UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
AL-QUR’AN DAN ETIKA DAKWAH VIRTUAL
The current era of disruption makes it easier for humans to convey and receive new information, especially about religion. However, in fact there are still some people who shut themselves off to convey the goodness that they know. Seeing this condition and the massive radicalization that has occurred in the internet media, a solution is needed to answer it. This article, which is a qualitative type of research with literature study through a content analysis approach to the verses of the Koran, has resulted in a new understanding of the importance of virtual da'wah for the process of spreading the Rahmatan lil 'Alamin Islam to all people in the world, so that da'wah on the internet is not it only explains in terms of its superiority, but also the purpose of da'wah which must be developed with several ethics that must be considered according to the Qur'an, including media skills, scientific and moral credibility, as well as polite da'wah material, namely upholding compassion (not advocating let alone giving hate speech).Era disrupsi saat ini menjadikan manusia lebih mudah untuk menyampaikan dan menerima informasi baru, terutama tentang agama. Namun, kenyatannya masih terdapat beberapa orang yang menutup diri untuk menyampaikan kebaikan yang ia ketahui. Melihat kondisi demikian serta masifnya radikalisasi yang terjadi di media internet, maka dibutuhkan solusi untuk menjawabnya. Artikel ini yang merupakan penelitian jenis kualitatif dengan studi kepustakaan melalui pendekatan analisis isi terhadap ayat Al-Qur’an yang menghasilkan pemahaman baru terkait pentingnya dakwah virtual bagi proses penyebaran agama Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin bagi seluruh umat di dunia, sehingga dakwah di internet tidak hanya menjelaskan dari sisi keunggulannya saja, tapi juga tujuan dakwah yang harus dikembangkan dengan beberapa etika yang harus diperhatikan menurut Al-Qur’an, diantaranya kecakapan bermedia, kredibiltas keilmuwan dan akhlak, serta materi dakwah yang santun, yaitu menjunjung tinggi rasa kasih sayang (tidak memprofokasi apalagi memberikan ujaran kebencian).
Pesan Dakwah Gelaran Wayang Mbah Gandrung di Kabupaten Kediri Kecamatan Semen
Pelestarian warisan wayang mbah Gandrung di Desa Pagung, Kab. Kediri dengan nuansa mistik yang mengitarinya mengandung nilai-nilai dakwah yang merepresentasikan pandangan dunia Jawa yang khas. Jalinan kisah yang melibatkan kekuatan alam dengan unsur pemenuhan janji terhadap sang Adi Kodrati merupakan indikator kuat untuk mengidentifikasi pesan dakwah yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan pesan dakwah dalam pagelaran wayang mbah Gandrung menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi lapangan melalui pendekatan antropologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemunculan wayang mbah Gandrung didahului oleh cerita magis sebagai representasi posisi alam dalam struktur kehidupan manusia. Sesuatu yang telah disediakan alam membutuhkan unsur perawatan dan upaya menjaga hubungan melalui berbagai bentuk ritual. Wayang yang telah diberikan digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan ketaatan melalui pelaksanaan janji (mungel) yang menjadi sebab pementasan wayang. Prosesi-prosesi yang dilakukan mensyaratkan keikutsertaan masyarakat sebagai saksi. Mekanisme ini menunjukkan jalinan pesan keseimbangan kosmologis yang melibatkan ketundukan hubungan manusia dengan Tuhan dan keseimbangan hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam
Intervensi Kelembagaan dalam Pengelolaan Publikasi Ilmiah sebagai Upaya Pengembangan Dalam Bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial: Studi Kasus pada WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kajian ini mengidentifikasi terkait upaya pengelolaan jurnal dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. dengan adanya Publikasi ilmiah saat ini sebagai tolak ukur tercapainya tridarma perguruan tinggi. Penelitian ini menjadi penting untuk dikaji dalam rangka mengetahui tentang bagaimana intervensi kelembagaan atau komunitas dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas jurnal. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Miles dan Hubermen membagi menjadi tiga tahapan yaitu display data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yakni bahwa upaya intervensi kelembangga yang dilakukan dalam praktek pekerjaan sosial bisa memberikan gambaran dalam proses pengelolaan jurnal. upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia baik secara operasional dalam manajemen OJS ataupun kualitas naskah dalam kerangka keilmuan pekerjaan sosial. Hal ini dilakukan melalui berbagai skema yakni pelatihan-pelatihan skala local dan nasional para pengelola, motivasi dan pendampingan proses akreditasi kepada para pengelola, pemberian reward. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan naskah dan kualitas diantaranya melalui pelatihan dan pendampingan intensif, kegiatan-kegiatan coference internasioanal yang diajakan oleh fakultas dan prodi.
Kata Kunci : Intervensi kelembagaan, peningkatan kualitas, akreditasi jurnal.
This study identifies journal management efforts in order to improve the quality of scientific publications. With the existence of current scientific publications as a benchmark, the tridarma of higher education is achieved. This research is important to study in order to find out about how institutional or community interventions are carried out in order to improve the quality of journals. Research using qualitative methods, with data collection methods using interviews and documentation. The data analysis method used is the Miles and Hubermen method which divides into three stages, namely displaying data, reducing data, and drawing conclusions. The results of this study are that developmental intervention efforts carried out in social work practice can provide an overview of the journal management process. efforts to improve the quality of human resources both operationally in OJS management or the quality of manuscripts within the scientific framework of social work. This is done through various schemes, namely local and national scale training for managers, motivation and accreditation process assistance to managers, awarding rewards. Meanwhile, to maintain the availability of manuscripts and quality, including through intensive training and assistance, international conference activities held by faculties and study programs.
Keywords: Institutional intervention, quality improvement, journal accreditatio
Hegemoni Kekuasaan Melalui Motif Agama dan Sikap Nasionalisme: Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Film Sang Kyai
AbstractIt cannot be denied that the failure of the people to carry out a revolution is caused by ideology, values, self-awareness and the people who are immersed in the hegemony of power. This hegemony can be formed through the massa media, sermons or preaching which indoctrination so as to give birth to a new ideology attached to the people. In the film Sang Kyai, the writer analyzes the hegemony of power that is inserted through religious motives and nationalistic attitudes. The author uses qualitative research with an interpretive type. The author uses the semiotic analysis method, referring to Roland Barthes' theory which draws on the principles of denotation, connotation and myth. The results of this study, as an application of the found denotation, the pesantren tradition. The withdrawal of the connotation of plague on elements of the pesantren tradition which is thick with the attitude of the santri ta'dzim towards the kiai and the kiai's role itself. The writer finds that the hegemony of power which is connected through religious channels will be able to be accepted openly and gently. In this regard, the author finds several hegemony of power that runs through religious motives in the film Sang Kyai, namely first, Seikerei's imposition of KH. Hasyim Asy'ari, when a kiai agrees to the Seikerei, the students and the people will agree to it. Second, KH. Hashim Asy'ari openly to emphasize power. Third, embracing the kiai in order to get the sympathy of students and the Indonesian people. Fourth, KH. Hasyim Asy'ari led Masyumi as well as Shumubu with the aim of instilling a trusting attitude towards Japan and as a Japanese effort to control the people's movements. Fifth, the power strategy formed through the conquest of NU ulama. Sixth, planting the multiplication of agricultural produce through Friday sermons in all mosques as well as streamlining the holy verses of the Koran and hadiths on this propoganda.The connotation of jihad in the pesantren tradition can be found through first, the struggle of the students in completing the country's independence. Second, deliberation. Third, ta'dzim santri to kiai for their efforts to free the kiai from Japanese hands. In this understanding, the myth of the film Sang Kyai can be drawn on the concept of power that is clustered through religious motives, that power in the name of religion becomes a legitimate power that can be exercised openly and accepted by the community
Dakwah Transformatif Muhammadiyah dalam Mewujudkan Masyarakat Madani melalui Jihad Konstitusi
Muhammadiyah, since its establishment in 1912, has been a pioneer of transformative da'wah in shaping civil society in the archipelago. Various approaches and strategies are taken by Muhammadiyah in response to the challenges of the times and the leadership style of the Organization. Under the leadership of Din Syamsuddin (2005-2015), Muhammadiyah's transformative da'wah was carried out, one of which was through constitutional jihad in an effort to guide and correct the legislative process and products to conform to the morals and ideals of Pancasila and the 1945 Constitution. This paper attempts to describe the da'wah strategy used by Muhammadiyah within the movement from transformative da'wah perspective. The research uses a qualitative approach with the method of discourse analysis on the literature; books, ebooks, news articles, scientific journals, seminar proceedings, audio-visual recordings, interview transcripts, Constitutional Court decisions and other documents deemed credible related to the Muhammadiyah constitutional jihad discourse. Whereas Constitutional Jihad from the perspective of transformative da'wah is pursued through two methods; namely the method of reflection in the form of political ijtihad that seeks to reconcile constitutional norms with Islamic values, as well as the method of action in the pre-legislation process through a research approach (uslubul bahts), in the legislative process through a critical approach and participatory guidance (uslub an naqd wal irsyad) , and post-legislation with a legal monitoring and judicial review approach (uslub al muqarabah wal muraja'ah). Keywords: Muhammadiyah; Transformative Da'wah; Civil Society; Constitutional Jihad Muhammadiyah, sejak pendiriannya pada tahun 1912, telah menjadi pelopor dakwah transformatif dalam membentuk masyarakat madani di tanah air. Berbagai pendekatan dan strategi ditempuh Muhammadiyah mengikuti tantangan zaman dan gaya kepemimpinan Persyarikatan. Di bawah kepemimpinan Din Syamsuddin (2005-2015) dakwah transformatif Muhammadiyah dilakukan salah satunya melalui jihad konstitusi dalam upaya mengawal dan mengoreksi proses dan produk legislasi agar sesuai dengan moral dan cita-cita Pancasila dan UUD 1945. Paper ini mencoba menguraikan strategi dakwah yang digunakan Muhammadiyah pada gerakan tersebut ditinjau dari teori Dakwah Transformatif. Penelitan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana terhadap pustaka; buku, ebook, artikel berita, jurnal ilmiah, prosiding seminar, rekaman audio-visual, transkrip wawancara, putusan Mahkamah Konstitusi dan dokumen lainnya yang dianggap kredibel terkait diskursus jihad konstitusi Muhammadiyah. Bahwa Jihad Konstitusi dari perspektif dakwah transformatif, ditempuh melalui dua metode; yaitu metode refleksi dalam bentuk ijtihad politik yang berupaya merekonsiliasi norma konstitusi dengan nilai-nilai Islam, serta metode aksi pada proses pra-legislasi melalui pendekatan riset (uslubul bahts), pada proses legislasi melalui pendekatan kritis dan bimbingan partisipatif (uslub an naqd wal irsyad), dan pasca legislasi dengan pendekatan monitoring dan pengujian hukum (uslub al muqarabah wal muraja’ah). Kata Kunci: Muhammadiyah; Dakwah Transformatif; Masyarakat Madani; Jihad Konstitusi,
Covid-19 dalam Refleksi Lintas Iman
Judul: Virus, Manusia, Tuhan; Refleksi Lintas Iman Tentang Covid-19Penulis: Ahmad Mutaqin dkkEditor: Dicky Sofjan, Muhammad WildanKata Pengantar: Zainal Abidin BagirCetakan: PertamaTahun: Desember 2020Penerbit: Kepustakaan Populer GramediaISBN: 978-602-481-503-
Dari Simbolisasi Kesultanan Menjadi Pusat Pariwisata: Studi Perubahan Sosial dalam Ritualisasi Keagamaan di Masjid Gedhe Kauman
Studi ini berusaha untuk mengeksplorasi perubahan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Untuk lebih memahami topik tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Data studi perubahan Masjid Gedhe Kauman merujuk pada sumber kepustakaan. Studi ini menunjukkan bahwa apa yang selama ini dipandang sebagai ikon kesultanan sebagai salah satu daerah keistimewahan di Indonesia telah bermetamorfosis. Perubahan ini tidak hanya sebagai pusat ritualisasi keagamaan Islam, namun juga menjadi tujuan pariwisata. Ini dibuktikan oleh kehadiran artefak sejarah—kumpulan sejarah tata letak, arsitektur yang masih kental dengan Jawa kuno, asal muasal organisasi Muhammadiyah hingga menjadi sumber rezeki bagi warga karena aktivitas keagamaan yang mengundang sejumlah wisatawan. Relevansi temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelestarian artefak menjadi kekuatan dalam menghargai peninggalan sejarah–tangible maupun intangible—dan keberlanjutan pembangunan berbasis pariwisata keagamaan. Hal ini berimplikasi terhadap pola dan cara tentang bagaimana ritualisasi keagamaan menjadi simbol kekuatan pelestarian budaya.The study sought to explore the changes of Yogyakarta’s Gedhe Kauman Mosque. To gain further understand this topic, the study uses qualitative methods with a narrative approach. The study data on the change of the Kauman Gedhe Mosque refers to literature sources. This study shows that what has been seen as an icon of the sultanate as one of the special region in Indonesia has metamorphosed. This change is not only a center for Islamic religious ritualization, but also a tourism destination. This is evidenced by the presence of historical artifacts—a collection of historical layouts, architecture that is still thick with ancient Javanese, the origin of the Muhammadiyah organization to become a source of sustenance for residents because of religious activities that invite a number of tourists. The relevance of these findings indicates that the preservation of artifacts is strength in appreciating historical heritage– both tangible and intangible– and the sustainability of religious tourism-based development. It has implications for patterns and ways of how religious ritualization becomes a symbol of the power of cultural preservation
MODEL-MODEL TERAPI MENTAL DALAM ISLAM
Agama Islam tidak hanya sebagai pedoman dan undang-undang yang mengatur berbagai norma-norma yang berlaku dalam ruang lingkup kehidupan manusia, problematika kehidupan menjadi semakin komplek seiring dengan modernitas yang terus bergulir. Oleh karena itu tidak jarang mengantarkan seseorang sampai kepada gangguan mental seperti tertekan, depresi, cemas berlebihan, iri, dengki dan lain sebagainya. Jika ditilik dari sudut pandang ilmu kedokteran masalah ini bisa ditangani dengan bantuan obat-obatan, dalam hal ini islam menawarkan beberapa model terapi guna untuk menurunkan tingkat gangguan mental individu. Tujuan dari artikel ini, untuk mengetahui gambaran dari model-model terapi dalam dunia islam kemudian akan diracik dalam teori dan praktik. Ada 8 terapi mental yang akan dibahas dalam penulisan ini. Metode penulisan yang digunakan berupa kajian pustaka, berupa bacaan sebagai referensi. Hasil artikel ini penulis mengajak para pemeluk Islam untuk mengetahui bentuk ibadah yang selama ini dipraktikkan ternyata selain bersifat kewajiban memiliki manfaat sebagai terapi mental. Terapi ataupun psikoterapi Islam bertujuan untuk mengembalikan individu kepada fitrahnya yang suci atau kembali kepada jalan yang benar yang selama ini dianggap menyimpang, telah keluar pada jalurnya. Tidak hanya menangani gangguan mental tujuan umum terapi dalam Islam juga menangani individu yang secara moral dan spiritual mengalami penurunan.Kata Kunci: islam, mental, terapi
From Community Capital to Sustainable Rural Livelihood: Exploring Green Development Program in Masoso, Indonesia
Community capital has approached to formulate a sustainable rural livelihood. As an agreement in the world development challenges, it have been designed in the framework of Sustainable Development Goals (SDGs) that was supported by the United Nations as a global effort to attain 169 targets, such as natural resources management for sustainable rural development. This article aims to analyze community empowerment on green development to strengthen energy self-sufficient villages based on the community capital. The method in this research used the qualitative approach that was used in order to obtain a comprehensive understanding of all phenomena that occurred in the study of Masoso village, Indonesia. The result of the discussion found that the implementation of green development through micro-hydro power plants supported by the village fund, and has contributed for local community prosperity. This study concludes that the adherence of the community to traditional institutions and local wisdom needed to preserve as the basis of community collectivity to conserve natural resources. New opportunities of local economic activities on integrated agriculture could promote socio-economic development in the modern era through strengthening of farmer groups and community development