UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
PEMAHAMAN NILAI-NILAI QONAAH DAN PENINGKATAN SELF ESTEEM MELALUI DISKUSI KELOMPOK (Studi Pada Anak-Anak Yatim Panti Asuhan Nurul Haq Yogyakarta)
Anak asuh memerlukan adanya suatu bimbingan untuk dapat mengembangkan self esteemnya. Apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, maka mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri (self-confidence) dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya. Untuk memenuhi kebutuhan dan self esteem tersebut maka diperlukan beberapa intervensi dengan berbagai bentuk seperti dukungan sosial, kognitif dan behavioral, bimbingan atau konseling kelompok, kebugaran fisik dan strategi spesifik lainnya. Hasil analisis data menggunakan SPSS for Windows versi 16, diperoleh t hitung sebesar -6,68 dan signifikansi 0,000. Berdasarkan data di atas, maka kriteria uji hipotesis terpenuhi yaitu t hitung > t tabel sebesar -6,68 > 1,69 dan taraf signifikansi atau p < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman nilai-nilai qanaah melalui diskusi kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan self esteem anak asuh di Panti Asuhan Nurul Haq. Kata Kunci : Qanaah, Diskusi kelompok, Self Estee
DEVELOPMENT OF ISLAMIC COUNSELING CONCEPT (Spiritual Issues in Counseling)
Perdebatan panjang yang terjadi dalam pengembangan konsep konseling islam oleh para ahli dari berbagai negara menjadi isu aktual yang menarik untuk dibahas. Hal ini memperjelas kemana arah pengembangan konsep konseling islam, sehingga ditemukan ciri khas dari apa yang sebenarnya dikaji dalam konseling islam. Penelitian ini membahas tentang perdebatan tersebut yang bertujuan untuk memetakan konsep konseling islam dari berbagai ahli, dengan menggunakan 3 artikel utama dari 3 tokoh yang memiliki pendekatan berbeda dalam mengembangkan konsep konseling islam. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis isi (content analysis), yakni proses penguraian data, pengkonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis isi meliputi, Open coding, axial coding, dan selective coding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan konsep konseling islami merupakan suatu hal yang baru dalam dunia konseling. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila dalam proses pengembangannya menuai pro dan kontra dari pihak-pihak pendahulu yang sudah memiliki metodologi dan konsep keilmuan yang sudah teruji, baik secara teoritis maupun praktis. Pihak-pihak yang kontra dengan pengembangan ini ialah mereka yang tidak mengakui adanya dimensi spiritualitas yang menjadi sasaran utama dalam konsep konseling islami, beberapa diantaranya ialah Freudian, Adlerian, dan lain-lain. Adapun pihak yang terus memperjuangkan pengembangan konsep konseling islami ialah para cendekiawan muslim yang sebagian besar berasal dari Afrika Selatan, Asia, dan Amerika. Dalam mengembangkannya pun tidak sedikit dari mereka yang menemukan hasil yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh penggunaan sudut pandang atau pendekatan yang berbeda dalam merumuskan konsep konseling islami. Keadaan seperti ini semakin memperkuat posisi pengembangan ini sebagai isu dalam dunia konseling. Kata Kunci: Konsep, Konseling, Konseling Islam
ANALISIS BALANCE SCORECARD PADA KINERJA PERGURUAN TINGGI SWASTA ISLAM DI KOPERTAIS WILAYAH III YOGYAKARTA (Studi Kasus di Sekolah Tinggi Islam Terpadu Yogyakarta)
Perkembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakartaharus diikuti dengan pengelolaan yang modern dan berorientasi pada kinerjatinggi. Pengukuran kinerja dengan mempertimbangkan perspektif keuangan dan non keuangan dikenal dengan balance scorecard yang dikembangkan oleh Kaplandan Norton. Balance scorecard merupakan pengukuran kinerja modern denganmempertimbangkan empat perspektif yang merupakan penerjemahan strategi dantujuan yang ingin dicapai dalam jangka panjang. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan pendekatan mix method kuantitatif dan kualitatif. Populasidalam penelitian ini adalah stakeholder di STAIT Yogyakarta. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari perspektif keuangan, pengelolaan keuangan disajikandengan baik serta secara berkala dan biaya operasional selalu diupayakan seefisienmungkin. Dari perspektif pelanggan, menunjukkan bahwa mahasiswa merasakansangat puas atas layanan yang diberikan. Dari aspek bisnis internal, menunjukkanbahwa pengelola sangat mendorong karyawan untuk memunculkan ide-ide baruyang inovatif. Dan dari aspek pembelajaran dan pertumbuhan, menunjukkanbahwa STAIT Yogyakarta sangat memperhatikan keterlibatan karyawan dalampengambilan keputusan.Kata Kunci: Balance Scorecard, Kinerja, Perguruan Tinggi Swasta Isla
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA
Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib. Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasisw
Menilik Keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dengan Perspektif Filsafat Sistem Jasser Auda
Bimbingan Konseling Islam (BKI), oleh banyak orang masih dianggap sebagai bentuk Islamisasi Bimbingan Konseling. BKI dianggap sama saja dengan keilmuan berlabel Islam lainnya yang sekedar gagap dan latah menghadapi masifnya keilmuan Barat. Bahkan kemudian secara administratif BKI menjadi disiplin yang berpotensi konfliktual karena dianggap mampu berdiri di persimpangan beberapa fakultas. Hal ini kemudian memunculkan harapan untuk adanya pengkajian lebih dalam agar menilik kembali BKI secara lebih fundamental. Tulisan ini hanyalah langkah kecil untuk sekedar peduli dengan wacana tersebut. Dengan menerapkan pendekatan Filsafat Sistem yang digagas Jasser Auda, tulisan ini berupaya menemukan kembali BKI pada aspek mendasarnya. Filsafat Sistem sebenarnya digunakan untuk kajian hukum/syariah. Filsafat sistem yang digagas Auda merupakan bentuk filsafat kontemporer sebagai respon terhadap tumpulnya dua filsafat sebelumnya yaitu filsafat modern dan postmodern. Pendekatan filsafat sistem ini coba penulis terapkan untuk melihat seberapa kontributif pendekatan filsafat tersebut untuk menganalisa BKI. Filsafat sistem Islam yang digagas Auda dicirikan dengan enam fitur yang diyakini efesien untuk menganalisis sistem dalam Islam, termasuk BKI yang juga berangkat dari semangat keislaman. Keenam fitur tersebut yang meliputi: Sifat kognitif, Keutuhan (wholeness), Keterbukaan, Hirarki yang saling terkait, Multi-dimensional, Selalu Bertujuan (purposefulness), menjadi kerangka acuan dalam tulisan ini.Kata Kunci: Bimbingan Konseling Islam, Filsafat Siste
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI LUAR SEKOLAH
Tulisan ini mengulas pentingnya sebuah pembelajaran kreatif, baik di sekolah maupun luar sekolah, dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman, hal ini menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan, terutama membaca. Oleh karena itu dalam proses belajar dan pembelajaran, perlu adanya rekayasa sistem lingkungan yang mendukung, artinya menyiapkan kondisi lingkungan yang kondusif, termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang baik, tepat dan mencukupi. Penulisan karya ini didukung aktivitas penulis dan dengan hasil observasi (observation), wawancara (interview), dokumentasi (documentation) dan focus group discussion (FGD), baik di dalam maupun luar negeri. Adapun model-model pembelajaran kreatif yang terkait dengan meningkatkan minat membaca anak, yang dilaksanakan oleh lembaga di luar sekolah diantaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, melestarikan permainan tradisional, mengenal reptil, menulis mimpi dan teater anak. Kata kunci: Model Pembelajaran Preatif, Minat Membaca Ana
FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR DAN INTERVENSINYA
Tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan pelajar. Hal ini telah menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan mengeksplorasi apa dan bagaimana, sekaligus menawarkan intervensi sebagai solusi alternatif dalam menangani tawuran antar pelajar. Analisis yang dalam terhadap akar permasalahan yang menjadi faktor penyebab tawuran akan menjadi titik tolak untuk merumuskan solusi yang tepat sebagai alternatif dalam penanganan tawuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab tawuran antar pelajar secara umum dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama, faktor internal pelajar sebagai remaja, yang tidak lepas dari aspek-aspek psikologis yang melingkupi kehidupannya sebagai remaja. Kedua, adalah faktor eksternal dari luar diri remaja yang berupa kondisi lingkungan sosial di sekitar remaja. Melalui faktor-faktor inilah kemudian alternatif solusi yang bisa ditawarkan adalah pendekatan kesehatan mental. Pendekatan kesehatan mental yang paling tepat adalah intervensi primer atau tindakan preventif dengan memodifikasi lingkungan dan memperkuat kapasitas sasaran (remaja sebagai pelajar). Kata Kunci: Tawuran antar pelajar, intervensi (penanganan
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen pada Siswa MAN Yogyakarta III)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok realita terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di MAN Yogyakarta III. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor skala motivasi belajar dengan kategori rendah sejumlah sebelas siswa kelas X MAN Yogyakarta III, terbagi menjadi dua kelompok yaitu 6 (enam) siswa sebagai kelompok eksperimen dan 5 (lima) siswa sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney & Wilcoxon. Pengumpulan data dengan menggunakan Skala Motivasi Belajar, Observasi, Angket, dan Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa MAN Yogyakarta III. Hal tersebut dapat dilihat pada out-put perhitungan statistik nonparametris uji Wilcoxon dengan hasil 0,028 < 0,05 dan Z = -2.201a, artinya bahwa skor motivasi belajar mengalami peningkatan dari sebelum treatment dan sesudah treatment. Sementara itu pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dalam motivasi belajar, hal tersebut dapat dilihat pada out-put perhitungan statistik nonparametris uji Wilcoxon dengan hasil 0,136 > 0,05 dan Z = -1.490 a. Kata Kunci : Konseling Kelompok Realita, Motivasi Belaja
KEPUASAN KERJA DAN BURNOUT TERHADAP INTENSITAS TURNOVER PADA KARYAWAN ORGANIK DAN ANORGANIK DI AJB BUMIPUTERA SYARIAH YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kepuasan kerja danburnout terhadap intensitas turnover pada karyawan organik dan anorganik diAJB Bumiputera Syariah Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalahkaryawan organik dan anorganik di AJB Bumiputera Syariah Yogyakarta dengan70 responden. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi ialahseluruh karyawan organik maupun anorganik. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif, analisis data menggunakan program SPSS 21.00 for windows danmenggunakan focus group discussion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakepuasan kerja dan burnout secara bersama-sama mempunyai pengaruh yangsignifikan terhadap intensitas turnover. Berdasarkan uji parsial dapat disimpulkanbahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan untukvariabel burnout dapat disimpulkan mempunyai pengaruh positif tetapi tidaksignifikan. Berdasarkan hasil dari nilai adjust R 0,188 menunjukkan bahwasumbangan pengaruh variabel kepuasan kerja dan burnout 11,8% sedangkansisanya 88,2% di pengaruhi oleh variabel lain, seperti: komitmen organisasi.Kemudian untuk hasil dari uji statistik karyawan anorganik pada variabel Y(intensitas turnover) untuk karyawan anorganik ini lebih dominan dibandingkanorganik.Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Burnout, Intensitas Turnove
MANAJEMEN DAKWAH KONTEMPORER DI KAWASAN PERKAMPUNGAN (Studi Pada Kelompok Pengajian Asmaul Husna, Potorono, Banguntapan, Bantul, DIY)
AbstrakPenelitian ini menelaah tentang manajemen dakwah pada kelompok pengajianAsmaul Husna, khususnya di tahun 2015-2016. Mengelola dakwahmembutuhkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan evaluasi yangmatang. Dibutuhkannya fungsi-fungsi manajemen agar tujuan dakwah dapatdicapai dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat sebagai mad‘u. Secarametodologis, pemaparan deskriptif kualitatif dilakukan dalam rangka melihatdan memahami persoalan secara holistik sehingga analisis yang dilakukan dapatmaksimal dan menemukan benang merah. Kajian ini diharapkan menjadi salahsatu model penelitian jenis studi kasus di bidang manajemen dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata dakwah tidak cukup dengan retorikasaja, melainkan membutuhkan perangkat metodis yakni manajemen.Kata Kunci: Manajemen Dakwah, Pengorganisasian, KelompokPengajia