E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dengan Sistem Bank Kotoran Hewan di Desa Sanggang Kabupaten Sukoharjo
Desa Sanggang merupakan desa yang terletak di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, yang sebagian besar Masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Komoditi utama di Desa Sanggang adalah tanaman alpukat, durian dan kelapa genjah. Selain dari segi pertanian, komoditas hewan ternak yang ada di Desa Sanggang adalah sapi, kambing, ayam kampung dan sebagainya. Pembuangan masih dilakukan di sembarang tempat dan belum ada pengolahan dari kotoran tersebut. Kegiatan pengabdian kepada warga tentang pendampingan dan edukasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran hewan milik warga sangat dibutuhkan oleh warga Sanggang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi untuk membuat pupuk organik dengan berbahan dasar kotoran hewan dalam bentuk padat. Diawali dengan sosialisasi potensi pemanfaatan kotoran hewan dan dilanjutkan dengan edukasi dan pendampingan pembuatan pupuk. Hasil pengabdian ini adalah telah berhasil dibangun rumah produksi pupuk mandiri, dimana warga menampung kotoran hewan di bank desa, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan oleh warga
Perancangan Aplikasi Pemesanan Ayam Geprek Berbasis Website
Pada perkembangan zaman ini semua sektor dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perkembangan teknologi dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih baik dan efisien.Dalam membantu pekerjaan-pekerjaan manusia berbagai aplikasi diciptakan mulai dari aplikasi berbasis web, dekstop, android, IOS, E-Commerce dan masih banyak lagi. Menerapkan penggunaan aplikasi dalam perkembangan teknologi menjadi pilihan yang terbaik untuk meningkatkan pekerjaan yang dilakukan. Untuk menerapkan penggunaan aplikasi saat ini dapat diterapkan di berbagai sektor salah satunya sektor bisnis. Metode bisnis yang masih menerapkan metode konvensional terdapat masalah yang terjadi mulai dari waktu, jarak, serta pembayaran,mengingat masyarakat saat ini erat hubungannya dengan digital, penjualan ayam geprek yang berlokasi di kabupaten Bengkayang masih menerapkan proses bisnis konvensional atau proses bisnis tradisional yaitu proses bisnis penjualan ayam geprek hanya dapat dipesan secara lansung datang ke toko ayam geprek. Oleh sebeb itu perancangan aplikasi penjualan ayamgeprek dibuat untuk membantu penjual meningkatkan penjualan ayam geprek dengan menambah jangkauan penjualan dan membantu konsumen untuk melakukan pemesanan melalui aplikasi berbasis website
Analisis Potensi Panas Bumi sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif di Kabupaten Sumbawa
Sumbawa memiliki potensi panas bumi yang belum dimanfaatkan, khususnya potensi sebagai energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di Sumbawa sebagai sumber energi listrik alternatif. Data yang diukur adalah data fisika air panas di 4 titik hotspring dan pengambilan sampel air untuk dianalisis kandungan kimianya untuk mendapatkan informasi mengenai tipe air panas, temperatur bawah permukaan, dan kedalaman reservoir. Hasil yang diperoleh adalah tipe air panasnya adalah air klorida, mengindikasikan bahwa air panas tersebut berasal dari aktivitas vulkanik atau tektonik dan indikator bahwasanya sistem panas bumi sangat baik dikembangkan sebagai energi listrik. Demikian juga suhu bawah permukaan air panas adalah termasuk temperatur sedang (210°C) dan tinggi (259°C), artinya sangat cocok menjadi sumber energi. Kedalaman reservoir sekitar 5 - 7 km, merupakan kedalaman reservoir yang baik untuk energi listrik. Kesimpulannya adalah bahwa panas bumi di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi yang sangat baik dan cocok untuk dikembangkan menjadi sumber energi listrik alternatif. Namun, pengembangannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan dukungan teknologi yang sangat canggih untuk mengektraksi air panas dari reservoir. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengestimasi daya listrik, durabilitas, feasibilitas, dan dampak lingkungan
Application of Extended Euclid Algorithm on Hill Cipher Cryptography Modulo 95
Hill Cipher Cryptography is the art of hiding a message using an invertible matrix as the key. Let A be a 2 2 invertible matrix of the real number. Encryption performed by converting each character on the original message into an ASCII code. The result of the conversion is multiplied by matrix A using matrix multiplication operation modulo 95 which result added with 32. The calculation result in the form of numbers is re-converted into characters according to the ASCII code. It is described in parallel, while the ciphertext matrix is operated using matrix A^(-1). Since matrix A is an invertible matrix and not supposed to have 1/-1 determinant, the matrix result is possibly a non-integer real number. Therefore, the extended Euclid algorithm is needed to finish the description process for finding out the modulo 95 number of a non-integer real number
Model Pendidikan Multikultural (Telaah Hidden Curiculum di Pondok Buntet Pesantren Cirebon)
Pondok Pesantren Buntet merupakan salah satu pondok tertua di Jawa Barat yang mampu mengaplikaiskan pendidikan multikultural pada santri dan masyarkat sekitar. Pendidikan multikultural harus dipahami bersama dan dipraktekan langsung dalam aktifitas keseharian. Santri yang datang berasal dari penjuru indonesia dan pastinya mereka dari budaya, bahasa, suku, bahkan etnis yang berbeda. Meskipun tidak tertulis (Hidden curriculum), pendidikan multikultural selalu dilakukan oleh santri dan masyarakat sekitar. karena pondok Buntet Pesantren keberadaannya di tengah-tengah penduduk asli atau masyarakat Buntet oleh karena itu santri dan masyarakat dapat bergaul bersosialisasi langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observai langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun peneliti menganalisa data tersebut dengan mereduksi data, menyajikan data dan tahap akhir penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian maka konsep pendidikan multikultural pondok pesantren cirebon ialah menumbuhkan semangat hidup tanpa diskriminasi, intoleransi, dan saling menghargai dalam bingkai keberagaman budaya pada masyarakat plural sedangkan model pendidikan multikultural di pondok buntet pesantren ialah: 1) Forum Musyawarah Kubro, 2) Ngaji kuping, 3) mengapresiasi etnis yang berbeda dan 4) Toleransi
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Akhlak Siswa Madrasah Diniyah Amaliyatut Taqwa OKU Timur
Ajaran akhlak Rasulullah SAW adalah ajaran akhlak yang terkandung dalam Al-Qur\u27an dan mengajarkan bagaimana akhlak pribadi berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan. Penelitian ini mengeksplorasi dua tema utama. Pertama, bagaimana upaya para guru dalam meningkatkan moral siswa?" Kedua, faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat para pengajar dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan semangat siswa? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus yang dilakukan di Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa Desa Banuayu BP. Peliung OKU Timur. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian dapat dijelaskan sesuai dengan fokus penelitian. Jadi, pertama, jawabannya tergantung pada pengakuan para guru dan orang tua dari beberapa siswa tentang status moral siswa Madrasah Diniyah Amaliyatut Takwa. Beberapa mengatakan anak didik memiliki kepribadian yang baik, yang lain mengatakan memiliki kepribadian standar. Namun demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa masih diperlukan perbaikan untuk lebih meningkatkan moral para siswa Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa. Kedua, para pengajar dan stakholder Madrasah Diniyah Amaliatut Takwa lainnya selalu berusaha untuk meningkatkan moral siswanya. Upaya tersebut antara lain memberikan nasehat, memimpin dengan keteladanan, mendorong terus belajar untuk meningkatkan moral siswa, serta bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan moral siswa
Konsep Hypnoparenting Berbahasa Arab Sebagai Langkah Memupuk Karakter Anak yang Berbasis Islami
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis konsep hypnoparenting dalam konteks pembentukan karakter anak yang berbasis Islami melalui penggunaan bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian ini didasarkan pada studi pustaka dari sumber-sumber teori, literatur, dan jurnal yang relevan dengan hypnoparenting, pembentukan karakter anak, dan penggunaan bahasa Arab dalam pendidikan Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hypnoparenting merupakan metode yang menjanjikan dalam pembentukan karakter Islami pada anak. Penggunaan bahasa Arab dalam metode ini meningkatkan penghayatan nilai-nilai Islami pada anak dan membantu memperkuat identitas keagamaan mereka. Pesan-pesan positif dalam bahasa Arab yang disampaikan oleh orangtua atau pendidik saat anak tidur atau dalam kondisi relaksasi mempengaruhi pikiran bawah sadar anak, membentuk sikap, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Konsep hypnoparenting berbahasa Arab memiliki potensi besar sebagai langkah efektif dalam memupuk karakter anak yang berbasis Islami. Penggunaan bahasa Arab dalam metode ini memberikan kekuatan tambahan dalam mengajarkan nilai-nilai agama dan memperkuat identitas keagamaan anak-anak. Dengan dukungan dan kesadaran yang tepat dari orangtua dan pendidik, pendekatan ini dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam membentuk generasi masa depan yang berakhlak mulia dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas IV SD Windusari Belitang Jaya Pada Mata Pelajaran Matematika
Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menganalisa kesulitan dalam belajar mata pelajaran Matematika pada siswa tingkat sekolah dasar (SD) kelas IV di SD Negeri Windusari Belitang Jaya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini penulis mengambil informasi dari guru, siswa, dan kepala sekolah SD Negeri Windusari dan 27 siswa kelas IV SD Negeri Windusari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil dari penelitian ini yaitu kesulitan yang dialami peserta didik secara umum dibagi menjadi dua hal yaitu Pertama, faktor internal dari siswa sendiri dan Kedua, faktor eksternal yang disebabkan oleh faktor lingkungan, faktor keluarga, dan faktor sekolah. Sedangkan dalam penelitian ini ditemukan beberapa kesulitan atau problematika yang dihadapi anak sebagai berikut; kesulitan alam bahasa membaca soal cerita ada 40%, dan 70% siswa yang masih memiliki problem atau berkesulitan dalam bentuk-bentuk soal geometri, selain itu ada juga 80% siswa yang memiliki kesulitan dalam menghafalkan rumus matematika, serta 40% siswa lainnya memiliki masalah pada pemahaman simbol-simbol yang ada pada mata pelajaran matematika
Pengembangan E-Modul pada Materi Teks Cerita Pendek Kelas XI SMA Negeri 1 Belitang Jaya
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sumber pembelajaran modul elektronik “Menganalisis Unsur-Unsur Pembangun Teks Cerpen”. Proses penelitian ini antara lain: (1) Identifikasi potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Pengembangan desain produk, (4) Validasi desain, (5) Implementasi perubahan desain, dan (6) Melakukan pengujian produk. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara yang dilakukan kepada guru bahasa Indonesia kelas XI, dan penggunaan lembar validasi yang dibangun dengan skala likert. Selain itu, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai validitas produk yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang melibatkan analisis deskriptif. Secara khusus, teknik ini melibatkan penghitungan rata-rata skor skala likert berdasarkan temuan analisis atau evaluasi yang dilakukan oleh para ahli. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengembangan produk bahan ajar e-modul telah terlaksana dengan sukses. (2) Penilaian terhadap berbagai aspek yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan siswa menghasilkan penilaian yang positif terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan. Secara spesifik penilaian ahli materi memperoleh persentase sebesar 86,6%, validasi ahli media mencapai 79%, validasi ahli praktisi memperoleh persentase sebesar 88%, dan penilaian siswa memperoleh skor sebesar 89,3%. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar e-modul yang dirancang untuk tujuan menganalisis unsur-unsur pembangun teks cerita pendek dianggap sesuai.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang LVEP Sebagai Program Penguatan Pendidikan Karakter di Kawasan Wisata Banjaran
Community understanding in developing character-based tourism villages is still inadequate. Community skills in developing and managing tourist villages are needed to face the challenges of moral decadence and prepare for Indonesia\u27s golden generation in 2045. Community Service Activities aim to increase people\u27s understanding of the LVEP as a program to strengthen character education that is innovative and solutive. The main activities of training and mentoring are in the form of training using lecture, question and answer, and discussion methods. Community service activities are carried out through three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The instrument used to measure the level of understanding of the participants was in the form of a pre-test and post-test questionnaire. Community service activities resulted in an increase in community understanding of the LVEP as a program to strengthen character education. This is evidenced from the results of the post-test getting an average result of 99.3 in the very good understanding criterion from the previous pre-test average ability of 49 with less criteria.
Pemahaman masyarakat dalam mengembangkan desa wisata berbasis karakter masih belum memadai. Keterampilan masyarakat dalam mengembangkan dan memanage desa wisata diperlukan untuk menghadapi tantangan dekadensi moral serta menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang LVEP sebagai salah satu program penguatan pendidikan karakter yang inovatif dan solutif. Kegiatan utama pelatihan dan pendampingan berupa pelatihan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta berupa angket pretes dan postes. Kegiatan pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa pemahaman masyarakat tentang LVEP sebagai program penguatan pendidikan karakter meningkat. Hal itu dibuktikan dari hasil postes mendapatkan hasil rerata 99,3 dalam kriteria pemahaman baik sekali dari kemampuan sebelumnya rerata pretes 49 dengan kriteria kurang