E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
Penerapan Variasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Di Madrasah Ibtidaiyah Untuk Menumbuhkan Keaktifan dan Antusiasme
Problematika dalam pembelajaran terjadi karena pasifnya siswa dan tidak bersemangat. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya penerapan variasi pembelajaran.Tujuan dari riset ini ialah menggambarkan variasi pembelajaran yang telah diterapkan dalam pembelajaran SKI. Lokasi penelitian di MI Ma’arif Darussalam dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deksriptif sangat cocok diterapkan dalam penelitian ini, dimana penelitian ini berfokus untuk mengungkapkan suatu objek yang diteliti tanpa ada generalisasi menggunakan kata-kata. Sedangkan informan dalam penelitian ini yaitu guru SKI kelas VI.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan variasi pembelajaran untuk menumbuhkan keaktifan dan antusiasme siswa pada mata pelajaran SKI kelas VI telah terlaksana. Variasi pembelajaran yang dilakukan guru mencakup empat macam. Pertama, variasi gaya mengajar. Kedua, variasi pengunaan media dan bahan ajar. Ketiga, variasi pola interaksi. Keempat, variasi kegiatan pembelajaran. Adapun kendala yang dialami guru dalam proses pembelajaran SKI di kelas VI adalah siswa yang susah di atur atau ribut dan sarana dan prasana yang masing kurang memadai
Efektivitas Tumpang Sari Tanaman Kopi Di Kebun Karet Dengan Metode Sambung Pucuk
Sistem tumpang sari merupakan salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem tumpang sari tanaman kopi (Coffea canephora) di kebun karet (Hevea brasiliensis) dengan menggunakan metode sambung pucuk. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan meliputi karet monokultur (K0), tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode celah (K1), tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode sadel (K2), dan tumpang sari kopi-karet dengan sambung pucuk metode mata tempel (K3). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, produktivitas, analisis ekonomi, dan kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tumpang sari kopi-karet dengan metode sambung pucuk memberikan efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan. Perlakuan K2 (sambung pucuk metode sadel) memberikan hasil terbaik dengan tingkat keberhasilan sambungan 87,5%, produktivitas kopi 1.850 kg/ha/tahun, dan produktivitas karet 1.250 kg/ha/tahun. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem tumpang sari memberikan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 125.650.000 dengan Benefit Cost Ratio (BCR) 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem monokultur. Sistem ini juga memberikan manfaat ekologi berupa peningkatan keanekaragaman hayati dan perbaikan struktur tanah
Pengendalian Busuk Batang pada Daun Sawi Dengan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Kelor
Penyakit busuk batang merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya tanaman sawi yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penggunaan pestisida kimia sintetis yang berlebihan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bumi Harjo, Lampung pada tanggal 16 April 2025 menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Ekstrak daun kelor diperoleh melalui metode perendaman dengan perbandingan berat daun kering dan volume air 1:5 (w/v) selama 24 jam. Perlakuan terdiri dari lima konsentrasi ekstrak daun kelor yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% yang diaplikasikan setiap tiga hari sekali selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan penyakit, luas daun terserang, dan pertumbuhan tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Konsentrasi 15% memberikan efektivitas pengendalian sebesar 55,2% dengan penurunan luas daun terserang sebesar 68,2% ± 3,4%. Konsentrasi 20% menunjukkan efektivitas tertinggi mencapai 67,1% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, perlakuan ekstrak daun kelor juga meningkatkanpertumbuhan tanaman sawi dengan tinggi rata-rata 35,6 cm ± 2,2 cm pada konsentrasi 15% dibandingkan kontrol yang hanya 27,3 cm ± 1,8 cm. Senyawa bioaktif dalam daun kelor seperti flavonoid, tanin, dan saponin berperan sebagai agen antimikroba yang menghambat pertumbuhan patogen penyebab busuk batang. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor efektif sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi dan merupakan alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan untuk menggantikan pestisida kimia sintetis
Dampak Globalisasi, Kemiskinan, Dan Kebijakan Makroekonomi Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak globalisasi, kemiskinan, dan kebijakan makroekonomi terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan liberary reseach pada data ekonomi makro Indonesia periode 2014-2024, Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi memiliki efek negatif terhadap ketimpangan. Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan makroekonomi yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan dampak globalisasi dan menekan tingkat kemiskinan, selain itu globalisasi memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia, yaitu peluang pertumbuhan sekaligus tantangan berupa persaingan yang ketat (30%), potensi ketergantungan ekonomi (25%), dan ketimpangan sosial (45%). Kemiskinan tetap menjadi masalah krusial yang diperburuk oleh kesenjangan ekonomi dan kebijakan makroekonomi yang belum sepenuhnya inklusif. Kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan pemerintah telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi, namun masih menghadapi tantangan dalam pemerataan kesejahteraan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan inklusif guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh lapisan masyarakat. Indonesia perlu meningkatkan kualitas pendidikan, infrastruktur, dan institusi, serta memberantas korupsi, birokrasi, dan konflik, yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas
RANCANG BANGUN SISTEM ABSENSI MAHASISWA UNIVERSITAS NURUL HUDA DENGAN METODE PROTOTYPE
Sistem absensi mahasiswa di Universitas Nurul Huda saat ini masih dilakukan secara manual dan memiliki beberapa kelemahan yaitu rentan terjadi human error, memakan waktu lama dalam proses absensi satu per satu, memungkinkan terjadinya kecurangan absensi berupa mahasiswa yang tidak hadir menitipkan tanda tangan, memerlukan waktu lama dalam rekapitulasi absensi secara manual ke sistem informasi akademik, serta rawan kehilangan arsip absensi. Berbagai permasalahan tersebut menyebabkan data absensi mahasiswa tidak akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem absensi mahasiswa berbasis teknologi informasi yang akurat, efisien, efektif dan terintegrasi dengan sistem informasi akademik menggunakan metode prototype. Metode prototype dipilih karena melibatkan pengguna secara aktif memberi masukan dan umpan balik melalui proses iteratif sehingga sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Studi literatur dilakukan dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah dan laporan penelitian terdahulu terkait sistem presensi mahasiswa berbasis digital. Analisis sistem juga dilakukan secara mendetil terhadap prosedur dan permasalahan yang ada pada sistem presensi manual di Universitas Nurul Huda. Metode prototype yang digunakan terdiri dari lima tahapan mulai dari tahap awal komunikasi dan perencanaan hingga tahap akhir deployment dan umpan balik pengguna. Rancangan sistem baru mencakup flowchart, DFD, ERD, Racangan Database, hingga relasi antar tabel menggunakan RDBM. Prototype sistem akan dibangun dan dievaluasi secara iteratif agar diperoleh sistem presensi mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Diharapkan sistem presensi mahasiswa berbasis digital ini dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada sebelumny
PENERAPAN TENSORFLOW DALAM PREDIKSI JENIS KELAMIN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CNN
Wajah merupakan komponen yang paling mudah dikenali dan sering kali menjadi pusat perhatian dalam tubuh manusia. Sering terjadinya kesulitan dalam membedakan dan menganalisis citra wajah dengan jumlah yang banyak secara manual karena banyaknya kemiripan antara laki-laki dan perempuan sehingga memperlambat proses identifikasi jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini yaitu menerapkan TensorFlow dalam pengembangan model CNN untuk memprediksi jenis kelamin dari gambar wajah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang efektivitas penggunaan algoritma CNN dalam pengenalan gambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan dataset gambar wajah yang mencakup individu laki-laki dan perempuan yang terbagi menjadi data train dan validation untuk prediksi jenis kelamin. Model dilatih dengan teknik deep learning, dan menggunakan algoritma CNN kemudian evaluasi menggunakan confusion matrix, precision, recall, F1-score, dan accuracy. Berdasarkan hasil dari pelatihan model sebanyak 8 Epoch menunjukan semua gambar wajah dapat diproses untuk mendeteksi gender dengan nilai Pengujian identifikasi tingkat accuracy sebesar 0.92 dan loss sebesar 0.28. hasil penelitian dengan menggunakan metode ini dapat meningkatkan kinerja sistem pengenalan wajah berdasarkan jenis kelamin secara praktis. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan akurasi lebih lanjut dan eksplorasi teknologi terkini dalam upaya mengoptimalkan aplikasi pengenalan gender di masa depan
Telling Stories to Young Learners: The Teachers` Beliefs and Practices
The story conveyed many positive things to people including young learners. Teachers can provide telling activities in class. Finding various storytelling activities among young learner teachers who integrate digital technology is important. This research explores teachers\u27 beliefs and practices in telling stories to teach young learners. In this study an explanatory sequential design with 105 samples was carried out. The results of the Interviews explain in more detail the survey results and it can be concluded that telling a story can cultivate children\u27s vocabulary and pronunciation, cultivate children\u27s imagination, curiosity, and communication skills, and introduce cultural understanding. In addition, when dealing with online teaching, teachers of young learners used to download digital stories, read aloud, online storytelling, and interactive videos from YouTube channels to tell stories. Telling stories can support the concept of "play and learn" and the teachers believed that young learners enjoy and develop their communication through this activity.
High School Students\u27 Scientific Argumentation Skills on Static Fluid
The need to improve students\u27 argumentation skills through phenomenology learning approaches encourages efforts to map scientific argumentation skills. the research aims to determine students\u27 argumentation skills on static fluid. Qualitative research with survey method using questions about static fluid phenomena in everyday life. random sampling obtained 33 students from one of the State High Schools in Malang Regency as samples in the study. Data were analyzed by mapping the level of scientific argumentation skills. The results showed that students\u27 argumentation skills were spread from level 1 to level 4 with the majority at level 2. At this level, students are generally able to provide claims consisting of data and reasoning. This achievement shows that students\u27 scientific argumentation skills are relatively low. Future research can design innovative models and media to improve students\u27 scientific argumentation skills
Pelatihan Master Of Ceremony untuk Siswa sebagai Penguatan Fonologi Bahasa Indonesia
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan bekal kepada siswa untuk menjadi Master of Ceremony (MC) yang professional. Kegiatan ini berangkat dari permasalahan yang terjadi di lapangan dapat ditemukan rendahnya kemampuan siswa dalam meningkatkan keterampilan berbicara, terutama public speaking. Materi yang diberikan pada pelatihan ini meliputi: pengantar public speaking (retorika dan etika MC), membangun dan meningkatkan rasa percaya diri, teknik mengelola vocal, mengenal berbagai jenis acara, teknik berbicara dimuka umum, dan penguasaan suasana/acara. Hasil dari kegiatan ini adalah materi dapat diterima dengan baik oleh peserta dan mendapatkan respon yang positif. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta dapat 1).Memahami dasar-dasar dan teknik MC, 2) mengetahui dan memahami syarat-syarat, tugas dan etika MC, 3) berlatih MC dalam membuka, memandu berlangsungnya acara sampai menutup acara formal, 4) mampu memandu acara dalam menampilkan citra diri sesuai tema dan naskah acara, 5) mengatur vokal dan penampilan diri sesuai tuntutan acara
Pelatihan Pengendalian Hama Tikus di Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pengendalian hama tikus pada tanaman pangan merupakan tantangan besar bagi petani. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan, meluruskan pemahaman petani, melakukan pengendalian hama tikus dengan memanfaatkan kearifan lokal. Metode yang digunakan meliputi survei, konsolidasi, penyuluhan, dan praktik lapangan. Kegiatan penyuluhan menjelaskan bioekologi tikus dan pengendalian yang tepat untuk mengatasi permasalahan serangan hama tikus. Kegiatan praktik lapangan meliputi teknik Rubuha, gropyokan, dan penggunaan bom tikus. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilaksanakan dengan lancar dengan melibatkan petani yang responsif. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama tikus.