Scientific & Charity Journal UNIMUDA (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Not a member yet
1766 research outputs found
Sort by
The Phenomenon of Money Political Culture in the Context of the Election Law
This study focuses on the phenomenon that has recently garnered public attention, namely the practice of money politics within the context of local elections (pilkada). In its general exposition, the research identifies that money politics is employed as a strategy to garner significant votes and wield influence in local elections. The research problem addressed is how regulations regarding the prohibition of money politics in local elections are structured, and the sanctions imposed on candidates found to engage in such practices. The objective of this study is to provide a comprehensive description of the legal framework concerning money politics in local elections and to identify the sanctions applied to violating candidates. This research utilizes a normative legal method to analyze the existing regulatory framework. The findings reveal that regulations prohibiting money politics in local elections are stipulated in Law Number 10 of 2016 concerning Local Elections. Meanwhile, sanctions for candidates proven to engage in money politics have been specified in amendments to Law Number 10 of 2016 from Law Number 8 of 2015 concerning Local Elections. Candidates who breach these regulations will face sanctions ranging from a minimum of 36 months to a maximum of 72 months of imprisonment, along with fines ranging from Rp. 200,000,000 to Rp. 1,000,000,000. Thus, this study provides a comprehensive overview of regulations and sanctions related to money politics in local elections, aiming to serve as a foundation for more effective efforts in prevention and law enforcement in the future
ICT Integration in the English Learning Context for the Higher Education Students: Potencies and Issues
Information and communication technology (ICT) exists as a new trend in English language teaching and learning for recent years. This study aimed to explore the potencies and issues to the use of ICT in English language learning process. A descriptive qualitative research method was used to find out the phenomena of the use of ICT in an English language course for one semester. Sixty-three higher education students at a Health Polytechnic in Jayapura were the sample of this research. The data of this research were collected from questionnaire and Interview. The findings indicated that students have adequate knowledge about ICT tools and the use in English language learning activities. ICT has high potencies to be applied and developed due to its roles, benefits and students ‘attitudes toward the implementation of ICT in English class. Students gain the positive impact of using ICT both in offline and online English Class. The implementation of ICT in English teaching and learning process can improve English competency, promote the learning motivation, and provide variety in learning process, and flexibility in time and place. On the other hand, some factors such as the lack of ICT literacy, incompatibility of ICT Tools, cost, and error of internet connection become the challenges that diminish the efficacy of ICT deployment in the English learning process
Variations of Greetings in the Social Interaction of Lecturers and Students of the Faculty of Cultural Sciences at Khairun University (A Sociolinguistic Review)
This research aims to analyze the variations in greetings for social interactions between lecturers and students used by students and lecturers, which is multilingual based in the Faculty of Cultural Science and the factors of using it.This research is hoped to be one of local language documentation and develop character-based local wisdom at school. The method used in this research is qualitative descriptive to collect information concerning the variationsin greetings in their social interaction at the Faculty of Cultural Science at Khairun University. The result of the research showed that there are a variety of terms of address in various languages. Kinds of address terms consist ofkinship and non-kinship terms. Most of the variations in greetings used during interaction are non-kinship, which aims to joke and familiarize themselves
Efektivitas Penggunaan Modul Pembelajaran Tematik Berbasis Local wisdom Papua Barat Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul pembelajaran tematik berbasis local wisdom Papua Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 siswa SDIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong Kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian One Grub pretest postest. Penelitian ini menggunkan tiga pengujian untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul pembelajaran tematik berbasis local wisdom yaitu perama uji N-gain digunakan untuk mengetahui kategori peningkatan sebelum dan sesudah penggunaan modul, kedua Uji normalitas dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 26 untuk mengetahu data berdistribusi normal, ketiga Uji Paired Sample T-test untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest. Hasil n-gain score menunjukan nilai rata-rata 0,77>0,7 sehingga dikategorikan tinggi. Sedangkan uji t-test menunjukan signifikan sebesar 0,000<0,005 maka H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul pembelajaran tematik berbasis local wisdom Papua Barat dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga perlu untuk terus dikembangkan modul pembelajaran yang berbasis local wisdom karena terbukti mampu untuk menarik perhatian siswa yang berdampak pada hasil belajar yang meningkat
PERAN ORANG TUA TERHADAP SOSIALISASI ANAK USIA 4-5 TAHUN TK NEGERI PEMBINA KABUPATEN SORONG
Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap sosialisasi anak usia 4-5 tahun TK Negeri Pembina Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Metode pengumpulan data lembar observasi dan angket wawancara. Berdasarkan hasil wawancara bahwa orang tua memiliki peran penting terhadap sosialisasi anak, orang tua memberikan ruang kepada anak, untuk mengajak temannya bermain bersama, anak juga terbiasa berkomunikasi dengan orang dewasa karena orang tua aktif mengikutkan anak dalam kegiatan dengan demikian anak bergaul tanpa membeda-bedakan. Hasil penelitian melalui lembar observasi bahwa dari 15 jumlah anak terdapat 10 anak dengan indikator berkembang sangat baik, sedangkan 4 orang anak pada indikator berkembang sesuai harapan dan terdapat 1 orang anak pada indikator mulai berkembang menurut pengamatan peneliti bahwa 1 orang anak yang ada pada kategori mulai berkembang, sehingga anak tersebut masih pada indikator mulai berkembang. Dengan demikian aspek peran orang tua terhadap sosialisasi anak usia 4-5 tahun TK Negeri Pembina Kabupaten Sorong, berkembang dengan baik
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK KELOMPOK B DI TK YPK PNIEL MALAWELE KABUPATEN SORONG
Penelitian ini adalah penelitian classroom action reseach atau penelitian tindakan kelas (PTK) karena peneliti bertindak secara langsung mulai dari awal sampai akhir tindakan. Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) pada Pratindakan, Siklus I petemuan I dan II, maupun siklus II pertemuan I dan II serta analisis yang dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peneliti, dapat ditarik kesimpulan. kemampuan berbicara anak melalui metode yang diajarkan kepada anak yaitu dengan metode bernyanyi, maka ditemukan nilai yang sangat bervariasi mulai dari pra tindakan nilai 40% hal ini yang menjadi bahan perbaikan dari siklus I dan telah memperoleh nilai 75%, karena nilai ini masih belum sesuai yang diharapkan dan dilanjutkan pada siklus II dan telah mencapai nilai 95%. Pada aspek kemampuan peran guru atau peneliti dalam pengelolaan kelas sudah sangat baik, ini terlihat dari perolehan hasil yang sudah sangat baik, dan nilai yang diperoleh sebagai upaya meningkatkan peran guru dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak melalui metode bernyanyi pada anak Kelompok B di TK YPK PNIEL Malawele Kabupaten Sorong sudah berkembang sangat baik (BSB)
DESKRIPSI KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN HALANG RINTANG ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KABUPATEN SORONG
Tujuan penelitian ini adalah melalui bermain halang rintang kemampuan motorik kasar anak dapat meningkat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskritif. Metode pengumpulan data melalui observasi dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukan hasil yang diperoleh bahwa dengan implementasi bermain halang rintang kemampuan motorik kasar pada anak dapat mulai berkembang hal itu terlihat dari 15 orang anak yang ditemui sudah ada 10 orang anak yang sudah berkembang sesuai harapan sedangkan 5 orang anak lainya mulai dalam tahap perkembangan, pada kegiatan melewati rintangan dapat secara signifikan membantu dalam pengembangan kemampuan motorik kasar pada anak-anak. Dengan demikian bermain halang rintang dapat membantu kemampuan motorik kasar anak pada usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina Kabupaten Sorong berkembang sesuai harapan
Peran Musik Taylor Swift terhadap Mood pada Mahasiswa UIN Antasari dalam Mengerjakan Skripsi
This research aims to determine the influence of Taylor Swift's music on the mood of UIN Antasari Banjarmasin students in working on their thesis. This research uses an experimental method with a true experimental design pretest-posttest control group design. The control group showed a slight increase in mood from pretest to posttest, from pretest and posttest also showed little change, which may indicate variations in mood changes between individuals in this group. On the other hand, the treatment group showed a more significant improvement in mood from pretest to posttest, with an average of. The standard deviation also showed considerable change, suggesting that responses to Taylor Swift's music may vary quite a bit among college students
EVALUASI PROGRAM KEMITRAAN POLA KREDIT KOPERASI PRIMER UNTUK ANGGOTA DI KABUPATEN SIAK (STUDI KASUS DI KOPERASI RIMBA MUTIARA KECAMATAN KOTO GASIB)
Salah satu permasalahan terbesar di negeri ini adalah kemiskinan. Setiap kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan tidak semua mencapai sasaran. Investasi tersebut dijadikan pemerintah untuk mewajibkan melakukan kemitraan dengan usaha kecil setempat. Melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. PT. Kimia Tirta Utama melaksanakan kemitraaan dengan Koperasi Rimba Mutiara dalam Perkebunan Plasma kelapa sawit. Program kemitraan ini mencakup tiga wilayah desa yakni desa Kuala Gasib, Teluk Rimba, dan Buatan I. Perkebunan plasma ini dibuka seluas 2.600 ha dengan jumlah anggota petani koperasi 1.725 orang. Seharusnya dengan program ini masyarakat dapat meningkatkan pendapatan perekonomiannya. Akan tetapi, hal in tidak sesuai fakta dilapangan. Permasalahan yang ingin dijawab adalah bagaimana pemerintah selama ini mengevaluasi program kemitraan serta apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode evaluasi dengan model CIPP yakni Context, Input, Process dan Product. Salah satu temuan penelitian adalah banyak nya masyarakat yang telah menjual kartu keanggotaan koperasi kepada pihak lain. Inilah salah satu hal yang membuat tidak tercapainya tujuan dari program kemitraan. Ini menandakan bahwa masih ada yang kurang tepat di pola pikir masyarakat terhadap program kemitraan. Dibutuhkan peran pemerintah dalam mensosialisasikan program kemitraan dan dibutuhkan pengurus koperasi yang berkompeten serta berintegritas
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA MARGACINTA KECAMATAN CIJULANG KABUPATEN PANGANDARAN
Hal yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu belum optimalnya pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pemerintah Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah penelitian terkait dengan strategi dari pemerintah Desa Margacinta tentang pengembangan desa wisata serta faktor yang mendukung dan menghambat dalam pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pemerintah Desa Margacinta. Metodologi penelitian menggunakan cara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengembangan desa wisata yang dilakukan belum berjalan dengan optimal terlihat ada hambatan yang signifikan ditinjau dari penelitian terhadap dimensi Corporate Strategy adanya perumusan visi, misi dan tujuan organisasi yang jelas, namun dalam pelaksanaannya tidak dilakukan strategi baru, Program Strategy belum adanya kepastian dan evaluasi dalam melaksanakan setiap program yang sudah dibentuk. Hal ini dilihat dari ketujuh program pengembangan wisata di setiap dusun hanya dua yang berjalan, Resource Support Strategy kurangnya pengembangan sarana dan prasarana wisata yang dilakukan oleh pemerintah desa, hal ini dilihat dari akses jalan yang masih belum bagus, sarana kampung budaya yang tidak terawat dan di beberapa tempat wisata masih ada yang belum memiliki toilet umum dan mushola, Institusional Strategy belum adanya penganggaran langsung untuk program pengembangan desa wisata dan hanya mengandalakan kemampuan dari masyarakat untuk melaksanakan program. Di sisi lain, inovasi yang dilakukan oleh pemerintah desa tentang tidak ada retribusi parkir belum optimal karena tidak sesuai dengan masalah di lapangan sehingga tidak berpengaruh pada minat pengunjun