UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK SELF-EFFICACY SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN, YOGYAKARTA
Abstrak Adanya saling keterkaitan antara faktor pembawaan dan lingkungan, serta antar berbagai aspek perkembangan perlu menjadi khasanah pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanannya sebagai dasar upaya diagnosis, prognosis, dan pemberian bantuan bagi siswa. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu pilihan layanan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling untuk self-efficacy siswa dalam membantu menentukan dan mengembangkan dirinya secara optimal dan mandiri sesuai dengan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-kuantitatif. Tujuannya yaitu untuk mendiskripsikan pelakasanaan bimbingan pribadi-sosial siswa SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta dan mendiskripsikan bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan self-efficacy tinggi dan penguatan self-efficacy rendah pada siswa di SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa kelas X PTSM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, skala, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial di SMK Diponegoro dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, IKMS, dan papan bimbingan. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan dan penguatan self-efficacy siswa mendapatkan respon baik dengan nilai rata-rata 86,7. Kata Kunci : Bimbingan Pribadi-Sosial, Self-Efficacy
ZUHUD DALAM AJARAN TASAWUF
AbstrakSalah satu topik dalam tasawuf yang dibicarakan oleh para tokoh sufi adalah tentang Zuhud. Dalam Memahami konsep zuhud sering kali terjadi pro kontra, ada pendapat yang mengharuskan seseorang menjalani zuhud untuk mencapai ma'rifat pada Allah, dan dianggap sebagai salah satu tangga (maqomat) yang harus dilalui. Dan ada pula yang menganggap bahwa konsep zuhud dalam ajaran tasawauf merupakan konsep yang menjauhkan sesorang dari persoalan dunia sehingga berdampak negatif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memperdebatkan benar atau salahnya dari pendapat-pendapat yang ada, tetapi ingin menempatkan apakah konsep zuhud yang dipraktekkan oleh para tokoh sufi selama ini merupakan bagian dari konsep yang bersumber dari ajaran Islam, atau konsep yang sengaja dibuat oleh para tokoh sufi dalam sistem ajaran tasawuf yang mereka ajarkan. Hasil kajian penulis terhadap berbagai sumber literatur, bahwa konsep dan praktek zuhud dalam ajaran tasawuf merupakan konsep yang bersumber dari ajaran Islam (al-Qur'an dan Hadits) yang merupakan keharusan untuk dipraktekkan bagi orang yang ingin mencapai ma'rifat pada Allah SWT. Melakukan hidup zuhud merupakan suri tauladan yang diwariskan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dalam prakteknya para tokoh sufi menggolongkan beberapa tingkatan, mulai dari tingkat displin terendah sampai pada tingkatan tertinggi, tergantung pada kadar kemampuan orang yang mempraktekkannya.Kata Kunci: zuhud, maqomat, tasawu
Islam Progresif dalam Gerakan Sosial Dawam Rahardjo (1942-2016)
The phenomenon of poverty and injustice that continues until now, making a lot of Muslim figures to think again about Islamic thought. The Indonesian Islamic figure, one of the serious discussions of this issue is M. Dawam Rahardjo—for instance, we called Dawam. Based on the problem, this study focuses on the concept of thinking and implementation of Progressive Islam Dawam by reviewing, analyze, and discussing his work with a historical sociological approach. This research is descriptive-analytical with the qualitative method which is reinforced through in-depth interview. The results show that Dawam’s thought is part of Progressive Islam. He accepted the reality of the modern world, such as pluralism, liberalism, and secularism, then embraced all three in the strengthening of religiosity in society. Dawam is one of the Islamic leaders who have contributed to social change. Implementation can be seen from various works that concern Islamic renewal and community empowerment. His attitude and behavior can be seen in the institutions he leads—LSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) and LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial). His criticism of the unjust political-economic order, accompanied by various solutions offered. Dawam’s idea in stemming the economic system that harms small people is the concept of cooperative development. Dawam chose the path of civil society and avoided political pragmatism. According to him, the Islamic struggle in the political path only tends to exploit religion for sectarian interests.Fenomena kemiskinan dan ketidakadilan yang masih berlanjut hingga saat ini, membuat banyak tokoh muslim berpikir ulang mengenai pemikiran keislaman. Tokoh Islam Indonesia, salah satu yang serius membincang persoalan ini adalah M. Dawam Rahardjo—selanjutnya Dawam. Berdasarkan soal tersebut, kajian ini fokus pada konsep pemikiran dan implementasi Islam Progresif Dawam dengan menelaah, mengkaji, dan membahas karyanya dengan pendekatan historissosiologis. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dengan metode kualitatif yang diperkuat melalui wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa pemikiran Dawam bagian dari Islam Progresif. Ia menerima kenyataan dunia modern, seperti pluralisme, liberalisme, dan sekularisme, kemudian merengkuh ketiganya dalam penguatan keberagamaan di masyarakat. Dawam adalah salah satu tokoh Islam yang memiliki andil dalam perubahan sosial. Implementasinya bisa dilihat dari berbagai karya yang concern pada pembaharuan Islam dan pemberdayaan masyarakat. Sikap dan perilakunya, dapat dilihat dalam lembaga yang ia pimpin—LSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) dan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial). Kritiknya atas tatanan ekonomi politik yang tidak adil, diiringi dengan berbagai solusi yang ditawarkan. Gagasan Dawam dalam membendung sistem ekonomi yang merugikan rakyat kecil adalah konsep pembangunan koperasi. Dawam milih jalur civil society, dan menghindari pragmatisme politik. Menurutnya, perjuangan keislaman di jalur politik hanya cenderung mengeksploitasi agama untuk kepentingan sektarian
Pemberdayaan Lansia Melalui Usaha Ekonomi Produktif oleh Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras di Kabupaten Sleman
Susenas data in 2013 mentions 8.05% Indonesia population is elderly. The elderly are often seen as burdens in the community. It makes the depressed elderly in terms ofphysical, psychological, economic, and social. These problems require settlement by empowering the elderly. There are groups of elderly community (Bina Keluarga Lansia—BKL) Mugi Waras in Dusun Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman. They sane elderly empowerment through doing productive economic ventures. They did the elderly empowerment through economic productive effort. The aims of this study is to examine the stages of empowerment and the results achieved by BKL Mugi Waras through a program of productive economic ventures. The research method used was qualitative. Sampling method was snowball sampling. The technique of datacollection through interview, observation, and documentation. The results of this research are (1) the stage of elderly empowerment there are; build awareness, identification of needs and the planning, selection and implementation of the alternative type of business activity, development of business, and evaluation of business achievement; (2) the result of the elderly is empowerment are the fulfillment of the daily needs of the elderly, the presence of contentment, and increasing the participation in BKL Mugi Waras’s activities.Data Susenas 2013 menyebutkan 8,05% penduduk Indonesia adalah lansia. Lansia sering dipandang sebagai beban dalam masyarakat. Hal tersebut membuat para lansia tertekan dari segi fisik, psikis, ekonomi, maupun sosial. Permasalahan ini memerlukan penyelesaian dengan pemberdayaan lansia. Di Dusun Blendung, Desa Sumbersari, Kec. Moyudan, Kab.Sleman terdapat kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras yang melakukan pemberdayaan lansia melalui usaha ekonomi produktif. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengkaji tahapan pemberdayaan dan hasil yang dicapai oleh BKL Mugi Waras melalui program usaha ekonomi produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode pengambilan sampel adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) tahapan pemberdayaan lansia ada 5, yakni penyadaran, identifikasi kebutuhan dan perencanaan, pemilihan alternatif jenis usaha, pelaksanaan kegiatan, pengembanga, serta evaluasi; (2) hasil dari pemberdayaan lansia adalah terpenuhinya kebutuhan sehari-hari lansia dari segi materi, adanya kepuasan batin, dan meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan BKL Mugi Waras
KAJIAN POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI SYARI’AH (Studi di Pulau Santen Kabupaten Banyuwangi)
Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi yang ada pada objek wisata serta untuk memberikan sumbangsih strategi yang tepat dalam mengembangkan potensi yang ada pada objek wisata pantai syari’ah di Pulau Santen Banyuwangi. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini karena wisata syari’ah di Indonesia masih di garap setengah-setengah, terbukti pada salah satu provinsi yang dicanangkan pemerintah melalui kementerian pariwisata (Kemenpar) yaitu provinsi Jawa Timur untuk menjadi destinasi pariwisata syari’ah yang diwakili oleh Banyuwangi, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan salah satunya wisata pantai syari’ah Pulau Santen yang ternyata pembentukannya hanya melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah tanpa adanya bantuan pemerintah pusat. Padahal jika digarap dengan baik tentu akan berpeluang besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, agar penelitian ini akan menjadi rujukan pengembangan wisata syari’ah di daerah lain
MAINSTREAMING JURNAL ILMIAH SEBAGAI PLATFORM PENGEMBANGAN KURIKULUM MANAJEMEN DAKWAH (Studi di Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga)
Da’wah activities are required to always adjust to the development and the needs of era, so dakwah can no longer be described just as doctrinal studes, but rather the strategy for bringing ummah to transform socially. Therefore, as part of Tri Dharma, universities should build a strong and adaptive curriculum to produce competent alumni in their fields. One of the strategies that need to be put forward is through mainstreaming scientific journals because today's publications are becoming vital points in assessing academic productivity, measuring the depth of a person's social analysis, or maintaining the credibility of an institution. To address this matter, Faculty of Da’wah and Communication UIN Sunan Kalijaga made a breakthrough by establishing a journals house at the faculty level. The effort is supported by the Department of Da'wah Management through several strategic steps such as: implementation of cultural and structural strategy through Jurnal MD, encouraging academic community to productively writing in accordance with their field and interest of the study, pouring lecturer and student activity into manuscript deserve to be published, and organize academic forums to obtain quality manuscript
MCDONALDISASI DAKWAH MASYARAKAT PINGGIRAN
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam metode dakwah dan pendekatan sosiologis dalam teori McDonaldisasi guna melihat aktifitas Dakwah Jurusan Dakwah dan Komunikasi di Kampung Argopuro Hadipolo Kudus tersebut. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan indept interview. Dengan tipe observasi “participant as observer” yaitu peneniti menjadi bagian dari proses pembelajaran dan dakwah di Kampung Argopuro. Wawancara mendalam dilakukan kepada anak pembelajaran di TPQ al-Muhajirin, beberapa warga Argopuro, dan para mahasiswa yang melaksanakan Dakwah di TPQ al-Muhajirin. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan tahapan collection, reduction, display dan verification. Alasan menggunakan analisis ini karena adanya klasifikasi data, yaitu pertama, input dalam hal ini adalah subjek yang terlibat dalam Dakwah. Kedua, proses yang berhubungan dengan pembelajaran dan dakwah. Ketiga, out put berkaitan dengan eksistensi dan konsistensi dakwah di masyarakat Argopuro. Pendekatan dakwah pada penelitian ini menggunakan teori McDonaldisasi dari George Ritzer yang terdiri dari empat prinsip yaitu: Pertama, efficiency (efisiensi) dalam mempelajari ilmu agama cukup di lingkungan Argopuro yang satu lokasi (satu RT) dengan tempat tinggal mereka, tanpa harus pergi ke TPQ lain. Kedua, calculability (daya hitung), ketika mengikuti pembelajaran di TPQ lain, yang didapatkan hanya pengetahuan Agama Islam. Sedangkan di TPQ al-Muhajirin akan mendapatkan ilmu Agama dan pengetahuan umum. Ketiga, predictability (daya prediksi) bahwa “ngaji” maupun les yang dilaksanakan di Argopuro sama halnya dengan “ngaji ” di TPQ lainnya, dan keempat control, menyampaikan syiar Islam pada masyarakat pinggiran (Argopuro) perlu menggunakan metode dan media yang inovatif sehingga mereka masih terus tertarik mengikuti “ngaji”. Selain itu, masyarakat Argopuro perlu dipublikasikan melalui media teknologi, sehingga masyarakat akan lebih mengenal dan memperhatikan masyarakat Argopuro
Fenomena Social Loafing dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Binaan PMI: Studi Fenomenologi dalam Praktek Pengembangan Masyarakat
Social loafing is the tendency of individuals to give less effort when in groups than when working alone. Social loafing is known to occur as the group size increases, if it is tied, the results obtained from group work are lower than the total work result individually. Group workloads that should be done together and produce a better quality of ideas and quantity of ideas and much the opposite. Observations of researchers in pre-research that many of the work practices of the group ranging from among students, lecturers, institutions that have a social loafing attitude that is not willing to try, do not want to play, do not want to donate energy maximally when in a group/group. So this research using phenomenology approach is used to reveal the personal dimension of the subjective experience involved in PPM, exploring the effect of PPM group in groups on the individual, group impact on task performance, and social loafing attitude on the PPM group. The results illustrate that the tasks of PPM include: to recognize real problems in society, identify and solve them. But the nature of PPM 1 students does awareness of the potential and solution problems that exist in the community. As the group grows, social influence will decrease because the demands of outsiders are divided into many targets. Arousal reduction. The enthusiasm will encourage business in PPM. PPM members who consider their inputs to be less significant in their collective achievements have less effort than those who consider their role as important.Social loafing adalah kecenderungan individu untuk memberikan usaha yang lebih sedikit ketika dalam kelompok dibandingkan jika ketika bekerja sendirian. Social loafing diketahui semakin terjadi seiring dengan bertambahnya ukuran kelompok, jika ditotalkan, hasil yang diperoleh dari kerja kelompok justru lebih rendah dari total hasil pekerjaan secara individual. Beban kerja kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama-sama dan menghasilkan kualitas ide dan kuantitas ide yang lebih bagus dan banyak malah kebalikannya. Pengamatan peneliti dalam pra penelitian bahwa banyak praktekpraktek kerja kelompok mulai dari kalangan mahasiswa, dosen, lembaga-lembaga yang memiliki sikap social loafing yakni sikap tidak mau berusaha, tidak mau berperan, tidak mau menyumbangkan tenaganya secara maksimal ketika berada dalam group/kelompok. Maka penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkap dimensi personal pengalaman subjektif yang terlibat dalam PPM, menggali efek kelompok PPM secara berkelompok pada individu, dampak kelompok pada task performance, dan sikap social loafing pada kelompok PPM tersebut. Hasilnya menggambarkan bahwa tugas PPM antara lain: mengenal masalah-masalah riil di masyarakat, mengidentifikasi dan memecahkannya. Tetapi alam PPM 1 mahasiswa melakukan penyadaran akan potensi dan solusi masalah yang ada di masyarakat. Seiring bertambahnya anggota kelompok, pengaruh sosial akan semakin menurun sebab tuntutan pihak luar terbagi pada banyak target. Arousal reduction atau penurunan semangat. Adanya semangat akan mendorong terjadinya usaha dalam PPM. Anggota PPM yang menganggap input yang mereka berikan tidak terlalu signifikan dalam pencapaian kolektif ternyata mengeluarkan usaha yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang menganggap bahwa peran mereka sangat penting
Warung Beres Sebagai Modal Sosial Meningkatkanan Produktifitas Ekonomi Umat: Studi Pemberdayaan Komunitas oleh Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Jogja di Kabupaten Gunungkidul
Poverty is a global social problem facing and the attention of the world. In Islamic teachings, to overcome poverty and be considered telling is zakat. If the zakat is well managed and the distribution is right on target then it can improve the welfare of the people so that it can overcome poverty. For example, one of the zakat fund management institutions that have a community empowerment program is Dompet Dhuafa Yogyakarta. At this institute has a field that specifically conducts economic development with the concept of Warung Beres-abbreviation of Clean Enak Sehat. Thus, this article describes how the concept, strategy, and impact of Warung Beres program for people who are members of the Working Group in Kecamatan Playen Gunungkidul Regency. This article that is written is the development of qualitative research methods case studies. The results of the conclusions in this article are divided into three contents, namely (1) Warung Beres concept is an economic empowerment effort for the traders of five times, especially the angkringan traders through the approach of applying the principles of clean healthy living; (2) the implementation of the program in community empowerment through Warung Beres through several stages of the activities being undertaken, among others: angkringan business training, capital equipment business assistance, forming pangkuban traders angkringan “Warung Beres Gunungkidul”; (3) the impact of the program for the improvement of the economy is the development of the attitude and behavior of clean, healthy and healthy oriented business of angkringan, possessing improved business equipment, having paguyuban of angkringan traders, obtaining easiness in borrowing business capital, and increasing income. From the results of this conclusion, it is expected to have a real contribution in the field of development of community empowerment science and become the output of government policy development in preparing the anti-poverty program.Kemiskinan merupakan masalah sosial yang bersifat global yang dihadapi dan menjadi perhatian dunia. Dalam ajaran Islam, untuk mengatasi kemiskinan dan dianggap jitu adalah zakat. Apabila zakat dikelola dengan baik dan pendistribusiannya tepat sasaran maka dapat meningkatkan kesejahteraan umat sehingga bisa mengatasi kemiskinan. Misalkan, salah satu lembaga pengelola dana zakat yang memiliki program pemberdayaan masyarakat adalah Dompet Dhuafa Yogyakarta. Pada lembaga ini telah memiliki bidang yang secara khusus melakukan pengembangan ekonomi dengan konsep Warung Beres—singkatan dari Bersih Enak Sehat. Dengan begitu, artikel ini mendeskripsikan bagaimana konsep, strategi, dan dampak program Warung Beres bagi masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Kerja di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Artikel ini yang ditulis merupakan pengembangan dari metode penelitian kualitatif-studi kasus. Hasil simpulan dalam artikel ini terbagi ke dalam tiga kontens, yaitu (1) konsep Warung Beres adalah upaya pemberdayaan ekonomi bagi para pedagang kali lima khususnya pedagang angkringan melalui pendekatan penerapan prinsip hidup bersih sehat; (2) implementasi program dalam pemberdayaan masyarakat melalui Warung Beres melalui beberapa tahapan kegiatan yang dilalui antara lain: pelatihan usaha angkringan, bantuan modal peralatan usaha, membentuk paguyuban pedagang angkringan “Warung Beres Gunungkidul”; (3) dampak program bagi peningkatan perekonomian adalah terbangun sikap dan perilaku bisnis angkringan yang berorientasi pada bersih, enak dan sehat, memiliki peralatan usaha yang lebih meningkat, memiliki paguyuban para pedagang angkringan, mendapat kemudahan dalam meminjam modal usaha, dan peningkatan pendapatan. Dari hasil simpulan ini, diharapkan memiliki kontribusi nyata dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan pemberdayaan masyarakat dan menjadi output pengembangan kebijakan pemerintah dalam menyusun program anti-kemiskinan