Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    PERANCANGAN PROTOTYPE APLIKASI TIKET WISATA DI KOTA PEMALANG MENGGUNAKAN UX LIFECYCLE

    Get PDF
    Technology that continues to develop always provides new changes in improving the quality and performance of a company. Booking tourist tickets is one of the businesses that requiring the right information technology assistance. This business requires high mobility, fast information distribution, fast customer service, and real-time communication between branches or cities. Through this travel ticket application, users can find out the destination tourist locations in detail, order tickets online, and make ticket payments digitally to make it easier for tourists to make transactions. The data states that from 21 respondents, or 47.6% of the people of Pemalang city, they have difficulty when ordering tourist tickets in Pemalang City. Some people say that there are sometimes long queues in purchasing tickets, so it takes a long time, Difficulty in queuing when buying tourist tickets, especially on weekends, and too long queues make you lazy. So the author makes the design of the Prototype of the Travel Ticket application to make it easier for tourists to order tickets. The application prototype design process is carried out using the User Experience Lifecycle method. The design method is carried out using the wheel method initiated by Hartson and Pyla by paying attention to usability and user experience. This method has four stages, namely analysis, design, prototype, and evaluation. Usability testing on the Travel Ticket application is carried out using the System Usability Scale method..Teknologi yang terus berkembang selalu memberikan perubahan baru dalam meningkatkan kualitas dan kinerja suatu perusahaan. Pemesanan tiket wisata merupakan salah satu bisnis yang memerlukan bantuan teknologi informasi yang tepat, karena usaha ini membutuhkan mobilitas yang tinggi, distribusi informasi yang cepat, pelayanan konsumen yang cepat serta komunikasi antar cabang atau kota yang real time. Melalui aplikasi tiket wisata ini pengguna dapat mengetahui lokasi wisata yang dituju secara detail, memesan tiket secara online serta melakukan pembayaran tiket secara digital agar dapat memudahkan wisatawan dalam melakukan transaksi. Data menyatakan dari 21 responden atau 47,6% masyarakat kota Pemalang mengalami kesulitan pada saat memesan tiket wisata di Kota Pemalang. Beberapa masyarakat mengatakan bahwa dalam pembelian tiket terkadang ada antrian yang panjang sehingga memerlukan waktu yang lama, Kesulitan dalam mengantri ketika membeli tiket wisata apalagi di saat weekend, dan Antrian terlalu panjang membuat malas. Sehingga penulis membuat perancangan Prototype aplikasi Tiket Wisata untuk mempermudah wisatawan dalam memesan tiket. Proses perancangan prototype aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode User Experience Lifecycle, metode perancangan dilakukan dengan metode the wheel yang digagas oleh Hartson dan Pyla dengan memperhatikan aspek usability dan pengalaman pengguna. Metode ini memiliki empat tahap yaitu analisa, desain, prototipe, dan evaluasi. Pengujian usability pada aplikasi Tiket Wisata dilakukan dengan menggunakan metode System Usability Scal

    STUDI PENGUJIAN KADAR LUMPUR AGREGAT HALUS PADA PASIR DI KOTA BATAM

    Get PDF
    Clay is one of the parameters that need to be tested before fine aggregates is used in construction. According to SNI 03-1750-1990, the limit of clay in fine aggregate is 5%. This study aims to determine the clay levels in the sand in Batam City. Clay levels data were analyzed using the one-sample t-test of statistical method. The results of the analysis show that the clay levels in the sand in Batam City is more than 5%, so that the sand in Batam City has not been fully used as fine aggregate for construction.Kadar lumpur merupakan salah satu parameter yang perlu diuji sebelum agregat halus digunakan dalam konstruksi. Menurut SNI 03-1750-1990, batas kandungan lumpur pada agregat halus adalah 5%. Kadar lumpur yang tinggi dapat mengakibatkan berkurangnya pengikatan antar agregat. Hal ini mengakibatkan kekuatan beton berkurang dan kualitas beton berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dan memastikan bahwa pasir yang digunakan pada konstruksi Kota Batam telah memenuhi standar kadar lumpur pada agregat halus. Data kadar lumpur dianalisis menggunakan metode statistika uji t satu sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar lumpur pada pasir di Kota Batam lebih dari 5% sehingga pasir di Kota Batam belum sepenuhnya dapat digunakan sebagai agregat halus untuk konstruksi karena belum memenuhi batas maksimum kadar lumpur pada agregat halus

    Pengaruh Brain Gym dan Resistance Exercise Pada Lansia dengan Kondisi Demensia Untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang: Demensia adalah suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan kognitif secara progresif yang mengganggu kemampuan fungsional secara mandiri. Demensia umumnya disebabkan oleh gangguan beberapa fungsi kortikal yang lebih tinggi, termasuk memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, pembelajaran, bahasa, dan penilaian. Demensia disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi yang menyebabkan rusaknya sel-sel otak atau hubungan antar sel-sel otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak dan latihan resistensi terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan kondisi demensia. Metode: Studi kasus tunggal dengan desain pre dan post test pada pria berusia 65 tahun dengan kondisi gangguan kognitif sedang. Brain gym dilakukan selama 20 menit, sedangkan latihan resistensi dilakukan selama 60 menit, tiga kali seminggu selama empat minggu. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengevaluasi fungsi kognitif pada lansia. Hasil: Setelah diberikan intervensi selama empat minggu didapatkan hasil peningkatan fungsi kognitif. Hasil pada pengukuran awal sebelum diberikan intervensi didapatkan  T0 = 23, dan pada evaluasi akhir tintervensi didapatkan T11= 25. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brain gym dan latihan resistensi dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan kondisi demensiaABSTRACT ABSTRACT Background: Dementia is a clinical syndrome characterized by progressive cognitive decline that interferes with the ability to function independently. Dementia is generally caused by disorders of some higher cortical functions, including memory, thought, orientation, understanding, learning, language, and assessment. Dementia is caused by various diseases and conditions that cause damaged of brain cells or connections between brain cells. The purpose of the study was to determine the effect of brain gym and resistance exercise to increase cognitive function in the elderly with dementia. Methods: Single case study with pre and post test design in 65 years old man with moderate cognitive impairment. Brain gym was carried out for 20 minutes, while resistance exercise was carried out for 60 minutes, three times a week for four weeks. The measurements used in this study used Mini Mental State Examination (MMSE) to evaluate the cognitive function in elderly. Results: After four weeks of treatment, the results showed an increase in cognitive function. The results of the initial measurement pre intervention obtained T0= 23, and at the post intervention T11= 25. Conclusion: The results of this study indicate that brain gym and resistance exercises can increase cognitive function in the elderly with dementi

    Pengaruh Neuromuscular Taping Dan Contract Relax Stretching Pada Kondisi Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius Terhadap Penurunan Nyeri Leher

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang: Myofacial trigger point syndrome otot upper trapezius adalah nyeri pada suatu titik/tempat hiperiritabel pada otot atau fascia yang disebabkan oleh adanya trauma ataupun pembebanan akibat dari kerja otot yang terjadi secara terus-menerus. Otot yang bekerja secara berlebihan akan menyebabkan kontraksi terus menerus yang akan menyebabkan otot menjadi tegang sehingga timbul spasme, kekakuan, adhesi serta penurunan sirkulasi darah yang merupakan pemicu timbulnya trigger point di otot yang menegang. Kondisi ini ditemukan pada posisi beraktivitas dengan posisi yang tidak ergonomis dalam jangka waktu lama terutama pada area leher khususnya otot upper trapezius yang sering ditemukan berkontraksi berlebihan mempertahankan postur kepala yang cenderung jatuh ke depan karena kekuatan gravitasi atau berat kepala itu sendiri. Kontraksi berlebih memicu timbulnya trigger points pada taut band yang menimbulkan myofascial pain syndrome sehingga akan berdampak pada nyeri leher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pengaruh neuromuscular taping dan contract relax stretching pada kondisi myofascial pain syndrome otot upper trapezius terhadap penurunan nyeri leher. Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan  dengan desain pre dan post test pada 14 orang yang diambil secara acak sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Intervensi yang diberikan berupa neuromuscular taping dan contract relax stretching dan pengukuran nyeri diukur dengan visual analog scale (VAS). Data diolah dan dianalisa dengan aplikasi software SPSS 21. Hasil: Hasil uji hipotesis didapatkan dengan p = 0,000 berarti p<0,05 maka ada pengaruh pemberian neuromuscular taping dan contract relax stretching terhadap nyeri leher pada kondisi myofascial pain syndrome otot upper trapeziu . Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian neuromuscular taping dan contract relax stretching dapat mengurangi nyeri leher pada kondisi myofascial pain syndrome otot upper trapeziusABSTRACT Background: Myofacial trigger point syndrome of the upper trapezius muscle is pain in a hyperirritable point/place in the muscle or fascia caused by trauma or loading due to continuous muscle work. Muscles that work excessively will cause continuous contractions which will cause tense, causing spasms, stiffness, adhesions and decreased blood circulation which triggers the emergence of trigger points in tense muscles. This condition is found in all people with unergonomic position for long periods of time in the neck area, especially the upper trapezius muscle which is often found to be excessively contracted, maintaining a head posture that tends to fall forward due to the force of gravity or the weight of the head.  Excessive contraction triggers the emergence of trigger points in the link band which causes myofascial pain syndrome so that it will have an impact on neck pain. The purpose of this study was to determine the effect of neuromuscular taping and contract relax stretching on myofascial pain syndrome of the upper trapezius muscle on reducing neck pain. Methods: This study used an experimental method with a pre and post test design on 14 people who were taken randomly according to the inclusion criteria and exclusion criteria. The intervention is neuromuscular taping and contract relax stretching. Pain measurements were measured using a visual analog scale (VAS). The data is processed and analyzed with the SPSS 21. Results: The results of the hypothesis test were obtained with p = 0.000 meaning p <0.05, so there was an effect of neuromuscular taping and contract relax stretching on neck pain in myofascial pain syndrome of the upper trapezius muscle. Conclusion: The results of this study indicate that neuromuscular taping and contract relax stretching can reduce neck pain in myofascial pain syndrome of the upper trapezius muscle

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA

    Get PDF
    Stunting is one of the nutritional problems that adversely affects the quality of life of children in achieving optimal growth and development according to their genetic potential. Stunting can hinder the process of growth and development in toddlers. Chilhood stunting in childhood is the result of chronic malnutrition or past growth failure and is used as a long-term indicator of childhood malnutrition. Stunting is a health problem that is found in many developing countries, including Indonesia. This study aims to determine the factors associated with the incidence of stunting in children under five in the working area of ​​the UPT Puskesmas Tanjung Batu Kepri. This type of research is quantitative with a correlation analysis research design with a cross-sectional approach. The population in this study were all children under five in the working area of ​​the UPT Puskesmas Tanjung Batu Kepri. The samples were taken as many as 97 children under five using consecutive sampling technique. Data collection using primary data using questionnaires and examinations. The analysis used univariate and bivariate using the chi-square test. The results of the study showed a relationship between education and the incidence of stunting with P-value = 0.15 <0.1. There is a relationship between income and the incidence of stunting with P-value = 0.000 <0.1. There was a relationship between ANC visits and the incidence of stunting with P-value = 0.004 <0.1. It is necessary to increase the provision of information to pregnant women and mothers with children regarding the prevention of stunting.Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuaipotensi genetiknya. Stunting dapat menghambat proses tumbuh kembang pada balita. Chilhood stunting atau tubuh pendek pada masa anak-anak merupakan akibat kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan di masa lalu dandigunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. Stunting merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Kerja UPT Puskesmas Tanjung Batu Kepri. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian merupakan seluruh balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Batu Kepri sampel yang diambil sebanyak 97 balita dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan pendidikan dengan  kejadian stunting dengan nilai P-value = 0,15 < 0,1. Terdapat hubungan pendapatan dengan kejadian stunting dengan nilai P-value = 0,000 < 0,1. Terdapat hubungan kunjungan ANC dengan kejadian stunting dengan nilai P-value = 0,004 <0,1. Perlu ditingkatkan pemberian informasi kepada ibu yang sedang hamil dan ibu yang mempunyai anak mengenai pencegahan terjadinya stunting

    FAKTOR RISIKO BALITA STUNTING DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Get PDF
    Toddler age is a golden period for the development and growth of the baby's brain which is commonly referred to as the golden period, especially the first 1000 days. Behind the importance of maintaining the growth and development of infants, there is a failure to grow in the form of short height for age due to chronic malnutrition called stunting. The province of West Nusa Tenggara (NTB) has a higher prevalence of stunting than the province of Bali as the closest province to NTB, which is 33.5%, while the province of Bali is 21.9%. Stunting is caused by various factors including maternal education, sanitation, access to health care facilities, and infection. This study aims to determine the risk factors for stunting in the province of NTB. This study uses secondary data from Riskesdas for the province of NTB in 2018 obtained from the Health Research and Development Agency (Balitbangkes) of the Indonesian Ministry of Health with an analysis unit for children aged 0-59 months in the province of NTB. Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate with the help of SPSS 25.0 program. Bivariate test using Chi-square test and multivariate test using logistic regression. This study found that children under five in the province of NTB had a normal nutritional status of 71.2%. There were no differences in the nutritional status of the respondents according to the characteristics of the children, either history of illness or gender, there were significant differences in the nutritional status of the respondents according to the mother's education and the number of household members, and there were no differences in the nutritional status of the respondents according to the environment. It is hoped that the NTB provincial government, the NTB Provincial Health Office, the NTB provincial BKKBN, and the local district/city government can synergize with each other in implementing the stunting toddler intervention program, especially for mothers with low and middle education.Usia balita adalah masa emas perkembangan dan pertumbuhan otak bayi yang biasa disebut dengan golden period, khususnya masa 1000 hari pertama. Dibalik pentingnya menjaga pertumbuhan dan perkembangan bayi, terdapat kondisi gagal tumbuh berupa tinggi badan pendek untuk usianya karena kekurangan gizi kronis yang disebut stunting. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai prevalensi balita pendek lebih tinggi dibandingkan provinsi Bali sebagai provinsi terdekat dari NTB yaitu sebesar 33,5%, sedangkan provinsi Bali sebesar 21,9%. Stunting disebabkan oleh macam-macam faktor diantaranya pendidikan ibu, sanitasi, akses ke tempat pelayanan kesehatan, dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko stunting di provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas provinsi NTB tahun 2018 yang diperoleh dari Badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI dengan unit analisis anak usia balita 0-59 bulan di provinsi NTB. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan bantuan program SPSS 25,0. Uji bivariat menggunakan uji Chisquare dan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik. Penelitian ini menemukan anak usia balita di provinsi NTB mempunyai status gizi normal sebesar 71,2%. Tidak terdapat perbedaan status gizi responden menurut karakteristik anak baik riwayat pernah sakit ataupun jenis kelamin, terdapat perbedaan status gizi responden yang bermakna menurut pendidikan ibu dan jumlah anggota rumah tangga, dan tidak terdapat perbedaan status gizi responden menurut lingkungan. Diharapkan pemerintah provinsi NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, BKKBN provinsi NTB, dan Pemerintah kabupaten/kota setempat dapat saling bersinergi melaksanakan program intervensi balita stunting khususnya pada ibu dengan pendidikan rendah dan menengah

    PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM MELALUI PIJAT EFFLEURAGE DI KLINIK LMT SIREGAR

    Get PDF
    Exclusive breastfeeding has a significant effect on the quality of the baby's health. The fact is that only 1 in 2 babies under 6 months are getting exclusive breastfeeding. One way that can affect the increase in breast milk production is by means of massage techniques. This study aims to determine the effectiveness of effleurage massage on breast milk production in post partum mothers This type of research is a quantitative study in the form of a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest design. The population of this study was all post partum mothers who gave birth at LMT Siregar Clinic as many as 14 people and the research sample using accidental sampling technique was 14 people who were divided into 2 groups, intervention and control. Collecting data using observation sheets which were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a p-value of 0.038 in the intervention group and a p-value of 0.083 in the control group. The conclusion is the difference in the production of post partum mother's milk before and after the effleurage massage in the intervention group but there is no difference in the production of breast milk in the control group. For this reason is expected to provide health education on how to increase milk production with effleurage massage techniques and the need to provide support to families to carry out complementary therapy with effleurage massage techniques to increase prolactin hormone levels.Pemberian ASI Eksklusif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas kesehatan bayi. Kenyataan yang terjadi bahwa hanya 1 dari 2 bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif. Faktor keberhasilan pemberian ASI Eksklusif harus didukung dengan produksi ASI yang lancar. Salah satu cara yang dapat mempengaruhi peningkatan produksi ASI adalah dengan cara teknik pemijatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat effleurage terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Klinik LMT Siregar tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Quasi experimen dengan desain two-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang partus di Klinik LMT Siregar sebanyak 14 orang dan sampel penelitian menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 14 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu intervensi dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dianalisa dengan menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan p-value 0,038 pada kelompok intervensi dan p-value 0,083 pada kelompok kontrol. Kesimpulannya adalah perbedaan produksi ASI ibu post partum sebelum dan sesudah dilakukan pijat effleurage pada kelompok intervensi namun tidak ada perbedaan produksi ASI pada kelompok kontrol. Untuk itu diharapkan kepada pengelola dan petugas kesehatan di Klinik LMT Siregar agar memberikan pendidikan kesehatan tentang cara meningkatkan produksi ASI dengan tehnik pijat effleurage dan perlunya memberikan dukungan pada keluarga untuk melakukan terapi komplementer pijat tehnik effleurage untuk meningkatkan kadar hormon prolactin

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. MITRA BUMI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2021

    Get PDF
    COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Kecepatan penyebaran COVID-19 saat ini melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh perilaku seseorang. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Rendahnya pengetahuan serta sikap seseorang dalam melakukan pencegahan sesuai protokol COVID-19 merupakan salah satu penyebab meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Berdasarkan survei pendahuluan di PT. Mitra Bumi Kabupaten Kampar, didapatkan 70% pekerja berperilaku buruk dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19. Buruknya perilaku pekerja dikarenakan rendahnya pengetahuan serta sikap pekerja mengenai protokol pencegahan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan pencegahan COVID-19 di PT. Mitra Bumi Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 117 orang. Sampel sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Ditemukan terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,002) dan sikap (p-value = 0,002) dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada pekerja kelapa sawit dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,326 yang bermakna kekuatan korelasi lemah dengan arah korelasi positif

    Deliberasi dalam Perencanaan Pembangunan Infrastuktur Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru pada Masa Covid-19

    Get PDF
    This article discusses the deliberative process to make the result in the form of an agreement that is used as a policy or the basis for a management plan of a government entity. The focus of the research includes four things, first, Deliberation Process in Development Planning of Nagari Kunangan Parit Rantang, second, Groups Involved in Musrenbang Nagari Kunangan Parit Rantang, third, Indicators of Successful Implementation of Musrenbang, and fourth, Differences in Implementation of Musrenbang in Nagari Kunangan Parit Rantang during the period Before the Pandemic and During the Pandemic. The purpose of this study was to find out how the community participated in the discussion on infrastructure development in Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru during the COVID-19 pandemic. The COVID-19 pandemic has affected the scale of infrastructure development in Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru. This research method uses a qualitative method which was developed through a phenomenon and is supported by the opinions of experts using previously obtained data. The conclusion obtained in this study is the understanding of deliberative democracy in infrastructure development in Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru.Artikel ini membahas proses deliberatif untuk membuat hasil berupa kesepakatan yang dijadikan kebijakan atau dasar rencana pengelolaan suatu entitas pemerintahan. Fokus penelitian meliputi empat hal, pertama, Proses Deliberasi Dalam Perencanaan Pembangunan Nagari Kunangan Parit Rantang, kedua, Kelompok Yang Dilibatkan Dalam Musrenbang Nagari Kunangan Parit Rantang, ketiga, Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Musrenbang, dan keempat, Perbedaan Pelaksanaan Musrenbang Di Nagari Kunangan Parit Rantang  Pada Masa Sebelum Pandemi dan Saat Pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam musyawarah pembangunan infrastruktur Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru pada  masa pandemi covid-19. Pandemic covid-19 mempengaruhi jumlah skala pembangunan infrastruktur di Nagari Kunangan Parit Rantang, Kecamatan Kamang Baru. Metode penelitian ini menggunakan metodeIkualitatif yang dikembangkan melalui sebuah fenomena dan didukung oleh pendapat para ahli dengan menggunakan data yang telah diperoleh sebelumnya. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini ialah, pemahaman demokrasi deliberatif dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Nagari Kunangan Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru

    STRATEGI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DALAM MENURUNKAN ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN SIAK TAHUN 2017-2020

    Get PDF
    This study aims to determine how the strategy of the Department of Manpower and Transmigration in Reducing Unemployment Rates in Siak Regency in 2017- 2020. The method used in this study is a descriptive study with a qualitative ap Retrieval of  data  and  information  obtained  from  information  from informants, namely people who are considered to know and can be trusted in providing accurate information using two kinds of data, namely primary data and secondary   data   through   interviews   and   documentation.   The   theoretical perspective used in this study is the theory of Strategic Management by Jack Koteen  covering  Corporate  Strategy,  Program  Strategy,  Resource  Support Strategy, and Institutional Strategy. The results showed that the Strategy of the Manpower and Transmigration Office in Reducing Unemployment Rates in Siak Regency in 2017-2020 was mostly effective and running well. Based on the findings, the Manpower and Transmigration Office of Siak Regency increases competency-based job training and establishes cooperation with companies in the industrial business world, carries out job placement programs such as job fairs  and  training  for  job  seekers  at  the  Job Training  Center  (BLK)  of  Siak Regency. Resources in the form of budgets and seeking teaching staff who assist the implementation of the program as well as the use of social media.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam Menurunkan Tingkat Pengangguran di Kabupaten Siak Tahun 2017- 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dan informasi yang diperoleh dari informasi dari informan yaitu orang yang dianggap tahu dan dapat dipercaya dalam memberikan informasi yang akurat dengan menggunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Teoritis Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Manajemen Strategis oleh Jack Koteen meliputi Corporate Strategy, Program Strategy, Resource Support Strategi, dan Strategi Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Disnakertrans dalam Menurunkan Tingkat Pengangguran di Kabupaten Siak Tahun 2017-2020 sebagian besar efektif dan berjalan dengan baik. Berdasarkan temuan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Siak meningkatkan pelatihan kerja berbasis kompetensi dan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di dunia usaha industri, melaksanakan program penempatan kerja seperti bursa kerja dan pelatihan bagi pencari kerja di Balai Latihan Kerja ( BLK) Kabupaten Siak. Sumber daya berupa anggaran dan mencari tenaga pengajar yang membantu pelaksanaan program serta penggunaan media sosial

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇