Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK DENGAN TALASEMIA
Talasemia merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh anak, anak dengan talasemia akan menjalani pengobatan dalam waktu yang lama dan dapat memengaruhi kualitas hidupnya. Berbagai faktor memengaruhi pada kualitas hidup anak talasemia salah satunya yaitu dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup anak dengan talasemia. Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif dengan desian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 84 orang yaitu 42 anak usia 5-17 tahun dan 42 orang keluarga yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yaitu kuesioner dukungan keluarga dan PedsQL untuk kuesioner kualitas hidup. Data di analisis secara univariat dan bivariat. Uji univariat menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan uji bivariat menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov. Hasil penelitian ini menunjukkan usia anak mayoritas 6-12 tahun berjumlah 28 orang (66,7%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki berjumlah 25 orang (59,%), tingkat pendidikan anak mayoritas SD berjumlah 29 orang (69.5%) dan mayoritas terdiagnosa kategori lama berjumlah 28 orang (66.7%). Hasil uji korelasi didapatkan p value = 0,543 ( > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup anak dengan talasemia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak hanya dukungan keluarga yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak dengan talasemia terdapat beberapa faktor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan agar meningkatkan kualitas hidup anak dengan memberikan pendidikan kesehatan pada orang tua dan ana
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 73 TAHUN 2018 TENTANG SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI SMART RESCUE DALAM PELAYANAN PEMADAMAN KEBAKARAN
Penelitian ini berutjuan untuk mengetahui implemenntasi Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Sistem Teknologi Informasi Smart RescueDalam Pelayanan Pemadaman Kebakaran dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 73
Tahun 2018 Tentang Sistem Teknologi Informasi Smart RescueDalam Pelayanan Pemadaman Kebakaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah IT Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru, Sekretaris Pemadaman Dan Investigasi, Staf Kasubag Umum, Kasi Distribusi Logistik, dan Masyarakat. Analisa data dilakukan dengan cara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan Implementasi Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Sistem Teknologi Informasi Smart RescueDalam Pelayanan Pemadaman Kebakaran terdiri dari tiga aspek sebagai berikut: Program, Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di keluarkannya Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 73 Tahun 2018 dijadikan landasan oleh dinas pemadaman kebakaran sebagai sandaran dalam melakukan inovasi pelayanan. Pelaksana Program, penelitian menemukan Lemahnya daya tanggap dinas pemadaman kebakaran dalam menanggapi pengaduan masyarakat melalui aplikasi Smart Rescue menyebabkan dinas pemadaman kebakaran belum bisa meningkatkan persentase pengguna Smart Rescuedi Pekanbaru. Kelompok sasaran, Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pemangku kepentingan belum optimal dalam mensosialisasikan penggunaan aplikasi Smart RescueKepada Seluruh Pemangku Kepentingan dan masyarakat dalam Pelayanan Kebakaran hal ini ditandai dengan
sedikitnya pengguna aplikasi Smart Rescue. Faktor Penyebab Gagalnya Implementasi Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Sistem Teknologi Informasi Smart Rescue Dalam Pelayanan Pemadaman Kebakaran adalah: Tidak adanya komunikasi antara pemegang kepentingan dengan masyarakat dan Kinerja Sumber Daya Yang Kurang Optimal.This study aims to find out the implementation of Pekanbaru Mayor Regulation Number 73 of 2018 concerning Smart RescueInformation Technology Systems in FireFighting Services and find out what factors affect the implementation of Pekanbaru Mayor Regulation Number 73 of 2018 concerning Smart RescueInformation Technology Systems in FireFighting Services. The approach used in this study is a qualitative approach and this research uses a descriptive type of research. The informants in this study were the IT of the Pekanbaru Fire Service, the Secretary of Fire And Investigation, the General Kasubag Staff, the Logistics Distribution Kasi, and the Community. Data analysis is carried out in a descriptive way.
The results showed that the implementation of Pekanbaru Mayor Regulation Number 73 of 2018 concerning Smart RescueInformation Technology Systems in Fire Fighting Services consisted of three aspects as follows: The program, based on research conducted, the issuance of Pekanbaru Mayor Regulation Number 73 of 2018 was used as a foundation by the fire department as a backdrop in carrying out service innovations. Program Implementer, the study found The weak responsiveness of the fire department in responding to community complaints through the Smart Rescue application caused the fire department to not be able to increase the percentage of Smart Rescueusers in Pekanbaru. The target group, based on the research conducted, found that stakeholders have not been optimal in socializing the use of the Smart Rescueapplication to all Stakeholders and the community in Fire Services, this is characterized by the small number of Smart Rescueapplication users. Factors Causing the Failure to Implement Pekanbaru Mayor Regulation Number 73 of 2018 concerning Smart RescueInformation Technology Systems in Fire Fighting Services are: The absence of communication between stakeholders and the community and suboptimal resource performance
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KERSEN (Mutingia calabura) DAN DAUN AKASIA (Acacia mangium) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP JENTIK NYAMUK Aedes aegypti (L.) DI WILAYAH BANJARMASIN
Dengue fever (dengue) is a dangerous and even deadly disease caused by the Aedes aegypti mosquito as the vector of the disease. One way to prevent dengue fever (dengue) is the use of larvicides to inhibit and kill Aedes aegypti larvae. In this case, it is necessary to use one part of the plant, namely Kersen leaves (Mutingia calabura) and Acacia leaves (Acacia mangium). This study aims to compare the effectiveness of the effect of the bioactive compounds contained in extracts of Kersen leaves (Mutingia calabura) and Acacia leaves (Acacia mangium) as larvicides. The plant extraction method is simplicia. The prepared leaf samples were washed thoroughly and dried for ± 2 weeks in a closed state from the sun. The dried leaf samples were then mashed with a dry blender to obtain powder (dry weight), then macerated with ethanol solvent with a concentration of 0.1%, 0.5% and 1%. Based on the results of the research conducted, there was a significant effect of giving cherry leaf extract and acacia leaves from each concentration tested after 24 hours of treatment, with the highest number of larvae deaths at a concentration of 1%. However, in this case there was no significant difference between the administration of the two extracts as Aedes aegypti larvicidePenyakit demam berdarah (dengue) merupakan suatu penyakit membahayakan bahkan mematikan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa vektor penyakit. Salah satu cara pencegahan penyakit demam berdarah (dengue) adalah penggunaan larvasida untuk menghambat dan membunuh dari larva Aedes aegypti. Dalam hal ini perlunya pemanfaatan salah satu bagian dari tanaman yaitu daun.Kersen (Mutingia calabura) dan daun Akasia (Acacia mangium). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan pengaruh kandungan senyawa bioaktif ekstrak daun Kersen (Mutingia calabura) dan daun Akasia (Acacia mangium) sebagai larvasida. Metode ekstraksi tanaman yaitu dengan simplisia. Sampel daun yang telah disiapkan dicuci dengan bersih dan dikeringkan selama ± 2 minggu dalam keadaan tertutup dari sinar matahari. Sampel daun yang sudah kering kemudian dihaluskan dengan dry blender sehingga didapatkan serbuk (berat kering), kemudian dimaserasi dengan pelarut ethanol dengan konsentrasi 0,1%, 0,5% an 1%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian ekstrak daun kersen dan daun akasia dari setiap konsentrasi yang diujikan setelah 24 jam perlakuan, dengan jumlah kematian larva tertinggi pada konsentrasi 1%. Namun dalam hal ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian kedua ekstrak tersebut sebagai larvasida Aedes aegypt
Ultra-High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) untuk Kuantifikasi Gabapentin dalam Granul dan Kapsul
Ultra-High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) has become the modern standard HPLC platform in recent years. UHPLC as an ideal separation tool for the analysis of complex mixtures with a shorter analysis time is very suitable to be used as a fast and precise method. This study aims to determine the quantitative determination of gabapentin in the form of intermediate products, namely granules and finished products, namely capsules from 1 production batch using the UHPLC method. The results of the quantitative examination of the average content (% recovery) of gabapentin in granule and capsule samples quantified by the UHPLC method met the compendial requirements and internal specifications compared to the standard gabapentin recovery values. The % recovery obtained is 98.254% for gabapentin granules and 97.784% for gabapentin capsules, which means it is still in the 95%-105% range. While the %RSD value is 0.735 for granules and 0.839 for capsules, which means it has an RSD value of <2%. % precision of gabapentin granules was 99.558% with %RSD 0.407, and % intermediate precision gabapentin capsules was obtained 98.845% with %RSD 0.678. In conclusion, based on the quantitative results obtained meet the expected specifications, so it can be considered for use for routine analysis and quality control of medicinal ingredients, in the inspection of intermediate products and other finished drug products in the pharmaceutical industry quickly and accurately.Ultra-High Performance Liquid Chromatography (UHPLC) telah menjadi platform HPLC standar modern dibeberapa tahun terakhir. UHPLC sebagai alat pemisahan yang ideal untuk analisis campuran kompleks dengan waktu analisis yang lebih pendek sangat cocok untuk digunakan sebagai metode yang cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk penentuan kuantitatif gabapentin dalam bentuk produk antara yakni granul dan produk jadi yakni kapsul dari 1 batch produksi dengan menggunakan metode UHPLC. Hasil pemeriksaan kuantitatif kadar rata-rata (% recovery) gabapentin sampel granul dan kapsul yang dikuantifikasi dengan metode UHPLC memenuhi persyaratan kompendial dan spesifikasi internal dengan dibandingkan nilai perolehan gabapentin standar. Diperoleh % recovery yakni 98,254 % untuk gabapentin granul dan 97,784% untuk gabapentin kapsul yang artinya masih dalam range 95%-105%. Sedangkan nilai %RSD 0,735 untuk granul dan 0,839 untuk kapsul yang artinya memiliki nilai RSD <2%. % presisi gabapentin granul diperoleh 99,558% dengan %RSD 0,407, dan % intermediate presisi gabapentin kapsul diperoleh 98.845% dengan %RSD 0,678. Kesimpulan, berdasarkan hasil kuantitatif yang diperoleh memenuhi spesifikasi yang diharapkan, sehingga dapat dipertimbangkan untuk digunakan untuk analisis rutin dan pengendalian mutu bahan obat, dalam pemeriksaan produk antara dan produk jadi obat lainnya di industri farmasi secara cepat dan akurat
Penetapan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis
Limpasu (Baccaurea lanceolata) is a native plant of Borneo which is used empirically to protect the skin from sun exposure. Limpasu contains flavonoid compounds which generally act as antioxidants. This study aims to determine the total flavonoid content of limpasu pericarp extract by using UV-Vis spectrophotometry method. Limpasu pericarp was extracted by using the stratification maceration method. This extraction was carried out by immersing the simplicia into three types of solvents with different polarities, respectively, namely n-hexane (nonpolar), ethyl acetate (semi-polar), and methanol (polar). The concentration of n-hexane, ethyl acetate, and methanol extracts was determined using a UV-Vis spectrophotometer at a maximum wavelength of 510 nm with quercetin as standard. Based on the test, it was found that the total flavonoid content of pericarp extracts, hexane, ethyl acetate, and methanol, respectively, was 44.1552 g/ml; 155.8506 g/ml; and 25.8506 g/ml. The highest total flavonoid content was found in the ethyl acetate extract.Limpasu (Baccaurea lanceolata) merupakan tanaman asli Kalimantan yang digunakan secara empiris untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Limpasu mengandung senyawa flavonoid yang umumnya bersifat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total flavonoid dari ekstrak kulit buah limpasu dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi kulit buah limpasu menggunakan metode maserasi bertingkat. Ekstraksi ini dilakukan dengan merendam simplisia ke dalam tiga jenis pelarut yang memiliki polaritas yang berbeda secara berturut-turut adalah n heksan (non polar), etil asetat (semi polar), dan metanol (polar). Ekstrak n heksan, etil asetat, dan metanol ditentukan kadarnya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 510 nm dengan kuersetin sebagai standar. Berdasarkan pengujian didapatkan kandungan total flavonoid ekstrak kulit buah limpasu ekstrak n heksan, etil asetat, dan metanol secara berturut-turut adalah sebesar 44,1552 mg/ml; 155,8506 mg/ml; dan 25,8506 mg/ml. Kandungan total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak etil asetat
PENERAPAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SENI WAYANG DAN TARIAN JAWA
Wayang iis ione iof ithe imany iindigenous icultures iof iIndonesia. iNot imany iIndonesian ipeople understand ithe nature iand icharacteristics iof iwayang icharacters. iThe ipurpose iof imaking ithis iapplication iis ifor ilearning imedia ifor ithe iart iof iwayang iand itraditional iJavanese idance iusing iAndroid-based iaugmented ireality ito isupport ilearning ito irecognize ithe inature iand icharacteristics iof iits icharacteristics iand ican ihelp iusers ito ilearn iwayang iand idance ifigures ieasily, iquickly, iand iefficiently. iThis isystem iwas ibuilt iwith ithe iC# iprogramming ilanguage iand iwas idesigned iusing ithe iwaterfall imodel iand iusing ithe imarkerless imethod. iThere iare ifour istages iin ithe idesign iof ithis isystem, inamely isystem ianalysis, isystem idesign, isystem iimplementation, iand isystem itesting. iThis iapplication iprogram ican ihelp iusers ito icreate i3D iaugmented ireality idolls iand idisplay iinformation iabout idolls iand itheir icharacteristics. iThe iinformation iconveyed iby ithe isystem iis iquite igood, isafe, iand ieasy ito iuse iby iusers. iThe isystem iis ieasy ito imodify ior ichange, ifunctions irun iwell, iand iis ieasy ito iuse ion iseveral ismartphone idevices. iUsers iof ithis iapplication iare ischool ichildren, ithe igeneral ipublicWayang imerupakan isalah isatu idari isekian ibanyak ibudaya iasli iIndonesia. iTidak ibanyak imasyarakat iIndonesia imengerti iakan isifat – isifat idan ikarakteristik itokoh iwayang. iTujuan ipembuatan iaplikasi iini iuntuk imedia ipembelajaran pendidikan seni wayang idan itarian ijawa itradisional imenggunakan iaugmented reality berbasis iandroid iuntuk imenunjang ipembelajaran pengenalan isifat isifat idana ikarakteristiknya idan idapat imembantu ipengguna iuntuk idapat imempelajari itokoh iwayang idan itarian idengan mudah, icepat idan iefisien. iSistem iini idi ibangun idengan ibahasa ipemrograman iC# idan idi irancang idengan imenggunakan imodel iwaterfall idan imenggunaan imetode imarkerless. iAda iempat itahap idalam iperancangan isystem iini iyaitu ianalisis isistem, perancangan isistem, iimplementasi isistem, idan ipengujian isistem. iProgram iaplikasi iini idapat imembantu iuser iuntuk imemunculkan iaugmented ireality iwayang 3D idan imanampikan iinformasi iwayang idan ikarakteristiknya. iInformasi iyang idisampaikan isystem cukup ibaik, iaman, idan imudah idigunakan ioleh iuser, sistem imudah iuntuk idimodifikasi iatau idiubah, fungsinya iberjalan idengan ibaik, idan imudah idigunakan ibeberapa perangkat ismartphone, ipengguna idari iaplikasi iini iadalah ianak isekolah, imasyarakat iumum
PENERAPAN METODE K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENENTUKAN STATUS GIZI BAIK DAN GIZI BURUK PADA BALITA (STUDI KASUS KABUPATEN ROKAN HULU)
Kekurangan gizi atau yang biasa disebut malnutrisi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering menimpa balita-balita di Indonesia. Kepedulian orang tua dan aparat desa (dalam hal ini petugas Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat – PUSKESMAS) untuk memantau gizi balita sangat diperlukan. Penelitian yang dilakukan mencoba untuk melakukan pengelompokan 15 balita di Kab. Rokan Hulu kedalam 2 cluster status gizi. Pengelompokan status gizi balita di Kab. Rokan Hulu menggunakan metode K-Means dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : penentuan tujuan bisnis, pengumpulan data 15 balita di Kab. Rokan Hulu, pengelompokan status gizi balita ke dalam 2 cluster yaitu cluster 1 - gizi baik; cluster 2 -Gizi Baik, pengelompokan status gizi balita menggunakan algoritma K-Means, dan yang terakhir melakukan pengujian dengan membandingkan hasil pengelompokan algoritma K-means dan Rapid Miner.
Kata kunci : Data Mining , Clustering , K -Mean
POTENSI PENGGUNAAN CAMPURAN SLAG NIKEL DAN FLY ASH SEBAGAI MATERIAL PERKERASAN JALAN
Penggunaan kembali material daur ulang dalam skala besar untuk proyek yang berhubungan dengan geoteknik, seperti pada perkerasan jalan, akan menjadikan lebih ekonomis dan mendukung kelestarian lingkungan. Slag nikel dan fly ash adalah salah satu contoh hasil sampingan produksi dari pengolahan feronikel dan batubara. Dalam penelitian ini, campuran slag nikel dan fly ash diteliti untuk dijadikan alternatif material struktur perkerasan jalan. Penggunaan fly ash tipe F digunakan sebagai material pengisi dan stabilisasi. Pengujian laboratorium direncanakan untuk komposisi campuran 0%, 5%, 8%, 11%, 14%, 17%, dan 20% FA dalam kriteria desain berupa pengujian pemadatan (modified proctor), California Bearing Ratio (CBR), potensi pengembangan (swelling) dan permeabilitas. Hasil menunjukkan nilai CBR soaked lebih besar daripada CBR unsoaked karena pengaruh dari fly ash yang bersifat pozzolan. Maka CBR kondisi unsoaked yang digunakan sebagai CBR desain dengan nilai memenuhi standar minimum CBR lapis fondasi bawah, bahu jalan, dan timbunan pilihan. Potensi pengembangan (swelling) masih memenuhi batas nilai maksimum yaitu 0,5% (derajat ekspansi rendah). Koefisien permeabilitas hanya berkisar lebih besar dari 10-5 m/sec (permeabilitas sedang) dimana kombinasi campuran dikategorikan untuk lapis fondasi bawah dengan indeks plastisitas maksimum 10 dan tanpa adanya persyaratan permeabilitas untuk semua kategori lalu lintas.The reuse of recycled materials on a large scale for geotechnical projects, such as in road pavements, will make it more economical and support environmental sustainability. Nickel slag and fly ash are examples of by-products of ferronickel and coal processing. In this study, a mixture of nickel slag and fly ash was investigated to be an alternative material for road pavement structures. The use of Class F fly ash is used as a filler and stabilization material. Laboratory testing is planned for the composition of the mixture of 5%, 8%, 11%, 14%, 17%, and 20% FA in the design criteria for compaction test (modified proctor), California Bearing Ratio (CBR), swelling potential and permeability . The results showed an increase in CBR values for all mixtures. The composition of 11% FA has a minimum of 90% CBR value in soaked conditions. The potential for swelling still meets the maximum value limit of 0.5% (low degree of expansion). Permeability coefficients are only in the range of greater than 10-5 m/sec (medium permeability) where mixed combinations are categorized for roads with traffic volumes less than 500 vehicles/day
Intervensi Fisioterapi Komunitas Guna Meningkatkan Aktifitas Fungsional Lansia di Desa Malinau Seberang
Osteoarthritis is a degenerative joint disease that often affects the elderly due to reduced synovial fluid which functions as a lubricant in the knee joint. Knowledge is needed for the elderly to be more familiar with Osteoarthritis and the symptoms it causes. So that the elderly are more aware of what is happening to their bodies. This case report was conducted at the Elderly Community in Malinau Seberang Village on Jl. PM Dinda Malinau Seberang, Malinau Regency. North Kalimantan. The purpose of this case report is to provide information about osteoarthritis to the elderly community in the village of Malinau Seberang. This research method is counseling and using Pre Test & Post Test Questionnaires to determine the knowledge of the elderly about osteoarthritis and provide a home program in the form of Closed Kinetic Chain Exercise which is given, namely mini squats and quadriceps setting exercise. As many as 13 out of 17 people experienced an increase in the results of the post test that had been carried out.
ABSTRAK
Osteoarthritis merupakan suatu penyakit degeneratif berkaitan sendi yang sering mengenai golongan lanjut usia dikarenakan berkurangnya cairan synovial yang berfungsi sebagai pelumas pada sendi lutut. Diperlukan pengetahuan kepada lansia agar lebih mengenal Osteoarthritis serta gejala – gejala yang ditimbulkan. Sehingga para lansia lebih waspada dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Laporan kasus ini dilakukan di Komunitas Lansia Desa Malinau Seberang di Jl. PM Dinda Malinau Seberang, Kab Malinau. Kaimantan Utara. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk memberikan informasi mengenai osteoarthritis kepada komunitas lansia di desa Malinau Seberang. Metode penelitian ini adalah intervensi fisioterapi komunitas dan menggunakan Kuesioner Pre Test & Post Test untuk mengetahui pengetahuan lansia mengenai osteoarthritis serta memberikan home program berupa Closed Kinetic Chain Exercise yang diberikan yaitu mini squats dan quadriceps setting exercise. Sebanyak 13 dari 17 orang mengalami peningkatan pada hasil post test yang telah dilaksanakan
EFEKTIVITAS SERBUK JANTUNG PISANG TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS
Proses pembentukan ASI melibatkan gabungan dari hormon prolaktin dan oksitosin serta adanya refleks berupa hisapan bayi pada putting ibu. Pencapaian ASI ekslusif di Asahan sebesar 43,6%. Kegagalan pemberian ASI dapat memberikan dampak infeksi bayi dan serta meningkatkan kanker payudara pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk jantung pisang terhadap produksi ASI. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimental design dengan desain posttest control group design. Lokasi penelitian di Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman mulai Agustus 2020-Juni 2021 dengan tekhnik purposive sampling dan perbandingan 1:1 sebanyak 26 orang terdiri kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi diberikan serbuk jantung pisang dan penilaian menggunakan kuesioner kriteria kelancaran produksi ASI yang terbagi indikator bayi dan ibu. Penilaian dilakukan sebanyak 4 tahap. Analisis data yang digunakan adalah independent sample t test dengan tingkat kemaknaan 95% (0,05). Hasil penelitian diperoleh nilai sig 0,031 dengan mean kelompok intervensi 19,08 dan kontrol 16,08 pada indikator bayi, sementara produksi ASI dari indikator ibu nilai sig.0,006 dengan mean sebesar 22,77 untuk kelompok intervensi dan 17,85 untuk kontrol. Kesimpulan ada efektivitas berupa peningkatan produksi ASI dari indikator bayi dan ibu dengan pemberian serbuk jantung pisang. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya di fasilitas primer dan klinik untuk membantu dan memberikan penkes ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASInya dengan memberdayakan hasil alam.