness. Overall, the types of grammatical cohesion in Durūsul Lugah Volume 1 are not yet highly diverse. However, the book's text maintains grammatical coherence, making it suitable for beginner-level Arabic learners
Enhancing Arabic Language Learning Outcomes Through The Total Physical Response (TPR) Method
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) is an Islamic educational institution under the Ministry of Religious Affairs aimed at developing students' Arabic language skills. However, the dominant use of the lecture method has made students passive and less motivated, which impacts their learning outcomes. This study aims to enhance the learning engagement and outcomes of Class X students at MAN 1 Kota Metro through the implementation of the Total Physical Response (TPR) method. We conducted the research using a Classroom Action Research (CAR) approach, which involved two cycles and a sample of 16 students. The results indicate that the use of the TPR method is effective in improving both student engagement and learning outcomes. Student engagement increased from an average score of 5.37 in the first cycle to 8.5 in the second cycle, showing an improvement of 3.13%. Meanwhile, student learning outcomes improved from 66.5% in the first cycle to 76% in the second cycle, with a 9% increase. Based on these findings, the researcher recommends the use of the TPR method in Arabic language teaching to create an interactive and participatory learning environment, as well as to enhance student motivation and achievement
The Formulation for Translating English-Arabic Words and Terms from The Perspective of Muḥammad ʻInânî
This study aims to find out the thoughts of Muhammad ʻInânî in the science of translation and translators and formulate Muhammad ʻInânî's method in English-Arabic translation. This research approach is qualitative. The research method used in this research is a character study. The data collection method used is a literature study. The data processing procedures used are data collection, data selection, data interpretation, and concluding. The conclusion of this research is Muḥammad ʻInânî argues that there are four things that need attention. First, abstract words or terms that are general in nature need attention. Some words are similar to this word, but one word can translate it into Arabic. 2) Second, modern abstract words or terms. He argues that a translator must keep abreast of developments in the formation of new terms in Arabic. He asserts that taulîd or ta'rîb, as well as concrete words or terms, could lead to the formation of this new term. Difficulties occur when translating something of the same type but with a different variety. He explained that to translate this word, the translator can add words that are the special characteristics of the variety. 4) abbreviation. ʻInânî explained that there are two steps when asked to translate abbreviations. First, he must know what abbreviations and acronyms mean. Second, he must know what translations are agreed upon by the international translation group
Penggunaan Media Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Perubahan Wujud Benda di Kelas IV Sekolah Dasar
Sebagian besar peserta didik di kelas IV sekolah dasar mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPAS pada materi perubahan wujud benda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV pada materi perubahan wujud benda menggunakan video pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis-Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian ini dilakukan pada 25 peserta didik kelas IV sekolah dasar di Kota Bandung. Pada pra siklus diperoleh rata-rata 53,8 dan presentase keberhasilan 12% yang berarti hasil belajar peserta didik yang tergolong rendah. Pada siklus 1 diperoleh rata-rata 70,32 dengan presentase 60% hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah meningkat namun masih tergolong rendah. Pada siklus 2 diperoleh rata-rata 85,04 dengan presentase 96% hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik telah meningkat dengan baik. Pada uji normalitas, NGain1 menunjukkan hasil uji normalitas dari pra siklus ke siklus 1 dengan nilai rata-rata 0,3687 yang menunjukkan bahwa n-gain tergolong sedang. NGain2 menunjukkan hasil uji normalitas dari siklus 1 ke siklus 2 dengan nilai rata-rata 0,5362 yang menunjukkan bahwa n-gain tergolong dalam kategori sedang dan lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Hasil tersebut membuktikan bahwa penggunaan media video pembelajaran pada materi perubahan wujud benda mata pelajaran IPAS dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
Sosialisasi Sosial Media Marketing Untuk Meningkatkan Pengetahuan Digital Marketing kepada Santri Pondok Pesantren Al-Muhajirin III Jombang
Di era digital yang terus berkembang, kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran menjadi sangat penting, termasuk bagi para santri di pondok pesantren. Pondok Pesantren Al-Muhajirin III memiliki potensi besar dalam mengembangkan santri menjadi pengusaha, namun masih terdapat kendala dalam penguasaan keterampilan kewirausahaan dan manajemen, khususnya dalam aspek pemasaran. Keterbatasan program pendidikan bisnis dan pembatasan penggunaan teknologi menghambat pengembangan keterampilan kewirausahaan, terutama dalam pemasaran digital. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program sosialisasi social media marketing dengan fokus pada penggunaan Instagram. Program ini melibatkan empat tahap utama: observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan santri mengenai pemasaran digital, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun materi yang relevan. Tahap pelaksanaan melibatkan pemaparan konsep dasar pemasaran digital, strategi konten di Instagram, analisis studi kasus, dan diskusi interaktif. Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemasaran digital dan cara memanfaatkan Instagram sebagai alat pemasaran. Santri diajak untuk aktif berpartisipasi melalui kuis dan diskusi, sehingga materi dapat diserap secara optimal. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan program ini dalam meningkatkan pemahaman santri tentang pemasaran digital. Santri dapat memahami konsep dasar social media marketing, mengidentifikasi jenis konten yang menarik, serta menganalisis strategi pemasaran dari berbagai studi kasus. Dengan program ini, santri diharapkan mampu memanfaatkan media sosial untuk mendukung usaha mereka di masa depan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang