LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH DALAM POT
ABSTRAK
Kelurahan Limau Manih Kota Padang merupakan kawasan pertanian yang cukup luas, dimana umumnya petani menanam padi, jagung dan sayur – sayuran. Salah satu sayuran yang dibudidayakan adalah cabai merah. Permintaan terhadap cabai merah terus meningkat dan harganya berfluktuasi. Flukasi harga yang tinggi menimbulkan masalah bagi masyarakat, apalagi cabai merah sangat dibutuhkan. Oleh karena itu perlu dilakukan penanaman cabai merah dalam pot di sekitar pekarangan rumah. Tujuan dari KKN-PPM adalah untuk mendorong empati mahasiswa dan dapat memberikan sumbangsih bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat dengan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan hasil cabai merah dalam pot. Metode yang diterapkan melalui pendekatan terhadap masyarakat petani dan pemuka masyarakat dengan menumbuhkembangkan dan memotivasi kelompok tani sehingga program KKN–PPM ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa : 1) penyuluhan, 2) pelatihan dan 3) demontrasi/ percontohan. Hasil yang dicapai dari kegiatan program KKN-PPM ini adalah : 1) Meningkatnya kepedulian dan empati mahasiswa terhadap permasalahan ekonomi dan sosial sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga masyarakat; 2). Adanya respon positif yang diberikan warga masyarakat berupa partisipasi aktif dan antusias mengikuti kegiatan budidaya cabai merah dalam pot dari awal sampai akhir pelaksanaan.
Kata kunci : Cabai merah, Pemberdayaan, Demonstrasi, Masyarakat, Pot
ABSTRACT
Limau Manih village is a large agricultural area, so farmers generally grow rice, maize and vegetables. One such vegetable is a red chili which is a daily necessity. The demand for red peppers continues to increase and their prices fluctuate. High price fluctuations cause problems for the community, especially chilli is needed. Therefore it is necessary to plant red pepper in pots around the yard of the house. The purpose of KKN-PPM is to encourage empathy students and can contribute to solving problems that exist in the community by applying the results of research to improve the results of red pepper in pots. Method applied by approach to farmer community and community leaders by cultivating and motivating farmer group so that KKN - PPM program can be accepted well by society. The activities are: 1) counseling, 2) training and 3) demonstration / demonstration. The results of this KKN-PPM program are: 1) Increased awareness and empathy of students on economic and social issues so as to increase the income of the community; 2). Positive response given by the community in the form of active and enthusiastic participation following the activity of red chili cultivation in pot from beginning to end of implementation . Keywords: red chili, empowerment, demontration, community, po
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PENERAPAN TEKNIK PASCAPANEN DENGAN TEKNIK PELILINAN PADA BUAH TOMAT DI NAGARI TANJUNG BONAI KEC LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR
ABSTRAK
Nagari Tanjung Bonai khususnya Jorong Tanjung Modang merupakan daerah sentra pengembangan tanaman hortikultura. Hasil produksi tanaman hortikultura selain di pasarkan dalam nagari Lintau Buo Utara sendiri juga dipasarkan ke Propinsi Riau yaitu kota Pekanbaru. Permintaan masyarakat terhadap produk ini selalu meningkat dari waktu ke waktu terutama untuk daerah Pekanbaru. Permasalahan yang dialami mayarakat tani adalah komoditi hortikultura yang dijual dibeli dengan harga murah dan tidak mampu bersaing di pasaran. Produk luar negeri yang berada di pasaran mempunyai nilai mutu yang sesuai standar mutu, penampilan dan masa simpan yang lebih baik dari produk yang mereka jual. Selama ini masyarakat tani dalam memasarkan komoditi hortikultura langsung dibawa kepasaran tanpa ada perlakuan pascapanen. Petani tidak punya pengetahuan dalam hal penerapan teknik pascapanen, sementara komoditi hortikultura ini adalah komoditi yang cepat rusak sehingga akan mempengaruhi terhadap mutu dan umur simpan. Penanganan pascapanen dengan pelapisan lilin pada buah tomat dapat mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan dan menjaga kesegaran serta harga jual masyarakat di pasaran bisa dipertahankan. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini yaitu masyarakat telah mempunyai pengetahuan dan bisa menggunakan lilin lebah sebagai salah satu teknik penanganan pascapanen. Kelompok tani dapat melihat secara nyata dengan pelapisan lilin dapat memperpanjang umur simpan buah, mempertahankan kesegaran buah dan mempertahan warna kulit buah. Buah tomat tanpa pelilinan akan mengalami kerusakan lebih cepat dan umur simpan lebih pendek.
Kata kunci : Pelilinan , Pascapanen, Tanjung Bonai
AGRICULTURE COMMUNITYEMPOWERMENT THROUGH THE APPLICATION OF POST HARVEST ENGINEERING WITH WAXING TECHNIQUES ON TOMATO IN NAGARI TANJUNG BONAI KEC LINTAU BUO UTARA KABUPATEN TANAH DATAR
Dr. Ifmalinda, S.TP, MP1) and Omil Charmyn Chatib, S.TP, M.Si2)
Department of Agricultural Engineering Faculty of Agriculture Technology
University of Andalas, Padang
Email: [email protected]
ABSTRACT
Nagari Tanjung Bonai in particular Jorong Tanjung Modang is the center of horticultural crop development. The production of horticultural crops in addition to being marketed in Lintau Buo Utara itself is also on the market to Riau Province, Pekanbaru city. Public demand for this product always increases from time to time especially for Pekanbaru area. The problems experienced by farmers are horticultural commodities that are sold are bought cheaply and can not compete in the market. Overseas products on the market have a quality value that conforms to the quality standard, appearance and better shelf life of the products they sell. So far, farmers in marketing horticultural commodities directly brought to the market without any postharvest treatment. Farmers have no knowledge in the application of post-harvest techniques, while horticultural commodities are rapidly damaged commodities that will affect quality and shelf life. Postharvest handling with wax coating on tomatoes can prevent damage and extend shelf life and maintain freshness and the selling price of the community on the market can be maintained. The result that has been achieved in this activity is that the community already has knowledge and can use beeswax as one of postharvest handling technique. Farmer groups can see significantly with wax coatings to extend fruit shelf life, maintain fruit freshness and maintain fruit skin color. Unleaded tomato fruit will be damaged faster and shorter shelf life.
Keyword: Waxing, Post Harvest, Tanjung Bona
Pelatihan Pembuatan Keripik Wortel Menggunakan Mesin Vacuum Frying di Nagari Batu Palano Kec. Sungai Pua Kab. Agam
Pembuatan keripik wortel dilakukan dengan menggunakan teknologi vacuum frying (penggorengan hampa). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya pengetahuan tentang teknologi pengolahan produk keripik wortel bagi petani di Nagari Batu Palano Kec. Sungai Pua Kab. Agam. Luaran yang diharapkan petani memiliki wawasan dan skill tentang teknologi vacuum frying dan proses pembuatan keripik wortel serta mengetahui mutu produk keripik wortel yang dihasilkan serta kegiatan ini diharapkan terbentuknya kelompok usaha bersama. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap yaitu: pengecekan mesin vacuum frying dan peralatan pendukungnya; pelatihan operasional mesin vacuum frying dan produksi keripik wortel; pelatihan produksi keripik wortel; pelatihan pengemsan dan pelabelan dan pelatihan analisis ekonomi produksinya. Keripik wortel yang dihasilkan oleh peserta pelatihan memiliki tekstur yang renyah (crispy), warna dan aroma khas wortel, produk keripik wortel dilengkapi dengan kemasan, label dan nilai gizi yaitu kadar air 18,15%, kadar abu 3,46%, kadar lemak 11,84%, kadar protein 1,89% dan kadar karbohidrat 64,66%
Peningkatan Produktivitas Peternak Sapi di Daerah Transmigrasi Lubuk Aur Sitiung I Kabupaten Dharmasraya
Kegiatan penyuluhan secara tidak langsung merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pembangunan peternakan, melalui transfer ilmu dan teknologi diharapkan terjadi adopsi inovasi sehingga terjadi perubahan perilaku pada peternak, baik itu perubahan pengetahuan (koqnitif), perubahan sikap (afektif) maupun perubahan keterampilan (pisikomotor). Ilmu dan teknologi yang ditawarkan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah penguatan kelembagaan, motivasi usaha, reproduksi ternak, pemanfaatan limbah pertanian kakao sebagai pakan ternak dan pemanfaatan limbah kotoran ternak. Metoda yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode Penyuluhan melalui pendekatan ceramah/pidato, kunjungan rumah dan usahatani serta pendekatan demonstrasi, setelah dilakukan penyuluhan dilakukan pembinaan dan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi peternak, meningkatkan pengetahuan (koqnitif) dan keterampilan peternak (psykomotorik) dalam menerapkan suatu inovasi serta peternak mau dan mampu menerapkan inovasi (afektif) yang ditawarkan oleh oleh narasumber, sehingga pada gilirannya usaha peternakan sapi yang digeluti oleh peternak mampu meningkatkan pendapatan sehingga mampu memperbaiki perekonomian rumah tangga peternak. Pelaksanaan kegiatan ini menghasilakn beberapa perubahan pada peternak sasaran, seperti muncul keinginan untuk membuat kelompok baru dan mendaftarkan kelompok tersebut pada instansi terkait untuk mendapatkan legalitas keberadaan kelompok. Peternak sasaran kegiatan mengalami peningkatan pengetahuan terutama tentang tanda tanda birahi pada ternak sapi, pemanfaatan limbah pertanian kakao sebagai pakan ternak serta pengetahuan tentang pemanfaatan limbah kotoran ternak untuk dijadikan suatu produk yang bernilai ekonomi.Kata Kunci: Penyuluhan, Inovasi, Perubahan Perilaku, Peternak sapi
ENHANCING PRODUCTIVITY OF CATCHERS IN THE AREA OF TRANSMIGRATION OF LUBUK AUR SITIUNG I DISTRICT DHARMASRAYAABSTRACT: Indirect counseling activities are part of efforts to support livestock development, through the transfer of science and technology is expected to occur the adoption of innovation so that there is a change of behavior in the breeders, whether it changes knowledge (koqnitif), attitude changes (affective) and skills changes (psykomotorik). The science and technology offered in this extension activity is institutional strengthening, business motivation, livestock reproduction, utilization of cocoa farm waste as animal feed and utilization of cattle dung waste. The method used in this devotional activity is the method of counseling through the approach of lectures / speeches, home visits and farming and demonstration approaches, after the counseling done coaching and evaluation of activities that have been done. This activity is expected to increase the motivation of farmers, improve the knowledge (koqnitif) and skills of farmers (psykomotorik) in applying an innovation and breeders willing and able to apply innovation (affective) offered by the speakers, so in turn cattle breeding business that is cultivated by farmers are able Increase the income so as to improve the household economy of farmers. The implementation of these activities resulted in some changes to the target farmers, such as the desire to create new groups and register the group with relevant agencies to obtain the legality of group existence. Target farmers experience increased knowledge, especially about the signs of lust in cattle, the use of agricultural waste cocoa as animal feed and knowledge of the use of cattle manure waste to be a product of economic value.Keywords: Counseling, Innovation, Behavior Change, Cattle rancher
PELATIHAN PRODUKSI KOMPOS DAN BIOGAS DI KELURAHAN LIMAU MANIS SELATAN KOTA PADANG
ABSTRAK
Permasalahan utama yang dihadapi kelompok tani saat ini adalah terbatasnya pengetahuan, teknologi dan peralatan produksi untuk menghasilkan kompos yang berkualitas, dengan demikian mutu kompos yang dihasilkan juga relatif masih rendah, sementara potensi yang bisa dihasilkan cukup besar. Kotoran sapi yang ada selama ini juga belum dimanfaatkan sebagai sumber biogas, karena belum adanya teknologi tepat guna pembuatan biogas yang dikuasai kelompok tani. Penyelesaian masalah ditawarkan untuk dengan cara: (1) Memberikan pelatihan cara pembuatan kompos dengan memanfaatkan kotoran sapi dan kotoran ayam broiler, sisa hijauan makanan ternak dan limbah pertanian yang dihasilkan, (2) Memberikan pelatihan pembuatan starter mikroba lokal untuk mempercepat terjadinya pengomposan, (3) Memberikan pelatihan serta peragaan pembuatan biogas dari kotoran sapi, (4) Pembuatan model digester untuk produksi biogas pada skala rumah tangga dan (5) Memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kelompok tani untuk menuju kelompok tani yang profesional. Sesuai dengan rencana kegiatan maka dapat dijelaskan target luaran adalah (a) Bahan baku kompos dan Starter yang bisa digunakan, (b) Teknik pembuatan kompos untuk menghasilkan kualitas kompos yang baik, (c) Isu pertanian berkelanjutan dan pentingnya pupuk organik, (d) Teknik mempersiapkan kompos untuk dipasarkan dan teknik memasarkan produk kompos dan (e) Peragaan pembuatan digseter untuk pembuatan biogas berbahan baku kotoran sapi untuk skala rumah tangga.
Kata kunci: Pelatihan, Produksi kompos, Bioga
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA MIKRO TEPUNG SALA DAN SALA MENTAH DI PARIAMAN
ABSTRAK
Sebagai salah satu ikon kuliner lokal dari Pariaman, Sumatera Barat, sala lauak telah dikembangkan oleh beberapa industri rumahan. Pada awalnya, sala lauak dijual sebagai jajanan pinggir jalan berupa bulatan-bulatan dari nasi, ikan dan rempah-rempah yang kemudian berkembang pula usaha mengolah tepung untuk membuat sala lauak ataupun sala mentah yang dapat digoreng sendiri oleh konsumen. Oleh karena itu, pada IbM kali ini, industri rumah tangga yang dijadikan mitra adalah Tepung Sala Marna yang memproduksi tepung sala dan Sala Asli Piaman Ela yang memproduksi sala mentah dan sala lauak yang sudah digoreng. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen keuangan, optimasi produksi, perbaikan kemasan dalam menjawab tantangan dan permintaan pasar. Kedua mitra dibantu dalam memperbarui kemasan dan alat produksi serta pengurusan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sebagai bentuk komitmen mutu dan meningkatkan kualitas.
Kata kunci: Sala lauak, Industri rumah tangga, Manajemen keuangan, Akuntansi,
Pengemasan
ABSTRACT
As a typical food from Pariaman, West Sumatera, sala lauak is growing as home industry. In the beginning, sala lauak was only sold as street food made from rice, fish and spices. Nowadays, there is also home industries that produce sala flour and uncooked sala lauak thus consumer can make their own sala lauak at home easily. Thus, there were two home industries as partners in this community service which are ‘Tepung Sala Marna’ producing sala flour and ‘Sala Asli Piaman Ela’ producing uncooked sala and fried sala lauak. The project purposes were to improve financial management, optimize production and packaging in order to support these partners in answering market demands. To increase consumer’s interest, new design for packaging was added. Further, we also gave technical assistance for both partners in achieving PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) licensed as the prove of quality commitment.
Keywords: Sala lauak, Home industry, Financial management, Accounting, Packagin
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN Trichoderma sp SEBAGAI DEKOMPOSER LIMBAH SERASAH KARET DAN PERANANNYA DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH
ABSTRAK
KKN PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok tani Tangkuban Perahu dan Kelompok tani Mekar melalui penyuluhan dan demonstrasi tentang penerapan teknologi pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet di Kenagarian Tebing Tinggi dan Kenagarian Sungai Duo Kabupaten Dharmasraya. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pendampingan dan demontrasi plot. Respon dari mitra dalam kegiatan KKN PPM ini sangat positif dan memiliki animo yang tinggi untuk menerapkan teknogi pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. Petani juga antusias untuk melakukan pembuatan kompos sebagai alternatif penggunaan pupuk dan adanya peluang usaha yang baru. Adapun output dari kegiatan ini adalah teknologi pengendalian jamur akar putih dan pembuatan pupuk kompos limbah serasah. Setelah kegiatan ini dilakukan diharapkan mitra dapat menerapkan secara terus menerus dan dapat pula menyebarluaskan teknologi yang sudah diterima untuk diterapkan ke kelompok tani/ petani lainnya di kenagarian tersebut dan kenagarian lainnya.
Kata kunci: Pengendaian JAP, Karet, Kompos, Serasah, Trcihoderma sp
ABSTRACT
KKN PPM aims to increase knowledge and skill of Tangkuban Perahu farmer group and mekar sari farmer group through counseling and demonstration about the apllication of technology of white root fungus control on rubber plant in Kenagarian Tebing tinggi dan Sungai duo Kabupaten Dharmasraya. Methods of activities carried out in the form of counseling, mentoring and demonstration plot. Respons from patners in KKN PPM activity is very positive and has a high interest to apply teknologi control of white root fungus desease in rubber plants. Farmers are also enthusiastiec to make compost as an alternative to the use fertilizer and the existence of new business opportunities. The out put of this activity is the technology of white root fungus control and the manufacture of compost fertilizer waste litter. After this activy is expented partners can apply continuously and can also disseminate technology that has been accepted to apply to other farmers groups in the kenagarian and other kenagarian.
Keywords : JAP filling, Rubber, Compost, Litter, Trichoderma s
Penerapan Teknologi Pertanian melalui Penggunaan Alsintan pada Lahan Sawah Kepada Masyarakat Tani di Nagari Minangkabau Kec. Sungayang Kab.Tanah Datar
Tujuan dan target khusus yang akan dicapai pada kegiatan KKN-PPM : 1) Menggunakan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kontur tanah dan kemampuan petani didalam kegiatan budidaya tanaman padi sawah, 2) Meningkatkan kapasitas kerja, dan 3) Meningkatkan hasil dan mutu pertanian. Metode kegiatan yang akan diterapkan, dilakukan melalui pendekatan pada petani untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi kelompok tani. Kegiatan yang akan dilakukan :1) Pengenalan alat dan mesin pertanian khususnya untuk budidaya padi sawah, 2) Pelatihan dan demonstrasi penggunaan alat dan mesin pertanian padi sawah. Dalam kegiatan penggunaan alat dan mesin pertanian ini didahului dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016. Penyuluhan diberikan oleh narasumber tentang alat pengolahan tanah (handtraktor), penyiang, penyemprot dan perontok. Kapasitas kerja handraktor di dapatkan sekitar 0,056 Ha/jam, sedangkan pengolahan tanah dengan cara manual menggunakan cangkul adalah 0,0017 Ha/jam. Ini berarti pekerjaan pengolahan tanah lebih efektif dengan handtraktor daripada dengan cara manual yaitu 33 kali lipat dari kerja handtraktor. Penyiangan dengan menggunakan tangan untuk padi sawah didapatkan kapasitasnya 0,0277 Ha/jam. Sedangkan dengan menggunakan alat semi mekanis osrok/landak, cara ini terbilang efektif dari cara manual diatas selain lebih cepat, ramah lingkungan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiangi gulma lebih cepat berkisar 28-30 jam/Ha. Sehingga di dapatkan kapasitas dengan alat mekanis ini adalah sebesar 0.8033 Ha/jam. Kapasitas perontokan yang dilakukan dengan cara banting atau memukul batang padi pada papan atau susunan bambu adalah ±50 kg/jam. kapasitas mesin perontok gabah citra dragon yang digunakan dilahan sawah yaitu 750 kg/jam. Dengan demikian diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Sawah Kapuak, seperti peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat dan mesin pertanian.Kata kunci: Alsintan, Sawah, Kapasita
IbM ANTISIPASI GAGAL PANEN AKIBAT BANJIR MELALUI LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA (MURATARA)
ABSTRAK
Permasalahan yang dihadapi Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan tepatnya di Kecamatan Karang Jaya dan Rupit adalah pernah dilanda genangan air. Lokasi kedua mitra ini terdapat genangan air saat intensitas hujan deras. Padahal mayoritas penghasilan yang ada di lokasi tersebut petani. Jika terdapat genangan air maka petani rentan sekali terkena gagal panen. Dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan mitra, melalui program IbM ini tim memberikan bantuan alat Lubang Resapan Biopori (LRB), memfasilitasi pembuatan pupuk yang dihasilkan dari pengendapan sampah organik dari LRB, mengadakan pelatihan dan penerapan lubang resapan biopori di lokasi mitra. Metode yang digunakan dengan penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan demoplot. Hasil yang diperoleh dari program ini berupa pengenalan dan pemberian bor Biopori di 2 Kecamatan mitra (desa Terusan dan desa Beringin Jaya). Hasil IbM ini diketahui setelah adanya teknologi LRB laju infiltrasi tanah menjadi lebih baik, perencanaan jumlah LRB yang efektif untuk lahan perkebunan jeruk yaitu 597 LRB dengan memperhatikan kondisi intensitas curah hujan dan kondisi tanah pada kedua daerah tersebut. Topografis lahan perkebunan jeruk yaitu dataran datar dengan jenis tanah lanau, sampah organik yang diendapkan terbentuk kompos dan hasil tanaman cabai warga meningkat. Luaran kegiatan ini adalah teknologi tepat guna berupa alat bor biopori, dan kemampuan mengolah sampah organik berupa sampah sayuran, daun-daun kering, dan sampah buah menjadi pupuk kompos.
Kata kunci: IbM, Banjir, LRB (Lubang Resapan Biopori)
ABSTRACT
The problem from Musi Rawas South Sumatera Utara precisely in Karang Jaya and Rupit was hit by a puddle. The location of both partners there are puddles when the intensity of heavy rainfall. Whereas the majority of existing income of farmers in these locations. If there are puddles of water that farmers vulnerable once exposed to crop failure. In order to help solve the problems of partners, through this IbM program team provides assistance tool Biopori Infiltration Hole (LRB), facilitating the manufacture of fertilizers produced from organic waste deposition of LRB, training and application of absorption holes biopores partner locations. The method used with counseling, training, demonstration and demoplot. The results obtained from this program in the form of recognition and awarding drill Biopori in 2 Subdistrict partners (village canal and village Beringin Jaya). The results of this IbM known after their infiltration LRB technology gets better, LRB number of effective planning for citrus plantation land, namely 597 LRB taking into consideration the intensity of rainfall and soil conditions in the two regions. Topographical citrus plantation is flat plains with silt soil type, organic waste is deposited to form compost and crop yields increased chili citizens. Outcomes of these activities is the appropriate technology in the form of a drill biopori, and ability to theprocess organic waste such as garbage vegetables, dried leaves, and fruit waste into compost.
Keywords: IbM, Flood, Infiltration hole
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PENGENALAN PROGRAM INTEGRASI TERNAK-PADI-IKAN DI NAGARI AMPALU KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMAPULUH KOTA SUMATERA BARAT
ABSTRAK
Integrasi Ternak-Padi-Ikan merupakan program yang memadukan antara peternakan, pertanian dan perikanan. Program ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pertanian dan pendapatan petani. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh adalah pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk organik (kompos) sebagai pupuk padi sekaligus pakan ikan, kotoran ikan yang dihasilkan dari pemeliharaan ikan di lahan sawah juga dapat dijadikan pupuk bagi tanaman padi. Ikan yang dipelihara pada lahan sawah tersebut adalah ikan nila dan padi yang ditanam adalah junjuang. Metode penyampaian program adalah andragogi, dan praktek dilakukan langsung dilahan mitra. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, mitra sangat antusias menerima program dan melaksanakan kegiatan secara bersama. Pengetahuan mitra mengenai program yang diberikan mengalami peningkatan berdasarkan kuisioner yang dibagikan. ALT yang terdapat pada mol (starter kompos) adalah 1,0 x 1010 CFU/ml, kompos yang dihasilkan dimanfaatkan langsung, dan pada program mina padi terjadi kenaikan bobot ikan 40 g pada 10 hari pertama.
Kata Kunci: Integrasi Ternak-Padi-Ikan, Pemberdayaan, Ampalu
AGRICULTURE COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH INTRODUCING LIVESTOCK-RICE-FISH INTEGRATION IN NAGARI AMPALU KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
SUMATERA BARAT
Purnama Dini Hari1) dan Wenny Surya Murtius2)
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas
1)email: [email protected]
2)email: [email protected]
ABSTRACT
The livestock-rice-fish integration is a program that combine farming, agriculture and fishery. The output of the program is to support the agriculture activity and farmers income. The advantage gained were : (1) utilization of livestock manure as a raw material of organic fertilizer (Kompos) for rice fertilizer and fish feed; and (2) the use of fish manure that farmed in rice field as rice fertilizer. The type of fish and rice used subsequently, Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) and Junjuang. Andragogy was used as a method to deliver the program and the practice was done in partners field. Based on the completed program, partners were eager to receive the program and to perform activities collectively. Partners knowledge about the program were increasing based on questionnaires given. Total plate count (TPC) obtained from Mol (Kompos starter) was 1,0 x 1010 CFU/ml. The resulted Kompos was applied directly, and resulted in fish weight increasing by 40 g during the first ten days of Mina Program.
Keywords : Livestock-Rice-Fish Integration, Empowerment, Ampal