Media Publikasi Ilmiah Fakultas Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN TERHADAP PENGGUNAAN MOUSE DAN KEYBOARD SECARA ERGONOMIS DI PT. EXPRO INDONESIA BALIKPAP AN
Ergonomi adalah penyesuaian pekerjaan terhadap pekerja (fitting the job to workers) ilmu ini bertujuan untuk mendisain tempat kerja, proses kerja, perlengkapan dan alat - alat kerja agar sesuai dengan anda. Setiap orang merespon faktor - faktor ergonomi dengan cara yang berbeda, sebagai contoh seorang pekerja bisa mempunyai cidera, sedangkan pekerja yang lainnya tidak, faktor - faktor ergonomi hams diidentifikasi dan diperkecil untuk mengurangi risiko kecelakaan. PT. Expro Indonesia merupakan salah satu industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Industri ini mempunyai lingkup kerja yang besar, perusahaan ini juga memperhatikan sarana kerja yang digunakan dan pengaturan lingkungan kerja yang baik, Perusahaan juga sangat memperhatikan secara intensif mengenai standart kesehatan kerja, akan tetapi perusahaan ini belum memperhatikan apakah karyawan menggunakan keyboard dan Mouse secara ergonomis atau tidak secara ergonomis
EFEKTIFITAS SIMULASI TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROSEDUR STANDAR OPRASIONAL DI BARGE PELANGI TIRTAMAS 2
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Sejauh mana efektivitas simulasi tanggap darurat kebakaran dengan menggunakan Metode Prosedur standar Operasional di Barge Pelangi Tirtamas 2 PT. Pelangi Niaga Mitra Internasional di Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dengan alat bantu check list.
Kebakaran pada sebuah industri sering kali adalah suatu bencana akibat dari gagalnya sebuah sistem di dalam manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Oleh sebab itu maka sangat perlu sekali adanya sebuah tim khusus maupun pemberdayaan para pekerja di dalam perusahaan itu sendiri sebagai tim yang bertugas untuk memadamkan ataupun menahan penyebaran dari situasi kebakaran yang mungkin terjadi pada industri tersebut. Selain itu pula sebuah tim tanggap darurat kebakaran adalah sebuah komitment manajemen di dalam pemenuhan peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi kadang kala sebuah perusahaan yang memiliki sebuah tim tanggap darurat kebakaran hanya untuk memenuhi kebutuhan dan kelengkapan di dalam suatu manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja tanpa adanya sebuah simulasi atau latihan dimana pekerja ditempatkan sedemikian rupa di dalam suasana yang menyerupai kejadian sebenar – benarnya. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan para pekerja dalam menangani sebuah situasi darurat kebakaran yang mungkin terjadi mengingat besarnya resiko – resiko tersebut seperti yang ada pada industri migas.
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan hasil analisa serta pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa simulasi dilakukan dengan konsisten dan dari hasil penelitian yang dilakukan dan hasil analisa serta pembahasan hasil penelitian secara keseluruhan didapatkan kesimpulan bahwa efektifitas simulasi tanggap darurat kebakaran dengan metode prosedur standar operasional di barge Pelangi Tirtamas 2 masih pada tingkat persentase yang sangat baik
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN PERALATAN KESELAMATAN PELAYARAN PADA ACCOMMODATION WORK BARGE ELANG BIRU 507
Setiap kapal yang berlayar harus memiliki kelaikan pelayaran dan terpenuhinya semua persyaratan pelayaran, baik itu terpenuhinya persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran dari kapal, tehnis pembuatan kapal, status hukum kapal, memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan, permesinan, perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan penolong, radio elektronik kapal yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksan dan pengujian sesuai.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap sistem manajemen sertifikasi peralatan yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran di Accommodation Work Barge Elang Biru 507 PT. Meindo Elang Indah. Penelitian ini meliputi sertifikasi peralatan keselamatan pelayaran yang diterbitkan bersifat menetap atau permanen, bersifat tahunan dan yang diterbitkan bulanan.
Dari hasil penelitian terhadap sertifikasi peralatan keselamatan pelayaran di Accommodation Work Barge Elang Biru 507 dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen sertifikasi sudah berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah dan prosedur perusahaan, namun ditemukan beberapa sertifikat pelayaran dalam kondisi yang invalid karena masih dalam proses perpanjangan. Disarankan dengan diketahuinya kondisi tersebut agar pihak perusahaan lebih proaktif melakukan kontrol dan pemeriksaan terhadap sertifikat yang ada secara berkala dan sistematis.
 
SUSTAINABILITY PROCESS SAFETY: DESIGN DATA INTO OPERATION AND MAINTENANCE IN THE PROCESSING INDUSTRY OF HAZARDOUS CHEMICAL
Tujuan penelitian ini adalah untuk berbagi pengalaman dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan, yang diakibatkan oleh tidak sustainability design data ke dalam kegiatan operasi dan maintenance. Design data yang tidak digunakan pada saat kegiatan operasi dan maintenance antara lain seperti pembelian material operasi saat digunakan langsung rusak, pelaksanaan schedule maintenance tidak sesuai dengan yang direncanakan (overdue), training personil tidak sesuai dengan kaidah training process safety, sistem dokumentasi tidak memenuhi kaidah-kaidah dokumentasi. Maka salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut, adalah melakukan monitoring dan kontrol yang ketat secara mingguan atas process safety management yang diterapkan antara lain yaitu proses pembelian peralatan operasi, schedule maintenance, training personil dan system dokumentasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan instrument penelitian pengamatan lapangan. Hasil yang didapat, sustainability design data belum sepenuhnya digunakan ke dalam kegiatan operasi dan maintenance. Karena procedure tentang perlunya sustainability design data ke dalam operation and maintenance belum ada, monitoring dan control penerapan sustainability design data belum sesuai dengan prosedur monitoring dan control, kompetensi personil belum memenuhi persyaratan process safety dan regulasi yang dibuat pemerintah tentang process safety belum ada.
Kesimpulan dari penelitian ini, sustainability design data belum diterapkan secara penuh ke dalam kegiatan operasi dan maintenance. Disarankan untuk sustainability design data ke dalam kegiatan operasi dan maintenance, maka masing-masing pihak yaitu industri, universitas, regulator dan lembaga independen dalam bidang process safety harus saling bahu membahu dengan cara, pihak regulator membuat Peraturan Pemerintah tentang Process Safety Management kemudian mengawasi penerapannya serta pembinaan terhadap industri, pihak universitas mencetak tenaga ahli process safety dengan kurikulum sesuai kebutuhan industri dan kurikulum tersebut harus selalu diupdate sesuai perkembangan teknologi, lembaga independen menggalakkan sosialisasi dan motivasi kepada semua pihak terkait tentang perlunya sustainability design data ke dalam kegiatan operasi dan maintenance, dan pihak industri dengan kesadaran serta disiplin yang tinggi menerapkan sustainability design data ke dalam kegiatan operasi dan maintenance
ANALISA PENILAIAN RESIKO PADA PROSES PENGELASAN DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana penerapan hasil penilaian resiko yang dilakukan PT. Meindo Elang Indah dan bagaimana pengendalian bahaya pada pekerjaan proses pengelasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, metode deskriptif ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana yang bersifat sekedar untuk mengungkapkan fakta. Hasil penelitian ini Iebih ditekankan pada memberikan gambaran objektif tentang keadaan sebenamya dari objek yang diteliti.
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan hasil analisa serta pembahasan hasil penelitian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian bahaya yang terdapat di setiap langkah kerja pada proses pengelasan dapat dijabarkan dengan lebih rinci untuk memudahkan pekerja memahami isi dari penilaian resiko dari setiap aktifitas yang dilakukan dan pengawasan dari manajemen untuk setiap aktifitas pekerjaan di wilayah PT. Meindo Elang Indah.
Disarankan bahwa perlu penilaian resiko (JRA) atau Job Safety Analysis (JSA) di masing – masing aktifitas selalu menjabarkan pengendalian bahaya yang diperlukan untuk mencegah bahaya yang ada di setiap aktifitas, , Melakukan pengawasan terhadap setiap hasil penilaian resiko yang telah dilakukan untuk memastikan hasil tersebut telah diterapkan oleh para pekerja dengan benar dan baik dan memastikan semua pekerja yang terlibat di salah satu aktifitas pekerjaan telah memahami semua bahaya dan resiko yang ada di aktifitas yang pekerja akan lakukan
ANALISIS ZONA SELAMAT SEKOLAH TERHADAP KESELAMATAN PENYEBERANG JALAN DI SD KEMALA BHAYANGKARI BALIKPAPAN
Perkembangan teknologi di bidang transportasi dan peradaban yang menginginkan segala sesuatu serba cepat, sering menjadikan manusia khususnya anak-anak sebagai korban, termasuk korban kecelakaan lalu lintas. Sehubungan dengan keselamatan lalu lintas di jalan raya khususnya di lingkungan/kawasan Sekolah/Pendidikan, murid-murid diharapkan dapat datang dan pergi sekolah dalam keadaan selamat melalui pengembangan Program Zona Selamat Sekolah (ZoSS).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Zona Selamat Sekolah terhadap keselamatan penyeberang jalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan. Metode yang digunakan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No: SK 3236/AJ 403/DRJD/2006 tentang Uji Coba Penerapan Zona Selamat Sekolah. Analisa data dilakukan dengan statistik distribusi normal (uji Z), dengan membandingkan nilai Zhitung dengan nilai Ztabel dengan tingkat kesalahan 5% untuk perilaku penyeberang dan kecepatan kendaraan.
Zona Selamat Sekolah kurang memiliki pengaruh terhadap keselamatan penyeberang jalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan. Hal ini terlihat dari hasil analisis data kecepatan kendaraan dan hasil analisis data perilaku penyebrang jalan yang menunjukkan bahwa penyeberang jalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan belum selamat walaupun telah ada Zona Selamat Sekolah
PERILAKU PENGEMUDI DALAM MENGGUNAKAN SABUK PENGAMAN PADA SUPIR ANGKUT BALIKPAPAN- HANDIL
Pemakaian alat keselamataan, terutama sabuk pengaman pada pengguna kendaraan roda empat, seringkali diabaikan supir angkut terutama oleh penumpangnya. Alasannya ada yang lupa dan merasa terganggu mengenakan sabuk keselamatan. Padahal sabuk pengaman merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan berkendara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengemudi dalam menggunakan sabuk pengaman pada supir angkut Balikpapan- Handil. Dan juga untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap, tindakan (praktek) pada supir angkut Balikpapan-Handil. Metode yang digunakan adalah metode penilitian kualitatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku adalah pengetahuan, sikap dan tindakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengemudi terhadap penggunaan sabuk pengaman saling berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan. Pengetahuan supir angkot tentang sabuk pengaman sudah baik disertai dengan sikap yang baik walaupun tindakannya masih ada beberapa supir angkut yang kurang peduli terhadap keselamatan penumpang maupun sesama supir. Sehingga saran yang diberikan adalah agar lebih meningkatkan pengetahuan dengan membaca dan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh pihak kepolisian, atau DISHUB (Dinas Perhubungan, Meningkatkan kinerja aparat yang berwenang dalam hal ini satuan lalu lintas dari Kepolisian Republik Indonesia untuk meningkatkan pelayanan dalam bentuk pengawasan lalu lintas untuk meminimalisasi pelanggaran terhadap aturan lalu lintas dan meningkatkan kedisplinan pengemudi kendaraan
IDENTIFIKASI PENILAIAN BAHAYA PADA PERAWATAN FLANGE SILINDER FINAL DRIVE DUMP TRUCK HD 785-7 DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS
Keselamatan dan kesehatan kerja membutuhkan penilaian bahaya dan risiko untuk keseluruhan aktivitas. Sehubungan dengan penilaian aktivitas perbaikan flange silinder metode yang digunakan Job Safety Analysis (JSA). Sebagaimana hal tersebut penulis merumuskan masalah yaitu bagaimana hasil penilaian bahaya dan risiko serta pengendaliaan potensi bahaya dengan pendekatan metode Job Safety Analysis pada pekerjaan perawatan flange silinder Final Drive Dump Truck HD 785-7.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2015. Lokasi penelitian pada Departemen Service PT. Komatsu Remanufacturing Asia Balikpapan. Definisi operasional pada penelitian ini terletak pada penilaian aktivitas perbaikan flange silinder yang tersiri atas identifikasikan potensi bahaya aktivitas pekerjaan perbaikan flange silinder Final Drive HD 785-7, penilaian bahaya aktivitas, peniliaian risiko, dan penyusunan tabel Job Safety Analysis.
Hasil dari penelitian ini adalah di perolehnya 2 aktivitas tidak berbahaya meliputi aktivitas pemeriksaan kerusakan silinder dan persiapan peralatan dan bahan flange plating, 1 aktivitas bahaya rendah yaitu pencucian part silinder, 3 aktivitas bahaya sedang meliputi pemasangan alumunium poil pada sisi part silinder, melaksanakan pekerjaan elektrolin dan bahaya melaksanakan pekerjaan otosol, 4 aktivitas bahaya tinggi meliputi pemeriksaan hasil flange plating, melaksanakan pekerjaan desmutting, Melaksanakan pekerjaan bonding, dan melaksanakan pekerjaan etching dan 2 aktivitas bahaya tinggi meliputi melaksanakan pekerjaan cooper dan melaksanakan pekerjaan nikel. Hasil penilaian risiko adalah terdapatnya tiga aktivitas berisiko very low dengan persentase sebesar 25%, satu aktivitas berisiko low dengan persentase sebesar 8,33%, satu aktivitas berisiko moderate dengan persentase terhadap jumlah aktivitas berisiko sebesar 8,33%, enam aktivitas berisiko high dengan persentase terhadap jumlah aktivitas berisiko sebesar 50% dan aktivitas berisiko very high dengan persentase sebesar 8,33%. Pengendalian potensi bahaya dengan pendekatan metode Job Safety Analysis dengan menerapkan penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan potensi bahaya pada aktivitas perawatan flange silinder.
 
EVALUASI FIRE PROTECTION SYSTEM DI TANGKI AREA CRUDE OIL TERMINAL (COT) LAWE-LAWE PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT V BALIKPAPAN
Penelitian irinimembahas mengenai fire protection system yang terpasang di tangki area Crude Oil Terminal (COT) Lawe-Lawedengan diameter diatas 90 meter dan mempunyai atap floating. Dari hasil penelitian yang dilakukan serta merujuk pada standard dan panduan yang berlaku bahwa fire protection system yang terpasang di tangki tersebut termasuk sarana & prasarana penunjang lainnya perlu di Upgrade atau disesuaikan dengan kebutuhan apabila terjadi kebakaran full surface fire di tangki 101-T.1B.Hal ini juga sesuai dengan keinginan dari Pertamina Pusat untuk merubah strategy penanggulangan dari Defensive Strategy menjadi Offensive Strategy.
Kebutuhan yang diperlukan dalam penanggulangan kebakaran tangki tersebut yang dia dapat dari hasil evaluasi dan perhitungan dalam penelian ini diantaranya adalah: kebutuhan media penanggulangan air dan foam concentrate, kebutuhan foam monitor dan pompa pemadam, termasuk sumber air untuk pemadaman selama 6 jam.
elitian irinimembahas mengenai fire protection system yang terpasang di tangki area Crude Oil Terminal (COT) Lawe-Lawedengan diameter diatas 90 meter dan mempunyai atap floating. Dari hasil penelitian yang dilakukan serta merujuk pada standard dan panduan yang berlaku bahwa fire protection system yang terpasang di tangki tersebut termasuk sarana & prasarana penunjang lainnya perlu di Upgrade atau disesuaikan dengan kebutuhan apabila terjadi kebakaran full surface fire di tangki 101-T.1B.Hal ini juga sesuai dengan keinginan dari Pertamina Pusat untuk merubah strategy penanggulangan dari Defensive Strategy menjadi Offensive Strategy.
Kebutuhan yang diperlukan dalam penanggulangan kebakaran tangki tersebut yang dia dapat dari hasil evaluasi dan perhitungan dalam penelian ini diantaranya adalah: kebutuhan media penanggulangan air dan foam concentrate, kebutuhan foam monitor dan pompa pemadam, termasuk sumber air untuk pemadaman selama 6 jam
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP AKTIVITAS PEKERJA DI AREA WORKSHOP PT. BALIKPAPAN ENVIROMENTAL SERVICE
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan menganalisa apakah secara simultan penggunaan alat pelindung diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas pekerja di PT. Balikpapan Enviromental Service. Model analisa yang digunakan adalah anlisis linier berganda dari Tony (2001:251) dengan spesifikasi yaitu : Y = 6,611 + (-0,194) X1 + (-0,342) X2 + 0,168 X3 + (-0,254) X4. Hipotesis pertama (H1) hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung variabel lain (t hitung -1,712 < 1,688 t tabel dan nilai sig t = 0,96 > 0,05) kesimpulannya adalah hipotesis pada X1 standar alat pelindung diri tidak berpengaruh terhadap variabel terikat aktivitas pekerja. Hipotesis kedua (H2) dibuktikan oleh nilai t hitung variabel lain (t hitung -3,339 > 1,688 t tabel dan sig t = 0,002 < 0,05) kesimpulannya adalah X2 kelengkapan alat pelindung diri memiliki pengaruh terhadap variabel terikat aktivitas pekerja. Hipotesis ketiga (H3) dibuktikan oleh nilai t hitung variabel lain ( t hitung 1,657 < 1,688 t tabel dan nilai sig t = 0,106 > 0,05) kesimpulannya adalah X3 perawatan alat pelindung diri tidak berpengaruh terhadap variabel terikat aktivitas pekerja. Hipotesis keempat (H4) dibuktikan oleh nilai t hitung variabel lain (t hitung -2,155 < 1,688 t tabel dan nilai sig t = 0,038 > 0,05) kesimpulannya adalah X4 perawatan alat pelindung diri memiliki pengaruh terhadap variabel terikat aktivitas pekerja. ). Pengolahan data dalam penelitian ini dibantu dengan program Stastitical for Product and Service Solution (SPSS) versi 16