Huma Jurnal Itah UIN Palangka Raya Open Journal System (OJS)
Not a member yet
    1723 research outputs found

    Visualisasi QS. Yusuf ayat 28 di Media Sosial: Dari Nalar Tekstualitas ke Nalar Patriarkis

    No full text
    The memes of Qur\u27anic verse Yusuf 28 on social media present women as objects of visualization. As a meme, the visualization of this verse cannot be separated from deliberately constructed understandings. Therefore, this article aims to answer the question: 1) Does the understanding visualized in the memes represent the meaning of the Qur\u27anic verse Yusuf 28?. 2) How does this imply the existence of women? The article is a library study with a content analysis approach to the visualization of Yusuf 28 in various memes on social media. The data is collected using documentation techniques by searching social media platforms such as Instagram, Facebook, X, Telegram, Pinterest, and TikTok. The search was based on several keywords, specifically “tipu daya wanita”, “wanita tipu daya”, “tipu daya”, “tipu daya perempuan”, and the hashtag #tipudayawanita. Data was analyzed based on content (text), patterns, and the style emphasized. The study found that the understanding of Qur\u27anic verse Yusuf 28, regarding women as a “fitnah,” is often visualized in various memes on social media in a literal and textual manner. Furthermore, these findings imply the existence of gender inequality, marginalization, subordination, and stereotypes toward women. The reality essentially does not reflect the principles of equality and humanity that are central to the Quran\u27s core values. These findings further strengthen the argument that the visualization of Qur\u27anic verses on social media regarding women tends to be biased and textual. Therefore, this article\u27s findings can provide academic literature for governments, religious leaders, and gender activists in designing more equitable and gender-sensitive narratives and content for disseminating religious messages on social media.Meme QS. Yusuf ayat 28 menjadi menjadikan perempuan sebatas objek. Sebagai sebuah meme, tentu di dalamnya memuat pemahaman-pemahaman yang sengaja dikonstruk. Kajian ini pun diarahkan untuk menjawab sebuahh pertanyaan mendasar

    Dakwah Plural Berbasis Komunikasi Lintas Agama Dalam Mencegah Radikalisme

    No full text
    Abstrak Radikalisme berlandaskan agama menjadi sebuah isu sosial yang mengancam keharmonisan dan kedamaian masyarakat. Fenomena ekstremisme yang berbasis agama ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran komunikasi antaragama sebagai sarana dakwah dalam mencegah radikalisme berbasis agama melalui pendekatan fenomenologi terhadap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Bandung. Hasil penelitian mengindikasikan FKUB Kota Bandung telah membangun pemahaman mengenai bahaya radikalisme berbasis agama yang disesuaikan dengan ajaran teologis berbagai perwakilan agama. Komunikasi antaragama dilakukan secara internal melalui dialog anggotanya dan secara eksternal melibatkan masyarakat yang lebih luas. Inisiatif formal seperti diskusi dan penyuluhan, serta kegiatan informal seperti kampanye dan pawai, telah dilaksanakan FKUB. Jangkauan komunikasi antaragama meliputi dunia nyata maupun dunia maya. Di dunia nyata, FKUB bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi radikalisme. Sementara di dunia maya, FKUB menyebarkan pesan-pesan anti-radikalisme melalui media sosial dan media online. Penelitian ini menemukan upaya dakwah melalui komunikasi antaragama berlangsung pada tiga tingkatan: mikro, meso, dan makro. Pada tingkat mikro, nilai-nilai dan komunikasi berhubungan dengan internalisasi kebaikan individu. Di tingkat meso, interaksi membangun sikap kolaboratif baik di dalam FKUB maupun di masyarakat umum. Sedangkan pada tingkat makro, dakwah yang berbasis komunikasi antaragama membentuk pemahaman transendental yang meyakini adanya ikatan sosial berupa nilai-nilai universal melawan radikalisme. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan adalah melanjutkan kajian mengenai efektivitas dakwah plural yang berbasis komunikasi antaragama di berbagai tingkatan, serta mengeksplorasi metode dakwah yang paling efektif. Para pembuat kebijakan diharapkan mendukung kegiatan FKUB dengan menyediakan anggaran dan infrastruktur yang diperlukan. Para pemimpin agama perlu berperan aktif dalam menyebarluaskan pesan pluralisme dan mempromosikan nilai-nilai universal baik melalui media sosial maupun secara langsung di komunitas mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pemimpin agama dalam menghadapi tantangan radikalisme berbasis agama untuk menjaga perdamaian dan kerukunan di masyarakat.The study aims to analyze the prevention of radicalism through interfaith communication at the Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) in Bandung. The article is a qualitative study with a phenomenological approach. Data collection is conducted through observation, interviews, and documentation. The informants in this study are the officials of the Forum Kerukunan Umat Beragama. The data were analyzed using Miles and Huberman\u27s qualitative analysis model: data reduction, data verification, and conclusion. This study found that efforts to prevent radicalization through interfaith communication occur at three levels: micro, meso, and macro. At the micro level, values of tolerance are communicated through the internalization of individual kindness. At the meso level, social interactions foster collaborative attitudes both within the forum and society. At the macro level, interfaith communication-based da\u27wah fosters a transcendental understanding that acknowledges the existence of social bonds in the form of universal values as a counter to radicalism. These findings indicate that the Forum Kerukunan Umat Beragama has raised awareness about the dangers of religious radicalism. The findings of this study can contribute to academic literature in the formulation of deradicalization policies and efforts to build social harmony through civil society organizations.Abstrak Radikalisme berlandaskan agama menjadi sebuah isu sosial yang mengancam keharmonisan dan kedamaian masyarakat. Fenomena ekstremisme yang berbasis agama ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran komunikasi antaragama sebagai sarana dakwah dalam mencegah radikalisme berbasis agama melalui pendekatan fenomenologi terhadap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Bandung. Hasil penelitian mengindikasikan FKUB Kota Bandung telah membangun pemahaman mengenai bahaya radikalisme berbasis agama yang disesuaikan dengan ajaran teologis berbagai perwakilan agama. Komunikasi antaragama dilakukan secara internal melalui dialog anggotanya dan secara eksternal melibatkan masyarakat yang lebih luas. Inisiatif formal seperti diskusi dan penyuluhan, serta kegiatan informal seperti kampanye dan pawai, telah dilaksanakan FKUB. Jangkauan komunikasi antaragama meliputi dunia nyata maupun dunia maya. Di dunia nyata, FKUB bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi radikalisme. Sementara di dunia maya, FKUB menyebarkan pesan-pesan anti-radikalisme melalui media sosial dan media online. Penelitian ini menemukan upaya dakwah melalui komunikasi antaragama berlangsung pada tiga tingkatan: mikro, meso, dan makro. Pada tingkat mikro, nilai-nilai dan komunikasi berhubungan dengan internalisasi kebaikan individu. Di tingkat meso, interaksi membangun sikap kolaboratif baik di dalam FKUB maupun di masyarakat umum. Sedangkan pada tingkat makro, dakwah yang berbasis komunikasi antaragama membentuk pemahaman transendental yang meyakini adanya ikatan sosial berupa nilai-nilai universal melawan radikalisme. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan adalah melanjutkan kajian mengenai efektivitas dakwah plural yang berbasis komunikasi antaragama di berbagai tingkatan, serta mengeksplorasi metode dakwah yang paling efektif. Para pembuat kebijakan diharapkan mendukung kegiatan FKUB dengan menyediakan anggaran dan infrastruktur yang diperlukan. Para pemimpin agama perlu berperan aktif dalam menyebarluaskan pesan pluralisme dan mempromosikan nilai-nilai universal baik melalui media sosial maupun secara langsung di komunitas mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pemimpin agama dalam menghadapi tantangan radikalisme berbasis agama untuk menjaga perdamaian dan kerukunan di masyarakat

    From Political Decline to a Holy Revolt: Historical Comparison Between The Java War and Mahdist War

    No full text
    This study aims to compare the Java War and the Mahdi War as 19th-century holy revolts. This article contributes to an alternative history of the Java War, with the central figure being Prince Diponegoro, and, at the same time, places it in a global colonial context and connects it to the Mahdist War in Sudan. In its analysis, this study uses historical methods, political approaches, and conflict theory. The analysis in this study shows that the outbreak of the Java and the Mahdist War positioned Islam as the driving force behind the resistance, which was primarily caused by the political degradation of colonialism that gripped Java and Sudan. In this context, the combatants in the Java and Mahdist wars believed that their fight was a form of jihad (holy war). In the context of historiography, this article contributes to broadening the reading of colonial war history by placing Islam as an important basis for legitimacy and mobilization in the anti-colonial struggle

    Transformation of the Post-Divorce Iddah Period in the Context of Modernization in Indonesia: An Islamic Family Law Reform in the Perspective of Maslahah Mursalah: Transformasi Masa Iddah Pasca Perceraian dalam Konteks Modernisasi di Indonesia: Sebuah Reformasi Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Maslahah Murlah

    No full text
    The iddah period constitutes a pivotal phase in Islamic family law, as delineated by the Quran and hadith. In Indonesia, processes of modernization and social change have significantly transformed both the understanding and implementation of the iddah period following divorce. The Circular Letter of the Director General of Islamic Community Guidance Number P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 exemplifies governmental efforts to provide contextually relevant guidelines for contemporary challenges. This study identifies changes in the post-divorce iddah period from the perspective of maslahah mursalah, employing qualitative methods and descriptive analysis. Data were collected through interviews and literature review, with primary data sourced from purposively selected interviews with the head of the Religious Affairs Office (KUA) in Banjarbaru City. The findings indicate substantial changes in the implementation of the iddah period, shaped by social, economic, cultural, technological, and gender equality factors. The iddah period is now applied to both women and men. Reforming Islamic family law through maslahah mursalah enables greater flexibility and justice, aligning legal practice with the realities of modern society to uphold honor (ḥifẓ al-‘ird), lineage (ḥifẓ al-nasl), and social order (ḥifẓ al-niẓām al-ijtimā‘ī

    The Effect of Audio-Visual Learning Media on Language Skills in Children Aged 4-5 Years

    No full text
    Language is the main foundation of early childhood development that affects thinking skills, social interaction, and character formation and moral awareness. From the perspective of Islamic pedagogy, language is not only a means of communication, but also a divine mandate (amanah al-lughah) or a means to express gratitude and cultivate manners in speaking. This study aims to determine the influence of audio-visual learning media on the language skills of children aged 4-5 years in Anggrek 2 Kindergarten, Gantarang District, Bulukumba Regency. The approach used was a pre-experimental design of the One Group Pretest–Posttest Design. A total of 12 children were purposively selected as samples, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank test. The results of the study showed a significant increase in receptive and expressive language skills after the application of audio-visual learning media. These findings confirm that audio-visual media not only strengthens children\u27s linguistic skills through engaging and interactive learning experiences, but also has the potential to foster the values of empathy, good manners, and spiritual awareness through educational and moral content. Thus, audio-visual media can be a learning strategy that is not only academically effective, but also humanistically and religiously meaningful to support early childhood development holistically

    Asas-Asas Psikoterapi Islam Dalam Mendorong Kematangan Karir Individu Menggunakan Pendekatan Spiritual Dan Psikologis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi asas-asas psikoterapi Islam dalam mendorong kematangan karir individu melalui pendekatan spiritual dan psikologis. Kematangan karir merupakan aspek penting dalam perkembangan individu, khususnya bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dalam konteks psikoterapi Islam, integrasi aspek spiritual dan psikologis diyakini mampu membantu individu dalam mencapai kematangan karir yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode Self-Regulated Learning (SRL) dan Prisma Diagram Flow untuk mengidentifikasi hubungan antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dalam proses pembentukan kematangan karir. SRL digunakan untuk memahami bagaimana individu mengelola dan mengarahkan proses belajar mereka, sementara Prisma Diagram Flow diterapkan dalam penyaringan dan analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dengan kematangan karir. Individu yang memiliki tingkat spiritualitas tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, meningkatkan resiliensi, serta mengambil keputusan karir yang lebih bijaksana. Selain itu, self-efficacy terbukti berperan penting dalam meningkatkan keyakinan individu terhadap kemampuan diri, yang merupakan faktor utama dalam mencapai kematangan karir. Metode SRL dalam konteks psikoterapi Islam efektif dalam membantu individu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi perkembangan karir mereka sambil tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual Islam. Dengan demikian, integrasi pendekatan spiritual dan psikologis dalam psikoterapi Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kematangan karir yang seimbang dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi asas-asas psikoterapi Islam dalam mendorong kematangan karir individu melalui pendekatan spiritual dan psikologis. Kematangan karir merupakan aspek penting dalam perkembangan individu, khususnya bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dalam konteks psikoterapi Islam, integrasi aspek spiritual dan psikologis diyakini mampu membantu individu dalam mencapai kematangan karir yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode Self-Regulated Learning (SRL) dan Prisma Diagram Flow untuk mengidentifikasi hubungan antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dalam proses pembentukan kematangan karir. SRL digunakan untuk memahami bagaimana individu mengelola dan mengarahkan proses belajar mereka, sementara Prisma Diagram Flow diterapkan dalam penyaringan dan analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dengan kematangan karir. Individu yang memiliki tingkat spiritualitas tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, meningkatkan resiliensi, serta mengambil keputusan karir yang lebih bijaksana. Selain itu, self-efficacy terbukti berperan penting dalam meningkatkan keyakinan individu terhadap kemampuan diri, yang merupakan faktor utama dalam mencapai kematangan karir. Metode SRL dalam konteks psikoterapi Islam efektif dalam membantu individu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi perkembangan karir mereka sambil tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual Islam. Dengan demikian, integrasi pendekatan spiritual dan psikologis dalam psikoterapi Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kematangan karir yang seimbang dan berkelanjutan

    Mentimeter for Arabic Writing: Analysis of Morphological and Syntactic Errors of Islamic University Students

    No full text
    The advent of modern technology has facilitated Arabic language learning but also poses challenges in mastering morphology and syntax. This study aims to analyze morphological and syntactic errors in Arabic writing among university students using the Mentimeter application. Employing a qualitative error analysis method, data were collected through interviews and written responses on Mentimeter. The findings reveal several dominant grammatical errors, including issues with hamzah qata\u27 and hamzah wasl, idhafah, and gender agreement in numbers (adad and ma\u27dud). The most frequent error involved the writing of hamzah, highlighting the need for focused instruction. Additional errors in na‘at-man‘ut structures, possessive pronouns, and prepositions reflect the syntactic challenges students face. This study recommends structured grammatical exercises, explicit teaching of qaw

    Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) untuk Melatih Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Kelas X SMA

    No full text
    Kurangnya variasi sumber belajar yang mampu melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) sering kali menjadi hambatan dalam optimalisasi pembelajaran biologi di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis model Search, Solve, Create and Share (SSCS) pada materi Keanekaragaman hayati dan Virus untuk melatih HOTS, mendeskripsikan validitas kelayakan penggunaan modul pembelajaran serta mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan modul pembelajaran yang telah dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian berupa Research and Development (R&D), dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Subjek penelitian ini berjumlah 36 siswa pada kelas X-B di SMA Negeri 2 Rembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis model SSCS pada materi keanekaragaman hayati dan virus berhasil dikembangkan untuk melatih HOTS siswa kelas X SMA. Modul pembelajaran ini dinilai sangat berkualitas oleh para ahli (materi, media, metodologi) dan praktisi lapangan yang berturut-turut memiliki persentase sebesar 80,25%, 80,60%, 89,33%, dan 88,33% serta penilaian oleh ahli soal HOTS dinyatakan telah memenuhi kriteria HOTS. Selain itu, peserta didik juga memberikan tanggapan positif dengan persentase nilai sebesar 85,89% dalam kategori sangat layak digunakan. Berdasarkan interpretasi kriteria kelayakan, maka modul pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk dijadikan sumber belajar biologi kelas X SMA. Modul berbasis model SSCS ini merupakan inovasi baru dalam pendidikan yang dirancang untuk melatih HOTS siswa dengan efektivitas yang teruji terbukti lebih baik daripada metode sebelumnya dalam meningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa

    Transisi dari Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 ke IPAS Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transisi dari pembelajaran tematik Kurikulum 2013 menuju pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perubahan paradigma kurikulum yang menuntut guru untuk mengadaptasi pendekatan pembelajaran terpadu ke arah pembelajaran berbasis capaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua guru kelas tinggi di SDS IT Asy Syifa Qalbu yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi perubahan pendekatan pembelajaran, capaian pembelajaran, penguatan karakter, dan model pembelajaran yang digunakan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS memberikan fleksibilitas lebih besar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dibandingkan dengan pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013. Guru merasakan peningkatan partisipasi siswa serta kemudahan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui kegiatan proyek. Namun, tantangan masih ditemukan dalam hal pemahaman guru terhadap Capaian Pembelajaran (CP) dan keterbatasan sumber belajar yang memadai. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris tentang dinamika transisi kurikulum di sekolah dasar serta menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan pendampingan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka

    Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Siswa Sejak Dini : Menjadikan Lingkungan Sebagai Sekolah Kehidupan

    No full text
    Pendidikan lingkungan penting diterapkan sejak dini untuk membentuk kesadaran ekologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan lingkungan di Sekolah Dasar melalui pendekatan studi kasus di Sekolah Alam Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari 21 orang, ketua komite, kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, 3 guru kelas IV,V, dan VI, 4 orang tua, dan 10 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan diintegrasikan melalui kebijakan sekolah, kurikulum pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta peran aktif guru dan orang tua. Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi pendidikan lingkungan di Sekolah Alam Lampung terbukti efektif dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan ekologis siswa sejak dini.Pendidikan lingkungan di sekolah dasar memainkan peran penting dalam membangun kesadaran ekologis siswa sejak dini. Artikel ini membahas implementasi pendidikan lingkungan di SD Alam Lampung yang berfokus pada integrasi isu-isu lingkungan dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan lingkungan di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan berbasis lingkungan melalui proyek-proyek nyata, pengelolaan sampah, dan kegiatan penghijauan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan ekologis siswa. Evaluasi terhadap program ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan kesadaran ekologis, yang tidak hanya mempengaruhi perilaku mereka di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah. Oleh karena itu, model pendidikan lingkungan yang diterapkan di SD Alam Lampung dapat menjadi referensi penting bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dan kontekstual

    1,233

    full texts

    1,723

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Huma Jurnal Itah UIN Palangka Raya Open Journal System (OJS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇