Huma Jurnal Itah UIN Palangka Raya Open Journal System (OJS)
Not a member yet
1723 research outputs found
Sort by
Strategi Mitigasi Kabut Asap Berbasis Ajaran Al-Qur\u27an Tentang Kelestarian Alam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi kabut asap dengan pendekatan integratif antara ajaran Islam, khususnya Al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan modern. Kabut asap merupakan masalah lingkungan serius yang berdampak pada kesehatan, ekosistem, dan perekonomian. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan adalah amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ajaran Al-Qur’an menekankan pentingnya keseimbangan (mizan), larangan perusakan alam (fasad), serta prinsip keberlanjutan (istidama). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur ilmiah mengenai kabut asap dan mitigasinya. Temuan menunjukkan bahwa strategi yang menggabungkan nilai spiritual Islam dan teknologi modern, seperti penggunaan citra satelit untuk deteksi titik api, sistem agroforestri, pelatihan masyarakat, serta edukasi lingkungan berbasis agama, mampu mengurangi titik api secara signifikan di wilayah terdampak. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam, yang diperkuat melalui ajaran agama, menjadi faktor kunci dalam perubahan perilaku terhadap lingkungan. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam bentuk model sinergi antara agama dan sains sebagai pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis lingkungan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan mitigasi berbasis nilai moral dan etika agama, sekaligus memperkuat literasi ekologi masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan lintas disiplin sangat penting dalam menjawab tantangan kompleks lingkungan global saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi kabut asap dengan pendekatan integratif antara ajaran Islam, khususnya Al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan modern. Kabut asap merupakan masalah lingkungan serius yang berdampak pada kesehatan, ekosistem, dan perekonomian. Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan adalah amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ajaran Al-Qur’an menekankan pentingnya keseimbangan (mizan), larangan perusakan alam (fasad), serta prinsip keberlanjutan (istidama). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur ilmiah mengenai kabut asap dan mitigasinya. Temuan menunjukkan bahwa strategi yang menggabungkan nilai spiritual Islam dan teknologi modern, seperti penggunaan citra satelit untuk deteksi titik api, sistem agroforestri, pelatihan masyarakat, serta edukasi lingkungan berbasis agama, mampu mengurangi titik api secara signifikan di wilayah terdampak. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam, yang diperkuat melalui ajaran agama, menjadi faktor kunci dalam perubahan perilaku terhadap lingkungan. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dalam bentuk model sinergi antara agama dan sains sebagai pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis lingkungan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan mitigasi berbasis nilai moral dan etika agama, sekaligus memperkuat literasi ekologi masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan lintas disiplin sangat penting dalam menjawab tantangan kompleks lingkungan global saat ini
Kajian Tafsir Isyari, Ayat Nafs Dalam Tafsir Al-Tustari(Al-Fajr/89:27, Al-Qiyamah/75:2, Dan Yusuf/12:53)
Al-Tustari menafsirkan konsep jiwa (nafs) dalam tradisi Islam dengan pendekatan esoterik, mengacu pada tiga kategori utama yaitu, an-Nafs al-Mutmainnah (jiwa yang tenang), an-Nafs al-Lawwamah (jiwa yang menyesali), dan an-Nafs al-Ammarah (jiwa yang mendorong pada keburukan). Pendekatan ini menggabungkan makna literal (zahir) dan batin dalam pemaknaan dan memahami ayat-ayat al-Qur`an. Hal ini, memberikan wawasan spiritual mendalam tentang dinamika jiwa manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan dunia. Fokus kajian ini terletak pada pentingnya penyucian jiwa (tazkiyah an-Nafs) melalui pengendalian nafsu dan peningkatan kesadaran spiritual sebagai inti ajaran al-Qur`an. Penafsiran isyari ini tidak hanya mengungkap makna tekstual, tetapi juga dimensi batin ayat-ayat yang bersesuaian dengan para pengamal tasawus. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan sufi (isyari) dalam pengembangan studi tafsir sekaligus sebagai panduan untuk meningkatkan kedekatan spiritual manusia dengan Tuhannya.Al-Tustari menafsirkan konsep jiwa (nafs) dalam tradisi Islam dengan pendekatan esoterik, mengacu pada tiga kategori utama yaitu, an-Nafs al-Mutmainnah (jiwa yang tenang), an-Nafs al-Lawwamah (jiwa yang menyesali), dan an-Nafs al-Ammarah (jiwa yang mendorong pada keburukan). Pendekatan ini menggabungkan makna literal (zahir) dan batin dalam pemaknaan dan memahami ayat-ayat al-Qur`an. Hal ini, memberikan wawasan spiritual mendalam tentang dinamika jiwa manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan dunia. Fokus kajian ini terletak pada pentingnya penyucian jiwa (tazkiyah an-Nafs) melalui pengendalian nafsu dan peningkatan kesadaran spiritual sebagai inti ajaran al-Qur`an. Penafsiran isyari ini tidak hanya mengungkap makna tekstual, tetapi juga dimensi batin ayat-ayat yang bersesuaian dengan para pengamal tasawus. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan sufi (isyari) dalam pengembangan studi tafsir sekaligus sebagai panduan untuk meningkatkan kedekatan spiritual manusia dengan Tuhannya
Imigran Muslim Dalam Kesuksesan Sepak Bola Prancis Pada Piala Dunia Tahun 2018
Kedatangan imigran muslim di negara-negara Barat termasuk Eropa, pada mulanya disambut baik oleh pemerintah setempat sebab mereka merupakan sumber tenaga kerja yang murah. Tetapi secara perlahan, para imigran muslim dengan segala tantangannya dibawah negara sekuler mampu berkembang serta mampu menunjukkan kiprahnya dalam kesuksesan Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018. penelitian ini tujuannya untuk mengetahui sejarah masuknya agama Islam di Eropa Barat khususnya Prancis dan untuk mengetahui bagaimana peran imigran Muslim dalam Tim Nasional Sepak Bola Prancis pada pentas Piala Dunia 2018. Penelitian ini membahas tentang (1) kiprah Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018; dan (2) kiprah pemain imigran muslim dalam Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018; Jenis penelitian yang dilakukan adalah kajian pustaka (library research), adapun metode dalam penelitian skripsi ini menggunakan metode sejarah berdasarkan rujukan Historiografi Islam, dan menggunakan pisau analisa berupa teori fungsionalis olahraga oleh Grant Jarvie, dengan tekhnik penelitian kualitatif (kajian pustaka dan analisis data). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hubungan Eropa dan dunia Islam telah saling silang berhubungan erat selama berabaad-abad. Hingga gelombang imigran yang masuk ke Prancis. Para imigran muslim dan keturunannya sebagai warga negara Prancis mengalami banyak tantangan hidup dan diskriminasi karena mereka minoritas. Namun, mereka membuktikan jati diri dan peranannya sebagai warga negara Prancis setelah bergabung dalam Tim Nasional sepak bola Prancis yang menjuarai Piala Dunia dan sukses menjuarai Piala Dunia 2018. Dan sepak bola mampu menjadi salah satu sarana pemersatu antara masyarakat pribumi Prancis dan keturunan imigran, tanpa membedakan latar belakang dan agamanya.Kedatangan imigran muslim di negara-negara Barat termasuk Eropa, pada mulanya disambut baik oleh pemerintah setempat sebab mereka merupakan sumber tenaga kerja yang murah. Tetapi secara perlahan, para imigran muslim dengan segala tantangannya dibawah negara sekuler mampu berkembang serta mampu menunjukkan kiprahnya dalam kesuksesan Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018. penelitian ini tujuannya untuk mengetahui sejarah masuknya agama Islam di Eropa Barat khususnya Prancis dan untuk mengetahui bagaimana peran imigran Muslim dalam Tim Nasional Sepak Bola Prancis pada pentas Piala Dunia 2018. Penelitian ini membahas tentang (1) kiprah Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018; dan (2) kiprah pemain imigran muslim dalam Tim Nasional sepak bola Prancis pada Piala Dunia 2018; Jenis penelitian yang dilakukan adalah kajian pustaka (library research), adapun metode dalam penelitian skripsi ini menggunakan metode sejarah berdasarkan rujukan Historiografi Islam, dan menggunakan pisau analisa berupa teori fungsionalis olahraga oleh Grant Jarvie, dengan tekhnik penelitian kualitatif (kajian pustaka dan analisis data). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hubungan Eropa dan dunia Islam telah saling silang berhubungan erat selama berabaad-abad. Hingga gelombang imigran yang masuk ke Prancis. Para imigran muslim dan keturunannya sebagai warga negara Prancis mengalami banyak tantangan hidup dan diskriminasi karena mereka minoritas. Namun, mereka membuktikan jati diri dan peranannya sebagai warga negara Prancis setelah bergabung dalam Tim Nasional sepak bola Prancis yang menjuarai Piala Dunia dan sukses menjuarai Piala Dunia 2018. Dan sepak bola mampu menjadi salah satu sarana pemersatu antara masyarakat pribumi Prancis dan keturunan imigran, tanpa membedakan latar belakang dan agamanya
Dinamika Islamisasi Dan Pergulatan Identitas Muslim Minoritas Di Filipina Selatan Dan Thailand Selatan: Tantangan Integrasi Dan Otonomi
Topik ini mengkaji perkembangan dan dinamika Islam di Filipina dan Thailand. Dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan, analisis difokuskan pada kajian literatur mengenai sejarah, demografi, dan karakteristik komunitas Muslim di kedua negara. Islam telah ada di Filipina sejak abad ke-13 melalui perdagangan dan penyebaran ajarannya oleh para pedagang Islam. Komunitas Muslim yang dikenal dengan sebutan Moro tersebar di beberapa wilayah di dalam dan luar Mindanao. Meski menghadapi berbagai tantangan seperti konflik bersenjata dan marginalisasi, Islam di Filipina terus berkembang dan mempertahankan identitasnya. Islam sudah ada di Thailand sejak abad ke-14, dibawa oleh para saudagar dan ulama dari Timur Tengah. Komunitas Muslim Thailand, yang dikenal sebagai Melayu-Thailand, sebagian besar terkonsentrasi di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. Meskipun umat Islam di Thailand adalah minoritas, mereka berhasil mempertahankan praktik keagamaan dan budaya mereka dalam masyarakat Thailand yang mayoritas beragama Buddha. Kajian ini menunjukkan dinamika perkembangan Islam di kedua negara serta tantangan dan peluang yang dihadapi komunitas Muslim dalam mempertahankan identitas dan eksistensinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberagaman dan perkembangan Islam di Asia Tenggara.Topik ini mengkaji perkembangan dan dinamika Islam di Filipina dan Thailand. Dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan, analisis difokuskan pada kajian literatur mengenai sejarah, demografi, dan karakteristik komunitas Muslim di kedua negara. Islam telah ada di Filipina sejak abad ke-13 melalui perdagangan dan penyebaran ajarannya oleh para pedagang Islam. Komunitas Muslim yang dikenal dengan sebutan Moro tersebar di beberapa wilayah di dalam dan luar Mindanao. Meski menghadapi berbagai tantangan seperti konflik bersenjata dan marginalisasi, Islam di Filipina terus berkembang dan mempertahankan identitasnya. Islam sudah ada di Thailand sejak abad ke-14, dibawa oleh para saudagar dan ulama dari Timur Tengah. Komunitas Muslim Thailand, yang dikenal sebagai Melayu-Thailand, sebagian besar terkonsentrasi di wilayah selatan yang berbatasan dengan Malaysia. Meskipun umat Islam di Thailand adalah minoritas, mereka berhasil mempertahankan praktik keagamaan dan budaya mereka dalam masyarakat Thailand yang mayoritas beragama Buddha. Kajian ini menunjukkan dinamika perkembangan Islam di kedua negara serta tantangan dan peluang yang dihadapi komunitas Muslim dalam mempertahankan identitas dan eksistensinya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberagaman dan perkembangan Islam di Asia Tenggara
Pengembangan Sikap Ilmiah Abad 21 Melalui Lembar Kerja Berbasis Teori Pembelajaran Sosial pada Materi Listrik Statis
Pentingnya penelitian ini terletak pada upaya mengembangkan sikap ilmiah abad ke-21 yang relevan untuk pendidikan modern, terutama dalam pembelajaran IPA, dengan mengintegrasikan teori pembelajaran sosial dalam lembar kerja berbasis listrik statis. Penelitian ini berangkat dari celah pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional, sehingga peserta didik kesulitan menghubungkan teori dengan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis teori pembelajaran sosial untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan sikap ilmiah. Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini melibatkan validasi ahli, uji coba awal, dan implementasi pada 45 peserta didik kelas VIII dan IX. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep listrik statis dari rata-rata pretest 58 menjadi posttest 80, serta peningkatan kemampuan peserta didik dalam melakukan observasi, analisis data, dan menyusun kesimpulan berbasis bukti. Implikasi penelitian ini mencakup potensi penerapan LKPD untuk memperkuat literasi ilmiah peserta didik secara lebih luas, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui pembelajaran berbasis aktivitas yang inovatif dan inklusif
KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DALAM AL-QURAN (Studi Terhadap QS. Ash-Shaffat ayat 100-102)
Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana komunikasi orangtua-anak dalam perspektif al-Quran khususnya pada Q. S., ash shaffa
Analisis Kualitas Lahan Mangrove di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai Menggunakan Metode GIS
Hutan Mangrove Tongke-tongke di Kecamatan Sinjai Timur memiliki peran vital dalam ekosistem pesisir dan keberlangsungan kehidupan manusia dan biodiversitas. Namun seiring dengan perkembangan waktu, lahan mangrove di wilayah ini memperoleh ancaman seperti degradasi lingkungan, peningkatan aktivitas manusia, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menilai kualitas lahan mangrove di hutan mangrove Tongke-tongke, Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai untuk memahami dampak degradasi dan risiko yang mengancam ekosistem ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis data berbasis GIS dengan menggunakan citra Landsat 8 OLI serta 3 parameter penentu kualitas lahan yaitu penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan ketahanan tanah terhadap abrasi. Teknik analisis penggunaan lahan dilakukan dengan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification), kerapatan vegetasi ditentukan dari nilai Indeks Vegetasi Ternormalisasi (NDVI), sedangkan ketahanan tanah terhadap abrasi diperoleh melalui klasifikasi jenis tanah, yang selanjutnya diproses dengan metode tumpang tindih berbobot (weighted overlay) menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan mangrove di Hutan Mangrove Tongke-tongke mengalami tingkat kerusakan yang cukup serius dimana 24,8% (5,5 hektar) lahan mangrove dalam kondisi rusak berat, 67,6% (15 hektar) dalam kondisi rusak dan hanya 7,6% (1,7 hektar) yang kondisinya baik, sehingga perlu adanya kebijakan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi masalah ini guna mengembalikan kelestarian mangrove di Hutan Mangrove Tongke-tongke
Penerapan Problem Based Learning dengan Pendekatan Teaching at the Right Level pada Pembelajaran Energi Alternatif di Kelas X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap hasil belajar peserta didik pada materi energi alternatif. Penelitian menggunakan desain one group pre-test–post-test dengan subjek sebanyak 26 peserta didik kelas X A SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Implementasi pendekatan TaRL dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik ke dalam tiga tingkat kemampuan rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan hasil asesmen diagnostik awal berupa rata-rata nilai asesmen sumatif mata pelajaran fisika pada topik energi. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak lima butir soal yang mengukur indikator kognitif mulai dari mengingat (C1) hingga mengevaluasi (C5). Data diperoleh melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk melihat perbedaan hasil belajar dan menghitung nilai effect size untuk mengukur tingkat efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 32,15 dan post-test sebesar 84,15. Nilai t sebesar 19,807 dengan signifikansi 0,000 (<0,05) menunjukkan perbedaan yang bermakna setelah penerapan pembelajaran. Nilai effect size sebesar 4,17 termasuk dalam kategori tinggi, menandakan efektivitas pembelajaran yang kuat. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi model PBL dan pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik serta dapat dijadikan strategi pembelajaran adaptif yang membantu guru menyesuaikan materi dan pendampingan berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik untuk mencapai pembelajaran yang lebih merata dan bermakna
Readiness of State Madrasah Ibtidaiyah for ANBK Implementation: Between Government Policy and Field Reality
This study was conducted based on observations of school readiness in implementing ANBK assessments at state elementary madrasahs in Rembang Regency. This study aimed to determine the implementation, obstacles, and solution readiness of infrastructure, human resources, and administration of the implementation of ANBK 2022 at the State Madrasahs Ibtidaiyah level in Rembang Regency. This study used descriptive research with a qualitative approach. The subjects of the study were the principals, teachers, proctors, and students. Data collection techniques included observation, interview, and documentation. This study\u27s results demonstrated schools\u27 readiness to implement ANBK in 2022. 1), the schools provided adequate information and communication technology facilities by the 2022 Standard Operating Procedures (SOP). 2), sufficient financial resources were available to support implementation. 3), the assessment rooms were adequate. 4), the principals actively fulfilled their roles in the national assessment. 5), the teachers showed good technical readiness as participants in the national assessment. 6), the students also demonstrated strong technical readiness. 7), the proctors, technicians, and supervisors carried out their duties and responsibilities effectively. 8), the schools formed specific ANBK implementation teams. 9), the schools did not have special learning resources to support ANBK. Finally, the implementation teams overcame several technical obstacles. Although the schools had completed the preparation, they encountered challenges such as limited computer availability and server problems. The teachers solved these issues by borrowing additional computers or laptops from colleagues