E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
PERAN BUDAYA KERJA KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPOTENSI KINERJA GURU
Sekolah berkualitas menunjukkan kepemimpinannya menjalankan budaya kerja kepala sekolah secara efektif untuk mencapai visi dan misi sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran budaya kerja kepala sekolah terhadap peningkatan kompotensi kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru berjumlah 4 orang. Pengumpulan data saat penelitian dengan cara wawancara dan dokumentasi, kemudian setalah data diperoleh dianalisiskan mengunakan analisis kualitatif, yaitu pengumpulan data, pengelompokannya, memilih dan memilih data, kemudian melaporkannya. Hasil penelitian menujukan bahwa budaya kerja kepala sekolah terhadap peneningkatan kompotensi kinerja guru dengan cara menyediahkan serana dan prasarana serta mendorong guru ikut serta dalam pelatihan yang diselenggarahkan di dalam maupun di luar sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya kerja kepala sekolah yang optimal mampu meningkatkan kompotensi kinerja guru dalam penggunaan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif
Konsep Implementasi Penguatan Moderasi Beragama Melalui Tripusat Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep implementasi penguatan moderasi beragama bagi masyarakat melalui sarana lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal, nonformal maupun informal. Penelitian ini berbasis pada studi kepustakaan atas artikel jurnal dan buku yang terkait moderasi beragama dengan membandingkannya pada fakta umum internalisasi pendidikan moderasi beragama di lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan analisis induktif, serta menerapkan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan moderasi beragama melalui tripusat pendidikan dalam kelembagaan formal, nonformal, dan informal sebagai suatu usaha yang bersifat sinergis dan tidak terpisahkan. Dalam hal ini, masing-masing lembaga berkontribusi berdasarkan fungsi dan peranan yang dimilikinya dalam ruang lingkup masing-masing. Lembaga pendidikan menjadi wahana yang sangat efektif dalam upaya penguatan karakter peserta didik yang berwawasan luas, terbuka, dan toleran dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk
Analisis Supervisi Pendidikan di SMK Al-Ma’arif Way Kanan
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap praktik supervisi pendidikan di SMK Al-Ma’arif Way Kanan. Supervisi pendidikan adalah salah satu komponen penting dalam memastikan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Dalam konteks ini, penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan di SMK Al-Ma’arif Way Kanan dilakukan secara terbatas dan belum mencapai potensi penuhnya. Ditemukan bahwa supervisi pendidikan lebih difokuskan pada aspek administratif dan pengelolaan sekolah daripada aspek pedagogis pengajaran. Selain itu, komunikasi antara supervisor pendidikan dan guru juga terbatas, sehingga umpan balik yang konstruktif dan berkelanjutan sulit untuk tercapai. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dalam pelaksanaan supervisi pendidikan di SMK Al-Ma’arif Way Kanan. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan yang memadai bagi supervisor pendidikan dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru, peningkatan komunikasi antara supervisor pendidikan dan guru, serta penekanan yang lebih besar pada pengawasan aspek pedagogis pengajaran. Dengan menerapkan praktik supervisi pendidikan yang efektif, diharapkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di SMK Al-Ma’arif Way Kanan dapat meningkat. Hal ini akan berdampak positif pada prestasi belajar siswa dan pembangunan pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori dan praktik supervisi pendidikan di sekolah-sekolah lainnya
Manajemen Mutu Pembelajaran Di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Tanjung Bulan
Skripsi ini membahas Manajemen Mutu Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyyah Nurussalam Tanjung Bulan. Kajiannya dilatar belakangi oleh mutu pelaksanaan pembelajaran yang seringkali belum efektif, sehingga kualitas pembelajaran perlu dilaksanakan untuk membantu guru dalam rangka meningkatkan kinerjanya. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan; Bagaimana perencanaan manajemen mutu pembelajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan, Bagaimana pelaksanaan manajemen mutu pemeblajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan , Bagaimana evaluasi manajemen mutu pembelaajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan , Bagaimana pengawasan manajemen mutu pembelajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Datanya diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Semua datanya dianalisis dengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kajian ini menunjukkan bahwa: (1) Mutu Perencanaan pembelajaran I MI Nurusslam Tanjung Bulan di mulai dengan penyusunan program kerja. Penyusunan program kerja dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran yang didalamnya berisi tentang perencanaan pembelajaran tiap proses pembelajaran. (2) Mutu Pelaksanaan pembelajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan yang dilaksanakan oleh guru Madrasah. Pelaksanaannya dilakukan setiap hari pada saat kegiatan proses pembelajaran. (3) Dalam melaksanakan Mutu evaluasi pembelajaran di MI Nurussalam Tanjung Bulan guru melakukan tes untuk peserta didik, baik tes tertulis, lisan, maupun perbuatan yang dilakukan oleh peserta didik pada saat pembelajaran. (4) Untuk Mutu Pengawasan kepala madrasah melakukan pembinaan dengan melaksanakan diskusi kepada staf guru yang ada di madrasah, pembinaan yang diberikan guru untuk mengajar dan memantapkan rencana pembelajaran sebelum kegiatan belajar mengajar. Dalam mengawasi evaluasi pelaksanaan pembelajaran, kepala madrasah melaksanakan beberapa pembinaan diantaranya; a) mengadakan pelatihan-pelatihan, b) mengembangkan strategi dan media, d) menilai, dan revisi. Dan terakhir yang dilakukan kepala madrasah sebagai supervisor adalah membuat laporan setiap semester dan setiap tahun terkait dengan pelaksanaan yang sudah dilakukan guru
Analisis Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAI Al-Khairat Pamekasan Pada Mata Kuliah Kajian IPA MI/SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan KPS (Keterampilan Proses Sains) mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada mahasiswa semester III program studi PGMI IAI Al-Khairat Pamekasan Pada Tahun Ajaran 2021/2022. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 44 orang mahasiswa yang menempuh matakuliah Kajian IPA SD/MI. Adapun hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan KPS mahasiswa semester III program studi PGMI IAI Al-Khairat Pamekasan masih relatif rendah yang ditunjukan dengan nilai pada setiap indikator merumuskan masalah 61%, merumuskan hipotesis 55%, mengidentifikasi variabel 52 %, definisi operasional variabel 47%, menentukan alat dan bahan 68%, melaksanakan prosedur percobaan 57%, menganalisis data 45% dan menarik kesimpulan 47% dengan kategori cukup baik dan kurang baik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 100% mahasiswa belum pernah berlatih keterampilan proses sains, 95,24% mahasiswa tidak senang dengan komponen-komponen keterampilan proses sains, 100% mahasiswa merasa baru dengan komponen-komponen keterampilan proses sains, 98,88% mahaiswa merasa tidk mudah memahami komponen-komponen keterampilan proses sains, 94,05% mahasiswa merasa tidak mudah melaksanakan keterampilan proses sains dan 86,46% mahasiswa tidak senang melaksanakan keterampilan proses sains
ANALISIS STRUKTURAL CERITA RAKYAT KOMERING SEHARUK KARYA USMAN NURDIN
Masalah dalam kajian ini yaitu analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Teori struktural yang digunakan adalah teori Nurgiyantoro, bahwa struktur karya sastra fiksi terdiri dari tema, penokohan, alur, latar, dan amanat. Metode kajian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan objektif. Sumber data dan data yang digunakan berupa dokumen dan kata-kata atau kalimat dalam buku cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, simak, catat. Hasil penelitian ini berupa deskripsi analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin, meliputi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Berdasarkan hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa tema cerita ini yaitu pelajaran hidup dari anak sebatang kara yang tinggal bersama neneknya. Tokoh utamanya Seharuk digambarkan sebagai anak yang patuh, adapun tokoh tambahannya yaitu Nenek Seharuk, Pasirah Kai Pati, Perwatin Penjaga Gerbang, Lebai Penghulu Marga dan beberapa lainnya. Alur yang digunakan alur campuran. Latar tempatnya di dusun pinggir Sungai Komering, di Sosat Marga, dan di hutan. Latar waktunya yaitu pada suatu hari, di pagi hari, siang hari, dan malam hari. Latar sosial-budayanya yaitu tradisi ritual penguburan orang meninggal di daerah Uluan Sungai Komering dilakukan oleh khatib atau Penghulu Marga, keseharian Seharuk dan pemuda kampung sebagai petani dan memangsa ikan, penggunaan bahasa daerah Komering. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang persona ketiga. Amanat cerita ini yaitu jangan mudah menyimpulkan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu
Pendampingan Menyimak Cerita melalui Media Audio Visual pada Siswa TK Paku Sengkunyit Martapura Kabupaten OKU Timur
Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendampingan menyimak cerita melalui media audio visual pada siswa TK Paku Sengkunyit Martapura kabupaten OKU Timur yang dilakukan sebagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menyimak cerita. Dalam pembelajaran menyimak cerita siswa sering merasa jenuh dan tidak terlalu memperhatikan apa yang mereka simak yang mengakibatkan menurunnya hasil belajar siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menyimak cerita melalui media audio visual. Metode pelaksanaan dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaaan, dan evaluasi. Subyek dalam kegiatan ini adalah siswa TK Paku Sengkunyit Martapura. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat lebih memahami, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menyimak cerita. Setelah dilakukan kegiatan ini maka motivasi siswa dalam menyimak cerita meningkat. Hal tersebut dapat dicermati melalui keaktifan dan antusiasme yang ditunjukkan dalam setiap proses pembelajaran yang dilakukan
Pemberdayaan Kader Posyandu Keluarga di Puskesmas Tanjung Karang sebagai Pelaksana Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM) pada Pasien Diabetes Melitus
Pemantauan glukosa darah mandiri dapat dilaksanakan oleh tenaga yang telah mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan terlatih. Kesadaran penderita DM di Kelurahan Tanjung Karang Permai untuk selalu memantau kadar glukosa darahnya seringkali tidak dapat dilaksanakan karena tidak memiliki keterampilan melaksanakan PGDM. Guna memfasilitasi penderita DM agar pelaksanaan PGDM tepat waktu, diperlukan tenaga pelaksana yang dekat dengan masyarakat yaitu kader kesehatan di lingkungan tersebut. Terhadap 20 kader perwakilan dari 7 Posyandu diberikan penyuluhan tentang pentingnya PGDM dan diberikan pelatihan melaksanakan PGDM. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Kantor Lurah Tanjung Karang Permai. Dilanjutkan pendampingan kader untuk PGDM pada Posyandu tempat kader bertugas. Keterampilan kader dalam melaksanakan PGDM dinilai menggunakan daftar tilik evaluasi keterampilan PGDM. Evaluasi didapatkan sebanyak 20 orang kader posyandu di Kelurahan Tanjung Karang Permai sudah memenuhi syarat sebagai pelaksana PGDM
Penerapan Teknologi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) untuk Pemenuhan Gizi dalam Mencegah Stunting di Desa Mau Bokul Kabupaten Sumba Timur
Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi penyumbang angka stunting tertinggi di Indonesia dengan persentase sebesar 35,3%, termasuk di Kabupaten Sumba Timur, tepatnya Desa Mau Bokul. Penerapan teknologi Budikdamber merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kejadian stunting melalui pemenuhan gizi rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui edukasi, penyuluhan serta pendampingan pada masyarakat untuk memperoleh pengetahuan guna untuk memenuhi gizi di Desa Mau Bokul. Penerapan teknologi budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dapat membantu masyarakat Desa Mau Bokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur untuk pemenuhan gizi dalam mencegah terjadinya stuntin
PENGARUH PENERAPAN MEMBACA TEKS KARANGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS III SDN TIMBULHARJO
Kemampuan berbicara termasuk dalam kategori pembelajaran bahasa Indonesia yang menuntut kemampuan peserta didik dalam berbicara agar peserta didik tersebut menjadi terampil dalam berkomunikasi yang baik dan benar. Namun, apabila kita perhatikan pada realitanya, terdapat peserta didik yang belum terampil dalam menggunakan bahasa, khusunya berbicara. Kajian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan membaca teks karangan terhadap kemampuan berbicara peserta didik kelas IIIa SD Negeri Timbulharjo. Kajian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Metode kualitatif adalah kajian yang mampu menciptakan suatu hasil berupa data deskriptif dari objek yang diamati. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa penerapan membaca karangan memberikan pengaruh terhadap kemampuan berbicara peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan beberapa poin dari pembahasan yang mengalami peningkatan ketika peserta didik bercerita di depan kelas setelah membaca teks karangan. Mulai dari tingkat kepercayaan diri berupa mulai berminat mengajukan diri untuk unjuk kerja dan berbahasa dalam pembelajaran di kelas, bercerita dengan suara lantang, hingga pengulangan kata yang mulai terkontrol.