Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PEMODELAN SPASIAL DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DI JAWA TIMUR
Kegiatan konservasi dan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya berasaskan pelestarian dan kemampuan, serta pemanfaatan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya secara serasi dan seimbang.Asas tersebut merupakan landasan untuk mencapai tujuan, yaitu mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta ekosistemnya dan selanjutnya dapat mendukung peningkatan kesejahteraan serta mutu kehidupan manusia. Tujuan penelitian antara lain : (1) Mengidentifikasi dan mengetahui keterkaitan antara daya dukung lingkungan dengan perubahan pemanfaatan ruang di Jawa Timur, (2) Mengidentifikasi dan mengetahui keterkaitan antara daya dukung lingkungan dalam upaya konservasi SDA dengan lokasi kegiatan manusia (dalam konteks sosial, ekonomi, budaya), dan (3) Membuat model spasial daya dukung lingkungan dalam upaya untuk konservasi sumber daya alam di Jawa Timur, (4) Memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah provisi Jawa Timur dalam upaya konservasi sumber daya alam di Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif. Dimana peneliti akan menjabarkan data-data sekunder berupa data curah hujan dan populasi penduduk serta data primer hasil wawancara yang diperoleh dari empat lokasi penelitian yang meliputi (1) Kabupaten Malang, (2) Kabupaten Pasuruan, (3) kabupaten Mojokerto, dan (4) Kabupaten Jombang. Data ini kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan. Pembahasan terakhir, terkait dengan rekomendasi/ saran untuk pemerintah provinsi Jawa Timur. Hasil analisis yang dilakukan pada tahun 2010 menunjukkan bahwa luas hutan terbesar berada di Kabupaten Malang yaitu seluas 796,44 km2, diikuti oleh Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang dengan luas masing-masing 284,69 km2 dan 195,60 km2. Pola ini juga berlaku untuk penggunaan lahan Sawah Irigasi dan Pemukiman.Analisis penggunaan lahan ini sangat diperlukan untuk membuat estimasi seberapa jauh pengaruh faktor-faktor penggunaan lahan ini dapat mempengaruhi tingkat keberadaan kawasan dan tutupan hutan. Luas Sawah Tadah hujan terkait dengan posisi geografisnya dimana pada umumnya sawah tadah hujan terletak di kawasan dengan kelerengan besar (>25%) dan altitude tinggi. Analisis spasial overlay menunjukkan dari batas administratif tingkat Kecamatan dan Kabupaten dengan area Daerah Aliran Sungai (DAS), Sub DAS, dan Basin Block untuk mendapatkan luas daerah tangkapan hujan (Catchment Area), Debit aliran air sungai dan ketersediaan air. Kesimpulan kegiatan didapatkan fakta bahwasannya terdapat keterkaitan antara daya dukung lingkungan dengan perubahan pemanfaatan ruang di Taman Hutan Raya dengan indikator curah hujan dan  debit air rata-rata tahunan selama 20 tahun (R2 = 0,52). Terdapat keterkaitan yang cukup besar antara daya dukung lingkungan dalam upaya konservasi sumber daya alam dengan lokasi kegiatan manusia dalam konteks sosial-ekonomi (landuse-pendapatan, R2= 0,63) dan keterkaitan yang rendah terkait sosial- budaya (landuse-tingkat pendidikan, R2= 0,58 dan landuse-jenis pekerjaan, R2= 0,42)
IDENTIFIKASI WILAYAH KRISIS AIR BERSIH BERDASARKAN ANALISA KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR DI KABUPATEN BANYUWANGI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wilayah kecamatan mana saja yang masih membutuhkan air bersih di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Lokasi yang menjadi obyek penelitian meliputi 5 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon, Kecamatan Kalibaru dan Kecamatan Pesanggaran. Metode penelitian ini menggunakan 2 analisis, yaitu analisis kebutuhan air bersih dan analisis ketersediaan air bersih dengan pendekatan 4 parameter yakni : a). Luas kawasan hutan; b). Curah hujan; c). Luas wilayah; dan d). jumlah penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ke lima wilayah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, hanya wilayah Kecamatan Kalibaru yang termasuk kategori daerah krisis air dengan jumlah penduduk 61.820 jiwa dan luas wilayah 18.741,80 Km2. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan kebutuhan air menunjukkan (K) = 1353.870,9 m3/tahun. Sedangkan hasil perhitungan imbuhan air tanah (RC) menunjukkan = 556.633 m3/tahun (belum tercukupi). Solusi yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah melaksanakan kegiatan reboisasi pada lahan hutan yang masih gundul seluas 0,78 % untuk mencapai target luas hutan minimal 30 % dari luas total wilayah Kecamatan Kalibaru sesuai amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007, sehingga peran hutan menjadi optimal dan mampu memberikan manfaat terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat setempat
DIGITAL MARKETING BERBASIS APLIKASI SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN
Perkembangan teknologi menghasilkan sarana yang semakin canggih, yang dapat digunakan sebagai media dalam pengembangan usaha bisnis berorientasi kepuasan pelanggan. Salah satu bentuk integrasi teknologi tersebut adalah dalam praktik pemasaran menggunakan strategi digital marketing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara konseptual mengenai strategi digital marketing berbasis aplikasi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian merupakan data sekunder berupa teori dan temuan empiris penelitian terdahulu yang didapatkan menggunakan studi literatur. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil diskusi menyatakan bahwa integrasi strategi digital marketing berbasis aplikasi dalam sebuah bisnis memerlukan analisa faktor internal dan eksternal untuk menentukan strategi digital marketing yang paling tepat. Strategi tersebut pada intinya merupakan bentuk pemasaran yang menekankan komunikasi merek untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Secara teoretis, strategi digital marketing berbasis aplikasi tidak hanya dapat mempengaruhi kepuasan merek, namun dapat juga menyebabkan meningkatnya kepercayaan merek dan loyalitas merek
KAJIAN PELESTARIAN SUMBER-SUMBER AIR UNTUK MENDUKUNG PASOKAN AIR BERSIH DI JAWA TIMUR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penurunan jumlah sumber-sumber air (ketersediaan imbuhan air tanah) akibat pengaruh penebangan hutan secara sembarangan, alih fungsi lahan dan peningkatan jumlah penduduk setiap tahun; bagaimana dampak penebangan hutan secara sembarangan, alih fungsi lahan dan peningkatan jumlah penduduk setiap tahun terhadap kebutuhan air bersih bagi penduduk; serta bagaimana pula solusi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menjaga agar debit ketersediaan imbuhan air tanah tetap stabil, sehingga kebutuhan air bersih bagi penduduk di daerah penelitian bisa terpenuhi. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kasus, karena cakupan wilayah yang menjadi obyek penelitian sempit yaitu Kecamatan Donorojo, Punung, Pringkuku Kabupaten Pacitan dan Kecamatan Slahung, Mlarak, Jenangan Kabupaten Ponorogo. Ditinjau dari sifat penelitiannya adalah lebih rinci, mendalam dan dilakukan secara intensif. Adapun teknik pengambilan sampel dengan cara dipilih tetapi yang bisa dianggap mewakili dari seluruh populasi sampel yang menjadi obyek penelitian (Purpossive Random sample). Solusi untuk mengatasi penurunan jumlah sumber-sumber air tanah atau ketersediaan imbuhan air tanah di wilayah daerah penelitian adalah melalui kegiatan penanaman pohon (reboisasi) pada kawasan hutan yang telah gundul dari Dinas Kehutanan dan bantuan sumur bor Air Bawah Tanah (ABT) dari Dinas Energi Sumberdaya Mineral Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Ponorogo
TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DATARAN MEDIUM DI JAWA TIMUR
Tiga percoban telah dilakukan untuk mendapatkan teknologi budidaya kentang di dataran medium di Jawa Timur. Percobaan pertama adalah untuk menyeleksi varietas yang adaptif dan stabil di dataran medium. Lima varietas (Granola Lembang, Granola Kembang, Desiree, DTO 28 dan Nadiya) ditanam pada ketinggian 700m diatas permukaan laut pada dua lokasi yang berbeda yaitu Bumiaji Batu dan Poncokusumo Malang. Sebagai faktor ke dua dalam percobaan pertama adalah pemberian dan tanpa pemberian agens hayati yang terdiri dari 3 mikroba (Trichoderma firide, Pseudomonas fluorescence dan Streptomyces sp.). Percobaan kedua adalah mengevaluasi penggunaan pupuk kandang berbeda (kotoran ayam dan sapi), diinteraksikan dengan 5 dosis penggunaan pupuk anorganik (200, 400, 600, 800, 1000 kg/ha NPK). Percobaan ke tiga adalah mengevaluasi pengaruh pemberian 3 macam mulsa (kontrol, mulsa plastic hitam perak dan mulsa jerami) diinteraksikan dengan jarak tanam (60x30 cm dan 70x30 cm). Hasil penelitian menunjukkan varietas terbaik, adaptif dan stabil adalah Nadiya pada ke dua lokasi dataran medium dan agens hayati meningkatkan jumlah daun dan bobot umbi. Hasil percobaan ke dua menunjukkan bahwa penggunaan kotoran sapi dan ayam tidak berbeda dan dosis pupuk 600, 800 dan 1000 tidak berbeda meski hasil tertinggi terdapat pada dosis 1000 kg/ha. Hasil percobaan ke tiga menunjukkan bahwa mulsa jerami adalah yang terbaik dan jarak tanam 60x30 cm tidak berbeda dengan 70x30 cm. Paket teknologi yang dianjurkan untuk budidaya kentang dataran medium adalah penanaman di musim kemarau, varietas Nadiya, sistim double row dalam bedengan dengan jarak tanam 70 x 30cm, pupuk kandang ayam atau sapi 20 ton/ha diberikan 2 minggu sebelum tanam, pupuk NPK 400 kg/ha, diberi pada saat tanam dan 30 hari dosis sama, ditutup jerami padi, disiram dengan springkle irrigation. Hasil yang dicapai adalah 70 ton/ha umbi
OPTIMALISASI STRATEGI PEMERINTAH DAERAH KOTA BATU MENUJU KOTA LAYAK ANAK MELALUI PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perlindungan hak-hak anak yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batu sebagai upaya menuju Kota Layak Anak serta merumuskan strategi untuk mengoptimalkan perlindungan hak-hak anak di Kota Batu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis data dapat dijelaskan bahwa upaya perlindungan hak-hak anak di Kota Batu dilakukan secara bersinergi antar SKPD di Kota Batu. Strategi perlindungan anak secara langsung dilakukan melalui paralegal dan vocal point, kampanye dan sosialisasi perlindungan anak, pengadaan jejaring antar SKPD terkait, pengasuhan, serta pengadaan ruang publik bagi partisipasi anak. Sementara strategi perlindungan secara tidak langsung meliputi pengadaan regulasi menyangkut upaya perlindungan anak serta penyediaan fasilitas bermain yang memadai bagi anak. Sementara itu berdasarkan analisis deskriptif SWOT dapat dirumuskan tujuh optimalisasi strategi perlindungan hak-hak anak di Kota Batu
Analisis Sarana Kereta Api Di Wilayah Provinsi Jawa Timur
Kereta api adalah salah satu jenis moda angkutan darat yang memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah mampu mengangkut barang dan penumpang dalam jumlah yang massif dan masal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sarana kereta api di Wilayah Provinsi Jawa Timur dan mengembangkannya. Dengan menggunakan metode analisis statistic deskriptif kualitatif hasilpenelitian menunjukkan bahwa lokomotif,kereta, gerbang, dan asset PT. KAI di Jawa Timur perlu dikembangkan dengan cara membuka kebijakan investasi disektor-sektor tersebut. Karena sarana kereta api di Wilayah Jawa Timur rata-rata sudah berusia tua, yakni 9 tahun sampai 52 tahun.Â