Visio Dei - Jurnal Teologi Kristen
Not a member yet
111 research outputs found
Sort by
KONSEP AGAMA SUKU WANA TENTANG KEMATIAN, IMPLIKASINYA BAGI MISI KRISTEN DI WANA
Wana, one of the tribes in Central Sulawesi, has a custom of demolishing houses and moving when one of the inhabitants dies. This custom is an expression of their fear of death. In theory, cultural activities around death are always associated with religious concepts. This study aims to explore the religious ideas behind their habits. The research method used was an ethnographic study using interviews as data collection techniques. Informants are 8 (eight) original Wana people. Data is analyzed through reduction, display, and conclusions/verification. The results show that the custom is related to the religious concept they professed regarding death. According to the Wana, death is associated with Pue, the end of everything, and caused by evil spirits. The Purpose of dismantling the house and moving after death is to avoid the influence of evil spirits against the living. For Christian mission activities that want to contribute to the development of Wana, the results show that religious concept needs to be transformed through a contextual approach. THE WANA RELIGIOUS CONCEPT OF DEATH, ITS IMPLICATIONS FOR THE CHRISTIAN MISSION IN THE WANAWana, salah satu suku di Sulawesi Tengah, memiliki kebiasaan membongkar rumah dan berpindah bila salah satu penghuninya meninggal dunia. Ini merupakan ekspresi atas ketakutan mereka terhadap kematian. Menurut teori, kegiatan kultural seputar kematian selalu terkait dengan konsep keagamaan. Penelitian ini bertujuan menggali konsep religi di balik kebiasaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi etnografi dengan menggunakan teknik pengambilan data wawancara. Informan adalah orang suku Wana asli sebanyak 8 (delapan) orang. Data dianalisa dengan menggunakan teknik reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut terkait dengan konsep agama yang mereka anut mengenai kematian. Menurut orang Wana, kematian berkaitan dengan Pue, merupakan akhir dari segalanya, dan disebabkan oleh roh jahat. Tujuan membongkar rumah dan berpindah setelah terjadi kematian adalah untuk menjauhi pengaruh roh jahat terhadap orang yang masih hidup. Bagi kegiatan misi Kristen yang ingin ikut berkontribusi dalam pembangunan suku Wana, hasil penelitian ini menunjukkan perlu adanya transformasi dalam konsep keagamaan tersebut melalui suatu pendekatan yang kontekstual