Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGURANGAN AIR PADA BEBERAPA MUTU BETON YANG MENGGUNAKAN POLINEX HE
Beton yang ditambahkan Polinex HE memiliki nilai slump yang dua kali lebih besar dari beton tanpa Polinex HE. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya segregasi pada saat pengecoran, Untuk itu coba dilakukan penelitian dengan mengurangi jumlah air pada beton yang menggunakan Polinex HE. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pengaruh pengurangan air terhadap nilai slump, berat isi beton dan mutu beton. Sebanyak 72 sampel silinder beton diameter 10cm dan tinggi 20 cm dibuat untuk beton K-250 dan beton K-350. Variasi pengurangan air mulai dari 5-20% dari berat air, dengan menggunakan Polinex HE sebanyak 1% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian slump, berat isi beton dan kuat tekan beton pada umur 3 hari dan 28 hari. Hasilnya, diperoleh nilai slump yang masih lebih besar dibandingkan dengan nilai slump beton tanpa Polinex HE. Terjadi pengurangan berat isi beton seiring dengan pengurangan jumlah air pada beton. Untuk beton K-250 kuat tekan beton maksimal terjadi pada variasi pengurangan air 5% dan untuk beton K-350 kuat tekan beton maksimal terjadi pada variasi pengurangan air 20%.Concrete with the addition of Polinex HE has a slump value that is twice as large as concrete without Polinex HE. This can lead to segregation during pouring. Therefore, a study was conducted to investigate the effect of reducing the water content in concrete using Polinex HE. The aim of this research was to examine how the reduction in water content affects slump values, concrete density, and concrete quality. A total of 72 cylindrical concrete samples with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm were prepared for both K-250 and K-350 concrete. Water reduction variations ranged from 5% to 20% of the water weight, with the addition of Polinex HE at 1% of the cement weight. Testing included slump tests, concrete density measurements, and compressive strength tests at 3 days and 28 days of curing.The results showed that the slump values remained higher compared to concrete without Polinex HE. Concrete density decreased as the water content was reduced. For K-250 concrete, maximum compressive strength was achieved with a 5% reduction in water content, while for K-350 concrete, maximum compressive strength was achieved with a 20% reduction in water content
ANALISIS PARAMETRIK ALTERNATIF FONDASI PADA DAERAH TANAH LUNAK (STUDI KASUS: KANTOR BUPATI KAB. ROKAN HILIR, RIAU)
A foundation is a part of an engineering system that works by transmitting the load it supports and its own weight into the soil or rock beneath it. In this research, the author plans to compare the bored pile foundation that has been applied to the building with other alternative foundations, namely pile foundation 1 with a depth of 38 meters with a diameter of 0.8 meters, and pile 2 with a depth of 38 meters with a diameter of 1 meter in terms of bearing capacity and the magnitude of the decline that occurred.
Then the foundation bearing capacity was calculated using the Meyerhof (1976), McClelland (1974), Skempton (1966), and Reese & O'neill (1999). Single pole reduction using the Vesic (1977) and Poulos & Davis (1980) methods and using the Plaxis v.20 program. Furthermore, the results of the calculations compared the bored pile foundation with pile models 1 and 2. It was found that the bored pile foundation and pile foundation 1 did not meet the permit limit for foundation settlement, only pile foundation 2 met the limit, namely a decrease of less than 10% of the foundation diameter.Fondasi adalah suatu bagian dari sistem rekayasa yang bekerja dengan cara meneruskan beban yang ditopangnya dan beratnya sendiri kedalam tanah atau batuan yang terletak dibawahnya. Pada penelitian ini penulis merencanakan membandingkan pondasi bored pile yang sudah di terapkan dibangunan tersebut dengan alternatif pondasi lain yaitu fondasi tiang pancang 1 dengan dalam 38meter dengan diamater 0.8 meter, Serta tiang pancang 2 dengan dalam 38meter dengan diameter 1meter dari sisi kapasitas daya dukung dan besaran terjadi penurunan.
Kemudian dilakukanlah perhitungan daya dukung pondasi dengan metode Meyerhof (1976), McClelland (1974), Skempton (1966), dan Reese & O'neill (1999). Penurunan tiang tunggal dengan metode Vesic (1977) dan Poulos & Davis (1980) serta menggunakan program Plaxis v.20. Selanjutnya dari hasil perhitungan dibandingkan antara fodasi bored pile dengan tiang pancang model 1 dan 2. Didapat bahwa fondasi bored pile dan fondasi tiang pancang 1 tidak memenuhi batas izin penurunan fondasi hanya fondasi tiang pancang 2 yang memenuhi batas tersebut yakni penurunan lebih kecil dari 10% diameter fondasi
EVALUASI WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSKESMAS TALUN Kab. BLITAR
The Earned Value approach is employed to meticulously track project time and expenses, facilitating early identification of performance issues. Specifically, the construction project for the community health center in Talun, Blitar, encountered variations during the 11th to 13th weeks. Upon doing an analysis in the 13th week, it was discovered that the Schedule Variance (SV) amounted to IDR. -165,313,862.5, suggesting that the actual employment (BCWP) was lower than the anticipated employment (BCWS). The Cost Variance (CV) is Rp. 286,761,471.2, showing that the cost is less than the value of the work accomplished. The SPI (Schedule Performance Index) for week 13 was 0.7, signifying a significant delay in the execution of the project. The Consumer Price Index (CPI) recorded a value of 3.64 in week 13, suggesting that spending efficiency fell short of the budgeted target.Pendekatan Earned Value digunakan untuk melacak waktu dan biaya proyek secara cermat, sehingga memudahkan identifikasi awal masalah kinerja. Secara khusus, proyek pembangunan puskesmas di Talun, Blitar, mengalami variasi pada minggu ke-11 hingga minggu ke-13. Setelah dilakukan analisis pada minggu ke-13, diketahui bahwa Schedule Variance (SV) sebesar Rp. -165.313.862,5, yang menunjukkan bahwa pekerjaan aktual (BCWP) lebih rendah dari pekerjaan yang diantisipasi (BCWS). Cost Variance (CV) sebesar Rp. 286.761.471,2, menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih kecil dari nilai pekerjaan yang dicapai. SPI (Schedule Performance Index) untuk minggu ke-13 adalah 0,7, menandakan keterlambatan yang signifikan dalam pelaksanaan proyek. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat nilai 3,64 pada minggu ke-13, menunjukkan bahwa efisiensi pengeluaran kurang dari target yang dianggarkan.
 
Analisis ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN ASPAL POLIMER DENGAN PENAMBAHAN WETFIX BXE SEBAGAI ANTI STRIPPING AGENT
Penelitian ini diteliti oleh penulis untuk mengetahui karakteristik campuran AC-WC menggunakan aspal polimer dengan penambahan wetfix bxe sebagai anti stripping agent. Dari hasil pengujian marshall test dengan kadar aspal polimer optimum tanpa zat aditif wetfix muncul nilai nilai karakteristik dari pengujian marshall test tersebut seperti di kadar aspal polimer optimum 5,5% dengan waktu perendaman 30 mnt : VIM = 4,67%, VMA = 15,15%, VFA = 69,18, Stabilitas = 1366 kg, Flow = 3,65 mm, Rasio passing #200 aspal efektif = 0,798 %. Sedangkan di kadar aspal polimer optimum 5,5% dengan waktu perendaman 24 jam : VIM = 4,52%, VMA = 15,02%, VFA = 69,91%, Stabilitas = 1244 kg, Flow = 4,15 mm, Rasio passing #200 aspal efektif = 0,798%. Untuk Stabilitas sisanya senilai 91,06%. telah memenuhi syarat Spesifikasi Umum Bina Marga 2020 (Revisi 2)
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN DENGAN METODE ”ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS” PADA BANGUNAN GEDUNG CREATIVE SPACE UNICORN - SURABAYA
Pemeliharan (maintenance) bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan mencapai performa fungsionalnya sesuai persyaratan dan keinginan pengguna Penelitian ini menggunakan metode“Analytical Hierarchy Process(AHP)”,Sebagai pengambilan keputusan dalam menentukan urutan prioritas pemeliharan dengan menganalisis indeks kondisi komponen. Dari hasil analisis didapatkan Tingkat kerusakan berdasarkan nilai Indeks Kondisi Pada bangunan Gedung Creative Space Unicorn, Menunjukan prioritas pemeliharan Gedung yang pertama adalah komponen Arsitektur pada cat dinding dengan presentase sebesar 1,16, kedua utilitas yaitu lampu memiliki presentase nilai sebesar 0,79.. Maka dapat disimpulkan bangunan Gedung Creative Space Unicorn, dengan indeks kondisi bangunan pada skala 72,04. berarti bahwa uraian kondisi bangunan tersebut cukup (hanya terjadi kerusakan kecil).according to the requirements and wishes of the user. This research uses the "Analytical Hierarchy Process (AHP)" method, as a decision maker in determining the order of maintenance priorities by analyzing component condition indices. From the results of the analysis, it was found that the level of damage was based on the Condition Index value for the Creative Space Unicorn Building. It shows that the priority for building maintenance is the first architectural component in wall paint with a percentage of 1.16, the second utility, namely lights, has a percentage value of 0.79... So It can be concluded that the Creative Space Unicorn Building has a building condition index on a scale of 72.04. means that the description of the condition of the building is sufficient (only minor damage occurred)
Pengaruh Rendaman Air Kencur Terhadap Oedema di Tungkai Pada Ibu Hamil Trimester III
Background: Edema or swelling due to fluid accumulation in the body often occurs in the extremities, especially in the legs, occurring in around 80% of pregnancies. Carrying out therapy by soaking the feet in warm water mixed with galangal is one of the non-medical measures that can be carried out on pregnant women, with ingredients that are easy to get at the nearest shop. The aim of this study was to determine the effect of galangal water immersion on edema in the legs in third trimester pregnant women. The research method uses the Quasy Experiment type of research. The design used is One Group Pre Test and Posttest. This research was conducted at the Pratama Guava Rose Clinic. Tools and materials used kencur and observation sheet. The population in this study was 13 respondents, sampling using Quota sampling, namely a sampling technique based on criteria set by the researcher. The data sources used are primary data and secondary data. Data analysis used univariate and bivariate before carrying out the bivariate test, a parametric test was carried out, namely the normality test of normally distributed data, namely using the T-Dependent test. The research results show the effect of galangal water immersion on edema in the legs in pregnant women in the third trimester. Significance value < 0.005 with P value = 0.001 (Ha accepted). Conclusion There is an effect of galangal water immersion on edema in the legs in third trimester pregnant women at the Pratama Jambu Mawar ClinicLatar Belakang : Oedema atau pembengkakakan akibat penumpukan cairan pada tubuh sering terjadi pada ekstrimitas khususnya pada tungkai terjadi pada sekitar 80% kehamilan. Melakukan terapi dengan merendam kaki menggunakan air hangat dengan campuran kencur merupakan salah satu tindakan non medis yang dapat dilakukan pada ibu hamil, dengan bahan yang mudah untuk di dapatkan di warung terdekat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rendaman air kencur terhadap oedema di kaki pada ibu hamil trimester III. Metode dalam penelitian menggunakan jenis penelitian Quasy Esperiment. Desain yang digunakan adalah One Group Pre Test and Postest. Penelitian ini dilakukan diklinik pratama jambu mawar. Alat dan bahan yang digunakan kencur dan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 13 responden pengambilan sampel menggunakan Quota sampling yaitu tehnik pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat sebelum melakukan uji bivariat dilakukan uji parametric yaitu uji normalitas data terdistribusi normal yaitu menggunakan uji T-Dependen. Hasil Penelitian terdapat Pengaruh rendaman air kencur terhadap oedema di kaki pada ibu hamil trimester III. Nilai signifikansi < 0.005 dengan nilai P = 0,001 (Ha diterima). Kesimpulan Ada pengaruh rendaman air kencur terhadap oedema di kaki pada ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Jambu Mawar
Gambaran Efek Samping Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
The most prevalent cancer in women, though it can strike men as well, is breast cancer. Breast cancer is brought on by unchecked cell proliferation, which, if uncontrolled, can turn into a malignant tumour. One breast cancer treatment that requires monitoring and careful attention to adverse effects is chemotherapy. Determining the adverse effects of chemotherapy on patients with breast cancer was the goal of this study. This study uses an observational, non-experimental research design that is descriptive and evaluative in nature. Data has been collected from the medical records of 16 patients with 11 chemotherapy medication regimens who satisfied the inclusion criteria and had an initial diagnosis of breast cancer in the July 2023. The seven types of chemotherapy medications that are employed are: paclitaxel, cisplatin, doxorubicin, docetaxel, carboplatin, cyclophosphamide, herzemab, and fonkopec. Docetaxel with carboplatin was the most often prescribed chemotherapeutic medication combination, accounting for 4 individuals (25%). Potential side effects that arise during treatment are mucositis, decreased appetite, nausea and vomiting, alopecia, changes in skin and nail color, myalgia, fatigue, dizziness, weakness and numbness in the legs. The side effects that consistently manifested in all patients (100%) were myalgia, alopecia, and nausea and vomiting, according to the results.
Kanker yang paling umum menyerang wanita, meski bisa juga menyerang pria, adalah kanker payudara. Kanker payudara disebabkan oleh proliferasi sel yang tidak terkendali, yang jika tidak dikendalikan dapat berubah menjadi tumor ganas. Salah satu pengobatan kanker payudara yang memerlukan pemantauan dan perhatian cermat terhadap efek sampingnya adalah kemoterapi. Menentukan efek buruk kemoterapi pada pasien kanker payudara menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional non-eksperimental yang bersifat deskriptif dan evaluatif. Data dikumpulkan dari rekam medis 16 pasien dengan 11 rejimen pengobatan kemoterapi yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki diagnosis awal kanker payudara pada Juli 2023. Tujuh jenis obat kemoterapi yang digunakan adalah: paclitaxel, cisplatin, doxorubicin, docetaxel, carboplatin, siklofosfamid, herzemab, dan fonkopec. Docetaxel dengan carboplatin adalah kombinasi obat kemoterapi yang paling sering diresepkan, sebanyak 4 orang (25%). Potensi efek samping yang timbul selama pengobatan adalah mucositis, penurunan nafsu makan, mual dan muntah, alopecia, perubahan warna kulit dan kuku, mialgia, kelelahan, pusing, lemas dan mati rasa pada kaki. Menurut hasil, efek samping yang secara konsisten muncul pada semua pasien (100%) adalah mialgia, alopecia, dan mual dan muntah
CASE STUDY: INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KONDISI TRIGGER FINGER DENGAN INTERVENSI ULTRASOUND (US) DAN NEUROMUSCULER TAPING UNTUK MENGURANGI NYERI
Latar Belakang: Trigger finger adalah kondisi ketika jari terasa kaku saat ditekuk atau diregangkan. Kondisi ini terjadi karena lapisan pelindung yang mengelilingi tendon mengalami peradangan pada tendon atau jaringan pengikat tulang dan otot sehingga timbul sensasi nyeri ketika penderitanya menekuk atau meluruskan jari tangan. Trigger finger juga dapat menyebabkan jari terasa nyeri dan kaku sehingga tidak dapat digerakkan. Tujuan: Penelitian ini ditujukan kepada penderita kondisi Trigger Finger untuk mengurangi nyeri. Metode Penelitian: Case study dengan jumlah sampel 1 orang penderita Trigger Finger. Intervensi Ultrasound dan penerapan Neuromusculer Taping selama 3 kali seminggu dalam 2 minggu. Penelitian ini dilakukan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru pada bulan Januari – Maret 2024. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Desain penelitian pre and post test yaitu membandingkan nilai VAS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: setelah dilakukan 6 kali terapi selama 2 minggu dengan 3 kali terapi seminggu didapatkan hasil nyeri diam sebelum = 2,5 (nyeri ringan) dan setelah = 1,75(nyeri ringan); nyeri tekan sebelum = 7,5 (nyeri berat) dan setelah 4,5(nyeri sedang); nyeri gerak sebelum = 6 (nyeri berat) dan setelah = 3,5(nyeri ringan)Background: Trigger finger is a condition when the finger feels stiff when bent or stretched. This condition occurs because the protective layer surrounding the tendons becomes inflamed in the tendons or tissue connecting bones and muscles, causing a painful sensation when the sufferer bends or straightens the fingers. Trigger finger can also cause the finger to feel painful and stiff so that it cannot be moved. Objective: This research is aimed at sufferers of Trigger Finger conditions to reduce pain. Research Method: Case study with a sample size of 1 person suffering from Trigger Finger. Ultrasound intervention and application of Neuromuscular Taping 3 times a week for 2 weeks. This research was conducted at RSI Ibnu Sina Pekanbaru in January – March 2024. The pain measurement tool used the Visual Analogue Scale (VAS). The research design was pre and post test, namely comparing VAS scores before and after the intervention. Results: after 6 treatments for 2 weeks with 3 treatments a week. In the reduce pain results before = 2.5 (mild pain) and after = 1.75 (mild pain); tenderness before = 7.5 (severe pain) and after 4.5 (moderate pain); movement pain before = 6 (severe pain) and after = 3.5 (mild pain). Conclusion: Ultrasound intervention and Neuromuscular Taping are conservative interventions in Trigger Finger treatment that can reduce pain
HUBUNGAN POSTUR JANGGAL DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEMANEN SAWIT DI KABUPATEN PELALAWAN
LBP merupakan gangguan muskuloskeletal terkait pekerjaan yang paling umum terjadi. Nyeri punggung bawah (LBP) bukanlah suatu penyakit atau diagnosis. Setidaknya 80% orang pernah mengalami LBP. Faktor pribadi, lingkungan, dan pekerjaan semuanya dapat berkontribusi terhadap LBP. Penyebab utama LBP adalah postur kerja yang buruk. Para pemanen kelapa sawit seringkali berpose dengan canggung. Untuk dapat didiagnosis menderita LBP, subjek harus sudah mengidapnya selama satu tahun dan mengalami nyeri tekan otot paralumbal atau gluteal, serta nyeri menjalar di tungkai bawah. Penelitian ini menyelidiki postur janggal dan nyeri punggung bawah pada pemanen kelapa sawit pada Tahun 2016. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Penelitian terhadap 75 orang ini dilakukan di Kabupaten Pelalawan. Metode pengambilan sampelnya hanya acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Menurut uji Spearman, postur tubuh yang canggung berhubungan dengan nyeri punggung bawah (LBP) (p-value = 0,019).LBP is the most common work-related musculoskeletal disorder. Lower back pain (LBP) is not a disease or diagnosis. At least 80% of people have experienced LBP. Personal, environmental, and work-related factors can all contribute to LBP. The primary cause of LBP is poor work posture. Palm oil harvesters frequently pose awkwardly. To be diagnosed with LBP, the subject must have had it for a year and have paralumbar or gluteal muscle tenderness, as well as radiating lower leg pain. This study investigates awkward posture and low back pain among palm oil harvesters. This study is cross-sectional. This 75-person study was carried out at Pelalawan Regency. The sampling method was simply random. The data was collected using a questionnaire. According to the Spearman test, an awkward posture is associated with low back pain (LBP) (p-value = 0.019
ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DENGAN HIPERGLIKEMIA
Latar Belakang: Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia merupakan salah satu tanda khas penyakit diabetes mellitus (DM). Pada tahun 2012 diabetes adalah penyebab langsung dari 1,5 juta kematian secara global. Dimana hiperglikemia menduduki peringkat ke dua sebagai faktor resiko tertinggi penyebab kematian. Hiperglikemia yang tidak segera ditangani akan menetap dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit kronik yaitu diabetes melitus Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena penyakit tidak menular. Bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, antioksidan dan kuersetin bermanfaat untuk Kesehatan dan dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan kadar gula darah. Bawang merah berpotensi dalam penghambatan metabolisme gula pada tubuh manusia, Oleh karenanya bawang merah bisa di manfaatkan sebagai bahan pangan anti–hiperglikemia. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus dengan hiperglikemia.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post-test control group dan menggunakan sampel sebanyak 30 ekor tikus yang akan dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dengan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus meliputi kelompok perlakuan I, II, III yang diberi ekstrak bawang merah dengan dosis 400 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Dengan kelompok kontrol positif diberikan acarbose dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan dilakukan selama 14 hari, analisis data dilakukan dengan uji Anova One Way dan dilanjutkan dengan Post Hoct Test metodeBonferroni.
Hasil: penurunan kadar glukosa darah terlihat signifikan pada kelompok perlakuan III dengan dosis ekstrak bawang merah 800Kg/BB, dengan rerata penurunan sebesar 103.17±9.23 mg/dl dengan pemberian ekstrak bawang merah selama 14 hari.
Kesimpulan: Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia dengan penurunan bermakna pada pemberian ekstrak bawang merah 800 mg/kgBB selama dua minggu.Background: Hyperglycemia is a medical condition in the form of an increase in blood glucose levels exceeding normal limits. Hyperglycemia is one of the hallmarks of diabetes mellitus (DM). In 2012 diabetes was the direct cause of 1.5 million deaths globally. Where hyperglycemia is ranked second as the highest risk factor for death. Hyperglycemia that is not treated immediately will persist and can cause chronic disease, namely diabetes mellitus. Shallots have high antioxidant activity, antioxidants and quercetin are beneficial for health and can be beneficial for lowering cholesterol and blood sugar levels. Shallots have the potential to inhibit sugar metabolism in the human body, therefore red onions can be used as an anti-hyperglycemic food ingredient.
Objective: To determine the effect of red onion extract on reducing blood glucose levels in rats with hyperglycemia.
Methods: This study is an experimental study with a pre and post-test control group research design and uses a sample of 30 rats which will be divided into 5 groups randomly with each group consisting of 5 rats including treatment groups I, II, III given onion extract at a dose of 400 mg/kgBB, 600 mg/kgBB and 800 mg/kgBB. The positive control group was given acarbose and the negative control group was given. Observations were carried out for 14 days, data analysis was carried out with the One Way Anova test and continued with the Bonferroni Post Hoct Test.
Results: The decrease in blood glucose levels was seen significantly in the treatment group III with a dose of shallot extract 800Kg/BW, with a mean decrease of 103.17±9.23 mg/dl with the administration of shallot extract for 14 days.
Conclusion: Shallot extract (Allium ascalonicum L) can reduce blood glucose levels in hyperglycemic rats with a significant decrease in the administration of 8 ml onion extract every day for two weeks