E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
The Effect of Joining Non-Formal Education and English Achievement
The study aims to investigate the correlation between joining non-formal education and the English achievement of the second-grade students of SMA Negeri 2 Palembang. The problems of this study were: Is there any correlation between joining non-formal education and English achievement of the second-grade students of SMA Negeri 2 Palembang? And What does taking an English course gives impact toward English achievement of the second-grade students of SMA Negeri 2 Palembang? The method of this study used quantitative research. The total number of the sample was 52 students. The questionnaire and document were used to collect the data which were analyzed by using Pearson Product Moment correlation and Linear Regression analysis. The findings showed that: (1) there was a significant correlation between joining non-formal education and English achievement (r= .845), (2) there was a significant impact of taking English courses and students\u27 English achievement (p-value= .000)
An Analysis of Imperative Sentences of the Martian Movie and Their Subtitling
This study concerns with the "An Analysis of Imperative Sentences of The Martian Movie And Their Subtitling". This study purposes problems are What the types of Imperative Sentence on the Martian Movie and their subtitling?. The main objective of this study is to know the imperative sentence of the martian movie and its subtitling. Therefore, this analysis used a descriptive qualitative method, documentation technique is used in collecting the data. By this method, the writer uses the subtitling of The Martian movie as the source of data. Based on the findings, the writer found that there are 2 types of imperative sentences, namely; (1) positive imperative sentence consisting of 70 data or 84.33%, and (2) negative imperative sentence consisting of 13 data or 15.67%. The most occurred was a positive imperative sentence consisting of 70 data or 84.33%
KEEFEKTIFAN ICE BREAKING DAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DIKELAS
Pembelajaran di era abad ke 21 berpusat pada peserta didik (student center learning). Pembelajaran diupayakan untuk membiasakan mahasiswa agar menjadi pebelajar sepanjang hayat (lifelong learning). Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui keefektifan ice breaking dan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar serta keaktifan mahasiswa dalam prose pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan metode eksperimen. Dalam penelitian ini, ada dua kelas yang dibandingkan, yaitu: kelas kontrol dan kelas eksperimen dimana masing-masing kelas mendapatkan perlakuan (treatment) yang berbeda. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keaktifan belajar, angket mahasiswa, serta soal pre test dan post test. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat keaktifan belajar dan hasil belajar antara kelas control dengan kelas eksperimen. Selain itu, kenaikan hasil belajar di kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol
Pendidikan Literasi pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan literasi pada pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren Nurul Huda. Teori yang digunakan adalah teori literasi Tylaar bahwa literasi meliputi empat ketrampilan berbahasa. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendidikan literasi di pontren tercermin dalam lima metode pembelajaran yaitu; makanani (terjemahan tatabahasa), bandongan (memaknai teks dengan panduan guru secara bersama-sama/kelompok besar), sorogan (presentasi individu terkait suatu materi), musyawarah (diskusi), dan muhafadoh (hafalan)
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Pandangan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Implikasinya Terhadap Pengembangan PAI Di Perguruan Tinggi Umum
This abstract contains aboutthe Islamic concept of science according to al-Attas that the biggest challenge facing Muslims isthe challenge of knowledge spread throughout the Islamic world by Western civilization.Islamization of knowledge means Islamizing or purifying Western product science which has been developed and used as a reference in the development discourseIslamic education system in order to obtain a "typical Islamic" science. Al-Attas defines science as a meaning that comes into the soul along with the coming of the soul to the meaning and producing the desire and will of self. Al-Attas defines the meaning of education as a process of planting something into human beings and then affirms that something that is implanted is a science, and the purpose in seeking this knowledge is contained in the concept of ta\u27dib.While the aim of Islamic education is to instill virtue in "human self" as an individual and as part of society. Islamic education is capable Ideally, Naquib wants to print a good human being universally (al-insan al-kamil). The implication in the development of Islamic education in PTU is that Islamic education is directed at producing quality human resources, quality in the intellectual field and the most fundamental are moral and religious values
Penerapan Metode Metafora Berbantu Media Gambar pada Pelajaran PAI untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 013 Pulau Kalimanting
Keberhasilan seorang siswa juga merupakan keberhasilan seorang guru. Hal itu dikarenakan guru memiliki sebuah tanggung jawab atas keberhasilan anak didiknya. Keberhasilan siswa dapat dilihat dari keaktifannya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan mata pelajaran PAI yang lebih memerlukan penjelasan agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan guru, metode metafora menjadi salah satu solusinya. Metode pembelajaran ini menjelaskan sesuatu dengan mengungkapan sesuatu yang lain dimana masih memiliki kedekatan sifat atau sesuatu yang ingin ditonjolkan. Selain untuk mendekatkan makna satu kata dengan kata yang lain, dengan menggunakan metode metafora akan dapat memberikan proyeksi animistis. Dengan memberikan proyeksi ini sesuatu yang mungkin tidak dapat dijelaskan atau sesuatu yang abstrak, akan menjadi lebih jelas dan konkret. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan keaktifan belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas V melalui penerapan metode metafora berbantu media gambar. Hal ini dibuktikan sejak Pra Siklus nilai rata-rata keaktifan belajar siswa hanya 41,25%. Pada Siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa 61,25%. Pada Siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 82,50%. Pada Siklus III nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran metafora dapat meningkatkan keaktidan siswa Kelas V SD Negeri 013 Pulau Kalimanting Kecamatan Benai
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits Melalui Penerapan Metode Advokasi
Metode pembelajaran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan belajar siswa kurang mendapatkan perhatian dari para guru, pada proses pembelajaran guru hanya memberikan ringkasan materi dengan cara mendektekan kepada siswa kemudian guru menjelaskan materi tersebut secara oral tanpa memberikan feed back kepada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui penerapan metode Advokasi siswa kelas X IPA MA Nurul Huda Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur.
Penelitian dilaksanakan menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA MA Nurul Huda yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik holberman yaitu reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan penelitian ini pertama hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi pembelajaran pokok-pokok isi kitab Al-Qur’an siswa sebelum penerapan metode Advokasi di kelas X IPA MA Nurul Huda adalah sangat rendah. Kedua hasil belajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi pembelajaran pokok-pokok isi kitab Al-Qur’an siswa setelah penerapan metode Advokasi di kelas X IPA MA Nurul Huda termasuk kategori tinggi atau baik. Ketiga Penerapan metode Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar mata ini dengan indikator aktivitas guru dalam pembelajaran termasuk kategori baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran masuk kategori baik
Internalisasi Nilai-Nilai Fikih dalam Kitab Fath Al-Qorib
Internalization of values in forming a desired character certainly requires a well-planned process. Can be through individual, group and institutional relationships. Darul Ihya Islamic Boarding School as a non-formal educational institution is expected to give a role in shaping human beings with Islamic characteristics. In this pesantren the author makes the media devotion in order to internalize the values of fiqh in the book Fath Al-Qorib. By using the bandongan method, a group of students in one class listens to an ustadz who reads, translates, explains the material contained in the book Fath al-Qorib. Each santri pays attention to his book and makes notes about difficult words or thoughts, in the form of saffron or mufrodat meanings. The learning of the yellow book which had been carried out in the Darul Ihya Islamic boarding school had considerable implications for the formation of Islamic character for the santri. So that the presence of writers besides being able to meet the shortcomings of human resources experienced by the Darul Ihya Islamic boarding school can also contribute in carrying out the programs launched by the pesantren
Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Media Pembelajaran Berbasis Web-Blog pada Mahasiswa Semester VI Program Studi PGMI STKIP Nurul Huda OKU Timur
The importance of learning objectives requires the use of appropriate media so that learning runs effectively and efficiently. The learning media is very important in supporting the learning process and is often overlooked by teachers for various reasons, including limited time, difficulty finding the right media, and also limited funds. With a variety of IT-based and service devices, lecturers and students can access them online and there are applications that make it free for users. Among them are blog users as learning media. This community service activity aims to introduce information and communication technology in the form of Web-Blogs that will later help students who will be prepared to become teacher candidates to modify learning media. The implementation of community service in general can be categorized as successful in terms of participant participation. Participants felt that this dedication activity was very useful for developing web-blog-based learning media that they would use in later learning. The participants\u27 responses to the service activities carried out stated that from the quality of the speakers, the quality of the modules was very good
Kontribusi Argumentasi Ilmiah dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis
Berpikir kritis merupakan interpretasi dan evaluasi yang terampil dan aktif terhadap hasil observasi dan komunikasi, informasi dan argumentasi. Sementara argumentasi merupakan aktivitas verbal, sosial dan rasional yang bertujuan untuk meyakinkan kritik yang masuk akal tentang suatu pandangan yang dapat diterima. Tujuan yang paling penting dalam pendidikan sains adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa dalam konteks khusus sains. Artikel ini membahas mengenai konsep pembelajaran sains berbasis argumentasi ilmiah dan hubungannya dengan inkuiri, kontribusi argumentasi pada keterampilan berpikir kritis dan karakteristik proses berpikir kritis melalui argumentasi. Ciri utama dalam berpikir kritis, yaitu memutuskan tentang suatu keyakinan, merupakan sebuah argumen, dengan cara menilai argumen orang lain dan mengembangkan argumennya sendiri. Argumentasi memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dengan karakteristik yang khas, yaitu menilai sumber informasi, mengevaluasi argumen dan menghasilkan argumen serta mempresentasikannya. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi pijakan teoritis bagi peneliti dan praktisi pendidikan sains dalam mengimplementasikan dan mengases argumentasi ilmiah dan keterampilan berpikir kritis, baik secara terpisah, maupun kombinasi keduanya.