Scientific & Charity Journal UNIMUDA (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Not a member yet
1766 research outputs found
Sort by
WebQual Method for Analyzing the Service Quality of the Hospital Complaint Website on User Satisfaction
The Hospital Complaints Website acts as a forum for the public to convey complaints, aspirations, and complaints regarding hospital performance, so the importance of the quality of service on this website cannot be ignored. Researchers are interested in conducting a more comprehensive study regarding the quality of hospital complaint websites. The research aims to measure the quality of service on the hospital complaints website by paying attention to several aspects of the user and looking for obstacles found on the Hospital Complaints website. The data collection method involves the acquisition of primary research data using the WebQual method as the main conceptual framework for analyzing the quality of services contained in the Hospital Complaints website which emphasizes assessing the quality of satisfaction with using the website which consists of four variables: usability quality, information quality, service interaction quality, and user satisfaction, while secondary data research carried out questionnaires and interviews with staff, patients and hospital leaders as many as 41 respondents to obtain quantitative data. To obtain quantitative data, the researcher compiled a series of valid research instruments that describe the relationship between several research dimensions in the WebQual method, including 4 variables and 26 questions. The data collected will be the basis for solving the problem that is the focus of the research and testing the hypothesis that has been formulated. Previously. Based on the results of validation testing, the r counting variable consists of Quality of Use = 0.936, Quality of Information = 0.859, Quality of Service Interaction = 0.874 against the r table of satisfaction with use 0.260, where (r count > r table) is declared valid, analysis of reliability test data value Information Value Criteria Cronbach's Alpha, Usability Quality 0.909 > 0.60, Information Quality 0.919 > 0.60, Service Interaction Quality 0.854 > 0.60, User Satisfaction 0.868 > 0.60. This means that each of these variables influences user satisfaction
Developing Teacher Adaptation Ability in Using Digital Technology in the Era 5.0 Collaborative at Ash-Shidiqiyah Islamic Boarding School Lawang Wetan
This study aims to determine the development of teachers' adaptability in the use of digital technology in the 5.0 era at the Ash-Shidiqiyah Lawang Wetan Islamic Boarding School. This study uses a descriptive qualitative research type. Data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. Based on the results of this study, it can be concluded that the participants including leaders, educators and education personnel benefited from the training delivered by resource persons who are experts in their fields, quite high enthusiasm, which can broaden their horizons and provide a positive impact so that they can develop teachers' abilities towards the application of the use of digital technology in the 5.0 era at the Ash-Shidiqiyah Lawang Wetan Islamic Boarding School
Brand Recall on Indomie's Tagline "Seleraku" (Semiotic Analysis of Roland Barthes on Indomie's Tagline)
Brand recall plays a crucial role in building a strong relationship between consumers and brands. One important aspect of brand recall is the use of a tagline, which aims to create a lasting impression and strengthen brand recall. This study delves deeper into the power of the tagline "Seleraku" in building brand recall for Indomie products. Using Roland Barthes' semiotic approach, this research analyzes the deeper meaning behind the tagline. The findings show that the tagline "Seleraku" not only refers to taste but also creates a strong emotional connection between consumers and the Indomie brand. Through an analysis of advertisement content, it was found that the consistent use of visuals and text reinforces the connotative meaning of the tagline, such as pride in being a local product and personal attachment. This connotative meaning plays a significant role in shaping consumer memory of the Indomie brand. Furthermore, the study also found that the consistency of the tagline’s use across various advertising media contributed to Indomie's success in creating high brand awareness. Therefore, it can be concluded that the tagline "Seleraku" is a key factor in Indomie's success in building customer loyalty and maintaining its dominant position in the instant noodle market. This study contributes to a deeper understanding of the role of semiotics in marketing communication, particularly in the context of building brand recall
A Analisis aktualisasi nilai keadilan untuk optimalisasi pelayanan bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisipilinan siswa di SMP negeri 11 aimas kabupaten sorong
Rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana aktualisasi nilai keadilan untuk obtimalisasi layanan bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 11 Aimas Kabupaten Sorong, di Analisis Aktualisasi Nilai Keadilan Untuk Optimalisasi Layanan Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Kedisplinan Siswa di Smp Negeri 11 Aimas Kabupaten Sorong, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui layanan bimbingan konseling pada kedisiplinan siswa di Smp Negeri 11 Aimas Kabupaten Sorong. Jenis penelitian adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif baik berupa tulisan atau ungkapan atau berupa gambar yang di peroleh langsung dari lapangan atau wilayah penelitian. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi denggan mengunakan alat dan bahan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling pada kedisplinan siswa di Smp Negeri 11 Aimas Kabupaten Sorong, Mengenai layanan informasi yang diberikan dalam meningkatkan kedisplinan belajar siswa ini guru BK mengatakan “Informasi tentang cara belajar kami berikan agar siswa dapat memanfaatkan waktu yang seefisien dan siswa tidak akan mengalami masalah tentang cara belajar yang tepat. Layanan ini kami berikan kepada siswa secara menyeluruh dari kelas VII, VIII dan IX.
Kata kunci : Analisis Aktualisasi Nilai Keadilan 
Implementation of Pancasila Values in Life in the Digitalization Era
Pancasila is the foundation and ideology of the Indonesian people. Pancasila is also the nation's way of life that prevents the Indonesian people from being swayed when facing obstacles in the modern digital era. Every Indonesian citizen's life must be based on the ideals of Pancasila, and all actions of Indonesian citizens must implement Pancasila values. The digital era and the movement of globalization have had a detrimental effect on Indonesia's younger generation and have had a positive influence. The digitalization era is an era full of significant changes in all aspects of life, related to the development of technology and digital communication tools, followed by a pragmatic perspective and attitude. This research aims to find out how to apply Pancasila values in life in the digitalization era and what are the challenges of applying Pancasila values in life in the digitalization era. Pancasila is a representation of the identity and character of the nation. Therefore, to answer all the problems of the digital contemporary era, the Indonesian people take advantage of the benefits and functions of the philosophy of Pancasila as the nation's ideology
Analisis Kandungan Nilai Karakter Pada Buku Teks Pendidikan Pancasila Pegangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Metode penelitian yang digunakan Jenis pendekatan adalah pendekatan kepustakaan (Library research) dengan menggunakan metode content analysis (analisis isi). Data pada penelitian ini berupa kandungan nilai karakter buku teks pendidikan pancasila pegangan siswa kelas IV Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan buku teks pendidikan pancasila terdiri atas 4 bab yakni: (1) mengenal lingkungan sekitar, (2) aku anak yang disiplin, (3) kerja sama di lingkunganku (4) Pancasila dalam diriku. Setiap bab menyajikan materi yang dilengkapi dengan aktivitas pembelajaran yang bervariasi. Peneliti mendapatkan hasil bahwa terdapat nilai karakter yang muncul pada bab I diurutkan dari frekuensi tertinggi kemunculannya hingga yang terendah yaitu karakter gotong royong 40%, nilai ini gotong royong ini paling banyak muncul kerena mengajarkan kebersamaan dan sifat empati terhadap sesama, sementara tertinggi ke II adalah nilai karakter kreatif dengan 35%, Nilai karakter ini uga banyak muncul kerena muatan buku tersebut menuntut kita untuk berfikir kritis dan kreatif, selanjutnya nilai karakter mandiri 25%, dan terakhir adalah nilai karakter kebhinekaan global 20%, dan selanjutnya nilai karakter bertaqwa dan nilai karakter kritis sama-sama memiliki nilai 10% dan nilai yang rendah muncul karena buku teks ini banyak mengajarkan tentang toleransi beragama, bukan nilai ketangwaannya
Pertimbangan Guru dalam Memberikan Penilaian Mata Pelajaran PJOK Berdasarkan Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Sorong
Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin menggali dan mencoba mengetahui persentase penilaian guru terhadap mata pelajaran PJOK yang meliputi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang menganalisis data penyebaran kuisioner/angket melalui metode kuantitatif. Berdasarkan data penelitian dapat dijelaskan bahwa penilaian ranah kognitif siswa yang dimana terdapat beberapa indikator diantaranya mengingat, memahami/mengerti, menerapkan/mengaplikasikan dan menganalisi guru PJOK memberikan pertimbangan presentase sebesar 81,52%. Untuk penilaian ranah afektif siswa yang terdapat beberapa indikator yaitu sikap sosial dan sikap kepribadian guru PJOK memberikan pertimbangan penilaian dengan persentase sebesar 84,72%. Sementara pada penilaian ranah osikomotorik siswa yang terdapat beberapa indikator diantaranya keterampilan meniru, menyusun, ketepatan, artikulasi dan naturalisasi gerak guru PJOK memberikan pertimbangan dengan persentase sebesar 83,72% .
Kata Kunci: Penilaian guru PJOK, Ranah Kognitif, Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik
The aim of this research is that researchers want to explore and try to find out the percentage of teachers' assessments of PJOK subjects which cover three aspects, namely cognitive, affective and psychomotor students. The method used in this research is a survey method which analyzes questionnaire/questionnaire distribution data using quantitative methods. Based on research data, it can be explained that the assessment of students' cognitive domains, where there are several indicators, including remembering, comprehending, applying and analyzing, PJOK teachers provide a percentage consideration of 81.52%. For assessing students' affective domain, there are several indicators, namely social attitudes and personality attitudes, PJOK teachers provide assessment considerations with a percentage of 84.72%. Meanwhile, in the assessment of students' oscomotor domain, there are several indicators, including imitation skills, composing, accuracy, articulation and naturalization of movements, PJOK teachers give consideration with a percentage of 83.72%.
Key Words: PJOK teacher assessment, Cognitive Domain, Affective Domain, Psychomotor Domai
Dinamika Forgiveness Pada Komunitas Pencak Silat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika Forgiveness pada Komunitas Perguruan Pencak Silat di Madiun. Teori pemaafan yang dipakai terdiri dari empat fase yaitu fase pembukaan (uncovering phase), fase pengambilan keputusan (decision phase), fase tindakan (work phase) dan fase pendalaman (deepening phase). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mengumpulkan data melalui wawancara. Subjek penelitian ini adalah tiga orang dari komunitas perguruan pencak silat yang berada di wilayah Madiun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan maksud mengambil sampel berdasarkan karakteristik tertentu. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data dengan menggunakan tekni Theory-led analysis yang mengkategorikan informasi yang sudah didapat lalu diadaptasikan dengan aspek yang telah didapat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dinamika proses forgiveness tidak selalu sama dan tidak selalu berjalan linear seperti informan A melalui tahapan uncovering phase, decision phase, work phase deepening phase dan terakhir uncovering phase yang hanyak sekedar mengingat kejadian. Informan H melalui tahapan work phase, deepening phase, decision phase dan uncovering phase. Informan P melalui uncovering phase, work phase, decision phase, work phase dan deepening phase. Faktor untuk melakukan memaafkan dari informan A,H, dan P adalah kualitas hubungan, perasaan malu, kemarahan, empati, karakteristik kepribadian, religiulitas, dan kualitas hubungan. Bentuk konflik dalam komunitas perguruan silat seperti rasa sombong, masalah sepele yang nantinya di viralkan melalui media sosial, acara perguruan silat atau suran agung yang nanti timbulnya penghadangan dari komunitas perguruan silat, selain itu adanya saudara atau teman yang dicelakai. Proses memaafkan yang diungkapkan oleh informan A memaafkan dengan adanya dorongan orang lain atau dari sebuah ajaran, berhubungan yang baik dengan komunitas perguruan lain. Informan H memaafkan dengan mempunyai rasa capek terkait dendam menjalin kerja sama, melakukan kegiatan positif bersama dan menyelesaikan masalah dengan jalur damai atau dibawa ke ranah hukum. Sedangkan informan P memaafkan dengan menyelesaikan masalah dengan menempuh jalur musyawarah, adanya kesadaran dalam diri bahwa mereka berguna bagi masyarakat, bergaul dengan komunitas lain, hilangngya rasa marah ketika masalah sudah selesai
Peningkatan Kemampuan Pedagogi Mahasiswa Melalui Model Lesson Study pada Mata Kuliah Microteaching
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pedagogi mahasiswa melalui penerapan model Lesson Study pada mata kuliah Microteaching di Uiversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dengan mengamati fenomena pembelajaran yang dialami oleh mahasiswa di dalam kelas. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melihat pengalaman individu mahasiswa membentuk pemikiran, tindakan, dan perilaku mereka sebagai calon pendidik profesional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong yang mengambil mata kuliah Microteaching. Sumber data penelitian ini adalah pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti bersama mahasiswa menggunakan model lesson study pada mata kuliah Microteaching. Data penelitian ini adalah pengalaman subyektif setiap mahasiswa yang didapatkan melalui catan perkuliahan, refleksi dan observasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model analisis kualitatif Miles dan Huberman dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kemampuan pedagogi mahasiswa meningkat dan dapat dikembangkan menggunakan model lesson studi. Kemampuan pedagogi mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan evaluasi atau refleksi pembelajaran secara umum menunjukkan sangat baik
Kelayakan Pengembangan Modul Mata Kuliah Profesi Kependidikan Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kasus
Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan pengembangan modul mata kuliah profesi kependidikan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kasus berdasarkan validasi ahli dan ujicoba terbatas modul. Sebagai mahasiswa calon guru memerlukan media belajar yang mampu menghadirkan teori dan contoh praktis guru profesional sesuai perkembangan terkini. Oleh karena itu pendekatan pembelajaran berbasis kasus di adopsi dalam pengembangan modul agar dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan model 4D (define, design, develop, and disseminate). Subjek uji kelayakan modul adalah dosen ahli materi dan dosen ahli media. Ujicoba modul oleh 15 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Tidar semester tiga tahun akademik 2023-2023. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukan modul menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kasus berdasarkan validasi uji ahli materi memperoleh presentase rata-rata 95% dengan kategori sangat layak. Hasil uji validasi ahli media memperoleh presentase rata-rata 85% dengan kategori sangat layak. Hasil ujicoba pada mahasiswa memperoleh presentase rata rata 81.45% dikategorikan sangat layak. Dapat disimpulkan pengembangan modul mata kuliah profesi kependidikan materi karir guru menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kasus dikategorikan sangat layak dan dapat dilanjutkan tahap ujicoba lapangan