Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Analisis Proses Pengambilan Keputusan Budidaya Hidroponik di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang

    Get PDF
    Pembangunan pertanian saat ini juga dilakukan di perkotaan yang dikenal dengan urban farming. Kota Padang menjadi sentral urban farming Sumatra Barat terutama konsep hidroponik. Hidroponik akan menjadi inovasi jika pengambil keputusan mengadopsi hidroponik. Untuk itu tujuan pertama penelitian ini mendeskripsikan proses tahapan pengambilan keputusan budidaya hidroponik dan tujuan kedua untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tahapan pengambilan keputusan budidaya hidroponik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda pada tujuan kedua. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sebanyak 33 sampel. Hasil penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa pada tahapan pengetahuan tingkat pengetahuan tinggi, tahapan persuasi sikap responden positif, tahapan keputusan adopsi tinggi, tahapan implementasi pada kategori sedang, dan tahapan konfirmasi responden aktif mencari penguatan informasi. Pada tujuan kedua secara simultan variabel tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, dan karakteristik inovasi mempengaruhi proses pengambilan keputusan, tahapan pengetahuan, implementasi, dan konfirmasi. Secara parsial proses pengambilan keputusan dipengaruhi tingkat pendidikan dan pengalaman usaha tani. Tahapan pengetahuan dipengaruhi pengalaman usahatani, tahapan implementasi dipengaruhi pengalaman usahatani, dan tahapan konfirmasi dipengaruhi pengalaman usahatani dan karakteristik inovasi

    Uji Kinerja Tungku Biomassa Berbahan Bakar Pelet Kulit Ubi Kayu Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7926:2013

    Get PDF
    Penggunaan tungku Top-Lit Up Draft (TLUD) gasifier merupakan salah satu teknologi pemanfaatan energi biomassa yang melimpah di Indonesia secara efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas biopelet kulit ubi kayu sesuai SNI 8675:2018, menghitung faktor emisi PM2.5, CO dan CO2 dari proses pembakaran biopelet kulit ubi kayu pada tungku TLUD gasifier, dan mengevaluasi kinerja tungku TLUD gasifier berbahan bakar biopelet kulit ubi kayu berdasarkan SNI 7926:2013 serta membandingkannya dengan penelitian terkait. Kulit ubi dikonversi menjadi biopelet melalui proses peletisasi tanpa penambahan perekat. Uji kualitas biopelet dilakukan terhadap parameter densitas, kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kadar karbon tetap, kadar sulfur, dan nilai kalor. Kinerja tungku biomassa diuji melalui parameter efisiensi pembakaran, efisiensi termal, laju konsumsi bahan bakar, CO dan PM2.5 menggunakan prosedur pengujian berdasarkan SNI 7926:2013. Nilai CO dan PM2.5 diperoleh dengan perhitungan faktor emisi. Hasil menunjukkan bahwa biopelet memenuhi persyaratan SNI 8675:2018 dengan nilai kalor 16,87 MJ/kg (4.033 kkal/kg). Faktor emisi CO 6,141 ± 0,402 g/kg, CO2 160,990 ± 3,803 g/kg dan PM2.5 407,840 ± 31,133 mg/kg. Konsumsi spesifik bahan bakar 0,799 ± 0,014 kg/jam, efisiensi pembakaran 0,962± 0,002 dan efisiensi termal 25,360 ± 0,219% yang telah memenuhi standar acuan pada SNI 7926:2013. Secara keseluruhan, penggunaan tungku biomassa TLUD gasifier berbahan bakar biopelet kulit ubi kayu memiliki potensi sebagai teknologi pembakaran berbahan bakar alternatif ramah lingkungan dengan kinerja tungku yang memenuhi standar nasional

    Pengaruh Penambahan Nanocrystalline Cellulose (NCC) dari Kapuk terhadap Peningkatan Kekuatan Polylactic Acid (PLA)

    Get PDF
    Meningkatnya kepedulian lingkungan terhadap limbah plastik konvensional telah mendorong pengembangan polimer biodegradable seperti Polylactic Acid (PLA). Namun, sifat mekanik PLA harus ditingkatkan untuk aplikasi yang lebih luas. Penelitian ini menyelidiki efek penambahan Nanocrystalline Cellulose (NCC) yang berasal dari serat kapuk sebagai penguat dalam matriks PLA. NCC diisolasi dari kapuk melalui hidrolisis asam dan ditambahkan ke PLA pada berbagai konsentrasi (0, 1, 3, dan 5 wt. %). Sifat mekanik komposit PLA/NCC yang dihasilkan dievaluasi menggunakan uji tarik. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan NCC secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan modulus komposit. Kekuatan tarik meningkat dari 0,453 MPa untuk PLA murni menjadi 0,933 MPa untuk PLA dengan 5 wt% NCC, sedangkan modulus elastisitas meningkat dari 14,40 MPa menjadi 24,83 MPa. Kandungan NCC optimal ditemukan sebesar 5% berat, yang memberikan peningkatan paling signifikan pada sifat mekanik. Namun, semua komposit PLA/NCC menunjukkan elongasi yang kecil dimana menunjukkan sifat getas material tersebut. Temuan ini menunjukkan potensi NCC turunan kapuk sebagai penguat efektif untuk PLA, yang berkontribusi pada pengembangan biokomposit berkelanjutan dan berkinerja tinggi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan keuletan komposit PLA/NCC dan mengeksplorasi rentang konsentrasi NCC yang lebih luas untuk kinerja mekanik yang optimal

    Identifikasi Morfofisiologi Tanaman Aren (Arenga Pinnata Merr.) pada Berbagai Tingkat Kelerengan di Nagari Batu Payuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan fisiologi tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) pada dua tingkat kelerengan berbeda di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Peneliti menetapkan dua kelas kelerengan, yaitu datar (0–8%) dan landai (8–15%), sebagai lokasi pengamatan. Peneliti menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan titik pengamatan sesuai kondisi lahan. Peneliti melakukan pengamatan terhadap parameter morfologi dan fisiologi tanaman, yang meliputi panjang daun, kadar klorofil, kadar prolin, dan aktivitas enzim nitrat reduktase, serta mencatat hasil produksi nira pada setiap lokasi penelitian. Peneliti menganalisis data menggunakan uji t untuk membandingkan perbedaan antara kedua kelas kelerengan serta analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antarparameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter morfologi dan fisiologi tanaman, seperti panjang daun, kadar klorofil, kadar prolin, dan aktivitas enzim nitrat reduktase, tidak berbeda signifikan secara statistik antara lahan kelerengan datar dan lahan kelerengan landai. Hasil tersebut membuktikan bahwa tanaman aren memiliki kemampuan adaptasi morfologi dan fisiologi yang baik pada perbedaan tingkat kelerengan. Namun, hasil produksi nira menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Lahan kelerengan datar menghasilkan produksi nira lebih tinggi dibandingkan dengan lahan kelerengan landai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan mikro pada lahan datar lebih mendukung proses fisiologis yang berperan dalam pembentukan nira. Berdasarkan hasil penelitian, lahan dengan kelerengan datar direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pengembangan budidaya tanaman aren. Pemanfaatan lahan datar secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nira, mendukung keberlanjutan budidaya, serta menjadi dasar dalam pengembangan agroindustri berbasis tanaman aren di wilayah penelitian

    Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus Linnaeus) sebagai Pestisida Nabati untuk Pengendalian Keong Mas (Pomacea Canaliculata Lamarck) pada Tanaman Padi Sawah

    Get PDF
    Tumbuhan Waru (Hibiscus tiliaceus Linnaeus) merupakan salah satu jenis tumbuhan pelindung yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tumbuhan waru mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan sebagai antimikroba, di antaranya saponin, flavonoid, tanin, terpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik dari ekstrak daun waru sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) yang menyerang tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Koto Tuo,Nagari Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan berupa beberapa konsentrasi ekstrak daun waru yaitu : 5 g/l, 10 g/l, 15 g/l, 20 g/l dan 25 g/l. Aplikasi ekstrak air daun waru dilakukan dengan menambahkan ekstrak tersebut ke dalam kotak perlakuan berukuran 1 m x 1 m x 15 cm sesuai dengan konsentrasi masing-masing perlakuan, kotak perlakuan tersebut telah ditanami padi dan setiap kotak diisi dengan 20 ekor keong mas. Parameter pengamatan adalah mortalitas keong mas, waktu kematian, persentase rumpun terserang, dan persentase batang terserang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun waru pada konsentrasi 20 g/l efektif dan efisien dalam pengendalian keong mas karena menyebabkan mortalitas 100% serta menyebabkan persentase rumpun dan batang terserang lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 5 gl/, 10 g/l, dan 15 g/l

    Pengaruh Beberapa Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Penekanan Pertumbuhan Tunas Bunga Bangkai (amorphophallus titanum (Becc.)) Secara In Vitro

    Get PDF
    Bunga bangkai (Amorphophallus titanum (Becc.)) merupakan flora endemik yang tumbuh secara alami di pulau Sumatera yang mengalami penurunan populasi sehingga terancam punah. Upaya konservasi perlu dilakukan untuk melestarikan A. titanum melalui konservasi jangka menengah secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi paclobutrazol terbaik yang mampu menekan pertumbuhan tunas A. titanum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 – Mei 2025 di Laboratorium Kultur Jaringan, Universitas Andalas. Percobaan ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu konsentrasi paclobutrazol yang terdiri atas 4 taraf: 0, 1, 2, dan 3 ppm. Data hasil pengamatan diolah menggunakan uji F pada taraf 5%. Data yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi paclobutrazol 1-3 ppm mampu menekan pertambahan tinggi tunas A. titanum dengan perlakuan terbaik dihasilkan oleh perlakuan 3 ppm paclobutrazol yang memiliki pertambahan pertambahan tinggi 0,17 cm. Berdasarkan hasil histologi tunas, sel pada eksplan menjadi lebih kecil dan bentuk lebih kompak setelah diberi paclobutrazol

    Pengaruh Penggunaan Ampas Tahu dengan Jumlah Media Pertumbuhan Berbeda Terhadap Performa Ulat Hongkong (Tenebrio molitor)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan ampas tahu dengan jumlah media pertumbuhan berbeda terhadap performa ulat Hongkong (Tenebrio molitor). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan adalah A (jumlah media 200 g), B (jumlah media 350 g), C (jumlah media 500 g), D (jumlah media 650 g) dan E (jumlah media 800 g). Peubah yang diamati adalah konsumsi larva Tenebrio molitor (g/1000 ekor), produksi larva Tenebrio molitor (g/1000 ekor), pertambahan berat tubuh larva (g/1000 ekor), dan mortalitas Tenebrio molitor (%). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan jumlah media pertumbuhan ampas tahu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi larva Tenebrio molitor, produksi larva Tenebrio molitor, pertambahan berat tubuh larva dan mortalitas Tenebrio molitor. Kesimpulan penelitian ini bahwa jumlah media pertumbuhan 800 g ampas tahu memberikan hasil terbaik dan diperoleh konsumsi larva Tenebrio molitor 269,03 g/1000 ekor, produksi larva Tenebrio molitor 93,91 gram/1000 ekor, pertambahan berat tubuh larva 85,32/1000 ekor, dan mortalitas Tenebrio molitor 0,83%

    Pengaruh Komposisi Substrat Ampas Sagu dan Daun Indigofera yang Difermentasi dengan Probio-7 terhadap Karotenoid, Lemak Kasar dan Energi Metabolisme

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi substrat ampas sagu (AS) dan daun Indigofera (DI) yang difermentasi dengan Probio-7 terhadap karotenoid, lemak kasar dan energi metabolisme. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan merupakan komposisi substrat AS dan DI yang terdiri dari perlakuan A (100% AS + 0% DI), B (90% AS + 10% DI), C (80% AS + 20% DI) dan D (70% AS + 30% DI). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah karotenoid (mg/kg), lemak kasar (%) dan energi metabolisme (kkal/kg). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa komposisi substrat yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap karotenoid, lemak kasar dan energi metabolisme. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan komposisi substrat 70% ampas sagu dan 30% daun Indigofera merupakan perlakuan terbaik dan diperoleh kandungan karotenoid 169,65 mg/kg, lemak kasar 2.91%, dan kandungan energi metabolisme 2982,29 kkal/kg

    ANALISIS DETERMINAN KUNJUNGAN WISATA DI PROVINSI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Di Provinsi Sumatera Barat, sektor ini memiliki potensi besar yang ditunjang oleh keberadaan berbagai objek wisata, hotel, dan restoran. Namun, tingkat kunjungan wisatawan domestik di setiap kabupaten/kota menunjukkan variasi yang cukup mencolok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah hotel non bintang, jumlah restoran, dan jumlah objek wisata terhadap kunjungan wisatawan domestik di Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan domestik (R² = 0,1989; F-prob = 0,000002). Secara parsial, jumlah hotel non bintang berpengaruh negatif dan tidak signifikan (koefisien = -0,02; p-value = 0,382), jumlah restoran berpengaruh positif namun tidak signifikan (koefisien = 0,07; p-value = 0,300), sedangkan jumlah objek wisata berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,08; p-value = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa objek wisata merupakan faktor dominan dalam menarik wisatawan domestik, sementara jumlah hotel non bintang dan restoran belum memberikan kontribusi signifikan.Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan dan diversifikasi objek wisata yang berkualitas, serta peningkatan standar pelayanan akomodasi dan restoran untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik di Sumatera Barat

    Hubungan Aktifitas Fisik, Pola Konsumsi Makanan dan Paparan Sosial Media dengan Kejadian Obesitas Remaja Awal (13-15 tahun) di SMPN 31 Padang

    Get PDF
    Latar Belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama di kota-kota besar dan wilayah pinggiran. Gaya hidup sedentari, pola konsumsi makanan tidak sehat, dan tingginya paparan media sosial diduga menjadi faktor penyebab utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja awal (usia 13–15 tahun) di SMPN 31 Padang, dengan fokus pada aktivitas fisik, pola konsumsi makanan, dan paparan sosial media. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 149 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran status gizi berdasarkan IMT/U. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square (uji bivariat). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p = 0,001), pola konsumsi makanan (p = 0,019), dan paparan sosial media (p = 0,036) dengan kejadian obesitas pada remaja. Kesimpulan: Aktivitas fisik yang rendah, pola makan yang kurang baik, serta tingginya paparan media sosial merupakan faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja awal. Upaya pencegahan obesitas perlu diarahkan pada peningkatan edukasi gizi, pembentukan kebiasaan hidup sehat, serta pengawasan terhadap penggunaan media sosial

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇