Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
POTENSI FILTRAT UMBI TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) SEBAGAI ANTIKOAGULAN
A Clinical laboratory is a health laboratory that carries out clinical specimen examination services with the type of blood test material. Blood that is used as an examination material sometimes requires additional substances that can inhibit blood clotting such as anticoagulants. Natural ingredients that are thought to have anticoagulant content are taro tuber filtrate (Colocasia esculenta (L.) Schott). This study aimed to determine the potential of taro tuber filtrate (Colocasia esculenta (L.) Schott) as an alternative anticoagulant. The method used in testing anticoagulant activity is Clotting Time in Vitro. Taro tubers are grated and filtered to obtain filtrate from taro tubers. Taro tuber filtrate test samples are divided into 5 concentrations of 10%, 30%, 50%, 70%, and 90%. Each concentration was carried out 4 times with each treatment given a blood sample of 1 mL. The results of the phytochemical screening test of taro tuber filtrate contain secondary metabolite compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins that have anticoagulant activity. Based on the results of clotting time testing that 1 mL of blood mixed with 10% taro tuber filtrate clotted after the 15th hour, while concentrations of 30%, 50%, 70%, and 90% did not occur blood clots after observation for 6 days. Based on the results of research that has been done, it can be concluded that taro tuber filtrate (Colocasia esculenta (L.) Schott) has the potential as an alternative anticoagulantLaboratorium klinik merupakan laboratorium kesehatan yang memberikan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan jenis bahan pemeriksaan darah. Darah yang digunakan sebagai bahan pemeriksaan terkadang diperlukan adanya zat tambahan yang dapat menghambat pembekuan darah seperti antikoagulan. Bahan alam yang diduga memiliki kandungan sebagai antikoagulan adalah filtrat umbi talas (Colocasia esculenta (L.) Schott). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi filtrat umbi talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) sebagai antikoagulan alternatif. Metode yang digunakan pada pengujian aktivitas antikoagulan yaitu Clotting Time secara In Vitro. Umbi talas di parut dan disaring untuk mendapatkan filtrat dari umbi talas. Sampel uji filtrat umbi talas dibagi menjadi 5 konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, dan 90%. Masing-masing konsentrasi dilakukan 4 kali pengulangan dengan tiap-tiap perlakuan diberi sampel darah sebanyak 1 mL. Hasil uji skrining fitokimia terdapat senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, dan saponin pada filtrat umbi talas yang mempunyai aktivitas antikoagulan. Berdasarkan hasil pengujian clotting time bahwa 1 mL darah yang dicampurkan dengan filtrat umbi talas 10% mengalami pembekuan setelah jam ke-15, sedangkan konsentrasi 30%, 50%, 70%, dan 90% tidak terjadi pembekuan darah setelah pengamatan selama 6 hari. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa filtrat umbi talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) mempunyai potensi sebagai antikoagulan alternati
DENTIFIKASI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA AIR MINUM DI KELURAHAN TLOGOSARI WETAN KOTA SEMARANG
Pada tahun 2021 telah dilakukan pemeriksaan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali di Kelurahan Tlogosari Wetan hasil menunjukkan bahwa air sumur gali positif mengandung bakteri Escherichia coli. Dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali yang digunakan sebagai sumber air minum, memungkinkan tercemarnya air minum tersebut dengan bakteri Escherichia coli sehingga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/Per/IV/2010 yang menyatakan bahwa air minum tidak boleh mengandung bakteri Escherichia coli per 100 ml sampel. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui cemaran bakteri Escherichia coli pada air minum di Kelurahan Tlogosari Wetan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan kriteria deskriptif melalui pendekatan cross sectional menggunakan metode membran filter. Berdasarkan pemeriksaan bakteri Escherichia coli metode membran filter yang dilakukan pada 10 sampel air minum diperoleh 3 sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli, sedangkan 7 sampel lainnya negatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Dari 10 sampel air minum yang diperiksa, ditemukan 3 sampel terkontaminasi bakteri Escherichia coli dan 7 sampel lainnya tidak mengandung bakteri Escherichia coli. 
ANALISIS FAKTOR PENULARAN VIRUS HEPATITIS B KONTAK SERUMAH DI DI DESA BONE KABUPATEN KUPANG
Virus Hepatitis B (VHB) dari famili Hepadnaviridae merupakan penyebab terjadinya penyakit Hepatitis B. Pajanan VHB menyebabkan keluaran klinis yaitu hepatitis akut dan Hepatitis kronik. Hepatitis akut akan sembuh dan membentuk kekebalan terhadap penyakit ini, sedangkan hepatitis yang berkembang menjadi kronik akan berakibat pada peradangan hati akut atau menahun. Pada beberapa kasus perkembangan peradangan hati akut ataupun menahun dapat menjadi sirosis hati. Virus Hepatitis B dtransmisikan secara vertikal dan horizontal. Penularan dari ibu kepada janinya melalui plasenta pada masa perinatal merupakan penularan vertikal, sedangkan penularan melalui cairan tubuh penderita Hepatitis B antara lain air liur, darah, atau cairan tubuh dan kontak seksual merupakan jenis penularan secara horizontal. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, perilaku berisiko dan tingkat pengetahuan dari anggota keluarga yang kontak serumah dengan penderita Hepatitis B di Desa Bone. Jenis penelitian ini observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional. Perilaku berisiko dan tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuisioner. Analisis Chi-Square untuk mengkaji faktor yang berhubungan dengan penularan Hepatitis B. Responden pada penelitian ini berjumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan 37,5% responden dengan HBsAg positif terdapat pada laki-laki 20% dan 17,5% pada perempuan. Responden dengan HBsAg positif terbanyak pada kelompok usia 26-45 tahun sebesar 27,5%. Usia merupakan faktor yang berhubungan dengan Hepatitis B (p<0,05). Tidak ditemukan adanya hubungan antara beberapa kebiasaan yang dapat berisiko menularkan VHB, yaitu penggunaan alat pribadi bersama (p>0,05) dengan kejadian Hepatitis B. Meskipun tingkat pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis B tergolong rendah (69,4%), namun tingkat pengetahuan responden di Desa Bone tidak merupakan faktor yang ada hubungannya dengan kejadian Hepatitis B.
 
The Relationship between Routine Feeding of Food Containing Calcium and Vitamin D by Mothers with the Incidence of Stunting in Toddlers in Sijunjung Regency–West Sumatera
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam masa 1000 hari kehidupan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Kalsium dan vitamin D merupakan zat gizi yang berpengaruh terhadap mineralisasi tulang. Mineralisasi tulang yang baik pada masa pertumbuhan memungkinkan pertumbuhan linear yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan mengandung kalsium dan Vitamin D dengan kejadian stunting pada anak balita di Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 36 orang dengan distribusi laki-laki 13 orang (35,71%) dan perempuan sebanyak 23 orang (64,29%). Terdapat 5 orang (38,46%) balita laki-laki dan 9 orang (39,13%) balita perempuan yang mengalami stunting. Berdasarkan analisis data yang dilakukan menggunakan chi-aquare (X2) didapatkan p=0,021 dan p=0,018 untuk hubungan asupan kalsium dan vitamin D dengan kejadian stunting. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makanan mengandung kalsium dan vitamin D dengan kejadian stunting pada Balita di Kabupaten Sijunjung.Stunting is a disruption in the growth and development of children within 1000 days of life due to chronic malnutrition and recurrent infections which is characterized by their length or height being below standard. Calcium and vitamin D are nutrients that influence bone mineralization. Good bone mineralization during growth allows optimal linear growth. This study aims to determine the relationship between providing food containing calcium and Vitamin D with the incidence of stunting in children under five in Sijunjung Regency. This research is a quantitative research with an analytical observational design with a cross sectional approach method. The number of samples in this study was 36 people with a distribution of 13 men (35.71%) and 23 women (64.29%). There were 5 (38.46%) male toddlers and 9 (39.13%) female toddlers who experienced stunting. Based on data analysis carried out using chi-aquare (X2), it was found that p=0.021 and p=0.018 for the relationship between calcium and vitamin D intake and the incidence of stunting. Based on this, it shows that p < 0.05. Based on the research results, it can be concluded that there is a significant relationship between providing food containing calcium and vitamin D and the incidence of stunting in toddlers in Sijunjung Regency
HIERARCHICAL TOKEN BUCKET (HTB) PADA QUALITY OF SERVICE PT. EKA BOGAINTI
Jaringan komputer tentunya sangat dibutuhkan oleh sebuah institusi maupun perusahaan untuk dapat melakukan pertukaran data maupun mengerjakan pekerjaan dengan koneksi internet, maka bandwidth perlu diatur untuk kerja perusahaan, karena dengan adanya sebuah internet maka penyebaran data menjadi efisien dan informasi menjadi semakin luas. Akan tetapi, realitanya jaringan internet pada perusahaan tidak selalu memberikan akses internet yang baik ketika user bekerja dengan internet. Tujuan penelitian ini menyelesaikan masalah pada jaringan di PT. Eka Bogainti; Penggunaan bandwitdth yang tidak tepat, mengganggu proses keberlangsungan bisnis perusahaan, belum adanya management bandwidth sehingga pembagian bandwidth tidak merata pada semua client. Metode membagi dan menyebarkan bandwidth secara bertingkat Hierarchical Token Bucket (HTB) yang diterapkan berjalan lancar dan dapat meminimalisasi terjadinya bandwidth lebih pada pengguna jaringan yang berakibat down pada jaringan. Hasil nya kegiatan operasional perusahaan dapat tetap berjalan lancar. Administrator jaringan dapat menentukan prioritas pengguna jaringan internet pada perusahaan sehingga management bandwidth lebih teratur. Diperlukan perusahaan meng-Upgrade perangkat keras maupun perangkat lunak dengan spesifikasi update untuk mengimbangi jaringan yang telah diatur menjadi sesuai dengan kebutuhan sehingga meningkatkan kualitas kerja para karyawan.Computer networks are of course very much needed by an institution or company to be able to exchange data or do work with an internet connection, so bandwidth needs to be regulated for company work, because with the existence of an internet, data distribution becomes efficient and information becomes wider. However, in reality the internet network in companies does not always provide good internet access when users work on the internet. The purpose of this research is to solve network problems at PT. Eka Bogainti; Improper use of bandwidth disrupts the company's business continuity processes, there is no bandwidth management so that the distribution of bandwidth is not evenly distributed among all clients. The Hierarchical Token Bucket (HTB) method of dividing and distributing bandwidth in stages runs smoothly and can minimize the occurrence of excess bandwidth on network users which results in network downtime. As a result, the company's operational activities can continue to run smoothly. Network administrators can determine the priorities of internet network users in companies so that bandwidth management is more orderly. Companies need to upgrade hardware and software with updated specifications to compensate for the network that has been set to suit the needs so as to improve the quality of work of employees
PENERAPAN SISTEM PAKAR BERBASIS FRAME UNTUK IDENTIFIKASI JENIS PADA RAS KUCING
Sudah banyak komunitas pencinta kucing di Indonesia, salah satunya di kota Pekanbaru. Sebagian besar pecinta kucing dalam komunitas tersebut masih belum mengetahui ras kucing yang dipeliharanya. Berangkat dari permasalahan tersebut, dibuatlah sistem pakar untuk mengidentifikasi ras kucing agar membantu pecinta kucing mengetahui dengan tepat ras kucing yang dipelihara. Sistem dibuat menerapkan metode frame based untuk representasi pengetahuannya, metode tersebut diterapkan untuk mendapatkan hasil ras kucing berdasar ciri-ciri fisik yang dimiliki dan firebase sebagai tempat penyimpanan data. Pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan, wawancara dan observasi. Proses penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan pengujian. Sistem pakar ras kucing diuji menggunakan black box testing dengan berjalan sukses serta dilakukan User Accaptance Test (UAT) dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 88,06% dari 58 pecinta kucing. Sistem Pakar ini diharapkan dapat membantu pecinta kucing mengetahui dengan tepat ras kucing yang dipelihara.There are already many cat-loving communities in Indonesia, one of which is in the city of Pekanbaru. Most cat lovers in the community are still unaware of the breeds of cats they keep. Departing from these problems, an expert system was created to identify cat breeds to help cat lovers know exactly the breed of cats being kept. The system is made to apply a frame-based method for the representation of its knowledge, the method is applied to obtain cat breed results based on physical characteristics owned and firebase as a place to store data. Data collection in the form of literature research, interviews and observations. The research process uses quantitative methods by conducting tests. The cat breed expert system was tested using black box testing successfully and the User Accaptance Test (UAT) was carried out by obtaining an average score of 88.06% from 58 cat lovers. This Expert System is expected to help cat lovers know exactly the breed of cats being kept
APLIKASI ABSENSI KERJA LEMBUR KARYAWAN BERBASIS CLOUD COMPUTING SEBAGAI SOFTWARE AS A SERVICE (SAAS)
Rista Lamtama Engineering is a Riau Andalan Pulp and Paper contractor company engaged in project services. Consisting of 136 employees, the processing of overtime attendance data for the company Rista Lamtama Engineering is still carried out conventionally, namely recapping the overtime attendance data one by one and then processing it using Microsoft Excel. This method is not efficient and effective in terms of time and effort. Employees who work overtime in the field experience difficulties in attending to the office. An attendance system like this creates fraud when filling in attendance in the form of entrusted absences, even though they don't come overtime, causing misunderstandings between employees and the office and can be detrimental to PT. Overcoming this problem, an attendance application was created by utilizing cloud computing with software as a service (SaaS) services. The existence of cloud computing technology allows data access from anywhere and using a fixed or mobile device. The system built can help the company Rista Lamtama Engineering in managing employee overtime data, a system created using cloud computing is also more effective in storing data on employees who work overtime and reduces employee fraud in absenteeism overtime because of the location when employees attend attendance can be seen. The system built for Android Studio-based employee overtime attendance applications. All available features are running well and judging from the tests that have been carried out with compatibility testing, blackbox testing,and usability testing, it can be concluded that the system built has met the needs of employees of PT. Rista Lamtama Engineering, for its own cloud computing, utilizes the firebase database firestore where all employee data that has performed overtime attendance has been successfully stored in the firebase database firestore.Rista Lamtama Engineering adalah suatu perusahaan kontraktor Riau Andalan Pulp and Paper yang bergerak dibidang jasa untuk proyek. Terdiri dari 136 karyawan, pengolahan data absensi kerja lembur perusahaan Rista Lamtama Engineering ini masih dilakukan secara konvensional, yaitu merekap satu persatu data absensi lembur lalu diolah menggunakan Microsoft Excel. Cara ini tidak efisien dan efektif dari segi waktu dan tenaga. Absensi karyawan yang bekerja lembur di lapangan, dilakukan masih dengan tulis dikertas. Sistem absensi seperti ini menimbulkan kecurangan saat mengisi absensi berupa titip absen, padahal tidak datang lembur, sehingga menimbulkan kesalahpahaman antar karyawan dan pihak kantor serta dapat merugikan PT. Mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah aplikasi absensi dengan memanfaatkan cloud computing dengan layanan software as a service (SaaS). Keberadaan teknologi cloud computing memungkinkan akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device. Sistem yang dibangun dapat membantu pihak perusahaan Rista Lamtama Engineering dalam melakukan pengelolaan data lembur karyawan, sistem yang dibuat dengan menggunakan cloud computing juga lebih efektif dalam menyimpan data karyawan yang bekerja lembur dan mengurangi kecurangan karyawan dalam melakukan absensi kerja lembur karena lokasi saat karyawan melakukan absensi kehadiran dapat dilihat. Sistem yang dibangun untuk aplikasi absensi kerja lembur karyawan berbasis android studio. Seluruh fitur-fitur yang tersedia sudah berjalan dengan baik dan dilihat dari pengujian yang telah dilakukan dengan penggujian kompatibilitas, blacbox testing, dan usability testing dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun sudah memenuhi kebutuhan karyawan PT. Rista Lamtama Engineering, untuk cloud computing nya sendiri memanfaatkan firebase database firestore yang mana seluruh data karyawan yang telah melakukan absensi lembur berhasil tersimpan pada firebase database firestore
RESPON RISIKO DAN MITIGASI RISIKO PADA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB WASTE KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN CONSTRUCTION (STUDI KASUS: PROYEK X KAPUAS)
Waste is a problem that often occurs in construction projects. Waste is in the form of activities that utilize resources but do not produce the expected added value (value). Therefore, it is necessary to identify waste, in this research we identify the factors that cause construction waste in the rehabilitation project and improvement of irrigation networks in the working area of Block A, Kapuas Regency. Obtained 9 variables with 43 indicators of factors that cause waste which are the basis for this research. The method used is the severity index method to obtain the dominant and main factors causing waste. The results of this study are the dominant and main factors for the occurrence of waste, namely with codes A1, A6, B2, B3, B6, D4, E4, E6, F6, I12 with a moderate risk category, based on the severity index value, the dominant causative factor risk response is transfer.Pemborosan (waste) merupakan masalah yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Pemborosan (waste) berupa aktifitas yang memanfaatkan sumber daya tetapi tidak menghasikan nilai tambah yang diharapkan (value). Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi pemborosan, pada penelitian ini dilakukan identifikasi faktor penyebab terjadinya Waste konstruksi pada proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi wilayah kerja blok A Kabupaten Kapuas. Didapatkan 9 variabel dengan 43 indikator faktor penyebab waste yang menjadi dasar untuk penelitian ini, Metode yang dilakukan ialah metode severity index untuk mendapatkan faktor dominan dan utama penyebab terjadinya waste. Hasil dari penelitian ini berupa faktor dominan dan utama terjadinya waste yaitu dengan kode A1, A6, B2, B3, B6, D4, E4, E6, F6, I12 dengan kategori risiko moderate, berdasarkan nilai severity index tersebut didapatkan respon risiko faktor penyebab dominan berupa transfer
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN BERCERITA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH
ABSTRACT
According to the Ministry of Health, the number of pre-school age children in Indonesia is 77% of the total population of Indonesia, and it is estimated that 3/100 children are hospitalized, 45% of whom experience anxiety due to hospitalization. The initial study conducted estimated the number of children being cared for at 860, 160 pre-school age children. This study aims to examine the effectiveness of storytelling play therapy on the level of hospitalization anxiety in pre-school children in the Children's Inpatient Room. The design of this research is pre-experimental with a one group pretest - posttest design approach. The population in this study were all children hospitalized in the Children's Inpatient Room. The sampling technique in this research used accidental sampling, with a total research sample of 10 people. Data collection was carried out using observation sheets. The research results showed that of the 10 respondents (60%) respondents had severe hospitalization anxiety before being given treatment, and (40%) respondents had mild hospitalization anxiety after being given treatment. The results of data analysis using the paired t test obtained a p value = 0.000. The conclusion of this research is that storytelling play therapy is effective in reducing the anxiety level of pre-school children. It is hoped that for nursing practice, the results of this research can become a source of information in efforts to improve health services, especially for children due to hospitalization. Recommendations for future researchers are expected to be able to see the differences in levels of hospitalization anxiety between those who have been treated before and who have never been treated
Key word: Play therapy, storytelling techniques, anxiety
ABSTRAK
Menurut Depertemen Kesehatan jumlah anak usia pra sekolah di Indonesia sebesar 77% dari jumlah total penduduk Indonesia, dan diperkirakan 3/100 anak menjalani hospitalisasi, 45% diantaranya mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Studi awal yang dilakukan jumlah anak yang dirawat diperkirakan 860 orang anak, 160 anak usia pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas terapi bermain becerita terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia pra sekolah Diruang Rawat Inap Anak. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang hospitalisasi di Ruang Rawat Inap Anak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 responden (60%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi berat sebelum diberikan perlakuan,dan (40%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi ringan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisa data dengan menggunakan uji t berpasangan didapatkannilai p = 0,000, Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi bermain bercerita efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah. Diharapkan kepada praktek keperawatan, agar hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada anak akibat hospitalisasi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melihat perbedaan tingkat kecemasan hospitalisasi yang pernah dirawat sebelumnya atau tidak pernah dirawat.
Kata kunci: Terapi bermain, Tehnik bercerita, kecemasa
Uji Efektivitas Ekstrak Dan Fraksi Daun Matoa Terhadap Antihipertensi Dan Antihiperkolesterolemia Secara In Vivo
Hiperkolesterolemia dan hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang berbahaya. Beberapa faktor resiko bersifat permanen seperti usia, jenis kelamin, genetik dan faktor lainnya dapat dimodifikasi seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, gizi buruk, tekanan darah tinggi, diabetes tipe II, dislipidemia dan obesitas. Aterosklerosis dan hipertensi berpotensi berkembang menjadi penyakit kardiovaskular yang berbahaya seperti infark miokard dan stroke. Bahan alam banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan kardiovaskular seperti daun matoa, daun matoa banyak digunakan sebagai oabat diabetes melitus, diare dan disentri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dan pengaruh lama pemberian ekstrak dan fraksi daun matoa Pometia pinnata J. R Forst & G. Forst terhadap penurunan kolesterolemia dan hipertensi pada hewan uji. Pada penelitian ini menggunakan hewan uji berupa tikus dan burung puyuh. Pengukuran tekanan darah menggunakan instrumen CODA®, dan pengukuran kadar kolesterol meggunakan fotometer klinik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun matoa dapat mempengaruhi kadar kolesterolemia dengan dosis yang efektif 300 mg/kgbb, dan fraksi daun matoa mempengaruhi tekanan darah dengan dosis efektif Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan ekstrak dan fraksi daun matoa dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan tekanan darah pada hewan percobaan serta semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin tinggi juga penurunannya