Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD PANYABUNGAN

    Full text link
    The kidneys are important organs in the human body that have the main function to excrete the rest of the body's metabolism such as urea and creatinine. Chronic kidney disease is a disorder of kidney structure or a progressive and irreversible decline in kidney function. The purpose of this study was to determine how the results of ureal levels and creatinine levels before and after hemodialysis in kidney failure patients at Panyabungan Hospital. This study used analytical methods  with a cross-sectional  research design with a sample size used in total sampling as 34 samples. Based on the results of a study of 34 samples, the average ureal level before hemodialysis was 180.24 mg / dL and the average ureal level after hemodialysis was 94.29 mg / dL, the average creatinine level before hemodialysis was 3.682 mg / dL and the average creatinine level after hemodialysis was 1.785 mg / dL.  The conclusion of the study was that ureal levels before hemodialysis were obtained increased. Ureal levels after hemodialysis were obtained the most, namely on the criteria increased by 22 people (64.7%), normal 12 people (35.3%). Creatinine levels before hemodialysis are obtained in an elevated state. Creatinine levels after hemodialysis were obtained the most, namely on the criteria increased by 22 people (64.7%) and normal 12 people (35.3%). Indepent T test obtained sig. (2tailed) is 0.000, meaning that there is a significant and significant difference between ureal levels and creatinine levels before and after hemodialysis in chronic renal failure patients at RSUD Panyabunga

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN PEMBERSIH LANTAI DI DESA KARYA INDAH KECAMATAN TAPUNG KAMPAR

    Full text link
    Salah satu limbah rumah tangga yang memiliki dampak bagi lingkungan yaitu minyak goreng bekas (minyak jelantah). Minyak jelantah dapat mencemari lingkungan apabila dibuang begitu saja ke lingkungan. Dampaknya seperti potensi pada kerusakan tanah dan air. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan tersebut yaitu melakukan diversifikasi pada minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi produk bernilai seperti pembuatan sabun pembersih lantai. Minyak jelantah memiliki potensi ekonomi apabila dapat dikelola dengan benar. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun pembersih lantai. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan sabun pembersih lantai.  Kegiatan pengabdian dilakukan di Perumahan Gravindo 1 yang diikuti oleh Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau. Hasil dari kegiatan pengabdian maysrakat yang telah dilaksanakan berdasarkan hasil Pre Test dan Post Tets yaitu sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan diketahui Ibu Rumah Tangga belum mengetahui bahwa minyak jelantah dapat dijadikan bahan pembuatan sabun pembersih lantai dan prosedur pembuatan sabun pembersih lantai. Setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan diberikan menurut hasil Pre Test adanya peningkatan pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun pembersih lantai dan prosedur dalam pembuatan sabun pembersih lantai. Kesimpulan dan rekomendasi dari kegiatan pengabdian ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu Rumah Tangga dalam pembuatan sabun pembersih lantai. Diharapkan kegiatan serupa juga diterapkan diberbagai tempat untuk dapat mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomis.One household waste that has an impact on the environment is used cooking oil (used cooking oil). Used cooking oil can pollute the environment if it is simply dumped into the environment. The impact is like the potential for soil and water damage. One way that can be done to overcome the problem of environmental pollution is to diversify used cooking oil by processing it into valuable products such as making floor cleaning soap. Used cooking oil has economic potential if it can be managed properly. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of housewives in processing used cooking oil waste into floor cleaning soap. The method of community service activities is counseling and training in making floor cleaning soap.  The community service activities were carried out at Gravindo 1 Housing which was attended by housewives in Tapung District, Kampar Regency, Riau. The results of the community service activities that have been carried out based on the results of the Pre Test and Post Tets, namely before the training activities are carried out, it is known that housewives do not know that used cooking oil can be used as an ingredient in making floor cleaning soap and the procedure for making floor cleaning soap. After the counseling and training activities were given according to the results of the Pre Test, there was an increase in housewives' knowledge about the utilization of used cooking oil into floor cleaning soap and procedures for making floor cleaning soap. Conclusions and recommendations from this service activity are that it can increase the knowledge and skills of housewives in making floor cleaning soap. It is hoped that similar activities will also be implemented in various places to be able to overcome the problem of used cooking oil waste and increase knowledge and skills for the community in utilizing waste into useful and economically valuable products

    INOVASI PRODUKSI PACKAGING MANAJEMEN USAHA DAN DIGITAL MARKETING BERBASIS ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY BAGI PETANI GARAM JONO

    Full text link
    Kebutuhan garam secara nasional tiap tahun selalu meningkat seiring perkembangan penduduk. Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Grobogan Jawa Tengah sudah dikenal sebagai sentra pembuatan garam. Sumber mata air bumi berupa belik, selanjutnya oleh warga dimanfaatkan untuk membuat garam.  Meskipun jauh dari laut akan tetapi air sumber itu berasa asin dan juga hangat. Pembuatan garam telah ada selama ratusan tahun. Pada tahun 1960, telah ada ratusan petani garam, kini tersisa puluhan orang. Hal ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat pada kelompok Tani garam Desa Jono dengan memberikan solusi berdasarkan pada analisis situasi terhadap kebutuhan, tantangan atau permasalahan yang ada di masyarakat dan melakukan kegiatan yang dapat memberdayakan masyarakat. Secara khusus dengan pengabdian dengan mitra kelompok garam diharapkan dapat meningkatkan produksi Garam tersebut, memberikan pengemasan produk garam tersebut lebih modern. Serta pengabdian ini dapat meningkatkan  pemasaran garam tersebut bisa dijual di toko modern hanya bisa masuk dipasar tradisional. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa garam Jono tersebut lebih gurih dan enak. Dari segi air belik sebelum di buat garam, air terasa hangat dan banyak mengandung mineral sehingga bagus untuk kesehatan, baik untuk penyakit kulit dan penyakit lain-lain. Metode  pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi program oleh tim pengabdi kepada mitra petani garam Jono, dengan tahapan pelatihan dan pendampingan program pengabdian. Pelatihan dan pendampingan program meliputi peningkatan produksi garam dengan metode tunel, pelatihan pengemasan dengan menggunakan Teknologi Pengemasan Mesin dan pendampingan manajemen usaha dan pendampingan pemasaran. Selanjutnya penerapan teknologi berupa metode tunnel untuk proses pengeringan garam, teknologi pengemasan menggunakan mesin pengemasan garam, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.The national need for salt increases every year along with population growth. Jono Village, Tawangharjo District, Grobogan, Central Java is known as a center for salt production. The source of the earth's spring water in the form of belik, is used by residents to make salt. Although far from the sea, the water from the source tastes salty and warm. Salt production has been around for hundreds of years. In 1960, there were hundreds of salt farmers, now there are dozens left. This requires attention from various parties. The purpose of the community service program in the Jono Village Salt Farmer Group is to provide solutions based on situational analysis of the needs, challenges, or problems that exist in the community and carry out activities that can empower the community. Specifically, with service with salt group partners, it is hoped that it can increase the production of salt, and provide more modern packaging for the salt product. This service can improve the marketing of the salt, it can be sold in modern stores, but it can only enter traditional markets. The results of the study show that Jono salt is tastier and tastier. In terms of belik water before being made into salt, the water feels warm and contains lots of minerals so it is good for health, both for skin diseases and other diseases. The method of implementing the service is carried out by conducting program socialization by the service team to Jono's salt farmer partners, with stages of training and mentoring of the service program. The training and mentoring of the program include increasing salt production with the tunnel method, packaging training using machine packaging technology, and business management mentoring and marketing mentoring. Furthermore, the application of technology in the form of a tunnel method for the salt drying process, packaging technology using a salt packaging machine, mentoring and evaluation as well as program sustainability

    THE EFFECT OF NEUROMUSCULAR TAPING ON CORE STABILITY EXERCISE ON PAIN SENSATION IN CASES OF MYOGENIC LOW BACK PAIN

    No full text
    ABSTRAK Tujuan: Untuk menyelidiki perbedaan dampak neuromuscular taping versus core stability exercise terhadap persepsi nyeri pada myogenic low back pain. Metode: Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan quasi experimental pretest-posttest control group design. Visual Analogue Scale (VAS) digunakan untuk mengukur nyeri. 22 sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil: pengujian hipotesis I dan II yang dilakukan dengan t-test related menghasilkan P-value sebesar 0,000. Selain itu, pengujian hipotesis III yang dilakukan dengan menggunakan t-test independent menghasilkan P-value sebesar 0,001. Rata-rata penurunan persepsi nyeri pada kelompok I sebesar 35,09, sedangkan pada kelompok II sebesar 42,27. Kesimpulan: Memanfaatkan Neuromuscular tapping dalam core stability exercise memberikan hasil yang lebih baik dalam mengurangi sensasi nyeri pada individu dengan myogenic low back pain dibandingkan dengan core stability exercise saja. Kata Kunci: Neuromuscular Taping, Core Stability Exercise, Visual Analogue Scale (VAS), Myogenic Low Back Pain.  ABSTRACT Objective: To investigate the disparity in the impact of neuromuscular taping versus core stability exercise on pain perception in individuals with myogenic low back pain. Method: This study employed a quantitative technique utilising a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The Visual Analogue Scale (VAS) was utilised to quantify pain. 22 samples were chosen using purposive sampling based on preset criteria. Results: of the hypothesis I and II testing, conducted using the related t-test, yielded a P-value of 0.000. Additionally, the hypothesis III testing, performed using the independent t-test, resulted in a P-value of 0.001. The average decrease in pain perception in group I was 35.09, while in group II it was 42.27. Conclusion: Utilising neuromuscular tapping in core stability exercise yields superior results in reducing pain sensation in individuals with myogenic low back pain compared to core stability exercise alone. Keywords: Neuromuscular Taping, Core Stability Exercise, Visual Analogue Scale (VAS), Myogenic Low Back Pain

    MANAJEMEN STRATEGI RUMAH ANAK PRESTASI NGINDEN DALAM MENDUKUNG PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA SURABAYA TAHUN 2023

    Full text link
    Surabaya menjadi kota terbesar nomor 2 di Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak, hal ini tak membuat Pemerintah Kota Surabaya diam, melainkan terus melakukan terobosan, termasuk dalam pemenuhan hak anak disabilitas sehingga Kota Surabaya berhasil unggul dari kota lain dengan dinobatkan menjadi Kota Layak Anak Tingkat Utama selama lima tahun berturut-turut. Pemerintah Kota Surabaya meresmikan rumah atau tempat belajar bagi anak-anak Penyandang Disabilitas di Kota Surabaya yaitu yang bernama “Rumah Anak Prestasi” pada bulan September tahun 2022 sebagai bentuk pemenuhan hak-hak yang tertera pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Rumah Anak Prestasi (RAP) merupakan harapan pemerintah Kota Surabaya kepada anak disabilitas agar dapat mengasah dan mengembangkan bakat yang mereka miliki dan membuat diri mereka menjadi ber-value, baik menghasilkan karya yang dapat bernilai jual, maupun dapat kembali ke lingkungan masyarakat dengan rasa percaya diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk melihat, mendeskripsikan, dan mengetahui Manajemen Strategi Rumah Anak Prestasi Nginden Dalam Mendukung Penyandang Disabilitas Di Kota Surabaya berdasarkan teori Manajemen Strategi dari Fred R. David (2016) yang terdapat 3 fokus dalam melihat manajemen strategi yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara kepada informan, observasi secara langsung dilapangan, serta dokumentasi.Dalam pelaksanaanya, Rumah Anak Prestasi memiliki intsruktur yang handal bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas mereka sehingga diharapkan nantinya mampu bersaing di lingkungan masyarakat. Pelayanan dan pembinaan yang dilakukan juga sesuai dengan visi misi serta maklumat pelayanan yang ada.Kendala dalam melakukan pembinaan pada anak disabilitas yaitu tidak sebandingnya kuantitas instruktur dengan kuantitas anak disabilitas yang belajar disana.Evaluasi perlu dilakukan agar jumlah instruktur dapat ditambahkan dan kegiatan pembinaan menjadi lebih efektif.Surabaya is the second largest city in Indonesia with the largest population, this does not make the Surabaya City Government silent, but continues to make breakthroughs, including in fulfilling the rights of children with disabilities so that Surabaya City has managed to excel from other cities by being named a Primary Level Child Friendly City for five consecutive years. The Surabaya City Government inaugurated a house or place of learning for children with disabilities in Surabaya City called "Rumah Anak Prestasi" in September 2022 as a form of fulfillment of the rights stated in Law Number 8 of 2016. Rumah Anak Prestasi (RAP) is the hope of the Surabaya City government for children with disabilities to be able to hone and develop the talents they have and make themselves valuable, both producing work that can be sold, and being able to return to the community with confidence. The method used in this research is descriptive qualitative. The focus of this research is to see, describe, and know the Strategic Management of Rumah Anak Prestasi Nginden in Supporting Persons with Disabilities in Surabaya City based on the theory of Strategic Management from Fred R. David (2016) which has 3 focuses in looking at strategic management, namely strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. The data collection techniques used in this research are interviews with informants, direct observation in the field, and documentation. In its implementation, Rumah Anak Prestasi has a reliable structure for children to develop their creativity so that they are expected to be able to compete in the community. The services and coaching carried out are also in accordance with the vision and mission and the existing service edicts.The obstacle in providing guidance to children with disabilities is that the quantity of instructors is not comparable to the quantity of children with disabilities who study there.Evaluation needs to be done so that the number of instructors can be added and coaching activities become more effectiv

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN REKLAME PERMANEN DI JALAN BASUKI RAHMAT KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA

    Full text link
    Kota Surabaya merupakan Ibu Kota dari Provinsi Jawa Timur serta salah satu kota terbesar di Indonesia. Hal tersebut tentu membuat banyak industri baik yang bergerak di bidang barang dan jasa yang berlomba-lomba menawarkan dan mengenalkan produknya di Kota Surabaya. Salah satu media untuk dapat mengenalkan produk-produk tersebut yaitu salah satunya melalui reklame. Reklame ini memiliki berbagai macam bentuk, salah satunya yaitu reklame permanen yang keberadaanya semakin banyak di Kota Surabaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya memformulasikan sebuah kebijakan dalam rangka menjaga ketertiban dalam pendirian reklame permanen yang ada di Kota Surabaya, serta dalam menjaga keamanan dan estetika kota. Dalam mewujudkan terimplementasinya kebijakan penataan reklame permanen di Kota Surabaya tersebut, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 43 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 21 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame. Reklame permanen di Kota Surabaya ini tersebar di beberapa jalan, salah satunya di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Tegalsari yang merupakan jalan kota dan termasuk Kawasan padat yang meliputi kawasan perkantoran, perbelanjaan, perhotelan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mendeskripsikan kebijakan penataan reklame permanen yang diterapkan di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori model implementasi kebijakan dari Merilee S. Grindle. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan  penataan reklame permanen di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya terimplementasi baik dari fokus Isi Kebijakan maupun fokus Lingkungan Implementasi, namun masih terdapat kendala yaitu pada bagian pelaksana atau sumber daya manusia yang masih kurang maksimal di Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya. Untuk kendala lainnya yaitu masih terdapat individu atau kelompok yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan reklame permanen.The city of Surabaya is the capital of East Java Province and one of the largest cities in Indonesia. This of course makes many industries operating in the field of goods and services compete to offer and introduce their products in the city of Surabaya. One of the media to introduce these products is through advertising. These advertisements have various forms, one of which is permanent advertisements which are increasingly appearing in the city of Surabaya. Therefore, the Surabaya City Government formulated a policy in order to maintain order in the erection of permanent billboards in the City of Surabaya, as well as in maintaining the security and aesthetics of the city. In realizing the implementation of the permanent advertising arrangement policy in the City of Surabaya, the Surabaya City Government issued Surabaya City Regional Regulation Number 5 of 2019 concerning the Implementation of Billboards and Surabaya Mayor Regulation Number 43 of 2023 concerning Amendments to the Surabaya Mayor Regulation Number 21 of 2018 concerning Procedures for Organizing Advertisements. This permanent advertisement in the city of Surabaya is spread across several roads, one of which is Jalan Basuki Rahmat, Tegalsari District, which is a city road and is a dense area which includes office areas, shopping, hotels, and so on. This research aims to identify, evaluate and describe the permanent advertising arrangement policies implemented on Jalan Basuki Rahmat, Tegalsari District, Surabaya City. The theory used in this research is the policy implementation model theory from Merilee S. Grindle. The type of research used is qualitative research with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results of the research show that the policy for arranging permanent billboards on Jalan Basuki Rahmat, Tegalsari District, Surabaya City is implemented both from a Policy Content focus and an Implementation Environment focus, but there are still obstacles, namely in the implementing department or human resources which are still not optimal at the Surabaya City Regional Revenue Agency. Another obstacle is that there are still individuals or groups who commit violations in the implementation of permanent advertisements

    EFEKTIVITAS PELAYANAN SIAP MELAYANI MASYARAKAT MALAM HARI (SIMMAMAH) DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Kecamatan Taman memberikan salah satu inovasi pelayanan publik dalam melaksanakan penyelenggaraan administrasi kependudukan, yaitu program Siap Melayani Masyarakat Malam Hari (SIMMAMAH). Program SIMMAMAH dibentuk dan diciptakan sebagai jalan keluar dari fenomena yang telah terjadi di Kecamatan Taman, yaitu masyarakat yang memiliki tidak memiliki waktu untuk melakukan pengurusan administrasi kependudukan pada saat jam kerja maupun jam sekolah. Program inovasi ini telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2021 tentang Pembinaan Inovasi Pelayanan Publik. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas dari pelayanan SIMMAMAH di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.  Teknik penentuan sampel yang digunakan, yaitu purposive dan snowball. Pengumpulan data dalam penelitian ini yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dilakukan analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, kondensasi data, sajian data, serta pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa pelayanan SIMMAMAH telah berjalan secara efektif, meskipun belum sempurna. Karena kendala-kendala yang ditemukan pada pelayanan ini, yaitu kurangnya ketersediaan blangko KTP, printer KIA yang rusak, jaringan desa/kelurahan yang tidak menggunakan Orbit Telkom dan tidak semua desa/kelurahan memiliki alat perekaman KTP.Taman District provides one of the public service innovations in carrying out population administration, namely the Ready to Serve the Community at Night (SIMMAMAH) program. The SIMMAMAH program was formed and created as a way out of the phenomenon that has occurred in Taman District, namely that people do not have time to carry out population administration during working hours or school hours. This innovation program has been adapted to the Regulation of the Minister for Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia Number 91 of 2021 concerning the Development of Public Service Innovation. The aim of this research is to measure the effectiveness of SIMMAMAH services in Taman District, Sidoarjo Regency. The sampling techniques used were purposive and snowball. Data collection in this research used was observation, interviews and documentation and data analysis used included data collection, data consolidation, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of this research are that SIMMAMAH services have been runninf effectively, although not yet perfect. Due to the obstacles found in these services, namely the lack of availability of KTP forms, damaged KIA printers, village/subdistrict networks that do not use Telkom Orbit and not all villages/subdistricts have KTP recording devices

    STATUS KADAR TROMBOSIT AKIBAT PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI

    Full text link
    Pesticides are substances or chemicals used in agriculture, forestry, horticulture and public land to increase crop yields. Up to now, pesticides are the main choice for farmers to protect plants from the influence of various plant-disturbing organisms. Exposure to pesticides on the body can have a negative impact on components in the body, including blood. Pesticides can be estimated as one of the factors that affect the blood profile, one of which is thrombocyte. The purpose of this study was to determine the description of platelet levels in farmers exposed to pesticides in Trece Village, Mojokerto Regency. This research was a descriptive study with an observational design. This research was conducted by checking the thrombocyte count of farmers in Trece Village, Mojokerto Regency, which was carried out automatically using a hematology analyzer. The results showed that the farmers of Trece Village, Mojokerto Regency who had normal platelet levels were 26 people with a percentage of 87% and 4 people with a low percentage of 13%. The conclusion in this study is that not all reductions in thrombocyte levels are due to exposure to pesticides and not always those who exposed to pesticides have low thrombocyte level.Pestisida adalah zat atau bahan kimia yang digunakan terutama dibidang pertanian, kehutanan, holtikultura dan dilahan publik untuk meningkatkan hasil panen. Sampai saat ini pestisida merupakan pilihan utama petani untuk melindungi tanaman dari gangguan berbagai organisme pengganggu tanaman. Terpaparnya pestisida terhadap tubuh dapat menimbulkan dampak negatif   pada komponen yang ada dalam tubuh, diantaranya yaitu darah. Pestisida dapat diperkirakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi profil darah, salah satunya yaitu trombosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar trombosit pada petani yang terpapar pestisida di Desa Trece Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan observasi. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit petani di Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang dilakukan secara automatic dengan menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Desa Trece Kabupaten Mojokerto yang memiliki kadar trombosit normal sebanyak 26 orang dengan persentase 87% dan rendah sebanyak 4 orang dengan persentase 13%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu, tidak semua penurunan kadar trombosit akibat paparan pestisida dan tidak selamanya yang terpapar pestisida memiliki kadar trombosit yang renda

    Bahasa Inggris

    No full text
    Diabetes mellitus is a disease characterized by increased blood sugar levels (hyperglycemia). One of the enzymes that plays an important role in breaking down oligosaccharides and disaccharides into monosaccharides so that they are ready for absorption is the α-amylase enzyme which can delay and lengthen the digestion time of carbohydrates. Moringa (Moringa oleifera L) is a plant that originates from India and has now spread widely to tropical and subtropical areas throughout the world. Moringa leaves are known to contain the flavonoid, β-sitosterol, which can reduce sugar levels. The aim of this research was to examine inhibitory activity of α-amylase on methanol, n-hexane fraction and ethanol extract of Moringa leaves. The method for data analysis was carried out by obtaining antidiabetic test data, namely the % inhibition value of the α-amylase enzyme activity. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that there is α-Amylase enzyme inhibitory activity with moderate strength in samples of methanol partition and n-hexane partition of Moringa leaves carried out in vitro, with IC50 values of 105.302µg/ ml and 158.29µg/ml. Meanwhile, theMoringa leaves ethanol extract sample was carried out in vitro, with an IC50 value of 81,74 µg/ml.Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Salah satu enzim yang berperan penting dalam pemecahan oligosakarida dan disakarida menjadi monosakarida sehingga siap untuk di absorbs adalah enzim α-amilase yang dapat menunda dan memperpanjang waktu pencernaan karbohidrat. Kelor (Moringa oleifera L) merupakan tanaman yang berasal dari India dan kini telah menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Daun kelor diketahui mengandung flavonoid, β-sitosterol, yang dapat menurunkan kadar gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan α-amilase terhadap fraksi metanol, n-heksana dan ekstrak etanol daun kelor. Metode analisis data dilakukan dengan memperoleh data uji antidiabetes yaitu nilai % inhibisi aktivitas enzim α-amilase. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat aktivitas penghambatan enzim α-amilase dengan kekuatan sedang pada sampel partisi metanol dan partisi n-heksana daun kelor yang dilakukan secara in vitro, dengan nilai IC50 sebesar 105,302µg/ml dan 158,29µg/ml. Sedangkan sampel ekstrak etanol daun kelor dilakukan secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 81,74 µg/ml

    Tyrosinase Inhibition and Antioxidant Activity Testing of Mulberry Roots Extract (Morus alba) with Green Extraction Method as Brightening Skin Agent

    Full text link
    Akar Morus alba (murbei) mengandung senyawa metabolit sekunder oksiresveratrol dengan potensi aktivitas pencerah kulit. Penggunaan metode ekstraksi hijau menggunakan Ultrasonic-Assisted Extraction with Natural Deep Eutectic Solution (NADES-UAE) dikembangkan karena keunggulannya yaitu dapat meningkatkan hasil ekstrak, profil toksisitas yang rendah, mengurangi waktu ekstraksi, tahapan ekstraksi lebih singkat tanpa penguapan, dan dapat diaplikasikan langsung dalam sediaan topikal untuk produk kosmetik. Dalam rangka memastikan potensi aktivitas pencerah kulit perlu dilakukan suatu pengujian aktivitas terhadap ekstrak akar murbei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pencerah kulit secara in vitro. Metode yang digunakan adalah uji penghambatan enzim tirosinase secara in vitro menggunakan microplate reader dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak akar murbei dengan kondisi ekstraksi perbandingan urea:gliserin 1:3 selama 15 menit memiliki nilai IC50 penghambatan tirosinase terbaik yaitu 178,43 μg/mL. Sedangkan nilai IC50 pada uji aktivitas antioksidan terbaik yaitu 1392,14 μg/mL. Aktivitas penghambatan tirosinase dan antioksidan pada tiga sampel menunjukkan hasil yang terbaik memiliki kandungan oksiresveratrol tertinggi. Ekstrak NADES-UAE akar murbei berpotensi sebagai sediaan kosmetik untuk pencerah kulit dan memiliki efek antioksidan untuk kesehatan kulit.Morus alba (mulberry) root contains a secondary metabolite of oxyresveratrol with its potential skin-brightening activity. The application of the green extraction method using Ultrasonic-Assisted Extraction with Natural Deep Eutectic Solution (NADES-UAE) was developed because of its advantages, namely it can increase extract yields, low toxicity profile, reduce extraction time, shorter extraction stages without evaporation, and can be applied directly in topical preparations for cosmetic products. To ensure the potential for skin-brightening activity, some activity tests on mulberry root extract are needed. The purpose of this study was to determine the in vitro skin-brightening activity of mulberry root extract using NADES-UAE method. The method used was an in vitro tyrosinase enzyme inhibition test using a microplate reader and an antioxidant activity test using the DPPH method. The IC50 value of the best mulberry root extract (glycerin: urea 1:3 for 15 minutes) showed tyrosinase inhibition activity was 178.43 μg/mL. While the IC50 value in the best antioxidant activity test was 1392.14 μg/mL. Tyrosinase inhibitory and antioxidant activities in three samples showed the best results having the highest oxyresveratrol content. NADES-UAE mulberry root extract has the potential as a cosmetic preparation for skin lightening and has antioxidant effects for skin health

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇