Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
    1853 research outputs found

    Pengembangan E-Modul Berorientasi Mitigasi Bencana dalam Meningkatkan Pengetahuan Kebencanaan Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan bahan ajar berorientasi bencana kelas V di SD Negeri 01 Donowangun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan keefektifan e-modul berorientasi mitigasi bencana terhadap kemampuan kesiapsiagaan peserta didik kelas V. Subyek dalam penelitian ini adalah guru kelas V Kecamatan Talun, serta 22 siswa kelas V SD Negeri 01 Donowangun Talun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk menjawab rumusan masalah ketersediaan e-modul di sekolah dasar, serta metode penelitian menggunakan model pengembangan atau Research and Development (RnD) Dick and Carey untuk menjelaskan tahapan pengembangan produk. Hasil penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan ketersediaan e-modul di tiga sekolah dasar dari Kecamatan Talun belum menggunakan bahan ajar e-modul (modul elektronik). Penggunaan media pembelajaran berbantu elektronik tidak optimal. Serta belum terdapat guru yang mengembangkan bahan ajar alternatif e-modul di kelas V. Penggunaan e-modul berorientasi mitigasi bencana dalam pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana peserta didik kelas V. Melalui uji peningkatan rata-rata (N-gain) diketahui bahwa peningkatan rata-rata (Gain) data tes awal dan tes akhir sebesar 0,710 dan tergolong dalam kriteria tinggi. Perbedaan antara rata-rata nilai tes awal dengan tes akhir adalah 31. Peningkatan rata-rata menunjukkan bahwa e-modul berorientasi mitigasi bencana efektif digunakan

    Efektivitas Penggunaan Aplikasi WAPENA pada Materi Sejarah Kerajaan Hindu-Buddha Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas IV

    No full text
    Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi sejarah di tingkat sekolah dasar disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih cenderung monton dan kurang menarik. Materi sejarah dianggap membosankan karena identik dengan hafalan serta minimnys media interaktif yang dapat membantu siswa memahami konsep secara kontekstual. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan aplikasi WAPENA sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas IV pada materi sejarah Kerajaan Hindu-Buddha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing kelas berjumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pretest dan posttest, sementara Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji N-Gain menggunakan software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain juga menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis aplikasi masuk pada kategori cukup efektif dalam membantu siswa memahami materi. Temuan ini membuktikan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan motivasi bagi guru untuk mengintegrasikan media digital interaktif ke dalam proses pembelajaran agar menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, adaptif, dan bermakna bagi siswa

    Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran IPA di Gugus VI Kecamatan Palembayan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Gugus VI Kecamatan Palembayan. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa yang cenderung masih didominasi oleh pembelajaran konvensional berbasis ceramah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa kelas IV dari tiga sekolah dasar, dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 22 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar IPA dan angket kemampuan berpikir kreatif yang telah divalidasi oleh para ahli. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat (normalitas, homogenitas) serta analisis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (F = 17,62; Sig. = 0,000) dan kemampuan berpikir kreatif (F = 13,45; Sig. = 0,001). Secara simultan, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar, dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, serta mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif

    Kesiapan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kabupaten Magetan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital

    No full text
    Perpustakaan merupakan bagian sarana prasarana penting yang wajib ada di lembaga pendidikan. Namun sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, perpustakaan sudah tidak terikat oleh ruang dan waktu. Melalui teknologi perpustakaan bisa dibuat dan diselenggarakan tanpa terikat harus ada ruang atau gedung. Perpustakaan berbasis teknologi menjadi jawaban atas ketiadaan ruangan dan infrastruktur lainnya. Perpustakaan digital bisa menjadi solusi dari kekurangsiapan madrasah dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan madrasah ibtidaiyah swasta di Kabupaten Magetan dalam menyelenggarakan perpustakaan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data digali melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan Google form kepada 75 Kepala Sekolah atau Kepala Perpustakaan MIS. Menggunakan analisis SWOT untuk menjawab permasalahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dipilah dan pilih menggunakan triangulasi data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, dan display data yang relevan dengan permasalahan. Menunjukkan bahwa MIS se-Kabupaten belum siap baik secara infrastruktur, SDM, dan kebijakan dalam pengembangan perpustakaan konvensional dan digital. Ada beberapa madrasah yang sudah merintis pengembangan perpustakaan namun masih sekedar menyiapkan ruangan. Melalui penelitian ini bisa menjadi rekomendasi bagi stakeholder untuk mengundang pakar dalam pengembangan infrastruktur perpustakaan digital pada jangka pendek, dan pengembangan koleksi digital untuk jangka panjangnya

    Pengembangan Media Diorama 3 Dimensi Berbasis Experiential Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siklus Air Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Agam

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep sains siswa sekolah dasar, khususnya pada materi siklus air. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan media pembelajaran berupa diorama tiga dimensi (3D) pada materi siklus air sedang di kelas V SD; (2) mengetahui tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru; (3) mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media diorama 3D; serta (4) menganalisis efektivitas media diorama 3D dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kabupaten Agam, yaitu SDN 05 Padang Tarok, SDN 28 Lundang, dan SDN 13 Muaro. Hasil validasi menunjukkan media diorama 3D sangat layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 87,39% dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Respon guru/wali kelas memberikan rata-rata skor 4,96 (sangat efektif), sedangkan siswa memberikan rata-rata skor 4,97 (sangat efektif). Hal ini menunjukkan bahwa media diorama 3D menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran IPA berbasis Kurikulum Merdeka. Efektivitas pembelajaran ditunjukkan melalui peningkatan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest siswa berada pada kisaran 46,79–54,62, sedangkan nilai posttest meningkat hingga 95,27–99,69. Rata-rata N-Gain Score mencapai 0,95 (95%), termasuk kategori sangat tinggi. Hasil ini diperkuat dengan uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa media diorama 3D berbasis experiential learning tidak hanya memperkuat pemahaman konsep abstrak menjadi konkret, tetapi juga mendukung pembelajaran bermakna, meningkatkan motivasi siswa, serta relevan untuk diimplementasikan secara luas pada pembelajaran IPA di sekolah dasar

    Implementasi Program KKN Tematik Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar di Desa Cangkring

    No full text
    Perpustakaan desa di Desa Cangkring tidak lagi berfungsi, sehingga akses siswa sekolah dasar terhadap bahan bacaan terbatas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kebiasaan membaca dan keterampilan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program KKN Tematik Literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar di Desa Cangkring serta menelaah dampaknya pada aspek sosial, budaya, dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman, sementara validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN yang meliputi pendataan dan pengelolaan koleksi, pembukaan perpustakaan sementara di posko, layanan baca, kegiatan literasi di sekolah dasar (Bacakan Saya Buku, membaca nyaring, cerdas mengulas buku, proyek buku berbasis bacaan, dan menulis cerita), kunjungan literasi, serta apresiasi tingkat desa, mampu meningkatkan kelancaran membaca, pemahaman isi bacaan, dan motivasi siswa. Selain itu, keterlibatan guru, dukungan masyarakat, dan apresiasi literasi desa memperlihatkan tumbuhnya ekosistem literasi berbasis komunitasDengan demikian, implementasi KKN Tematik Literasi terbukti tidak hanya membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi katalis dalam membangun budaya literasi di Desa Cangkring

    Muhammad Abduh dan Transformasi Epistemologi Tafsir: Studi Terhadap Pendekatan Al-Adaby Al-Ijtima’i

    No full text
    Penelitian ini mengkaji corak tafsir al-Adaby al-Ijtima’i dalam pemikiran Muhammad Abduh, khususnya sebagaimana tertuang dalam Tafsir al-Qur’an al-Ḥakīm atau yang lebih dikenal dengan Tafsir al-Manar. Tafsir ini merupakan upaya Abduh dalam merespons kondisi sosial umat Islam yang mengalami keterbelakangan intelektual dan krisis identitas akibat kolonialisme dan kemunduran pemikiran. Dengan pendekatan tahlili bi al-ra’yi, Abduh menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara rasional, kontekstual, dan relevan dengan dinamika sosial zamannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bercorak al-Adaby al-Ijtima’i yang dikembangkan Abduh menekankan pentingnya penggunaan akal, penolakan terhadap taklid buta, kritik terhadap khurafat, serta ajakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembaruan sosial. Epistemologi tafsir Abduh didasarkan pada prinsip bahwa Al-Qur’an bersifat universal dan harus dibaca dengan kesadaran historis, sosial, dan intelektual. Corak tafsir ini menjadi bukti bahwa penafsiran Al-Qur’an dapat menjadi instrumen transformasi masyarakat ketika dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual, ilmiah, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Hal ini Menunjukkan bagaimana tafsir tersebut menjadi bentuk respon terhadap kondisi sosial umat Islam pada masa kolonial dan kemunduran intelektual. Menelusuri prinsip epistemologis yang mendasari pendekatan tafsir Abduh, serta bagaimana pendekatan tersebut mampu menjawab persoalan sosial secara kontekstual dan rasional

    Intregrasi Model Penafsiran Hermeneutika Al-Qur’an dan Hadits di Era Kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam

    No full text
    Penelitian ini berupaya mengintetgrasikan model penafsiran hermeneutika Al-Qur’an dan Hadits di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Model penafiran hermeneutika ini dipandang semakin relevan di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Ketika wacana tafsir mudah tersebar secara cepat namun seringkali bersifat parsial, reduktif, bahkan dijadikan legitimasi untuk sikap ekstrem dan intoleran. Maka dari itu pentingnya penelitian ini dilakukan untuk melihat dan melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data dari buku, jurnal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Proses analisis dilakukan dengan menelaah, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai perspektif untuk membangun kerangka teori yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika integratif dapat menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh, seimbang, dan kontekstual. Walaupun ada yang mendukung ataupun menolak hermeneutika ini dalam penerapan penafsiran Al-Qur’an dan hadits namun metode ini juga diperlukan untuk penafsiran kita suci umat Islam. Pendekatan ini membuka peluang bagi Al-Qur’an dan hadis untuk memberikan jawaban terhadap problem-problem kontemporer di Lembaga Pendidikan Islam. Dengan demikian, hermeneutika integratif tidak hanya bernilai teoretis dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki fungsi praktis sebagai pedoman sosial yang mampu menjaga otoritas wahyu sekaligus relevan dengan dinamika global. Dengan adanya hermeneutika ini penafsiran Al-Qur’an dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam Lembaga Pendidikan Islam pada saat sekarang ini

    Rekonstruksi Ethico Legal dalam Penafsiran Ayat-Ayat Hijab: Analisis Wacana Kritis Terhadap Seksualitas Tubuh Perempuan

    No full text
    Artikel ini bertujuan membahas rekonstruksi ethico-legal dalam penafsiran ayat-ayat hijab dengan menganalisis wacana seksualitas tubuh perempuan. Hal ini dilatari oleh fakta sejarah bahwa ayat-ayat hijab sering kali dikaitkan dengan perintah bagi perempuan untuk mengenakan jilbab, sekaligus berfungsi untuk membedakan antara perempuan merdeka dan perempuan budak. Selain itu, literatur yang ada menunjukkan adanya aspek moralitas yang terkandung dalam ayat-ayat hijab yang diarahkan kepada keharusan kaum perempuan untuk memelihara etika dan moralitas saat berinteraksi di ruang publik. Melalui metode kualitatif secara deskriptif-analitis dan pendekatan kontekstualisasi Abdullah Saeed, artikel ini memberi kesimpulan bahwa pemahaman QS. al-Ahzab [33]: 59 dan QS. al-Nur [24]: 31, yang merepresentasikan ayat-ayat hijab, mengajarkan kesopanan dalam berpakaian dan berperilaku, serta melarang perempuan menunjukkan perhiasan secara berlebihan. Hijab mencerminkan tanda ketaatan sekaligus menjadi alat perlindungan dari pelecehan dan stigma. Dalam perspektif tafsir kontekstualisasi Abdullah Saeed, kedua ayat hijab tersebut menghubungkan nilai Islam dengan hak asasi manusia, mendukung perlindungan perempuan secara adil, dan mendorong hijab sebagai simbol martabat. Pendekatan ini menentang budaya patriarki yang merugikan perempuan dan membuka ruang pemahaman yang lebih adil. Hal ini sejalan dengan poin dari Pasal 28G Ayat (1) UUD 1945, di mana warga negara berhak mendapatkan perlindungan serta negara wajib menjamin penikmatan hak tanpa adanya diskriminasi dan perbedaan gender

    The Role of Atsar in the Development of Zakat Objects (Study of Mushonaf Abi Syaibah)

    No full text
    This study analyzes the role of a number of companions' atsars and tabi'in (followers) regarding zakat—including jewelry/gold and silver, agricultural products, honey, gems, livestock, and recommendations for submission to authorities—in the development of zakat management in Indonesia. Using a library research method with a normative-comparative approach, primary data were collected from al-Mu'minin.ṣAnnafIbn Abī Shaybah and national regulations (Law No. 23/2011, PP No. 14/2014, Permenag No. 52/2014 and its amendments), then mapped through two-column thematic coding and cross-atsar matrix↔regulatory articles. The results show normative consistency that the object of zakat is determined by the substance of the value and economic utility of the assets, not merely the form or function of use; this principle is in line with the "umbrella" architecture of Indonesian regulations, so that modern commodities not expressly stated in the texts (e.g., palm oil, horticulture, honey, or gem trade) are still captured through the categories of agriculture/plantations/forestry, commerce/industry, fisheries, money & securities, and income & services. The findings of this study also show that the series of atsar in al-MuṣAnnafIbn Abī Shaybah can be used as a normative basis to support the renewal and development of zakat management in Indonesia

    973

    full texts

    1,853

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇