Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
MENUJU KAWASAN MADURA SEBAGAI PULAU SENTRA SAPI POTONG TERKEMUKA DI INDONESIA
Fokus kebijakan pemerintah pusat dalam lima tahun kedepan adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan daging sapi sehingga dapat meminimalisasi impor daging maupun ternak potong. Pulau Madura merupakan kawasan sentra sapi potong yang memiliki populasi 22,33% populasi sapi potong di Jawa Timur. Permasalahn utama pengembangan sapi potong di Pulau Madura saat ini adalah belum teradopsinya sistem IB (Inseminasi Buatan) dan keterbatasan pakan terutama di musim kemarau. Strategi yang dapat diupayakan dalam pengembangan sapi potong di Madura antara lain dengan peningkatan akseptor dan kelahiran IB, mempertahankan Sapi Madura sebagai plasma nutfah dan perbaikan kualitas pakan
PENYEBARAN SAPI POTONG KEMBAR DI JAWA TIMUR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bangsa (breed) sapa beranak kembar di 17 lokasi sentra sapi potong terdapat di Jawa Timur diantaranya yaitu kabupaten Sumenep, Jember, Tuban, Nganjuk, Situbondo, Probolinggo, Sampang, Pamekasan dan Malang. Penelitian dilakukan dengan metode survey secara total sampling pada bulan Mei-Desember 2009. Sampel yang digunakan adalah sapit potong induk beranak kembar dan tunggal, baik hasil kawin alam dan IB
Terorisme, Kekerasan Atas Nama Agama Dan Kebijakan Negara
Masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama kembali mencuat ke permukaan sebagai isu global yang mempengaruhi public di tingkat lokal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dan menggunakan metode dokumentatif. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud terorisme dan kekerasan atas nama agama? Mengapa terorisme dan kekerasan atas nama agama muncul dan berkembang di Indonesia? Bagaimana respon negara dan kaum agamawan dalam menyikapi masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama? Hasil penelitian ini adalah pertama, terorisme memiliki define yang khas, yaitu paham terror melalui penggunaan kekerasan secara sistematis untuk mencapai tujuan. Sementara, kekerasan atas nama agama merupakan tindakan kekerasan yang menggunakan legitimasi agama. Sehingga,masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama masih dalam posisi di persimpangan jalan
Optimalisasi Tingkat Pelayanan Jalan Lintas Porong
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran aksebilitas dan tingkat pelayanan jalan dari sentra industri kecil dan menengah di Jawa Timur menuju daerah pemasarannya yang kondisinya terganggu sejak terjadinya bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo tahun 2006. Metode yang digunakan dalam analisis adalah metode analisis VCR dan analisis aksebilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 persen kondisi jalan mulai dari Bangil – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi adalah bergelombang dan kurang dilengkapi dengan fasilitas perambuan. Sementara kondisi jalan di lintasan tengah dan selatan, yaitu Probolinggo – Lumajang – Jember relative lebih baik, tetapi fasilitas perambuan masih kurang. Titik kemacetan terjadi antara lain di daerah Singosari lebih disebabkan karena banyaknya orang yang menyeberang jalan karena tidak adanya jembatan penyeberangan orang. Tingkat aksebilitas di Pandaan, Ngoro,dan Bangil menuju Surabaya yang melewati jalur Porong – Gempol berdasarkan persepsi responden berkisar antara 3.3 sampai 3.5, artinya bahwa tingkat aksebilitas di lintasan ini bagus
Perbandingan Penggunaan Kabel Isolasi Xlpe Dengan Kabel Laut Isolasi Minyak Pada Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Jawa-Madura
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unjuk kerja kabel laut three core isolasi minyak antara Pulau Jawa dengan Madura dengan kabel isolasi XLPE single core pada Jembatan Suramadu. Analisis dilakukan pada sejumlah parameter yaitu; tahanan arus bolak-balik, kerugian dielektrik,kemampuan hantar arus,jatuh tegangan,daya sisi kirim,rugi-rugi daya,daya sisi terima, dan efesiensi penyaluran kabel. Penelitian ini juga melakukan prediksi jangka waktu kemampuan kabel isolasi XLPE pada Jembatan Suramadu melayani pasokan daya listrik mengacu pada data pertumbuhan kebutuhan daya listrik di Pulau Madura dengan menggunakan Metode Regresi Linier. Hasil penelitian menunjukkan kabel isolasi XLPE jenis three core mempunyai nilai tegangan lebih kecil,serta kemampuan hantar arus (KHA) dan efisiensi saluran transmisi yang lebih besar dibandingkan dengan kabel laut isolasi minyak jenis three core
REPOSISI DESA SEJUTA LONTAR BERDASARKAN ANALISIS SWOT
Penelitian ini berfokus pada kegiatan ekonomi di pedesaan. Obyek penelitian adalah desa Hendro Sari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian ini menarik karena adanya potensi tanaman Lontar seluas kurang lebih delapan puluh hektar, yang ternyata dapat merupakan inspirasi sumber penghidupan bagi penduduk setempat. Hasil dari tanaman Lontar yang utama diunggulkan adalah minuman yang berasal dari deresan bunga Lontar. Minuman ini dapat menjadi dua bentuk atau jenis, yakni legen dan toak
PENGEMBANGAN BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN BANDENG SERTA DISTRIBUSINYA SEBAGAI SUMBER EKONOMI MASYARAKAT DI JAWA TIMUR
Budidaya berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Kebutuhan ikan dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk; disisi lain, hasil tangkap nelayan cenderung turun sehingga ketergantungan pada usaha budidaya ikan semakin tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji: perkembangan budidaya bandeng di Jawa Timur; penanganan bandeng pasca panen,prosessing dan teknik pengolahan bandeng yang dilakukan oleh petambak maupun pengusaha bandeng olah di Jawa Timur; pola pemasaran dan distribusi bandeng di JawaTimur; sistem kemitraan yang terbangun antara Pembudidayaan-Tengkulak-Pengusaha dan Pemerintah
MODEL PRICE OF NON-CONFORMANCE (PONC) UNTUK PENCIPTAAN QUALITY IMPROVEMENT PERFORMANCE LAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan memaparkan quality improvement performance dalam pelayanan administrasi kependudukan yang ada di wilayah Jawa Timur dan format price of non-conformance dalam pelayanan administrasi kependudukan. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian deskriptif kuantitatif ini berasal dari empat kabupaten sebagai lokasi penelitian dengan responden sebanyak 600 orang