LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI LEGALITAS DAN MANAJEMEN PEMASARAN BAGI UMK (LEGALITY SOCIALIZATION AND MARKETING MANAGEMENT FOR MSE’s)
ABSTRAK
UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal memiliki usaha dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga salah satu usahanya adalah membuat atau memproduksi makanan ringan dan minuman kesehatan yang selama ini pemasarannya masih dilingkup kerabat dekat atau keluarga. Permasalahn yang dihadapi oleh pelaku usaha khususnya UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal adalah belum memiliki merk atau nama bagi hasil produknya dikarenekan terbatasnya pengetahuan tentang merk dan belum mengetahui bagaiman caranya untuk mendapatkan merk dagang bagi produknya. Pelaksanaan sosialisasi merk dan manajemen usaha akan menghasilkan informasi tentang pentingnya merk dan cara untuk mendaftarkan merk dagang bagi produk yang dihasilkan oleh UMK sehingga bermanfaat untuk pendukung kinerja UMK di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal.
Kata kunci: Merk, Manajemen, Pemasaran
ABSTRACT
MSE’s in Cepiring District Kendal Regency have a business in order to increase family income. One of the efforts is to make or produce snacks and health drinks, which have so far been covered by close relatives or families. The problem faced by businesses, especially MSE’s in Cepiring District, Kendal Regency, is that they do not have a brand or product name due to the limited knowledge of the brand and do not know how to get a trademark for their products. The problem faced by businesses, especially MSE’s in Cepiring District, Kendal Regency, is that they do not have a brand or product name due to the limited knowledge of the brand and do not know how to get a trademark for their products. The implementation of brand socialization and business management will produce information about the importance of brands and ways to register trademarks for products produced by MSEs so that it is useful for supporting MSE performance in Cepiring District, Kendal Regency.
Keywords: Brand, Management, Marketin
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM UPAYA MENGANTISIPASI MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PETANI DI KUBE USAHO BASAMO
Pertanian di Indonesia umumnya masih dilakukan secara sangat sederhana dengan mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Jorong Koto Gadang merupakan daerah yang berpotensi untuk bercocok tanam holtikultura seperti tomat, cabe, kol, dan sayur-sayuran lainnya. Lahan yang tersedia lebih kurang seluas 20 ha, tetapi tergarap semua oleh masyarakat. ini disebabkan petani masih menggunakan peralatan manual (cangkul) untuk mengolah lahan yang ada. Selain itu pekerjaan mencangkul yang relatif lama akan dapat menyebabkan resiko cedera pada beberapa bagian anggota tubuh (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Dirasakan sangat perlu memanfaatkan teknologi yang telah untuk memudahkan pekerjaan petani dan mengurangi resiko cedera tersebut. Berdasarkan asesmen awal dengan REBA diperoleh skor awal 10 artinya resiko levelnya sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan cultivator. Pemilihan cultivator ini diperoleh dari diskusi dengan anggota Kube dengan melihat kondisi lahan dan fungsinya. Selanjutnya dilakukan asesmen kembali dengan REBA dan memperlihatkan hasil lebih baik dengan skor 7 yang artinya masih perlu perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dengan memodifikasi alat dan jenis material alat tersebut.
Kata Kunci: Ergonomi, Holtikultura, KUBE, Musculoskeletal disorders
ABSTRACT
Agriculture in Indonesia is generally still done very simply by relying on human and animal labor. Jorong Koto Gadang is an area that has the potential to grow horticulture such as tomatoes, chilies, cabbage, and other vegetables. The available land area is approximately 20 hectares, but it is cultivated by the community. this is due to farmers still using manual equipment (hoes) to cultivate existing land. In addition, relatively long hoeing work can cause the risk of injury to some parts of the body (Musculoskeletal Disorders / MSDs). It is felt that it is necessary to utilize technology that has made it easier for farmers to work and reduce the risk of injury. Based on the initial assessment with REBA an initial score of 10 means that the level of risk is very high and corrective action is necessary at this time. The technology that can be used is to use a cultivator. The selection of cultivators was obtained from discussions with Kube members by looking at the condition of the land and its functions. Furthermore, the assessment was carried out again with REBA and showed better results with a score of 7 which means it still needs improvement. Improvements can be made by modifying the tool and the type of material the tool is.
Keywords: Ergonomic, Holticultura, KUBE, Musculoskeletal disorder
PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN ANAK USIA DINI DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AR-RAHMAH
Bahasa Mandarin telah dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia termasuk TK/PAUD.Namun demikian, banyak kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Minimnya pelatihan dan tenaga pendidik bahasa Mandarin untuk pendidikan anak usia dini menggerakkan hatiTim Pengabdian Kepada Masyarakat USU untuk mengadakan pelatihan Pembelajaran Bahasa Mandarin Anak Usia Dini kepada tenaga pendidik pra-sekolah di salah satu sekolah Taman Kanak-Kanak yang ada di kota Medan yaitu RA Ar-Rahmah. Metode pelaksaan kegiatan ini adalah pelatihan intensif dengan perpaduan teori dan praktek serta diskusi dan unjuk kerja dari hasil pelatihan. Pengajaran bahasa Mandarin kepada para tenaga pendidik dilakukan dengan prinsip “Pengajaran bahasa Mandarin terhadap anak usia dini” dengan tetap mempertimbangkan dan menghormati posisi peserta sebagai pengajar yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda. Pelatihan mengikut prinsip TCFL (Teaching Chinese as A Foreign Language)berupa materi yang aplikatif dan sederhana melaluiflashcard, kertas lipat, menyanyi lagu-lagu sederhana, cara memperkenalkan diri, dan lain-lain. Hasil praktek pengajaran yang dilakukan sangat memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan.
Kata kunci: Bahasa Mandarin, Anak-usia-dini, TCFL
ABSTRACT
Mandarin has been used as one of the subjects in Indonesia's schools including kindergarten/PAUD. However, many obstacles faced by the school. The lack of training and teaching staff of Mandarin for early childhood education moved the hearts of the USU Community Service Team to conduct Early Childhood Mandarin Learning training for pre-school educators in one of the Kindergarten schools in Medan, namely RA Ar -Rahmah. The method of this activity is intensive training with a blend of theory and practice as well as discussion and performance of the training results. Teaching Mandarin to educators is carried out with the principle of "Teaching Mandarin to young children" while still considering and respecting the position of participants as instructors who have different backgrounds and experiences.The training follows the principles of TCFL (Teaching Chinese as A Foreign Language) in the form of applicative and simple material through flashcards, folding paper, singing simple songs, how to introduce yourself, etc. The results of the teaching practice carried out were very satisfying and as expected.
Keywords: Mandarin, Early childhood, TCF
PENYARINGAN AIR KERUH MENGGUNAKAN SENSOR LDR DAN BLUETOOTH HC-05 SEBAGAI MEDIA PENGONTROLAN GUNA MENINGKATKAN MUTU KEBERSIHAN AIR DI SEKOLAH
ABSTRAK
Kesehatan merupakan kondisi fisik seseorang berjalan dengan baik dan normal.kesehatan dapat diperngaruhi oleh faktor internal dan eksternal,air merupakan salah satu dari faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan,oleh karena itu sumber air untuk kebutuhan manusia haruslah bersih dan jernih serta bebas dari bahaya bakteri, mikroorganisme, logam berat , tingkat keasamaan, dan juga ph yang standard.. Oleh karena itu perancangan penyaring air keruh menggunakan module HC-05 sebagai media pengontrol alat guna meningkatkan mutu air di lingkungan sekolah yaitu SDN 011 TANJUNGPINANG TIMUR, inovasi ini berguna untuk mencegah pengguna air terjangkit oleh berbagai macam penyakit. Proses filtrasi air mempunyai beberapa tahapan yaitu module HC-05 akan menerima data dari android untuk menghidupkan pompa air, kemudian pompa air akan mentrasfer air ke filter guna menyaring kotoran,hasil penyaringan akan dialiri ke sumber air itu juga, lampu LED berwarna hijau sebagai indikator proses filterasi sedang berjalan,dan menggunakan lampu LED merah sebagai indikator alat sedang tidak beroperasi.Selain sederhana inovasi ini juga hamat daya karna menggunakan energi listrik yang sangat rendah sehingga lebih hemat energi,selain itu juga inovasi ini sangat berguna untuk menjernihkan air sehingga pengguna air di lingkungan sekitar tidak ragu dalam menggunakan air.
Kata Kunci: Kesehatan, Kejernihan, Air, Filterasi, Lingkungan Sekolah
ABSTRACT
Health is a physical condition of a person running well and normally. Health can be influenced by internal and external factors. Water is an external factor that can affect health, therefore water sources for human must be clean from the dangers of bacteria, microorganisms, heavy metals, the level of acidity, and also the standard ph. Therefore the design of turbid water filters uses the HC-05 module as a tool to control the prototype to improve water quality in the school, namely SDN 011 TANJUNGPINANG TIMUR. This innovation is useful to prevent water users from being infected by various diseases. The water filtration process has several stages, HC-05 module will receive data from android to turn on the water pump, then the water pump will transfer water to filter to filter impurities, the filtering results will be fed to the water source too, green LED lights as an indicator of the filtration process is running, and uses a red LED light as a tool indicator is not operating. In addition to this simple innovation also has power because it uses very low electrical energy so it is more energy efficient, besides that this innovation is very useful to purify water so that users of water in the surrounding environment no doubt in using water.
Keywords: Health, Clarity, Water, Filtration, School Enviromen
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN SARANA SANITASI RUMAH TANGGA (JAMBANISASI) DI DESA BINAAN MARGOAGUNG KECAMATAN JATIMULYO LAMPUNG SELATAN
ABSTRAK
Kondisi lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya adalah penyediaan air bersih, jamban keluarga, kondisi rumah dan kondisi lingkungan pemukiman. Sanitasi yang tidak memadai merupakan penyebab utama timbulnya penyakit.Upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan sarana sanitasi rumah tangga (jambanisasi) memiliki dampak yang sangat positif pada kesehatan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Pengabdian ini adalah kegiatan yang terdiri dari penyuluhan tentang jamban yang sehat di desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya sanitasi di dalam rumah tangga. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah penyuluhan, evaluasi kegiatan dilakukan denhan penilaian pengetahuan peserta dengan memberikan pre-post test. Hasil dari pengabdian ini masyarakat mampu mengidentifikasi dan memilih jenis jamban yang tepat untuk digunakan. Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri jamban yang tidak sehat. Berdasarkan hasil evauasi terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat dengan peningkatan poin sebesar 10,4 poin setelah dilakukan pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian upaya untuk meningkatkan cakupan jamban sehat.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Sanitasi, Jamban
ABSTRACT
Environmental conditions that are very influential on health status include the provision of clean water, family latrines, housing conditions and residential conditions. Inadequate sanitation is a major cause of disease. Efforts to empower the community to improve household sanitation facilities (jambanisasi) have a very positive impact on health in the household and community environment. This service is an activity consisting of counseling about healthy latrines in the village of Marga Agung, Jati Agung Subdistrict, South Lampung. This activity aims to increase public knowledge of the importance of sanitation in the household. This service uses the counseling lecture method, activity evaluation is carried out by evaluating the participants' knowledge by giving a pre-post test. As a result of this service, the community is able to identify and choose the right type of toilet to use. The community is expected to be able to identify the characteristics of unhealthy latrines. Based on the results of the evaluation, there was an increase in community knowledge about healthy latrines with an increase of 10.4 points after dedication. This activity is part of an effort to increase the coverage of healthy latrines.
Keywords: Community Empowerment, Sanitation, Latrine
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PKK KAMPUNG AIMO
PKK Kampung AIMO menghadapi permasalahan yaitu terbatasnya pengetahuan dan teknologi budidaya pertanian. Hal ini yang menjadi penyebab mengapa sampai sekarang PKK Kampung AIMO tidak berjalan dengan baik. Masalah tersebut dipecahkan dengan dilakukan sosialisasi teknologi budidaya tanaman. Kegiatan sosialisasi terlebih dulu dilakukan oleh Adlian, S.P., M.Sc. “Pelatihan Penanaman Sayuran Organik di Pekarangan Rumah” sehingga menjadi cikal bakal program PKK Kampung AIMO yaitu “Pemanfaaatan Lahan Pekarangan Rumah dengan Sayuran untuk Pemenuhan Gizi Keluarga”. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga untuk PKK Kampung Aimo, Kab. Sorong” merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan untuk mendukung program kerja PKK Kampung Aimo. Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga memberikan hasil : 1). Anggota PKK Kampung AIMO mengetahui pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga., 2). Kampung AIMO menjadi Kampung Binaan Fakultas Teknik & Pertanian dan menjadi wadah pertukaran ilmu dan teknologi antara masyarakat dan Perguruan Tinggi., 3). Anggota PKK Kampung AIMO sudah mengetahui cara membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga dan mampu sharing terhadap sesama anggotanya., 4). Penanaman sayur organik di pekarangan rumah dengan teknologi pemupukan organik dari limbah rumah tangga menjadi program kerja PKK Kampung AIMO.
Kata Kunci: Pupuk organik cair, Limbah rumah tangga, Lahan pekarangan rumah, Sayur organik, Kampung AIMO
ABSTRACT
PKK Kampung AIMO has the main current problem are knowledge and technology of agricultural cultivation limited. This situation causes the program PKK Kampung AIMO doesn’t work as usual. The problem solving for thus is the socialization of agricultural cultivation technology which has been done by Adlian S.P., M.Sc “Organic Vegetable Planting Training in Home Yard”and the pioneer of PKK Kampung AIMO Program is “Utilization of Home Yard Land with Vegetables for Family Nutrition Fulfillmen”. The result of training and socialization about “Making Liquid Organic Fertilizer from Household Waste” consist of 1). The member of PKK Kampung AIMO knowing to make liquid fertilizer organic from household waste, 2). Kampung Aimo and Faculty of Enggineering and Agriculture UNBN building cooperation to sharing knowledge and technology, 3). The member of PKK Kampung AIMO knowing to sharing knowledge with others, 4). Organic vegetables planting in home yard with liquid organic fertilization from household waste become a program in PKK Kampung AIMO.
Keywords: Liquid organic fertilizer, Household waste, Homeyard land, Organic vegetable, AIMO villag
PENYULUHAN PEMBUKUAN KEUANGAN DALAM MENUNJANG KESUKSESAN USAHA UKM
Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kepada pelaku UKM di Kelurahan Panggung Lor dalam mengelola keuangan usaha dengan membuat pembukuan (laporan kas dan laporan ekuitas) sehingga kondisi keuangan usaha pelaku UKM dapat terkontrol dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan. Dari hasil PKM yang telah dilakukan ternyata pelaku UKM sudah mampu meningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam menyusun pembukuan usaha yaitu berupa laporan kas, dan laporan perubahan ekuitas.
Kata kunci: Kas, Ekuitas, Usaha
ABSTRACT
The purpose of this PKM activity is to provide knowledge, understanding and skills to SMEs in the Village of Panggung Lor in managing business finances by making books (cash reports and equity reports) so that the financial condition of SMEs business practitioners can be controlled properly. This activity is carried out in the form of counseling and assistance. From the results of PKM that have been carried out it turns out that SMEs have been able to increase their knowledge, understanding and skills in compiling business books in the form of cash reports, and statements of changes in equity.
Keywords: Cash, Equity, Busines
PENGELOLAAN DATA REKAM MEDIS MELALUI SISTEM PENOMORAN DAN PENYIMPANAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK GIGI DAN UMUM PURI MEDICAL
Pemeliharaan dan pengambilan data rekam medis merupakan fungsi penting dalam pelayanan disetiap fasilitas asuhan kesehatan. Peningkatan tuntutan akan informasi kesehatan ini mengharuskan fasilitas untuk memelihara sistem informasi yang efektif dan efisien. Mengenai sistem penomoran, penyimpanan dan retensi dari manajemen rekam medis di Indonesia banyak jenisnya. Bentuk sistem penomoran dan penyimpanan yang baik merupakan tahap awal dalam pemberian pelayanan terhadap pasien. Pengambilan dan penyimpanan rekam medis yang tepat merupakan elemen penting dalam pemberian pelayanan. Perlu kehati-hatian dalam merencanakan sistem penomoran dan penyimpanan. Tujuan utama dalam melakukan pemberian penomoran adalah mengidentifikasi data pasien. Penulis berpendapat bahwa dengan menggunakan bentuk pemberian nomor metode apapun rahasia pasien dapat terjaga. Pemberian nomor ini dilakukan pada saat pasien mendaftar atau kontak dengan sarana pelayanan kesehatan. Hal tujuan utama dalam melakukan pemberian penomoran adalah mengidentifikasi data pasien. Pemberian nomor dilakukan pada saat pasien mendaftar atau kontak dengan sarana pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan ini kami berusaha untuk mengoptimalkan sistem pelayanan kesehatan di Klinik Puri Medical melalui penyuluhan tentang sistem penomoran dan penyimpanan data Rekam Medis yang baik dan memudahkan petugas dalam pengambilan dan penyimpanan data Rekam Medis tersebut. Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini kami menguraikan tentang pengelolaan data Rekam medis melalui tatacara sistem penomoran dan penyimpanan data Rekam Medis. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan materi dan dipresentasikan serta didiskusikan dengan staf yang hadir dalam Pengabdian tersebut dengan beberapa tahap, antara lain dengan pemaparan materi tentang sistem penomoran dan penyimpanan yang disampaikan kepada staf/petugas bagian Rekam medik yang hadir dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat, setelah itu dilanjutkan dengan praktik lapangan, jika ada hal yang kurang dipahami dalam pelaksanaan maka akan dilanjutkan dengan tahap bimbingan dan konsultasi antara staf rekam medis dengan tim Pengabdian Kepada Masyarakat,tahap akhir dalam jangka beberapa minggu akan dilakukan monitoring dan evaluasi apakah ilmu yang di berikan telah teraplikasi dengan baik di klinik tersebut.
Kata kunci: Rekam Medis, Penomoran, Pengarsipan, Klinik
ABSTRACT
Corresponding author:
* [email protected]
Maintenance and retrieval of medical record data is an important function of service in every health care facility. This increasing demand for health information requires facilities to maintain effective and efficient information systems. Regarding the numbering, storage and retention systems of medical record management in Indonesia, there are many types. The form of a good numbering and storage system is the initial stage in providing services to patients. Proper collection and storage of medical records is an important element in the delivery of services. Care needs to be taken in planning the numbering and storage system. The main purpose in numbering is to identify patient data. The author believes that by using any method of giving numbers the patient's secret can be kept. Giving this number is done when the patient registers or contacts with health care facilities. The main goal in making numbering is to identify patient data. The number is given when the patient registers or contacts with health care facilities. In this activity we are trying to optimize the health service system at Puri Medical Clinic through counseling about the numbering system and storing good Medical Record data and facilitate the officers in retrieving and storing the Medical Record data. This Community Service Implementation describes the management of medical record data through the procedure for numbering and storing medical record data. The method is done by providing material and presented and discussed with the staff present at the Service with several stages, including the presentation of material about the numbering and storage system that was delivered to the staff / officers of the Medical Record section who attended the Community Service event, after it is continued with field practice, if there are things that are not understood in the implementation it will be continued with the guidance and consultation phase between the medical record staff and the Community Service Team, the final stage within a period of several weeks will be carried out monitoring and evaluation whether the knowledge provided has been applied well in the clinic.
Keywords: Medical Record, Numbering, Archiving, Clini
PEMBENTUKAN KP – ASI (KELOMPOK PENDUKUNG ASI) DALAM MEWUJUDKAN KADARSIE (KELUARGA SADAR ASI EKSKLUSIF) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREBO KABUPATEN ACEH BARAT
ABSTRAK
Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak janin dalam kandungan dengan memberi nutrisi pada ibu hamil dilanjutkan pemberian ASI ekslusif setelah bayi dilahirkan yaitu memberikan ASI saja termasuk kolostrum tanpa memberikan makanan serta minuman tambahan kepada bayi sejak dilahirkan sampai usia 6 bulan kecuali obat. Pemberian ASI sangat penting untuk tumbuh kembang bayi secara optimal, baik secara fisik maupun mental serta kecerdasan, oleh karena itu pemberian ASI perlu mendapat perhatian para ibu dan tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat terlaksana dengan benar. (Proverawati, 2009). Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu Kabupaten Di Provinsi Aceh, dengan cakupan pemberian ASI Ekslusif belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM).Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat terdiri dari 13 Puskesmas. Puskesmas Meurebo merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan terendah yaitu 17,2 % pada tahun 2016. (Provil Dinkes Aceh Barat 2017).Hasil wawancara dengan penaggung jawab program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Meurebo menunjukkan informasi bahwa Puskesmas sudah menjalankan program dalam upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif yaitu berupa penyuluhan dan kelas ibu hamilk. Tetapi program ini tidak berjalan dengan baik karena tidak dilakukan secara berkesinambungan dengan alasan keterbatasan tenaga pelaksana dilapangan.Disamping itu belum adanya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) di wilayah tersebut, memberikan kontribusi negatif terhadap cakupan pemberian ASI eksklusif.Melihatpotensidankondisiibuhamil serta meyusui diwilayah kerja puskesmas Meurebo, sangat penting dibentuk suatu programyang bertujuan untukmeningkatkan pengetahuanibuhamildanmeningkatkan kepatuhan ibu menyusui dalam dalam mewujudkan keluarga sadar ASI eksklusif melalui pendekatan peer group yaitu pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI).Anggota Kelompok Pendukung ASI dapat direkrut dari kader yang aktif dan ibu berhasil memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
Kata Kunci: Kelompok, Pendukung, Air,Susu, Ibu, Eksklusif, Keluarga
ABSTRACT
The authorized capital for the formation of quality human beings starts from the fetus in the womb by nourishing pregnant women followed by exclusive breastfeeding after the baby is born, ie giving breast milk only including colostrum without providing additional food and drinks to the baby from birth to 6 months except medicine. Giving breast milk is very important for optimal growth and development of the baby, both physically and mentally as well as intelligence, therefore breastfeeding needs to get the attention of mothers and health workers so that the breastfeeding process can be carried out correctly. (Proverawati, 2009). West Aceh District is one of the Districts in Aceh Province, with coverage of Exclusive Breastfeeding not yet achieving Minimum Service Standards (SPM). The Working Area of the West Aceh District Health Office consists of 13 Puskesmas. Meurebo Health Center is one of the lowest coverage health centers, which is 17.2% in 2016. (Profil of the West Aceh Health Office 2017). The results of interviews with the responsibility of the Maternal and Child Health (KIA) program in Meurebo Health Center show information that the Puskesmas has efforts to increase exclusive breastfeeding in the form of counseling and classes for pregnant women. But this program did not go well because it was not carried out on an ongoing basis due to the limitations of the field staff. Besides that, the absence of ASI Support Groups (KP-ASI) in the region, contributed negatively to the scope of exclusive breastfeeding. Looking at the potential and condition of pregnant and breastfeeding women in the work area of the Meurebo health center, a program which aims to increase the knowledge of pregnant women and increase adherence to breastfeeding mothers in creating a conscious family of exclusive breastfeeding through a peer group approach is the establishment of ASI Support Groups. . Members of the ASI Support Group can be recruited from active cadres and mothers successfully give exclusive breastfeeding to their babies.
Keywords: Group, Supporting, Water, Milk, Mother, Exclusive, Famil
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NGEPAS KIDUL MELALUI BUDI DAYA JAHE (NGEPAS KIDUL DONOHARJO, SLEMAN, DI YOGYAKARTA)
Keberdayaan masyarakat petani dalam berbagai aspek di era milenial adalah sangat dibutuhkan. Kelompok masyarakat petani di berbagai sektor Pertanian termasuk Pertanian jahe dituntut untuk berdaya dari aspek Pengetahuan, SDM dan Kelembagaan dan jaringan pemasaran. Program PPM ini bertujuan untuk memberikan upaya pemberdayaan di berbagai aspek berupa menambah pengetahan dan skill, memperkuat kelembagaan, dan memberikan pendampingan dalam rangka ekspansi jaringan pasar. Metode program ini adalah dengan pola penyuluhan, motivasi, pelatihan dan pendampingan sehingga tujuan dari program ini tercapai.
Hasil dari program ini bahwa keberdayaan pada aspek pengetahun dan skill dengan metode penyluruhan telah berhasil walaupun belum maksimal, pemberdayaan kelembagaan sudah dipahami dan dilaksanaan melalui penguatan kelompok kelompok tani misalnya kelompok tani wanita, sedangkan penguatan kelembagaan dalam bentuk badan hukum baru tahap persiapan dan melengkapi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Begitu pula produk jahe sementara ini baru sebatas membuat trade merk, untuk sampai ke hak paten masih perlu dipersiapkan syarat syarat administrasi dan syarat teknis dan klinis.
Kata kunci: Budidaya jahe, Jahe, Pemberdayaan masyarakat, Kelompok petani
ABSTRACT
The empowerment of farmers in various aspects of the millennial era is very much needed. Farmer groups in various agricultural sectors, including ginger farming, are required to be empowered from the aspects of Knowledge, H, and Institution and network marketing. The PPM program aims to provide empowerment efforts in various aspects in the form of increased knowledge and skills, strengthening institutions, and providing assistance to expand the market network.The method of this program is with patterns of counseling, motivation, training, and assistance so that the objectives of this program was achieved. The results of this program are that empowerment in the aspects of knowledge and skills. The method of overall success has been done even though it has not been maximized; institutional empowerment has been understood and implemented through strengthening farmer groups such as women's farmer groups while strengthening institutions in the form of new legal entities preparation and completing articles of association and by-laws (AD / ART). Similarly, ginger products, while only limited to making brand trade, to get to the patent rights still need to be prepared for terms of administrative requirements and technical and clinical requirements.
Keywords: Cultivating ginger, Ginger, Community empowerment, Farmer Group