E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
Assisting the Takmir of Miqotussalam Mosque in Tanjung Agung Village in Developing a Work Program Based on Aswaja An-Nahdliyah Principles
The mosque is a center of worship as well as a center for education and community empowerment. The mosque takmir has a strategic role in managing activities that are not only oriented to mahdah worship, but also in building a socio-religious life that is in harmony with the values of Ahlussunnah wal Jama\u27ah an-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah). This research aims to assist the takmir of the Miqotussalam Mosque in Tanjung Agung Village in preparing a work program based on Aswaja An-Nahdliyah. The research method uses a qualitative descriptive approach with participatory techniques through interviews, observations, and FGD (Focus Group Discussion). The results of the mentoring show that the work program prepared is more directed, participatory, and in accordance with the needs of the pilgrims. Aswaja An-Nahdliyah\u27s approach strengthens the values of religious moderation, tolerance, and empowerment of the people
Identifikasi Kesalahan Pengerjaan Materi Dilatasi Waktu Berdasarkan Newman Error Analysis (NEA)
The purpose of this paper is to identify student errors in working on time dilation questions based on Newman Error Analysis (NEA). This research is a qualitative descriptive study. Data collection was carried out through a written test which contained 5 time dilation questions and a non-written test in the form of an interview. The results of this study indicate that the types of errors made by students are 20.0% understanding errors, 5.19% transformation errors, 26.67% skills process errors and 6.67% final answer writing errors. Meanwhile, based on the results of interviews with students, it shows that students\u27 mistakes are caused by students\u27 lack of understanding in interpreting time dilation questions, students are less thorough and in a hurry in working on questions and have not been able to use formulas correctly
Api Tak Kunjung Padam: Potensinya sebagai Sumber Belajar IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Dilatarbelakangi oleh pentingnya sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar dan pemanfaatan Api Tak Kunjung Padam yang masih minimalis sebagai sumber belajar, dilakukaan penelitian untuk mengidentifikasi konsep-konsep IPA pada kawasan Api Tak Kunjung Padam dan mengevaluasi potensinya sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan tahapan analyze dalam rangkaian metode penelitian pengembangan ADDIE. survei dilakukan di Kawasan Api Tak Kunjung Padam. Berikutnya dilakukan identifikasi konsep IPA yang dapat dipelajari dari Api Tak Kunjung Padam dalam rangka pemanfaatannya sebagai sumber belajar. Konsep yang teridentifikasi kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT sehingga dapat dijadikan sebagai pertimbangan sebagai sumber belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara garis besar terdapat dua kelompok konsep IPA, yakni yang khas/unik dan yang tidak khas. Penjabaran konsep yang teridentifikasi serta analisis SWOT yang disajikan diharapkan dapat menjadi dasar bagi peneliti atau pelaksana pembelajaran dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan Api Tak Kunjung Padam sebagai sumber belajar
Lexical Ambiguity in the “The Merry Adventures of Robin Hood” Novel by Howard Pyle
This study aims to find the types and amount of Lexical Ambiguity in the novel "The Merry Adventures of Robin Hood" by Howard Pyle. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The data collection technique used in this study has several steps, namely understanding lexical ambiguity, reading the novel, finding out lexical ambiguity words in the novel, and making a note of the lexical ambiguity words of the novel. The data source for this research is the novel "The Merry Adventures of Robin Hood" by Howard Pyle. The focus of the research is homonyms, homographs, and homophones. Based on the results of data analysis the use of the word lexical ambiguity as much as 73 data. The first number of findings, the use of homonyms was 19 findings (26%). This word is two or more words that have the same pronunciation but different meanings. Second, Homographs with a total of 30 findings (41%). This word has the same spelling, but its pronunciation and meaning are different. and the Third, Homophone with a total of 24 findings (33%). These words are spelled differently but have a similar pronunciation. Thus, from this amount, it can be concluded that the novel The Merry Adventures of Robin Hood by Howard Pyle found many uses of the word lexical ambiguity with a total of 73 data findings, and the most domineering use of the word is found in the use of Homographs with 30 data findings with a percentage of 41 %
ANALISA KENAIKKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TAHUN 2014 DALAM PERSPEKTIF PENDANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah harga patokan bagi kenaikan harga barnag lain sehingga menimbulkan efek pengganda pada makro ekonomi inflasi harga barang dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan harga bahan bakar minyak merupakan faktor input utama dalam agregat supply pada perekonomian. Pada satu sisi, harga terpaksa dinaikkan agar mencegah kebocoran APBN karena subsidi yang begitu besar. Pada sisi lain, dengan kenaikan harga maka akan terjadi kenaikan harga barang lain yang berdampak bagi masyarakat kecil. Mencermati bahan bakar minyak merupakan salah satu cabang produksi hajat hidup orang banyak, pada UUD 1945 pasal 33 telah mengamanatkan untuk dikelola negara dan dimanfaakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode studi literatur perhitungan subsidi bahan bakar minyak di Indonesia. Adapun perhitungan subsidi BBM sama dengan volume BBM dikalikan harga patokan yang telah dikurangi harga jual eceran (belum termasuk pajak). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berarti pengurangan subsidi BBM akan berdampak adanya anggaran tambahan untuk pendanaan pembangunan di Indonesia. Tentunya kebijakan harus diikuti oleh beberapa kebijakan lainnya. Berikut saran yang dapat diajukan antara lain harus ada kenaikan pajak signifikan kepada produsen kendaraan dengan bahan bakar BBM diikuti dengan pengendalian dan pemotongan jumlah pembelian mobil baru di Indonesia, melakukan pemberantasan mafia migas, melakukan persiapan kebijakan hilirisasi tambang, melakukan kebijakan daulatan dan ketahanan energi nasional, melakukan percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan, dan memperbaiki sistem transportasi Indonesia sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi.
PROSES AFIKSASI PADA CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI
Morfologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari struktur kata dalam suatu bahasa. Definisi ini didasarkan pada pendapat bahwa kata biasanya memiliki struktur internal, yang terdiri dari unit-unit kecil yang menjadi unsur pembangunnya, yang disebut morfem. Banyak cakupan dari morfologi, salah satunya adalah proses afiksasi pada teks. Artikel ini membahas proses afiksasi pada karya sastra, yakni cerpen berjudul Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan proses afiksasi pada cerpen Mata yang Enak Dipandang. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam kajian ini adalah cerita pendek Mata yang Enak Dipandang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Selanjutnya, teknik analisis data yaitu identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan deskripsi. Hasil analisis proses afiksasi dalam cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari ditemukan sebanyak 145 data afiksasi, yakni prefiks, sufik, dan konfiks. Temuan afiksasi dalam cerpen Mata yang Enak Dipandang lebih didominasi prefiks.
Pertemuan Dua Samudera di Teluk Alaska: Sebuah Kajian Struktural
Penelitian memiliki tujuan mengidentifikasi dan menguraikan analisis struktural novel Teluk Alaska karya Eka Aryani. Sumber data pada penelitian ini didapat melalui sumber tertulis, yaitu novel Teluk Alaska ciptaan Eka Aryani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan teknik analisis data yaitu membuat ringkasan, mendeskripsikan elemen struktur pembangun yang ditampilkan dalam novel, menganalisis hubungan-hubungan antar elemen pembangun dan menarik kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini memaparkan (1) tema pembangun novel Teluk Alaska ciptaan Eka Aryani adalah tentang perundungan atau bullying, romansa, dan persahabatan. Jalan cerita yang digunakan dalam novel adalah campuran yaitu alur maju dan mudur. Pemeran utamanya yakni Anastasya Mysha, Alister Reygan, Bulan, Tasya, Alana, Iqbal, Andra, Tomy, Revalina, Hutomo, Diana, Bu Ai, Bi Asih, dan Sia. Latar tempat dalam novel adalah rumah, kelab, sekolah, halte bus, di bawah pohon rindang, jendela kamar, pemakaman, rumah pohon, perkemahan, jembatan kecil, hotel, dan rumah sakit. Latar waktu pada novel merupakan pagi hari dan malam hari. Latar suasana pada novel adalah romansa, sunyi, menegangkan, mengharukan, bahagia, dan sedih. Sudut pandang yang digunakan dalam novel adalah sudut pandang orang ke tiga. Amanat pada novel merupakan adanya perbedaan karakter bukanlah penghalang dalam menyatukan dua insan yang saling mencintai melainkan menjadi pelengkap kekurangan masing-masing. (2) Keterkaitan antar unsur pembangun dalam novel Teluk Alaska saling berkaitan dan menjadikannya suatu karya yang utuh dan digemari oleh pembaca.
Pengembangan Media Interaktif Bahasa Indonesia Kelas X pada Materi Puisi Berbasis Adobe Flash Professional CS6
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk pembelajaran berupa media interaktif berbasis Adobe Flash Professional CS6. Adobe Flash Professional CS6 adalah alat pengeditan yang digunakan pengembang dan desainer untuk membuat presentasi, aplikasi, dan konten yang melibatkan pemirsa dengan menampilkan audio dan video. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (Reserch and Development). Tahapan pengembangan produk ini dilakukan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini berupa produk media interkatif bahasa Indonesia kelas X berbasis Adobe Flas Pro Cs6 pada materi Puisi. Adapun uji kelayakan produk berupa media interaktif yang dilakukan pada ahli materi, ahli media, ahli praktisi, dan respon peserta didik. Hasil persentase dari para ahli tersebut yaitu ahli media 96,92%, ahli materi 93,33%, ahli praktisi 91,81%, dan respon peserta didik 84,8%. Dari jumlah persentase tersebut maka produk media interaktif bahasa Indonesia berbasis Adobe Flash Professional CS6 mendapat rata-rata persentase sebesar 91,71% dengan kriteria kelayakan “Sangat Layak”.
Pemanfaatan Aplikasi Zoom dan Google Meet Sebagai Media Optimalisasi Kepengurusan JPPPM (Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh) OKU Timur
Pelaksanaan kegiatan bertujuan memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Zoom dan Google Meet untuk pertemuan rutin bagi pengurus JPPM (Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh) OKU Timur. Peserta diharapkan dapat mahir menggunakan kedua platform ini guna meningkatkan produktivitas dalam pertemuan virtual dan memperkuat kerjasama tim. Kegiatan ini ditujukan khususnya kepada pengurus JPPPM OKU Timur. Pendekatan pelatihan yang digunakan adalah interaktif, melibatkan demonstrasi langsung untuk menunjukkan penggunaan fitur-fitur utama, serta sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman peserta. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan keterampilan teknis, di mana peserta dapat menggunakan fitur dasar dan canggih pada Zoom Meeting dan Google Meet dengan lancar. Dampak positif dari kegiatan ini melibatkan peningkatan kinerja tim, sehingga tim dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif dalam pertemuan virtual, menghasilkan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anggota tim untuk bekerja secara fleksibel dari berbagai lokasi dan waktu, memperkuat fleksibilitas dan kolaborasi di antara anggota tim yang mungkin berada di lokasi geografis yang berbeda
Analisis Kualitas Pencahayaan di Workshop D3 Laboratorium Sains FMIPA Universitas Bengkulu
Cahaya merupakan salah satu faktor kontrol yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan kerja. Untuk ruang laboratorium terdapat Nilai Ambang batas (NAB) yang direkomendasikan SNI untuk tingkat pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pencahayaan di laboratorium/workshop D3 Laboratorium Sains. Pengukuran intensitas cahaya menggunakan luxmeter dan faktor yang di ukur adalah kualitas pencahayaan buatan dan efektivitas pencahayaan alami serta kombinasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, intensitas cahaya pada pencahayaan buatan adalah 208,18 ± 1,24 lux. Kemudian pencahayaan alami yang diambil pada rentang jam 08.00-10.00 adalah 461,69 lux; jam 10.00-12.00 adalah 381,33 lux; jam 12.00-14.00 adalah 489,27 lux; dan jam 14.00-16.00 adalah 483,36 lux. Sedangkan pencahayan kombinasi dengan rentang jam yang sama berturut-turur adalah 655,91 lux; 569,80 lux; 606,38 lux; dan 874,00 lux. Sistem pencahayaan yang optimal digunakan di workshop D3 Laboratorium Sains adalah sistem pencahayaan kombinasi yang memiliki nilai di atas standar SNI