Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
EDUKASI PENINGKATAN KESADARAN REMAJA MENGENAI DAMPAK DARI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI SMAN 1 SUSUT
Saat ini di Indonesia media sosial semakin banyak digunakan, dengan persentase 75,50% dari keseluruhan total pengguna media sosial di Indonesia menjadikan kalangan remaja menempati posisi yang tinggi. Bali menjadi salah satu provinsi yang padat penduduk dan juga media sosial menjadi penghubung antara individu yang satu dengan lainnya secara lebih mudah khususnya daerah Bangli. Namun, dari sekian banyak dampak positif yang diberikan, tentu ada dampak negatifnya. Penyalahgunaan media sosial menjadikan media sosial memiliki citra yang negatif di kalangan masyarakat, seperti penerimaan informasi yang salah hingga kecanduan dalam menggunakan media sosial. Sehingga sangat diperlukan pengetahuan tambahan untuk mampu menggunakan media sosial secara baik dan bijak sesuai dengan harapan awal. Metode yang digunakan adalah dengan observasi lokasi untuk analisis masalah yang menjadi isu di masyarakat, menyiapkan kajian literatur lalu pemberian edukasi dan dilanjutkan dengan evaluasi pemahaman. Pemberian edukasi yang diwakilkan oleh siswa di SMA Negeri 1 Susut, dengan materi bijak dalam menggunakan media sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan kesadaran akan dampak yang diberikan oleh media sosial dan diperkuat oleh hasil evaluasi pemahaman siswa yang cukup baik setelah pemberian edukasi diharapkan siswa mampu lebih kritis dalam menerima informasi, juga mampu memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat luas khususnya di daerah Desa SulahanCurrently in Indonesia, social media is increasingly being used, with a percentage of 75.50% of the total social media users in Indonesia, making teenagers occupy a high position. Bali is one of the provinces that is densely populated and also social media becomes a link between individuals more easily, especially the Bangli area. However, of the many positive impacts given, of course there are negative impacts. Misuse of social media makes social media have a negative image among the public, such as receiving wrong information to addiction in using social media. So that additional knowledge is needed to be able to use social media properly and wisely in accordance with initial expectations. The method used is to observe the location to analyze problems that are issues in the community, prepare a literature review and then provide education and continue with an evaluation of understanding. Providing education represented by students at SMA Negeri 1 Susut, with wise material in using social media. The purpose of community service activities is to provide awareness of the impact provided by social media and is reinforced by the results of evaluating student understanding which is quite good after providing education, it is hoped that students will be able to be more critical in receiving information, also able to provide further education to the wider community, especially in Sulahan Village
PEMBERIAN FEEDBACK SELAMA PEMBELAJARAN ONLINE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU
Ujian formatif bertujuan untuk memperbaiki proses dan metode pembelajaran. Dari data yang sudah didapatkan bahwasanya nilai ujian sumatif dipengaruhi oleh ujian formatif. Adapun tujuan dari ujian formatif adalah memberikan feedback agar tercapai tujuan pembelajaran tersebut. Selama pembelajaran online mahasiswa fakultas kedokteran universitas abdurrab melakukan ujian formatif pada setiap modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas ujian formatif dengan pemberian feedback selama pembelajaran online pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain posttest only control group. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling dan uji beda menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara persepsi mahasiswa terhadap ujian formatif yang diberikan feedback dan tanpa pemberian feedback pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Pekanbaru. Hasil uji korelasi di peroleh nilai p 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap ujian formatif yang diberikan feedback dan tanpa pemberian feedback.Formative exams aim to improve learning processes and methods. From the data that has been obtained, summative test scores are influenced by formative exams. The purpose of the formative exam is to provide feedback in order to achieve these learning goals. During online learning students of the abdurrab university medical school conduct formative exams on each module. This study aims to find out how the effectiveness of formative exams by providing feedback during online learning to students of the Faculty of Medicine, Abdurrab University Pekanbaru. The method used in the study was quasi-experimental with a posttest only control group design. Sampling techniques by means of total sampling and different tests using Mann Whitney. The results of the study found that there was a significant difference between students' perceptions of formative exams given feedback and without giving feedback to students of the Faculty of Medicine, Abdurrab University Pekanbaru. The results of the correlation test obtained a p value of 0.000. There is a significant difference between students' perceptions of formative exams given feedback and without feedback.
 
EFEKTIVITAS GEL MADU AKASIA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH
Wound is the damage or the loss of body tissue that occurs due to factors that disturb the system of body's protection. These factors include trauma, temperature changes, chemicals, explosions, electric shocks, or animal bites. Honey, the natural food produced by honey bees is known as the oldest traditional medicine that has been used for various types of diseases and wound healing. Several detailed examinations have documented the healthful healing effects of honey on various types of wounds. Wounds treated with acacia honey recovery faster than the other treatments. The hypertonic characteristics and acidic pH of honey are considered to be the main factors which responsible for accelerating the wound healing. Studies indicate that among the four Pakistani honeys, acacia honey was found to be better than Zizipus, Brasicca, and Citrus honey in terms of antimicrobial activity, total sugar, and protein content. In addition, the gel form of honey is able to boost the recovery process due to its moist and cool nature. Research objective to analyzing the effectiveness of acacia honey gel on wound healing in white rats. This research method is eksperimental with randomized posttest only control group design. The results of the study found that giving acacia forest honey gel with a concentration of 80% can significantly improve the wound healing process in the third week.Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh yang terjadi karena adanya suatu faktor yang mengganggu sistem perlindungan tubuh. Faktor tersebut seperti trauma, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Madu, makanan alami yang dihasilkan oleh lebah madu adalah obat tradisional tertua yang diketahui telah digunakan untuk berbagai jenis penyakit dan penyembuhan luka. Beberapa penelitian telah mendokumentasikan efek penyembuhan yang menyehatkan dari madu pada berbagai jenis luka. Luka yang diobati dengan madu akasia lebih cepat sembuh dibandingkan dengan perawatan lain. Sifat hipertonik dan pH yang asam dari madu dianggap sebagai faktor utama yang bertanggung jawab untuk mempercepat penyembuhan luka. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa di antara empat madu Pakistan, madu Akasia telah ditemukan lebih unggul daripada madu Ziziphus, Brasicca dan Citrus dalam hal aktivitas antimikroba, total gula dan kandungan protein. Selain itu, sediaan yang berupa gel mampu mempercepat proses penyembuhan dikarenakan sifatnya yang lembab dan dingin. Tujuan penenlitian untuk menganalisis efektifitas gel madu akasia terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan randomized posttest only control group design. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian gel madu hutan akasia konsentrasi 80% dapat meningkatkan proses penyembuhan luka pada minggu ketiga secara bermakn
PENGARUH REALISASI BELANJA PEMERINTAH TERHADAP KRIMINALITAS DI KOTA PEKANBARU MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL (ECM)
This study aims to see how the relationship between government spending in Pekanbaru with the number of crimes in Pekanbaru. In this study government spending is used as an independent variable is in the field of education, economy, security and order as well as social protection. In this study using the method of Error Correction Model (ECM) to see the effect both in the long and short term of the regression equation used. Where to make sure there is a linkage in the equation the effect in the long term and short term (cointegration) on the variables of the study. It was found that there is a cointegration relationship and in the long run all independent variables have no real (significant) effect on crime in Pekanbaru. Whereas in the short term, only economic spending and social protection have a significant effect with negative economic correlates to crime and positive social protection correlates to crime.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara pengeluaran belanja pemerintah Kota Pekanbaru dengan jumlah tindakan kejahatan (kriminalitas) di Kota Pekanbaru. Dalam penelitian ini belanja pemerintah yang digunakan sebagai variabel independen adalah pada bidang pendidikan, ekonomi, keamanan dan ketertiban serta perlindungan sosial. Dalam penelitan ini menggunakan metode Error Correction Model (ECM) guna melihat pengaruhnya baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek dari persamaan regresi yang digunakan. Dimana memastikan adakah dalam persamaan keterkaitan pengaruhnya dalam jangka panjang maupun jangka pendek (kointegrasi) pada variabel penelitian. Ditemukan bahwa ada hubungan kointegrasi dan dalam jangka panjang semua variabel independen tidak berpengaruh nyata (signifikan) terhadap tindak kriminalitas di Kota Pekanbaru. Sedangkan dalam jangka pendek, hanya belanja ekonomi dan perlindungan sosial yang memiliki pengaruh nyata (siginifikan) dengan korelasi di bidang ekonomi negative terhadap kriminalitas dan pada perlindungan sosial berkorelasi positive terhadap kriminalitas
Intensi Pencarian Pertolongan Formal Ditinjau dari Stigma Publik Gangguan Mental pada Perempuan Perkotaan
Secara global prevalensi gangguan mental terus meningkat dan menariknya banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Sedang, penanganan profesional untuk masalah gangguan mental seringkali mendapatkan hambatan yang serius dan menjadi ancaman terhadap harga diri individu karena stigma di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stigma publik gangguan mental dengan intensi pencarian pertolongan formal pada perempuan perkotaan. Pengambilan sampel partisipan ini menggunakan teknik convenience sampling. Partisipan ini berjumlah 143 perempuan perkotaan, berusia 17-24 tahun, berpendidikan terakhir SMA/SMK dan Sarjana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah survei online dengan menggunakan dua instrumen yaitu Spanish Version of the Link's Perceived Devaluation and Discrimination Scale dan Skala Intensi Pencarian Pertolongan Formal. Uji korelasi non-parametrik dan uji beda digunakan untuk analisis data.Penelitian ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara stigma publik terkait gangguan mental dengan intensi pencarian pertolongan formal pada perempuan perkotaan (r = -0,208, p = 0,013). Sebagian besar perempuan perkotaan dalam penelitian ini mempunyai stigma publik gangguan mental yang tinggi terhadap pendaftar kerja yang memiliki pengalaman gangguan mental. Implikasi penelitian ini diperuntukkan bagi perusahaan atau layanan sosial untuk mempromosikan layanan dan kegiatan mengenai peduli kesehatan mental dalam konteks ketenagakerjaan.
 
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENDAKIAN GUNUNG TERBAIK DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING)
The level of interest in mountain climbing activities has increased significantly, this is inseparable from the development of social media technology which exposes the charm of each mountain itself, so as to attract interest in climbing from various groups, both beginners and experienced. Because each climber has their own characteristics and needs and each mountain also has its own character, so that it will affect each climbing destination, prospective climbers must be able to determine which mountain will be chosen as the best mountain in Central Java province to be chosen. as a climbing location. This research uses secondary data, the alternative to be compared is a list of mountains in Central Java province with several criteria to be used. The method for processing data is the Simple Additive Weighting (SAW) method. This method is used to find the weighted sum and rating of each alternative and all attributes. The results of this study can be a reference for climbers in determining the best mountain to be used as a climbing location in Central Java province.Tingkat peminat kegiatan mendaki gunung mengalami peningkatan secara signifikan, hal ini tidak terlepas karena perkembangan teknologi media sosial yang mengeksposure pesona dari setiap gunung itu sendiri, sehingga mampu menarik minat untuk melakukan pendakian dari berbagai kalangan baik untuk pemula ataupun yang sudah berpengalaman. Karena setiap pendaki memiliki karakteristik masing-masing dan kebutuhanya masing-masing dan setiap Gunung juga memiliki karakternya sendiri, sehingga akan mempengaruhi setiap tujuan pendakian,maka calon pendaki harus harus mampu menentukan gunung mana yang akan dipilih sebagai gunung terbaik di provinsi Jawa Tengah yang akan dipilih sebagai lokasi pendakian.penelitian ini menggunakan data sekunder, alternatif yang akan dibandingkan adalah daftar gunung yang berada di provinsi Jawa tengah dengan beberapa kriteria yang akan digunakan. Adapaun metode dalam pengolahan data yaitu metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini digunakan untuk mencari penjumlahan terbobot dan rating pada setiap alternatif dan semua atribut. Hasil dari penelitian ini mampu menjadi rujukan para pendaki dalam menentukan gunung terbaik yang akan dijadikan lokasi mendaki di provinsi Jawa Tengah
ANALISA PARAMETER HIDROGRAF SATUAN SINTETIK METODE NASH DAN SOIL CONSERVATION SERVICE (SCS)
Water construction developments are increasing over time with the aim of preventing floods, raising water levels, and helping water resource management. However, in the planning process, debit data for 20 years is very difficult to obtain. Therefore, there is a Synthetic Unit Hydrograph (SUH) method to help analyze without using rainfall data and only using watershed characteristics for hydrological analysis. In this study, we will analyze the synthetic unit hydrograph parameters using the Nash and Soil Conservation Service (SCS) methods and compare them with data from the Gemawang AWLR in the Code River sub-watershed. A comparison was made to find out which method is suitable for the Code River sub-watershed at the AWLR Gemawang station. The suitability index or R² of the two methods shows results that are close to one or very related. The regression angle of the variation SCS method obtained an angle of 38˚, at the time of rising 36.5˚ and at recession time of 38.6˚. The Nash variation method gets 40.1˚ for one hydrograph data, 40.6˚ for rising time and 43.3˚ for descending time.
Pembangunan konstruksi keairan seiring berjalannya waktu semakin meningkat dengan tujuan mencegah banjir, menaikkan tinggi muka air, maupun membantu manajemen sumber daya air. Tetapi pada perencanaannya butuh data debit selama 20 tahun yang sangat sulit didapat. Oleh karena itu adanya metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) untuk membantu menganalisa tanpa menggunakan data curah hujan dan hanya menggunakan karakteristik DAS untuk analisa hidrologi. Pada penelitian ini akan menganlisa parameter hidrograf satuan sintetik dengan menggunakan metode Nash dan Soil Conservation Service (SCS) dan membandingkan dengan data dari AWLR Gemawang di Sub-DAS Sungai Code. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui metode mana yang cocok untuk sub-DAS Sungai Code di stasiun AWLR Gemawang. Indeks kesesuaian atau R² dari kedua metode menunjukkan hasil yang mendekati satu atau sangat berhubungan. Sudut regresi metode SCS variasi didapatkan sudut 38˚, pada waktu naik 36,5˚ dan waktu resesi 38.6˚. Metode Nash variasi mendapatkan 40,1˚ untuk satu data hidrograf, 40,6˚ untuk waktu naik dan 43,3˚ untuk waktu turun
Efektivitas Penggunaan Analgetik dan Antibiotik pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Tertutup di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
The aim of this study was to examine sociodemographic features, visual analogue scale (VAS) scores before and after administration of analgesics, the effectiveness of the use of analgesics and antibiotics. This research uses descriptive analysis method with prospective cross sectional design. Data collection was carried out prospectively with direct observation of the pain felt by the patient using a VAS card at the 24th hour after surgery and after administration of analgesics. Observations were made on the patient's surgical wound on days 3-7 to 30 days postoperatively to observe the presence or absence of ILO. Of the 40 patients studied, the most age was 26 to 35 years (27.77%), the least were 45 to 55 years (11.11%) and 56 to 65 years (11.11%) ). Based on gender, 27 people (67.50%) were male and 13 people (32.50%) were female. Out of 40 patients, 39 patients (97.5%) did not have ILO and 1 patient (2.5%) had ILO. Before administration of analgesics all patients experienced pain. After administration of paracetamol infusion in 8 patients, ketorolac injection in 31 patients, and tramadol injection in 1 patient, the pain scale decreased. Data analysis using the Wilcoxon test showed the effectiveness of the use of analgesics on changes in the pain scale in patients (p <0.05) and descriptive analysis showed that there was effectiveness in the use of antibiotics in postoperative closed fracture patients.
Penelitian bertujuan untuk mengkaji gambaran sosiodemografi, nilai visual analogue scale (VAS) sebelum dan sesudah pemberian analgetik, efektivitas penggunaan analgetik dan antibiotik. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan rancangan prospective cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan observasi langsung mengenai nyeri yang dirasa pasien menggunakan kartu VAS pada jam ke-24 pasca operasi dan setelah pemberian analgetik. Dilakukan pengamatan pada luka operasi pasien pada hari ke 3-7 sampai 30 hari pasca operasi untuk mengamati ada tidaknya ILO. Dari 40 pasien yang diteliti berdasarkan umur terbanyak adalah usia 26 tahun sampai 35 tahun (27,77%), yang paling sedikit adalah usia 45 tahun sampai 55 tahun (11,11%) dan usia 56 tahun sampai 65 tahun (11,11%). Berdasarkan jenis kelamin sebanyak 27 orang (67,50%) laki-laki dan 13 orang (32,50%) perempuan. Dari 40 pasien Sebanyak 39 pasien (97,5%) tidak terjadi ILO dan 1 pasien ( 2,5%) terjadi ILO. Sebelum pemberian analgetik seluruh pasien mengalami nyeri. Setelah pemberian parasetamol infus sebanyak 8 pasien, ketorolak injeksi sebanyak 31 pasien, dan tramadol injeksi sebanyak 1 pasien terjadi penurunan skala nyeri. Analisa data menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya efektivitas penggunaan analgetik terhadap perubahan skala nyeri pada pasien (p<0,05) dan analisa secara deskriptif menunjukkan terdapat efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien pasca operasi fraktur tertutu
PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK DARI LIMBAH BUAH DAN BIJI SALAK DI DUSUN KEDUNG SARI DESA MRANGGEN MAGELANG
Wilayah Kedungsari, Mranggen, menjadi salah satu produsen salak di wilayah Magelang. Dengan banyaknya produksi buah salak, banyak limbah buah salak dan biji salak yang dibuang. Pemanfaatan limbah diperlukan pengolahan dari limbah-limbah tersebut menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomi. Pengabdian yang dilaksanakan memiliki tujuan memberikan edukasi kepada mitra (warga Kedungsari) sehingga limbah salak tersebut dapat diolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat. Kegitan ini dikuti sedikitnya 30 orang, dan mayoritas warga yang hadir adalah anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kedungsari. Untuk memperlancar kegiatan serta membantu PKK di Srumbung Mranggen juga diberikan sebuah alat penggiling biji salak untuk kelancaran pengembangan kompetensi dan juga sarana menghasilkan income rumah tangga dan juga masyrakat di Mranggen. Gambar.2 menunjukan grafik tingkat kepuasan warga/ peserta sosialisasi. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan daging buah salak menjadi produk makanan dan biji salak menjadi kopi. Untuk membantu mempermudah mitra dalam mengolah biji salak, satu unit penggiling biji diberikan kepada mitra, untuk mendukung warga desa dalam mengolah biji salak. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dailakukan dalam 2 bentuk pelatihan yaitu pelatihan pengoahan buah salak menjadi produk makanan dan pelatihan pengolahan biji salak untuk kopi. Kegitan ini dikuti sedikitnya 30 orang, dengan hasil survey sangat memuaskan.The Kedungsari area, Mranggen, is one of the salak producers in the Magelang area. With so much production of salak fruit, a lot of waste of salak fruit and seeds is thrown away. Utilization of waste requires processing of these wastes into other products that have economic value. The service carried out has the aim of providing education to partners (Kedungsari residents) so that the salak waste can be processed into useful products for the community. At least 30 people participated in this activity, and the majority of the residents who attended were members of the Kedungsari Family Welfare Development (PKK). To expedite activities and assist the PKK in Srumbung, Mranggen was also provided with a zalacca seed grinding tool for smooth competency development and also a means of generating income for households and the community in Mranggen. Figure 2 shows a graph of the satisfaction level of residents/socialization participants. The activities carried out were training in making zalacca flesh into food products and zalacca seeds into coffee. To help make it easier for partners to process zalacca seeds, a seed grinding unit was given to partners to support villagers in processing zalacca seeds. At the implementation stage, the activities were carried out in 2 forms of training, namely training on processing zalacca fruit into food products and training on processing zalacca seeds for coffee. At least 30 people participated in this activity, with very satisfactory survey result
PENYULUHAN MC KENZIE CERVICAL EXERCISE UNTUK MENGURANGI NECK PAIN PADA PEGAWAI POLI KIA PUSKESMAS SINGOSARI
Mc Kenzie Neck Exercise merupakan latihan penguluran spine dan otot yang dilakukan sepanjang gerakan latihan dengan repetisi yang telah ditentukan. Penyuluhan dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pegawai di poli KIA puskesmas singosari terkait peran fisioterapi dalam mengobati nyeri leher, terutama penyebabnya, cara pencegahannya, serta cara melakukan latihan Mc kenzie cervical exercise untuk mengurangi nyeri leher. Pemaparan materi penyuluhan berupa definisi, penyebab, cara pencegahannya, serta macam-macam gerakan Mc kenzie neck exercise yang bisa dilakukan secara mendiri oleh para pegawai. Media promosi kesehatan yang digunakan berupa leaflet yang disertai dengan pemberian demostrasi gerakan-gerakan Mc kenzie cervical exercise. Penyuluhan berhasil dan bisa dimengerti oleh peserta, sehingga hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah materi diberikan, pengetahuan peserta meningkat dari 40% menjadi 100%. Kegiatan penyuluhan dapat memperluas pemahaman peserta tentang peran fisioterapi pada nyeri leher, serta latihan Mc Kenzie cervical exercise untuk mengurangi nyeri leher yang bisa dilakukan secara mandiriMc Kenzie Neck Exercise is a spine and muscle stretching exercise that is carried out throughout the exercise movement with predetermined repetitions. Counseling was carried out aiming to provide understanding to employees at the KIA room at the Singosari Health Center regarding the role of physiotherapy in treating neck pain, especially its causes, how to prevent it, and how to do the Mc Kenzie cervical exercise to reduce neck pain. Presentation of counseling material in the form of definitions, causes, ways to prevent it, as well as various McKenzie neck exercise movements that can be done independently by employees. The health promotion media used was in the form of leaflets accompanied by demonstrations of the Mc Kenzie cervical exercise movements. Counseling was successful and understandable to the participants, so the evaluation results showed that after the material was given, the participants' knowledge increased from 40% to 100%. Counseling activities can broaden participants' understanding of the role of physiotherapy in neck pain, as well as Mc Kenzie cervical exercises to reduce neck pain which can be done independently