Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    HUBUNGAN PERSEPSI PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR

    Get PDF
    The high incidence of unmet need for family planning is where there are various perceptions about contraceptives that become the basis for a person to be afraid to use contraceptives and this can also make the number of unmet need high. The design of this study was analytic observational with a cross-sectional approach. The population in this study were all couples of childbearing age in the Denpasar City area for the period of 2020 and the number of samples in this study amounted to 96 couples of childbearing age using the proportional stratified random sampling technique. Data was collected by distributing online questionnaires and the data analysis technique used was the Chi-Square test. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of contraceptive use and the incidence of unmet need for family planning in couples of childbearing age. The results of this study found that there was a relationship between perceptions of contraceptive use (p=0.477) and the incidence of unmet need for family planning in couples of childbearing age. The results of this study are expected to be a reference to help increase the coverage of contraceptive use in the Denpasar City area.ABSTRAK Masih tingginya angka kejadian unmet need KB dimana muncul berbagai persepsi tentang alat kontrasepsi yang menjadi dasar seseorang untuk takut dalam menggunakan alat kontrasepsi dan hal ini pun yang dapat membuat tingginya angka unmet need tersebut. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur di wilayah Kota Denpasar periode tahun 2020 dan jumlah sampel dalam penelitian yaitu berjumlah 96 pasangan usia subur dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner online dan d  teknik analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi pemakaian alat kontrasepsi dengan kejadian unmet need KB pada pasangan usia subur. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi pemakaian alat kontrasepsi (p=0,477) dengan kejadian unmet need KB pada pasangan usia subur. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk membantu meningkatkan cakupan pemakaian alat kontrasepsi KB di Daerah Kota Denpasar.   &nbsp

    EFEKTIVITAS AROMATERAPI PEPPERMINT DAN PEMBERIAN SARI JAHE PADA MUAL MUNTAH IBU HAMIL DI PMB SITI JULAEHA PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK Angka kejadian mual muntah masih cukup tinggi, hampir 80%.  Gejala yang dialami dari ringan sampai dengan berat hingga muntah hebat yang memerluan rawat inap dan apabila terjadi terus menerus dapat menyebabkan depresi bahkan sampai ingin mengakhiri kehamilannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui  perbandingan efektivitas aromaterapi  peppermint dan sari jahe terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan desain penelitian two-groups pre test- post-test design. Penelitian dilaksanakan di PMB Siti Julaeha Pekanbaru pada bulan September sampai dengan November 2020 dengan sampel adalah ibu hamil trimester I sebanyak 30 orang, yaitu 15 orang untuk perlakuan pepermin dan 15 orang untuk perlakuan jahe. Analiasa data dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan  sari jahe lebih efektif terhadap mual muntah dibandingkan dengan pemberian aromaterapi peppermint (p Value 0,001). Studi penemuan dosis menggunakan ekstrak standar yang bervariasi juga harus dilakukan untuk menentukan dosis efektif dan persiapan jahe secara akurat. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan desain uji klinis untuk meningkatkan kemanjuran jahe dalam mual dan muntah

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN POST PARTUM BLUES

    Get PDF
    Depression is a common disorder in women of childbearing age. Many women experience depressive symptoms during the postpartum period, ranging from mild postpartum blues to significant mood disorders such as postpartum depression and postpartum psychosis. The ‘postpartum blues‘ are extremely common, affecting 30-75% of new mothers. This form of postpartum mood change is self-limited and requires no specific treatment other than education and support. The aim of this study is to determine analysis risk factors incidence of postpartum blues in Perumnas Public Health Center of Rejang Lebong District. This study used the observational approach with a cross-sectional design. Samples in this study were 73 people used screening instrument of Edinburg Postnatal Depression Scale (EPDS). This study was conducted in Tembilahan Hulu and Gajah Mada  Public Health Center in March-April 2021. Data obtained with instrument test and observation sheet. Data analysis used the Chi-Square test (X2. The results of the analysis showed that there was a correlation between postnatal health education provided by health workers (p=0.001, CI 3.225 – 50.404, OR 12.750) and family involvement in taking care of the baby (p=0.003, CI 2.020 – 32.594, OR 8.114) with the incidence of postpartum blues. Meanwhile, pregnancy plans (p=0.736) and delivery complications (p=0.969) based on statistical tests did not have a significant correlation. Social support, information and assistance from health workers are needed for mothers who experience the postpartum blues and screening for the postpartum blues is carried out before the mother is allowed to go home for postpartum care at homeDepresi adalah gangguan umum pada wanita usia subur. Banyak wanita mengalami gejala depresi selama periode postpartum, mulai dari postpartum blues ringan hingga gangguan mood yang signifikan seperti depresi postpartum dan psikosis postpartum. Postpartum blues sangat umum, mempengaruhi 30-75% ibu baru. Bentuk perubahan suasana hati pascapersalinan ini bersifat self-limited dan tidak memerlukan pengobatan khusus selain pendidikan dan dukungan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang dengan menggunakan alat skrining Edinnburg Postnatal Depression Scale (EPDS). Penelitian dilakukan di Puskesmas Tembilahan Hulu dan Puskesmas Gajah Mada pada bulan Maret-April 2021. Data diambil dengan instrument test dan lembar observasi. Uji statistik dilakukan dengan Chi Square. Hasil analisis didapatkan adanya korelasi antara pendidikan kesehatan setelah persalinan yang diberikan tenaga kesehatan (p=0,001, CI 3,225 – 50,404, OR 12,750) dan keterlibatan keluarga dalam mengurus bayi (p=0,003, CI 2,020 – 32,594, OR 8,114) dengan kejadian postpartum blues. Sedangkan rencana kehamilan (p=0,736) dan komplikasi persalinan (p=0,969) berdasarkan uji statistik tidak memiliki korelasi yang signifikan. Dibutuhkan dukungan sosial, informasi  dan bantuan tenaga kesehatan bagi ibu yang mengalami postpartum blues dan dilakukan skrining postpartum blues sebelum ibu diperbolehkan pulang.untuk perawatan nifas diruma

    BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA YANG DITANGANI DENGAN PROSTATEKTOMI TERBUKA: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Get PDF
    Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang terdapat pada pria, di mana terjadi pembesaran kelenjar prostat tetapi tidak bersifat kanker. Penyakit ini menyebabkan kompresi uretra, menyebabkan resistensi aliran urin yang dikenal sebagai obstruksi saluran keluar kandung kemih (BOO), yang akan bermanifestasi sebagai lower urinary tract infection (LUTS). BPH dipicu berbagai faktor, salah satunya adalah usia lanjut. Kami melaporkan kasus BPH pada pasien lansia yang datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Setelah diagnosis BPH terkonfirmasi berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, pasien menjalani prostatektomi terbuka secara elektif

    POLITIK EKOWISATA: STRATEGI RENCANA PENGEMBANGAN WISATA PESISIR DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) PANTAI TIMUR SUNGAILIAT

    Get PDF
    Bangka Island is known as a tin-producing area, especially in Bangka Regency. Tin, which is known as black diamond, if exploited continuously, leaves environmental damage and changes in the landscape. Not only tin resources, other potentials are found in the beauty of ecotourism. The Bangka Regency Government supported by PT. Sungailiat East Coast (private sector) compiles a planning strategy for the development of Tourism SEZs on the Sungailiat East Coast which is contained in one of the regional development missions to change the direction of community income from mining to tourism actors. This research method is carried out qualitatively through in-depth interviews and documentation of local regulations. The results of this study indicate that the tourism SEZ planning strategy on the Sungailiat East Coast is in the planning stage. However, such planning can be described as “half-hearted” planning. This condition is caused by the local government and PT. Sungailiat East Coast did not examine in depth the Mining Business Permits (IUP) located in sea and land waters which are close to the SEZ planning location. In addition, unconventional tin (TI) “flooded” the Sungailiat East Sea. As a result, coastal areas are affected by abrasion due to the actions of tin miners. Then the point of the planning location is next to critical land, and there is no community intervention in the planning activities of the Sungailiat SEZ which is carried out in the ecotourism corridor.Pulau Bangka dikenal sebagai daerah penghasil timah, khususnya di Kabupaten Bangka. Timah yang dikenal sebagai berlian hitam, jika dieksploitasi terus menerus meninggalkan kerusakan lingkungan dan perubahan bentang alam. Tidak hanya sumberdaya timah, potensi lainnya terdapat pada kemolekan ekowisata. Pemerintah Kabupaten Bangka yang didukung PT. Pantai Timur Sungailiat (private sector) menyusun strategi perencanaan pengembangan KEK Pariwisata di Pantai Timur Sungailiat yang tertuang dalam salah satu misi pembangunan daerah guna merubah arah pendapatan masyarakat dari pertambangan ke pelaku wisata.  Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam dan dokumentasi peraturan daerah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi perencanaan KEK pariwisata di Pantai Timur Sungailiat berputar dalam tahap perencanaan. Akan tetapi, perencanaan tersebut dapat dikatakan sebagai perencanaan “setengah hati”. Kondisi tersebut disebabkan Pemda dan PT. Pantai Timur Sungailiat tidak mengkaji lebih mendalam terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di perairan laut dan darat yang berada dekat di titik lokasi perencanaan KEK. Selain itu, Timah Inkonvesional (TI) “membanjiri” Laut Timur Sungailiat. Imbasnya, daerah pesisir terdampak abrasi akibat ulah penambang timah. Kemudian titik lokasi perencanaannya bersampingan dengan lahan kritis, serta nihilnya campur tangan masyarakat dalam kegiatan perencanaan KEK Pariwisata Sungailiat yang diusung dalam koridor ekowisata. &nbsp

    DINAMIKA KEBIJAKAN LAND CONVERSION DI KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

    Get PDF
    This study wants to describe the dynamics of the Siak Regency Government's Policy in Overcoming the Transfer of Agricultural Land for Sustainable Food in Bungaraya District and the Factors influencing the Transfer of Sustainable Food Agricultural Land in Bungaraya District. The method used in this research is qualitative method. The theory that is used as the basis for the analysis is the theory of government policy, which includes the process of government functioning to control, serve, empower and regulate society. The results showed that the implementation of control carried out by the Siak Regency Government was to issue Regional Regulation No. 02 of 2014 concerning Protection of Agricultural Land to support sustainable food agriculture programs in Bungaraya District. The factors that influence the land use change policy in Bungaraya District include entrepreneur resistance, community economic factors and the political dynamics of government policies.Penelitian ini inginmendeskripsikan dinamika  Kebijakan Pemerintah daerah Kabupaten Siak dalam Mengatasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjuatan Di Kecamatan Bungaraya dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjuatan di Kecamatan Bungaraya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang dijadikan sebagai dasar analisis adalah teori kebijakan pemerintah yakni  meliputi proses pemerintah berfungsi untuk mengendalikan, melayani, memberdayakan dan mengatur masyarakat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengendalian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak yakni mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian untuk mendukung program pertanian pangan berkelanjutan di Kecamatan Bungaraya. Adapun faktor yang mempengaruhi kebijakan alih fungsi lahan di Kecamatan Bungaraya diantaranya resistensi pengusaha, faktor ekonomi masyarakat dan dinamika politik kebijakan pemerintah

    PEMERIKSAAN KADAR ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) TERHADAP LAMA PAPARAN KARBON MONOKSIDA PADA PEKERJA BENGKEL DI JEMUR WONOSARI SURABAYA

    Get PDF
    Carbon monoxide is one of the most important pollutants and has toxic properties if the gas is inhaled by humans. Levels of alanine aminotransferase (ALT) and ALT enzymes become one of the biomarkers that affect liver damage. The ALT enzyme is a transferase enzyme that is released when the liver is damaged. The purpose of this study was to determine the effect of long exposure to carbon monoxide (CO) on workshop workers on the examination of ALT levels. The research method used is an experimental method with a one-shot case study design on 27 respondents of workshop workers in the Jemur Wonosari area of ​​Surabaya. ALT levels were measured using a photometer and analysis of ALT levels was carried out using the One-way ANOVA statistical test using SPSS. The results showed the average ALT levels in group X1 (long working 1-5 years) of 38.26 u/l while the average result in group X2 (long working 6-10 years) was 40.38 u/l and average results in group X3 (long working 11-15 years old) is 41.11 u/l. One way ANOVA statistical test obtained a significance value of 0.484> 0.05. So the conclusion obtained in this study is that there is no effect of long exposure to carbon monoxide on the examination of ALT levels in the blood of workshop workers in Jemur Wonosari Surabaya

    Loneliness dan Internalizing Problems Remaja

    Get PDF
    Loneliness yaitu keadaan seseorang yang menginginkan kehadiran orang lain tetapi tidak terpenuhi. Remaja yang memiliki perasaan kesepian yang berkepanjangan dan tidak diatasi maka akan semakin besar remaja melakukan gejala Internalizing problems. Internalizing problems adalah sebuah penghayatan seseorang dalam menghadapi masalah ke dalam diri secara berlebihan. Sehingga terjadi gejala depresi, kecemasan, penarikan sosial terhadap seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan loneliness dan internalizing problems pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan teknik simple random sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 616 orang. Kriteria penelitian ini adalah remaja berusia 15-18 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Strength & Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Loneliness dan Internalizing Problems ditandai dengan nilai r = 0,618, p = 0,000, yang berarti semakin tinggi tingkat Loneliness pada seseorang maka semakin tinggi pula tingkat Internalizing Problems yang dimilikinya. &nbsp

    AKTIVITAS PEMBINAAN KELOMPOK BERISIKO TINGGI MELALUI PROGRAM PENANGGULANGAN AIDS DI KABUPATEN KAMPAR

    Get PDF
    This research was conducted at the AIDS Commission of Kab. Kampar. The purpose of this study was to determine the activities of developing high-risk groups through the AIDS prevention program by KPA Kampar Regency. This study uses a qualitative approach using observation and interviews with the AIDS Commission (KPA) of Kampar Regency. This article shows that the coaching activities carried out are 1. HIV and AIDS socialization to high-risk groups both medically and religiously, 2. Blood tests for high-risk groups 3. Assistance to HIV-positive risk groups, 4. Realizing behavior change in a better direction, an invitation to no longer commit adultery, strengthen faith in Allah and increase pious deeds. The recommendation from this research is that KPA Kampar Regency further improve the programs that have been implemented.      Penelitian ini dilaksanakan di Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Kampar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pembinaan kelompok berisiko tinggi melalui program penanggulangan AIDS oleh KPA Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar. Artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas – aktivitas pembinaan yang dilakukan adalah 1. Sosialisasi HIV dan AIDS kepada kelompok berisiko tinggi baik secara medis maupun agama, 2. Pemeriksaan darah bagi kelompok berisiko tinggi 3. Pedampingan kepada kelompok berisiko yang positif HIV, 4.  Mewujudkan perubahan prilaku kearah yang lebih baik, ajakan untuk tidak lagi melakukan perbuatan zina, memperkuat keimanan kepada Allah dan memperbanyak amal sholeh. Rekomendasi dari Penelitian ini adalah supaya KPA Kabupaten Kampar lebih meningkatkan program-program yang telah dilaksanakan.   &nbsp

    SITUASI KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN KULIM KELURAHAN KULIM 2022

    Get PDF
    The Healthy Indonesia Program is implemented with 3 main pillars, namely a healthy paradigm, strengthening health services and national health insurance: 1) the pillars of a healthy paradigm are carried out with a strategy of mainstreaming health in development, strengthening preventive promotions and community empowerment; 2) strengthening of health services is carried out with a strategy of increasing access to health services, optimizing the referral system and improving the quality of health services, using a continuum of care approach and health risk-based interventions; 3) Meanwhile, national health insurance is carried out with a strategy of expanding targets and benefits as well as quality control and cost control (Kemenkes RI 2019). The current state of public health in general has not been able to meet the expected goals due to a lack of public understanding regarding health checks every 6 months. Therefore, an assessment of health problems was carried out which took place from January 26, 2022 to February 10, 2022 which was carried out in the Kulim Village, Kulim District. The purpose of this activity is to analyze or see the public health picture in the Kulim sub-district, Kulim sub-district, hold 2022. The results of the data collection obtained 5 (five) joint problems raised, namely 1. Health checks every 6 months, 2. No physical activity, 3. No using a mask, 4. Not washing hands, 5. Not consuming fruits and vegetables. So that further community empowerment activities will be carried out to overcome these problems Keywords: Kulim village, health check every 6 months, Public HealthProgram Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional: 1) pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi pengarus utamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat; 2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risikokesehatan; 3) sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya (kemkes RI 2019). Keadaan kesehatan masyarakat saat ini secara umum belum dapat memenuhi tujuan yang diharapkan di karenakan kurangnya pemahaman masyarakat terkat cek kesehatan 6 bulan sekali. Oleh karena itu, dilaksanakan penilaian masalah kesehatan yang berlangsung dari tanggal 26 Januari 2022 sampai dengan 10 Februari 2022 yang dilaksanakan di kelurahan kulim kecamatan kulim. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis atau melihat gambaran kesehatan masyarakat di kelurahan kulim kecamatan kulim tahan 2022. Hasil pendataan di dapatkan 5 (lima) permasalahan bersama yang diangkat yaitu 1. Cek kesehatan 6 bulan sekali, 2. Tidak melakukan aktifitas fisik, 3. Tidak menggunakan masker, 4. Tidak mencuci tangan, 5. Tidak mengkonsumsi buah dan sayur. Sehingga untuk selanjutkan akan dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut Kata Kunci : Cek kesehatan 6 bulan sekali, Kesehatan Masyaraka

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇