Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUALANG KABUPATEN SIAK
In Indonesia, visits to elderly posyandu (integrated health service posts) are generally below target, particularly in Siak Regency, Riau Province, where elderly health services have been declining annually, especially at Tualang Health Center. This study aims to understand elderly behavior in utilizing health services through knowledge, attitudes, actions, and health center efforts. This qualitative study employs a phenomenological design and was conducted in the working area of Tualang Health Center, Siak Regency, from March to May 2024. The total number of informants is 24, consisting of 9 main informants—3 active elderly (AE) who visit posyandu monthly, 3 inactive elderly (IE) who missed posyandu visits three times a year, and 3 non-attending elderly (NE) who never visit posyandu. Additionally, there are 15 supporting informants, including family members, the head of the health center, elderly program managers, midwives, and 3 cadres. Data processing utilized data triangulation and thematic analysis. The study found that AE and IE have better knowledge compared to NE due to their participation in posyandu activities. All elderly informants had a positive attitude towards the quality of health services at posyandu. AE tend to visit posyandu regularly due to easy access, transportation, and family support, while IE and NE are less active due to distant access, limited transportation, and lack of family support. It is recommended that the health center empower elderly families to increase elderly participation in utilizing health services.Di Indonesia kunjungan posyandu lansia sebagian besar masih di bawah target, seperti di Kabupaten Siak Provinsi Riau yang mencatat penurunan pelayanan kesehatan lansia setiap tahunnya, terutama di Puskesmas Tualang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku lansia dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui pengetahuan, sikap tindakan serta upaya puskesmas. Jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tualang Kabupaten Siak pada bulan Maret-Mei 2024. Total informan 24 orang terdiri dari 9 informan utama yaitu 3 lansia aktif (LA) ke posyandu tiap bulan, 3 lansia tidak aktif (LTA) yang 3 kali tidak hadir dalam setahun dan 3 lansia tidak pernah (LTP) ke posyandu, 9 informan pendukung keluarga lansia, serta kepala puskesmas, pemegang program lansia, bidan dan 3 kader. Pengolahan data menggunakan triangulasi data dan analisis data tematik. Hasil penelitian dan triangulasi yaitu LA dan LTA memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding LTP dikarenakan tidak pernah mengikuti posyandu lansia. Keseluruhan lansia memiliki sikap positif terhadap kualitas layanan kesehatan di posyandu. LA cenderung rutin ke posyandu lansia dikarenakan akses dan transportasi yang mudah serta adanya dukungan dari keluarga, sedangkan LTA dan LTP cenderung tidak aktif ke posyandu lansia dikarenakan adanya kendala akses yang jauh dan transportasi yang terbatas serta kurangnya dukungan dari keluarga. Saran agar puskesmas melakukan pemberdayaan keluarga lansia agar lansia mandiri melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN DISFUNGSI EREKSI
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit sistemik yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan mortalitas di Indonesia. Kali ini Disfungsi Ereksi (DE), salah satu komplikasi DM tipe 2 menjadi masalah serius karena pertama kejadian disfungsi ereksi tinggi dengan 50% -80% orang dengan DM tipe 2 mengalami DE. Kedua, masalah ini berdampak pada kehidupan pasien medis (psikologi dan infertilitas) serta nonmedis (bahan lama bercerai dan keluarga). DM tipe 2 adalah neuropati diabetik, angiopati diabetik, psikisis dan faktor hormonad. Semuanya berhubungan dengan durasi DM tipe 2 yang dialami penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi durasi DM tipe 2 dengan DE pada RSUP Arifin Achmad pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yaitu populasi pasien rawat inap di RS Arifin Achmad. Penelitian dilaksanakan dengan teknik nonprobability sampling, consecutive sampling, dan terdapat 42 responden. Berdasarkan hasil uji koefisien kontingensi, terdapat korelasi antara durasi DM tipe 2 dengan DE (p=0,012, r=0,453). Terdapat korelasi antara durasi DM tipe 2 dengan DE, dengan kekuatan korelasi dan arah korelasi positif antara durasi DM tipe 2 dengan DE
STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANDUNG DALAM MENINGKATKAN PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL PADA TAHUN 2023
Penelitian mengenai Strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dalam meningkatkan Pelestarian Kesenian Tradisional dilatarbelakngi oleh permasalahan memudarnya ketertarikan masyarakat terhadap kesenian tradisional, Menurunnya hal tersebut menjadi salah satu urusan dari pemerintah yang mempunyai peran untuk mengembangkan, melindungi, memanfaakan dan membina kesenian tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu dapat meningkatkan pelestarian kesenian tradisional di Kota Bandung. Maka dari itu, diperlukan upaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk melestarikan kesenian tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka dan studi lapangan yang berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Peneliti menganalisa penelitian ini melalui analisa secara teoritik dan legalistik. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa ada yang sudah maksimal dan juga belum maksimal dalam usaha meningkatkan pelestarian kesenian tradisional. Ditinjau pada tahapan strategi pemerintah (Mulgan, 2009) yaitu aspek tujuan dalam melaksanakan pelestarian kesenian tradisional daerah belum optimal karena adanya keterbatasan SDM, dari aspek lingkungan kontribusi pemerintah dan pelaku seni sudah baik, namun terdapat kekurangan dari kontribusi masyarakat sehingga belum optimal, dari aspek pengarahan pemerintah sudah optimal dalam mengarahkan peningkatan pelestarian kesenian tradisional kepada pelaku seni dan masyarakat, dari aspek tindakan masih dirasakan oleh pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat belum optimal karena penyelenggaraan kesenian dan pembinaan yang harus ditingkatkan, dari aspek belajar pengevaluasian dari tahun sebelumnya masih belum optimal dilaksanakan. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung belum optimal dalam upaya meningkatkan pelestarian kesenian tradisional.
Kata Kunci : Strategi Pemerintah, Kesenian TradisionalResearch on the Strategy of the Bandung City Culture and Tourism Office in increasing the Preservation of Traditional Arts is motivated by the problem of waning public interest in traditional arts. This decline is one of the concerns of the government which has a role in developing, protecting, utilizing and fostering traditional arts. The aim of this research is to improve the preservation of traditional arts in the city of Bandung. Therefore, efforts are needed from the Bandung City Culture and Tourism Department to preserve traditional arts. The method used in this research is a qualitative descriptive approach. Data was obtained through library research and field studies in the form of observations, interviews and documentation studies. Researchers analyze this research through theoretical and legalistic analysis. In this research, researchers found that there were some things that had been optimal and some had not been optimal in efforts to increase the preservation of traditional arts. Judging from the government's strategy stage (Mulgan, 2009), the objective aspect of preserving regional traditional arts is not yet optimal due to limited human resources, from the environmental aspect the contribution of the government and artists is good, but there is a lack of community contribution so it is not optimal, from the direction aspect The government has been optimal in directing increased preservation of traditional arts for arts practitioners and the community. From the action aspect, the government, arts practitioners and the community still feel that it is not optimal because the implementation of arts and development must be improved. From the learning aspect, the evaluation from the previous year is still not implemented optimally. Researchers can conclude that the strategy of the Bandung City Culture and Tourism Office is not optimal in efforts to increase the preservation of traditional arts.
Keywords: Government Strategy, Traditional art
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA UNTUK PENURUNAN STUNTING DI DESA LUBUK SANAI KECAMATAN XIV KOTO KABUPATEN MUKO-MUKO PROVINSI BENGKULU
Kebijakan pemerintah terkait dasar hukum penurunan stunting telah direncanakan sejak lama dan sudah diterapkan. Namun, dalam pelaksanaannya, diperlukan sejumlah perbaikan yang lebih serius untuk mencapai realisasi yang nyata. Masalah alokasi dana untuk penanggulangan stunting menjadi sorotan di beberapa daerah di Indonesia. Melihat bagaimana pentingnya alokasi dana untuk penurunan stunting di suatu daerah seperti tema penelitian saat ini disebuah desa yaitu di Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko. Desa ini menunjukkan komitmen serius dalam penanggulangan stunting dengan mengalokasikan 8% dari dana desa tahun 2022 untuk melakukan intervensi khusus di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa untuk penurunan stunting di desa Lubuk Sanai. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan latar pengamatan, tidakan, orang dan pembicaraan yang diperoleh di lapangan mengenai bagaimana efektivitas alokasi dana desa Lubuk Sanai untuk upaya penurunan stunting. Hasil penelitian menunjukan meskipun program ini telah memberikan dampak positif bagi upaya menurunkan angka stunting, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Bantuan uang tunai dan sembako makanan sehat yang diberikan telah membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak stunting, namun besaran bantuan yang berfluktuasi akibat prioritas pembangunan lain mempengaruhi efektivitas program ini. Selain itu, pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa untuk penurunan stunting di Desa Lubuk Sanai telah melalui berbagai tahap evaluasi, mulai dari perancangan awal dengan kegiatan Rembuk Stunting hingga pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Rembuk Stunting melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan berbasis data dan sesuai kebutuhan lapangan.Government policies regarding the legal basis for reducing stunting have been planned for a long time and have been implemented. However, in its implementation, a number of more serious improvements are needed to achieve real realization. The problem of allocating funds for stunting prevention is in the spotlight in several regions in Indonesia. Seeing how important it is to allocate funds for reducing stunting in an area, such as the current research theme in a village, namely Lubuk Sanai Village, XIV Koto District, Mukomuko Regency. This village shows a serious commitment to tackling stunting by allocating 8% of village funds in 2022 to carry out special interventions in this area. This research aims to analyze the implementation of village fund allocation policies to reduce stunting in Lubuk Sanai village. In this research, the author uses a qualitative approach using a descriptive method that describes the background of observations, actions, people and conversations obtained in the field regarding the effectiveness of Lubuk Sanai village fund allocation for efforts to reduce stunting. The research results show that although this program has had a positive impact on efforts to reduce stunting rates, there are a number of challenges that must be faced. The cash assistance and healthy food supplies provided have helped meet the nutritional needs of pregnant, breastfeeding mothers and stunted children, however the amount of assistance fluctuates due to other development priorities affecting the effectiveness of this program. In addition, the implementation of the village fund allocation policy to reduce stunting in Lubuk Sanai Village has gone through various evaluation stages, starting from initial design with Rembuk Stunting activities to ongoing monitoring and evaluation. The Stunting Consultation involves various stakeholders to ensure policies are data-based and meet field needs
PERBANDINGAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH YANG DISIMPAN PADA BERBAGAI TABUNG VACUTAINER
Pengujian logam berat timbal (Pb) dengan menggunakan spesimen darah perlu memperhatikan pada pemilihan tabung vacutainer. Kandungan koagulan dalam tabung vacutainer memungkinkan mempengaruhi kadar logam timbal (Pb) darah yang diperiksa. Jenis tabung vacutainer yang sering digunakan dalam pemeriksaan logam timbal darah yaitu tutup merah, tutup ungu, dan tutup biru gelap. Tabung vacutainer tutup merah tidak mengandung koagulan sedangkan tutup ungu mengandung koagulan EDTA, dan tutup biru mengandung koagulan bebas logam. Pemilihan jenis tabung vacutainer yang tepat merupakan tahap pra analitik yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar timbal (Pb) darah yang disimpan pada tabung vacutainer melalui uji akurasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yaitu melakukan perbandingan kadar timbal darah yang disimpan pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, kuning, dan biru gelap. Perbandingan dianalisis berdasarkan validasi persen perolehan kembali. Masing-masing sampel darah pada tabung vacutainer dilakukan proses destruksi basah, dan analisis kadar timbal dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan penambahkan standar internal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, persen perolehan kembali pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, biru gelap dan kuning berturut-turut 110%, 36,33%, 110%, dan 21,6%. Persen perolehan kembali yang baik berada dalam rentang 80% - 110% sehingga dapat disimpulkan bahwa tabung vacutainer tutup merah dan tutup biru gelap memiliki kadar timbal dengan persen perolehan kembali yang baik yaitu sebesar 110%.Lead heavy metal (Pb) testing using blood specimens needs to pay attention to the selection of vacutainer tubes. The coagulant content in the vacutainer tube may affect the blood lead metal (Pb) levels examined. The types of vacutainer tubes that are often used in blood lead metal examination are red caps, purple caps, and dark blue caps. The vacutainer tube of the red cap does not contain coagulants while the purple cap contains EDTA coagulant, and the blue cap contains metal-free coagulants. The selection of the right type of vacutainer tube is a pre-analytical stage that affects the results of the examination. This study aims to determine the ratio of blood lead (Pb) levels stored in vacutainer tubes through accuracy tests. This study is an experimental study, which compares blood lead levels stored in the vacutainer tube of red, purple, yellow, and dark blue caps. The comparison is analyzed based on the validation of percent recovery. Each blood sample in the vacutainer tube was wet destroyed, and lead level analysis was performed with an Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA) with internal standard additions. Based on the results obtained, the percentage of recovery in red, purple, dark blue and yellow cap vacutainer tubes was 110%, 36.33%, 110%, and 21.6%, respectively. A good percentage of recovery is in the range of 80% - 110% so it can be concluded that the vacutainer tube of the red cap and dark blue cap has a lead content with a good percentage of recovery of 110%
Peran Pemaafan terhadap Kepuasan Pernikahan
Divorce cases in Indonesia continue to increase every year with a variety of conflicting problems. Declining marital satisfaction is the cause of the increasing divorce rate. It is important to have an effective strategy to be able to maintain satisfaction in marriage, one of which is forgiveness. Forgiveness is an alternative solution that can help couples solve and prevent problems in the marriage relationship. This study aims to provide an overview of the relationship between forgiveness and marital satisfaction. This study is a literature review with search articles from the Google Scholar, ProQuest, PubMed and EBSCOHost databases. The search results obtained 15 articles that match the inclusion criteria. The results of this study reveal that forgiveness increases marital satisfaction in various cultural contexts. Marital satisfaction is also influenced by other factors such as gender and marriage length
Keterpikatan Kerja dan Kesejahteraan Pegawai Lintas Generasi di Indonesia
Research on employee well-being and work engagement in Indonesia is interesting. This study reports a literature review based on research on the relationship between these variables in cross-generational participants in Indonesia. The results show that employee well-being in Indonesia is reported in four constructs: employee well-being, well-being at work, subjective well-being, and psychological well-being. Work engagement in Indonesia is reported using two terms: work engagement and employee engagement. Many studies report that work engagement is a positive predictor of employee well-being, otherwise, several studies report the opposite, employee well-being becomes a positive predictor of work engagement. Several studies report the relationship between work engagement and employee well-being in participants across generations, from Z generation, millennials, and X, to the Boomer generation. Recommendations from this study include that future research can carry out model tests and mediator tests on variables that influence work engagement and employee welfare in Indonesia
Acute Toxicity Test Of Guava Seed Ethanol Extract ( Syzygium Malaccense L ) Using The Brine Shrimp Lethality Test ( Bslt ) Method
People generally treat infectious diseases using synthetic drugs that can have a n5egative impact. Therefore, one way to reduce the impact of synthetic drugs is to use medicinal plants. The meat, seeds, and leaves of Syzygium malaccense show the content of phenolic, flavonoid, and cartonoid compounds that are sources of antioxidant activity and have the opportunity to be used as medicinal plants. The aim of this study is to examine the potential for acute toxicity of Syzygium malaccense extract against the larval artemia salina leach using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method shown by the LC50 to ensure its safety if used by humans and to be the earliest stage for finding a new source of anti-cancer medicine. The extracts were made by maseration using a 96% ethanol solvent. The toxicity test was carried out using the 48-hour-old Artemia salina leach shrimp larva. The results of this study were analysed using the LC50 probit table for a 96% ethanol extract of rose bol seeds, which is 46,18 ppm. This suggests that the extract is highly toxic to Artemia salina leach
Case Report : Solusio Plasenta Pada Kehamilan Preterm Yang Terdiagnosa Plasenta Previa Sebelum Tindakan Sectio Caesarea
The maternal mortality rate in Indonesia is still high. According to the Indonesian Household Health Survey (SKRT) in 2001 found that bleeding in pregnancy contributes as the main cause of maternal mortality. Antepartum hemorrhage can be caused by placental abruption (PA) and placenta previa. This bleeding condition is an emergency case because it threatens the lives of both mother and fetus (mother-fetal dyad). Placental abruption is usually accompanied by pain due to continuous uterine contractions. In this case, although concealed hematoma exists in almost 80% of PA cases, the mother shows no sign or symptom even though the fetus is severely at risk. This condition can cause delayed management that leads to mother and fetal mortality, known as asymptomatic placental abruption.Angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (SKRT) tahun 2001, perdarahan memberikan kontribusi terbesar terhadap kematian ibu. Perdarahan antepartum dapat disebabkan oleh solusio plasenta dan plasenta previa. Keadaan ini merupakan kondisi gawat darurat, karena mengancam jiwa ibu maupun janinnya. Solusio plasenta biasanya disertai oleh rasa nyeri akibat kontraksi uterus yang terus menerus. Namun pada kasus ini, walaupun perdarahan retroplasenta terjadi hampir 80% dan menimbulkan morbiditas pada janin, namun pasien tidak memberikan tanda dan gejala nyeri tersebut. Keadaan ini bisa menyebabkan terlambatnya diagnosis dan penanganan yang berujung pada kematian ibu dan janin. Kondisi ini disebut asimptomatis solusio plasenta
PENYULUHAN DAN EDUKASI STIMULASI MOTORIK KASAR DAN HALUS PADA PENDERITA STUNTING DI DESA MOJUPURNO MADIUN
Counseling is carried out to provide education to parents (mothers) about stunting such as signs of child symptoms indicating stunting and prevent stunting with adequate nutrition and train gross and fine motor stimulation independently at home. The method used in this counseling was in the form of health promotion regarding stunting in Mojopurno Village, Madiun Regency using poster media, giving pre-tests and post-tests in the form of questions to patients which are useful for measuring the effectiveness of counseling about stunting and providing training counseling carried out at home. Counseling ran smoothly and could be understood by parents (mothers) so that the results of the evaluation showed an increase in participants from 0% to 100% after the material was given. This activity can increase the knowledge of parents (mothers) in preventing stunting in children.Penyuluhan dilakukan guna memberikan edukasi kepada para orang tua (ibu) tentang stunting seperti tanda gejala anak terindikasi stunting dan mencegah terjadinya stunting dengan gizi yang tercukupi dan melatih stimulasi motoric kasar dan halus secara mandiri dirumah. Metode yang digunakan pada penyuluhan ini berupa promosi kesehatan mengenai stunting di Desa Mojopurno Kabupaten Madiun dengan menggunakan media poster, pemberian pre test dan post test berupa pertanyaan kepada pasien yang berguna untuk mengukur keefektifan dari penyuluhan mengenai stunting dan memberikan edukasi latihan yang dilakukan dirumah. Penyuluhan berjalan dengan lancar serta dapat dipahami oleh para orang tua (ibu) sehingga hasil evaluasi terdapat peningkatan peserta dari 0% sampai dengan 100% setelah materi diberikan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan para orang tua (ibu) dalam pencegahan stunting pada anak