Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
    432 research outputs found

    Penyelenggaraan Program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) Di Kabupaten Tuban

    No full text
    Jampersal merupakan paket pelayanan, termasuk di dalamnya pelayanan KB pasca persalinan. Setiap pasien penerima manfaat Jampersal, setelah melahirkan, harus mengikuti program KB pasca persalinan. Dengan demikian, program Jampersal sejalan dengan program KB. Jampersal merupakan program Kemnkes yang berasal dari belanja bantuan sosial APBN. Dasarnya adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 631/MENKES/PER/III/2011. Tujuan program ini adalah mendorong percepatan pencapaian satu tujuan Millenium Development Goals (MDG\u27s) pada 2015 mendatang, yakni menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Program itu mencakup pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas, termasuk, pelayanan KB pasca persalinan. Alokasi anggaran Jampersal akan disalurkan ke tiap-tiap puskesmas. Besar kecilnya anggaran ditentukan banyaknya ibu hamil yang tercatat di lokasi pelayanan kesehatan itu. Namun jika di tengah perjalanan salah satu puskesmas kekurangan anggaran, kekurangan tersebut bisa diambilkan dari puskesmas lain yang anggarannya belum terserap habis. Jika pada tenggang akhir tahun anggaran masih tersisa, sisa anggaran tersebut harus dikembalikan ke Dinkes

    Back Page

    No full text

    Dampak Implementasi Kebijakan Penutupan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Keberadaan tempat atau lokasi PSK di masing-masing Kabupaten dan/atau Kota yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur, relative mudah untuk diketahui karena keberadaan tempat-tempat tersebut sudah bertahun-tahun dan sudah banyak dikenal warga masyarakat. Ada kesan bahwa “lokalisasi PSK di masa lampau†merupakan kebijakan tidak tertulis yang melegalkan bisnis PSK. Kebijakan tidak tertulis tersebut mungkin dilandasi oleh berbagai pertimbangan. Pada akhir tahun 2011 terbit Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 460/16474/031/2011. Melalui Surat Edaran tersebut, seluruh Bupatidan Walikota di Provinsi Jawa Timur diminta mendukung upaya penutupan lokasi PSK di daerahnya masing-masing.konsekuensi logis dari komitmen tersebut,diperlukan adanya “kebijakan ikutan†atau kebijakan yang berkaitan dengan upaya untuk mengantisipasi dampak negative yang bisa muncul akibat dari komitmen dan/atau tindakan tegas itu. Penelitian ini merekomendasikan, 1) Melakukan program pelatihan keterampilan yang nyata dan berjenjang yang sesuai dengan bakat yang dimiliki mantan PSK dan mantan mucikari. 2) Melakukan antisipasi supaya mantan PSK yang dipulangkan tidak pindah ke tempat lokalisasi lain yang belum ditutup, 3) Harus sering dilakukan razia/operasi di tempat-tempat yang dimungkinkan mantan PSK beroperasi, supaya mantan PSK menjadi jera dan penularan HIV/AIDS bisadiminimalisir, 4) secara berkala memantau perkembangan mantan PSK dan mantan mucikari, apakah usaha yang sudah dijalankannya bisa berkembang atau tidak. Jika tidak berkembang segera diberikan arahan agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri

    Back Cover

    No full text

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Kader KB Dalam Meningkatkan Akseptabilitas Pusmupar Pada Pelayanan Kontrasepsi DI Kota Surabaya

    No full text
    Penelitian ini diawali dengan semakin meningkatkan angka fertilitas dan masih tingginya cakupan kesertaan KB non-MKJP (suntik, pil, kondom) dan semakin menurunnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Pasangan Usia Subur (PUS). Fakta tersebut seharusnya didukung dengan semakin gencarnya akses informasi dan pelayanan secara merata dilini lapangan. Penyuluh KB, yang bertugas memberi penyuluhan pada saat ini jumlahnya semakin berkurang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kader KB dalam meningkatkan akseptabilitas pusmupar pada pelayanan kontrasepsi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sawahan dan Semampir, Kota Surabaya

    Keanekaragaman Biota di kali Wonorejo Surabaya

    No full text
    Tujuan penelitian mengidentifikasi jenis biota, indek keragaman dan dominasi biota serta factor-faktor kualitas air yang mendukung kehidupan biota di Kali Wonorejo. Metode dilakukan dengan observasi langsung dilapangan,pengamatan di laboratorium, wawancara langsung dan data dari instansi terkait. Sedangkan penentuan stasiun dengan cara sampling purposive berdasarkan pertimbanagn perbedaan karakteristik rona lingkungan dan beban bahan pencemar yang dibuang ke badan air sungai. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang hidup terdapat lima (5) spesies yaitu Sepat (Trichogaster pectoralis), Betok(Anabas testudineus),Gabus (Ophiocephalus striatus), Mujair (Oreochromis mossambicus) dan Wader (Rasbora sp.) tumbuh kurang baik. Indek keanekaragaman ikan < 1 (Tercemar Berat), sedangkan indek dominasinya > 0.53 (termasuk dominasi sedang). Ikan yang dominan adalah Sepat (Trichogaster pectoralis). Makrobenthos terdapat 11 spesies : Udang kecil (Mycidaceae), Amphidromus, Kijing (Pseudodon sp.), Kepiting Yuyu (parathelpusa), Tutut (vivipara),Yuyu(Parathelphusa convexa), Keong sungai (Clypeomorus), Scylla, Kepiting uca/Kepiting Fiddler (Uca), Cacing Merah (Tubifex sp.), Siput trompet (Melanoides sp.).indek Keragaman makrobenthos < 1 (tercemar berat),sedang Nilai Indek Dominansinya antara 0,68 (dominasi tinggi). Spesies yang mendominasi adalah Udang kecil (Mycidaceae). Plankton terdiri 23 jenis plankton, Indek keragman plankton 1,31 (tercemar sedang), Indek dominasi plankton 0,35 (dominasi rendah). Kandungan oksigen terlarut 0 -4.88 mg/lt (Tercemar berat); BODberkisar 0 – 1.63 mg/lt; CO2 bebas antara 1,63 -40 mg/lt (bersifat racun); pH antara 5.28 – 8; Suhu antara 28 – 33 0C (baik untuk kehidupan ikan); kecerahan air anatar 20- 50 cm (layak untuk ikan); Zat padat tersuspensi antara 11.5 – 82 mg/lt (masih sesuai Nilai Ambang Batas); dan kecepatan arus antara 0,0083 – 8,17 cm/dtk (berarus sangat lambat)

    Front Cover

    No full text

    PENELITIAN KEMAMPUAN PROSES PRODUSEN TAHU DALAM MEMBUANG LIBAH CAIR YANG MEMENUHI STANDAR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 45 TAHUN 2002

    No full text
    Proses pembuatan tahu menghasilkan air limbah yang masih banyak mengandung zat organic yang menyebabkan mikroba menjadi aktif dan menguraikan bahan organic tersebut secara biologis menjadi senyawa asam-asam organic. Keputusan gubernur Jawa Timur Nomor 45 tahun 2002 menetapkan baku mutu limbah cair bagi industri atau kegiatan industri lainnya di Jawa timur, termasuk di dalamnya industry tahu/tempe/kecap. Dengan menggunakan Analisa Kemampuan Proses (AKP) untuk mengetahui kemampuan proses produsen tahu dalam menghasilkan limbah cair yang sesuai standar tersebut diperoleh hasil 97,55% produsen menghasilkan limbah cair yang melampaui baku mutu pH, 99,89% melampaui baku mutu padatan tersuspensi total (TSS), 98.87% melampaui baku mutu COD dan 99,89% melampaui baku mutu BOD

    DEMAND DAN SUPPLY SERTA LEGALITAS ANGKUTAN OJEK DI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO

    No full text
    Pertumbuhan angkutan informal ojek di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo semakin lama semakin meningkat baik yang ada dipinggiran maupun di dalam kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi demand dan supply serta legalitas angkutan informal ojek di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Dengan menggunakan metode statistic deskriptif hasil penelitian menunjukan bahwa permintaan atau demand angkutan ojek di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo menunjukkan trend pertumbuhan yang semakin meningkat. Sementara supply angkutan umum masal formal pertumbuhannya semakin menurun. Kondisi ini mengakibatkan penyediaan jasa layanan angkutan ojek (supply) menjadi meningkat

    Potert Pembangunan Kepemudaan di Sidoarjo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan potret kepemudaan mulai dari potensi hingga titik rawan pembangunan kepemudaan serta pemetaan program-program pembangunan kepemudaan di Sidoarjo. Penelitian deskripsi kualitatif ini mengumpulkan data primer melalui survey dan FGD. Melalui analisis deskripsi, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembangunan kepemudaan masih memiliki titik rawan seperti tingginya tingkat pengangguran terbuka dan penderita HIV/AIDS, 2) Koordinasi pembangunan kepemudaan di antara SKPD di Sidoarjo masih relative kurang, 3) Pembangunan kepemudaan lebih difokuskan pada penurunan pengangguran terbuka berbasis pengembangan kewirausahaan, peningkatan budaya olahraga dan kreativitas pemuda, perlindungan pemuda dari bahaya destruktif dan penyakit HIV, peningkatan kualitas pemuda dalam wadah-wadah keorganisasian, dan peningkatan wawasan kebangsaan

    151

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Cakrawala (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇