E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
1078 research outputs found
Sort by
Takallam Program of Arabic Course in Enhancing Speaking Proficiency: How Do Students Perceive It?
Formal classroom instruction often proves ineffective in developing students\u27 proficiency in speaking Arabic. Enrolling in external language courses is currently an alternative to enhance Arabic speaking fluency. This study aims to investigate how students perceive the Takallam Program at a language course in improving their Arabic speaking skills. This qualitative case study involved eleven students and alumni from the Al-Azhar Arabic Course Institute in Pare, Kediri, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically using Atlas.ti software. The findings reveal that the Takallam program effectively enhances students\u27 Arabic speaking proficiency through the implementation of the mubasyarah method, reinforcement of mufradat and qawaid, practice of muhadasah and debates, a supportive learning environment, and the application of enjoyable learning strategies by creative instructors
KAJIAN STRUKTURAL PADA PUISI “KEKASIHKU” KARYA JOKO PINURBO DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA PADA KELAS X SMA
Artikel ini membahas kajian struktural pada puisi “Kekasihku” karya Joko Pinurbo. Fokus pembahasan artikel ini mendeksripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi yang diuraikan dengan teliti berupa kata, kalimat dan wacana. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural. Sumber data yang digunakan sebagai Objek penelitian yaitu salah satu puisi yang terdapat dalam buku kumpulan puisi “kekasihku” karya Joko Pinurbo, yang terbit pada tahun 2004. Hasil dan pembahasan pada artikel ini memuat (1) struktur fisik pada puisi meliputi: (a) diksi, (b) imaji, (c) majas, (d) kata konkret, (e) rima/irama, dan (f) tipografi. Struktur fisik yang mendominasi yaitu diksi sederhana dengan menciptakan aktifitas komunikatif dan tidak menghilangkan nilai estetika pada puisi. (2) Struktur batin pada puisi meliputi: (a) tema, (b) nada, (c) rasa, (e) amanat. unsur yang mendominasi struktur batin puisi yaitu rasa yang menciptakan pengalaman batin melalui tulisan serta dapat dikaitkan dalam pembelajaran sastra di SMA
Kajian Teoritis: Al-Qur’an Sebagai Landasan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Al-Qur’an sebagai landasan pendidikan karakter pada anak usia dini dalam rangka menghadapi tantangan pergeseran nilai moral akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Masalah utama yang diangkat adalah kurangnya integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pendidikan karakter di lingkungan keluarga maupun institusi formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode tafsir maudhu\u27i dan hermeneutika untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, kasih sayang, keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab sangat relevan untuk pembentukan karakter anak usia dini. Tahapan implementasi pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an meliputi pengenalan, pembiasaan, pengalaman, internalisasi, dan penguatan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kurikulum pendidikan anak usia dini serta peran aktif orang tua dan pendidik dalam memberikan teladan nyat
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Implementasi Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMAN 1 Waru Sidoarjo
Problem Based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana siswa belajar melalui proses penyelesaian masalah yang nyata dan kompleks. Penelitian ini berlatar belakang di SMAN 1 Waru Sidoarjo. Ketika proses pembelajaran di kelas, banyak siswa yang kurang memperhatikan guru dan mengantuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam implementasi pembelajaran berbasis masalah dan dampaknya terhadap minat belajar siswa di SMAN 1 Waru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait perencanaan dan pelaksanaan Problem Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah terbukti dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hasil penelitian peran guru PAI dalam meningkatkan minat belajar antara lain relevansi, variasi dalam metode pengajaran, memberikan motivasi, mengajak siswa tidak hanya berfikir materi yang ada dibuku saja. Peran guru PAI dalam implementasi Problem Based Learning sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam proses pemecahan masalah, menyediakan sumber belajar dan mendorong kolaborasi antar siswa. Minat siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah antara lain mereka lebih kritis dan mereka lebih semangat dalam menggali permasalahan disekitar mereka. Siswa banyak yang menunjukkan minat yang besar dalam mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku, artikel atau internet, minat siswa dalam diskusi dan kerja kelompok juga meningka
Penggunaan Konjungsi Sintaksis pada Cerpen “Nyanyian Malam” Karya Ahmad Tohari
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan makna konjungsi yang ada dalam kumpulan cerpen Nyanyian Malam karya Ahmad Tohari. Konjungsi memiliki peran penting dalam membangun kohesi teks serta menghubungkan berbagai unsur sintaksis dalam suatu wacana. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama berasal dari cerpen Nyanyian Malam. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik membaca dan menyimak. Sedangkan analisis data dilakukan melalui langkah-langkah identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi terhadap cerpen Nyanyian Malam. Hasil penelitian mengenai konjungsi sintaksis menunjukkan bahwa dari pengamatan terhadap data, ditemukan 36 jenis konjungsi. Bentuk-bentuk tersebut dikelompokkan ke dalam enam kategori: a) konjungsi koordinatif terdapat 7 konjungsi, b) konjungsi subordinatif terdapat 7 konjungsi, c) konjungsi temporal terdapat 6 konjungsi, d) konjungsi kausal terdapat 6 konjungsi, e) konjungsi adversatif terdapat 5 konjungsi, dan e) konjungsi korelatif terdapat 5 konjungsi. Secara keseluruhan, penggunaan konjungsi dalam cerpen ini mencerminkan gaya bahasa khas Ahmad Tohari yang sederhana tetapi kaya makna, serta berperan dalam membangun kohesi dan koherensi wacana
Perancangan dan Pembangunan Aplikasi Pemesanan Makanan \u27Gondrongfood\u27 Berbasis Android
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pemesanan makanan. Dalam era digital saat ini, layanan pemesanan makanan secara daring semakin diminati karena dinilai lebih praktis dan efisien. Aplikasi Gondrongfood dikembangkan sebagai solusi untuk memudahkan konsumen dalam menelusuri menu, membaca ulasan, serta melakukan pemesanan secara cepat dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi pemesanan makanan berbasis Android. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall, dengan bahasa pemrograman Java dan basis data MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi pemesanan makanan online yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner dalam memasarkan dan menjual produk secara digital. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses pemesanan, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, serta memperluas jangkauan pasar melalui platform mobile
Analisis Segmentasi Anggaran Pemasaran dan Penjualan Produk di Industri Retail Menggunakan K-Means Clustering Berbasis R Shiny
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan antara anggaran pemasaran dan penjualan produk di industri retail melalui segmentasi data menggunakan metode K-Means Clustering, baik secara manual menggunakan Excel maupun otomatis melalui aplikasi R Shiny. Topik ini diangkat karena pentingnya efektivitas alokasi anggaran pemasaran dalam meningkatkan kinerja penjualan di tengah persaingan sektor retail yang semakin ketat. Data yang digunakan sebanyak 68.619 titik data yang kemudian diolah untuk menentukan jumlah klaster dan centroid secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga klaster dengan distribusi yang signifikan, di mana klaster ketiga memiliki jumlah data terbanyak dan rata-rata harga tertinggi setelah proses scaling. Evaluasi hasil clustering melalui nilai Within Cluster Sum of Squares (WCSS) dan rasio Between_SS/Total_SS sebesar 55,7% mengindikasikan kualitas segmentasi yang cukup baik. Hasil dari perhitungan manual dan otomatis menunjukkan kesamaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode K-Means efektif dan efisien dalam mengelola data berskala besar serta konsisten dalam mendukung analisis segmentasi anggaran pemasaran terhadap penjualan produk.
Penerapan Algoritma Floyd Washall untuk Optimasi Rute Terpendek Antara Perguruan Tinggi Di Belitang
Algoritma Floyd, juga dikenal sebagai Floyd-Warshall, adalah algoritma dalam teori graf yang digunakan untuk menemukan jalur terpendek antara semua pasangan simpul dalam sebuah graf berbobot, baik yang berbobot positif maupun negatif, dengan waktu komputasi yang efisien. Algoritma ini bekerja dengan prinsip dynamic programming dan mampu mengatasi graf yang memiliki bobot negatif selama tidak ada siklus negatif. Dalam implementasinya, algoritma Floyd secara iteratif memperbarui jarak terpendek antar simpul melalui pembandingan jalur yang lebih langsung dengan jalur yang melewati simpul lainnya. Keunggulan dari algoritma ini terletak pada kesederhanaannya dan kemampuannya untuk menghitung jarak terpendek antara semua pasangan simpul dalam satu proses dengan kompleksitas waktu O(n³), di mana n adalah jumlah simpul dalam graf. Meskipun memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan algoritma lain seperti Dijkstra untuk pencarian jalur terpendek antara satu pasang simpul, algoritma Floyd lebih efektif untuk aplikasi yang memerlukan informasi jarak terpendek antara semua pasangan simpul sekaligus, seperti dalam analisis jaringan atau aplikasi rute transportasi
Analisis Kesalahan Gramatikal Speaking Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Penelitian ini menganalisis kesalahan gramatikal dalam kemampuan berbicara mahasiswa Semester Tiga jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tujuan utama adalah mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan gramatikal yang paling sering terjadi dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data dari sesi berbicara/monolog yang dilakukan oleh mahasiswa. Data kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola kesalahan gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nurul Huda sering melakukan kesalahan gramatikal dalam keterampilan berbicara. Jenis kesalahan yang paling dominan adalah penggunaan tenses yang salah, disusul dengan kesalahan subject-verb agreement dan penggunaan artikel yang tidak tepat. Kesalahan-kesalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman mendalam terhadap aturan gramatikal serta kebiasaan berbicara yang tidak mengikuti kaidah bahasa Inggris yang benar. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan dalam pengajaran tata bahasa dan peningkatan latihan berbicara untuk meminimalkan kesalahan tersebut
Dukun di Tengah Umat: Studi Tentang Pandangan Masyarakat Simeulue Timur, Simeulue, Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persistensi praktik perdukunan serta memahami persepsi masyarakat Muslim di Kecamatan Simeulue Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku perdukunan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perdukunan berakar pada tradisi pra-Islam seperti animisme dan dinamisme, dan dipertahankan melalui sistem pewarisan ilmu dalam penyembuhan tradisional. Perdukunan memiliki peran multidimensi, dari penyembuhan alternatif hingga penanganan masalah nonmedis, dan diminati oleh berbagai kalangan. Persepsi masyarakat bersifat kompromistis; meskipun sebagian menyadari ketidaksesuaian dengan syariat Islam, mayoritas tetap menerima praktik ini karena kebutuhan praktis dan pemahaman agama yang terbatas. Tokoh agama bersikap hati-hati dalam menyikapi fenomena ini untuk menghindari konflik sosial. Faktor-faktor utama yang memperkuat eksistensi perdukunan meliputi kuatnya budaya pra-Islam, rendahnya literasi agama, dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang efektif