Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN STO (SENTRAL TELEPON OTOMAT) TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNTUK KEPENTINGAN UMUM DI KOTA SOLOK

    No full text
    ABSTRAK Tanah merupakan salah satu sumber penghidupan dan mata pencaharian bagi manusia sehingga menjadi kebutuhan yang mendasar. Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjelaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Upaya untuk mencapai kemakmuran rakyat tidak hanya berbicara tentang pengelolaan sumber daya alam dan memberikannya kepada masyarakat, upaya tersebut juga menyangkut tentang memberikan kenyamanan dan fasilitas-fasilitas untuk kepentingan umum. Fasilitas umum salah satunya adalah dengan tersedianya jaringan internet yang lancar. Dalam hal ini yang bergerak dalam penyedia akses internet milik negara adalah PT. Telekomunikasi Indonesia yang bertanggung jawab memberikan layanan untuk kelancaran akses internet ke seluruh pelosok negeri. Dalam upaya membangun jaringan ini tentulah tanah yang menjadi unsur utama yang dibutuhkan oleh pihak PT. Telekomunikasi Indonesia. Proses pengadaan tanah untuk pendirian tiang PT. Telekomunikasi Indonesia ini tentu saja tidak mudah, dikarenakan tanah yang digunakan adalah tanah milik masyarakat. Hal tersebut tentu akan mengalami berbagai dinamika dalam masyarakat baik respon yang mendukung dan respon penolakan oleh masyarakat. Tiang ini sangat penting dan menjadi pondasi dasar untuk pembangunan STO, apabila tidak ada tiang maka suatu STO tidak bisa dibangun dan daerah tersebut tidak mendapatkan jaringan internet berbasis kabel dari PT. Telekomunikasi Indonesia. Maka dari itu Penelitian ini terdiri dari tiga rumusan masalah, diantaranya: 1. Proses Pengadaan Tanah Untuk Pendirian Tiang STO PT. Telekomunikasi Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 di Kota Solok. 2. Pelaksanaan Ganti Kerugian Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Tiang STO PT. Telekomunikasi Indonesia di Kota Solok. 3. Mengapa Terjadi Sengketa Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Tiang STO PT. Telekomunikasi Indonesia Di Kota Solok dan Bagaimana Proses Penyelesaiannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara. Jenis data yang diperoleh dan dianalisis dengan cara kualitatif, data yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian dalam pembahasan menjelaskan bahwa pihak PT. Telekomunikasi tidak menganggarkan ganti kerugian untuk pendirian tiang PT. Telekomunikasi Indonesia dikarenakan pihak PT. Telekomunikasi beranggapan kalau penanaman tiang ini berada dipinggir jalan dan tidak mengganggu aktifitas warga. Pengadaan tanah untuk pembangunan STO dilaksanakan secara langsung dengan cara jual beli dengan pemilik tanah. Kata Kunci : Pengadaan Tanah, Jaringan Telekomunikasi. PT. Telekomunikasi Indonesia

    Peran International Labour Organization Dalam Melindungi Pekerja Migran Di Jepang

    No full text
    Penelitian ini mengkaji peran International Labour Organization (ILO) dalam melindungi pekerja migran di Jepang dengan menggunakan kerangka intergovernmental organizations role dari P. Karns, Karen A. Mingst, dan Kendall W. Stiles. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya ketergantungan Jepang pada tenaga kerja asing akibat penuaan populasi, penurunan angka kelahiran, dan kebutuhan di sektor strategis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seperti apa peran ILO dalam melindungi pekerja migran di Jepang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi pustaka dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ILO menjalankan enam fungsi utama forum, informational, normative, rule-creating, rule-supervisory, dan operational. Meskipun terdapat kemajuan berupa peningkatan kesadaran publik dan pembentukan Organization for Technical Intern Training (OTIT), peran ILO dalam memberikan perlindungan terhambat oleh kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran ILO tetap krusial, namun keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen yang serius oleh pemerintah Jepang

    EFEK PEMBERIAN COUMARIN DAN BENZYL AMINO PURINE (BAP) TERHADAP INDUKSI UMBI MIKRO KENTANG (Solanum tuberosum L.) SECARA IN VITRO

    No full text
    Permintaan kentang pada industri pengolahan pangan di Indonesia masih tergolong tinggi, sementara produksi dalam negeri masih rendah sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan industri pangan. Untuk meningkatkan produksi kentang, upaya perbaikan harus dimulai dari penyediaan benih yang berkualitas tinggi dan unggul, seperti memperbanyak bibit secara in vitro melalui induksi umbi mikro. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh interaksi terbaik antara coumarin dan Benzyl Amino Purine (BAP) pada induksi pembentukan umbi mikro kentang. Percobaan telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Universitas Andalas pada bulan April hingga Juli 2025. Faktor pertama adalah konsentrasi coumarin yaitu 25, 50, 75, dan 100 ppm, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yaitu 0, 2,5, 5, dan 7,5 ppm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga seluruh percobaan terdiri dari 48 satuan percobaan. Variabel pengamatan terdiri dari waktu muncul umbi, prsentase planlet membentuk umbi, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar dan kerig umbi, serta bobot segar dan kering brangkasan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, data yang berbeda nyata diuji dengan metode Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50 ppm coumarin dan 2,5 ppm BAP menghasilkan waktu munculnya umbi tercepat, bobot segar umbi tertinggi, dan bobot kering umbi tertinggi. Pemberian 100 ppm coumarin dan 2,5 ppm BAP pada planlet kentang menghasilkan persentase planlet membentuk umbi dan jumlah umbi per planlet paling tinggi

    Pengaruh Suhu dan Pelayuan Terhadap Mutu Minyak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Menggunakan Alat Penyulingan Dengan Kontrol Waktu Dan Suhu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan suhu penyulingan dan lama pelayuan terhadap, rendemen, daya, laju penyulingan dan kualitas minyak atsiri daun cengkeh. Cengkeh memiliki kandungan utama berupa eugenol. Eugenol dapat diekstrak dari daun cengkeh, yang kaya akan minyak esensial dan memiliki sifat anti-inflamasi yang baik. Minyak daun cengkeh diekstrak menggunakan alat penyulingan daun cengkeh tipe uap langsung dengan kontrol waktu dan suhu menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi suhu penyulingan (100°C, 150°C dan 170°C) dan lama pelayuan (1 dan 2 hari) mampu menghasilkan rendemen minyak daun cengkeh yang tinggi, rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan pelayuan 1 hari dan suhu 170°C sebesar 4.83%. Uji ANOVA perlakuan suhu penyulingan dan lama pelayuan menunjukkan nilai signifikansi>0,05, sehingga H₀ diterima sehingga perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen daun cengkeh. Hasil tertinggi kadar eugenol minyak daun cengkeh pada perlakuan pelayuan 2 hari, suhu 100°C berkisar 66,31% dan terendah perlakuan pelayuan 1 hari, suhu 170°C hanya 9,28%. Biaya pokok produksi alat penyulingan daun cengkeh, yaitu berkisar antara Rp 3.101,09/ml hingga Rp 3.300,11/ml. maka dapat disimpulkan bahwa seluruh perlakuan masih belum terlalu memberikan margin keuntungan jika dibandingkan dengan harga pasar

    IDENTIFIKASI POTENSI MINERAL NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN DATA GEOMAGNETIK EMM (ENCHANTED MAGNETIC MODEL) 2017 DI KECAMATAN POLI POLIA

    No full text
    Indonesia memiliki cadangan nikel laterit terbesar di dunia. Nikel laterit merupakan endapan hasil pelapukan batuan ultramafik pada kondisi iklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keberadaan serta sebaran lateral mineral nikel laterit di Kecamatan Poli Polia dengan menggunakan metode geomagnetik berbasis data sekunder EMM2017. Wilayah penelitian dibagi menjadi grid berukuran 0,5 km × 0,5 km dengan total 646 titik pengamatan. Data geomagnetik pada setiap titik dikoreksi terhadap International Geomagnetic Reference Field (IGRF) untuk memperoleh nilai anomali medan magnet total. Selanjutnya dilakukan proses reduction to the pole (RTP) untuk memperjelas posisi anomali magnetik, selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan residual menggunakan metode Radially Averaged Power Spectrum (RAPS). Peta anomali residual kemudian dibandingkan dengan peta geologi untuk mengetahui korelasi antara pola anomali magnetik dengan litologi penyusunnya. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa zona dengan anomali magnetik tinggi yang berada di bagian barat daya wilayah penelitian, berkorelasi dengan keberadaan Kompleks Ultramafik (Ku) penyusun batuan peridotit dan serpentin. Batuan ultramafik tersebut kaya akan mineral mafik dan feromagnetik seperti olivin, piroksen, dan magnetit yang memberikan respon magnetik tinggi. Berdasarkan korelasi antara data geomagnetik dan geologi, zona di bagian barat daya wilayah penelitian diinterpretasikan sebagai daerah prospektif yang berpotensi mengandung endapan nikel laterit

    ESKALASI KONFLIK ANTARA GENERASI ALPHA DAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN SMARTPHONE Studi Terhadap 5 Keluarga Di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang

    No full text
    SHABRINA ZHILLAN ZHALILA, 2010812046. Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Padang. Judul Skripsi : ESKALASI KONFLIK ANTARA GENERASI ALPHA DAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN SMARTPHONE Studi Terhadap 5 Keluarga Di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Pembimbing 1 Drs Yulkardi, M.Si. Pembimbing 2 Zuldesni, S. Sos, MA ABSTRAK Generasi Alpha (2010–2024) tumbuh sebagai digital natives yang sejak lahir akrab dengan smartphone dan internet. Akses dini terhadap teknologi memengaruhi interaksi sosial, prestasi belajar, dan hubungan dalam keluarga. Perbedaan nilai antara orang tua sebagai digital immigrants dan anak sebagai digital natives sering menimbulkan ketegangan terkait batasan penggunaan teknologi. Kurangnya komunikasi efektif dan pendampingan digital membuat konflik kecil mudah berkembang menjadi pertengkaran serius bahkan ledakan emosi. Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan bentuk-bentuk eskalasi konflik antara generasi alpha dengan orang tua dalam penggunaan smartphone dan mendeskripsikan penyebab eskalasi konflik antara generasi alpha dan orang tua dalam penggunaan smartphone. Pada penelitian ini menggunakan teori konflik dari johan Galtung melalui kerangka pemikiran Segitiga Konflik (Conflict Triangle). Johan Galtung menjelaskan eskalasi konflik melalui segitiga konflik yang terdiri dari tiga elemen: kontradiksi, sikap, dan perilaku dan penelitian ini juga menggunakan teori pertukaran sosial George. C Homans untuk menjelaskan penyebab eskalasi konflik melalui analisis perilaku sosial manusia berdasarkan prinsip pertukaran ganjaran (reward) dan hukuman (punishment). Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Penentuan informan berdasarkan purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan Informan pelaku yaitu 5 pasang orang tua, informan triangulasi yaitu 5 orang anak dari masing-masing informan pelaku dan 5 orang informan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk eskalasi konflik antara generasi Alpha dan orang tua dalam penggunaan smartphone berkembang melalui beberapa bentuk eskalasi yaitu; Penggunaan Smartphone Terbatas Baik Waktu Dan Tujuan Ke Penggunaan Smartphone Tidak Sesuai Baik Waktu Dan Tujuan, Kekerasan Verbal Ke Penyitaan Smartphone, dan Penyitaan Smartphone Ke Kekerasan Fisik. Penyebab eskalasi konflik antara generasi Alpha dan orang tua dalam penggunaan smartphone yaitu; Pemberian Ganjaran Yang Sama Secara Terus Menerus Membuat Anak Tidak Puas dan Jenuh, Tidak Ada Ganjaran Ketika Anak Mematuhi Aturan, dan Orang Tua Tidak Konsisten Dalam Penerapan Hukuman. Kata Kunci: Eskalasi Konflik, Generasi Alpha, Keluarga, Orang Tua, Penggunaan Smartphon

    Pengaruh Posisi Nozzle Pada Aplikator Grease Terhadap Keausan Tepi Pahat Coating Pada Proses Membubut Material Assab 760

    No full text
    Nozel, merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam proses pemesinan. Fungsinya adalah menyemprotkan cairan pendingin pada saat proses pemesinan berlangsung. Namun, belum ada nozel yang berguna untuk menyemprotkan pelumas berupa gemuk untuk proses produksi. Untuk mengatasi hal ini, sebuah aplikator khusus dikembangkan oleh Abdur Rahman Martha pada tahun 2020. Aplikator ini dirancang untuk mengurangi keausan pada pahat selama proses pemesinan. Grease disalurkan melalui selang dengan nozzle di ujungnya, yang bertugas menyemprotkan grease langsung ke area pemotongan logam. Penelitian ini akan mengeksplorasi dampak posisi nozzle pada aplikator grease dalam proses membubut untuk mencapai nilai keausan yang lebih rendah. Pahat yang digunakan adalah karbida coating, dan keausan yang diteliti adalah keausan tepi, yang dimulai dari tepi sisi potong pahat hingga area kontak dengan benda kerja dan geram. Metode penelitian dimulai dengan proses pembubutan baja karbon menengah ASSAB 760 sepanjang 280 mm menggunakan pahat karbida coating hingga mencapai batas keausan tepi 0,2 mm. Selama proses ini, dua posisi nozzle yang berbeda digunakan untuk mengalirkan grease. Kemudian, pahat yang telah dibubut akan difoto menggunakan mikroskop optik stereo dan diukur menggunakan software image processing untuk melihat keausan tepi pahat. Data keausan pahat (VB) akan dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengevaluasi pengaruh variabel tersebut terhadap keausan tepi pahat karbida coating. Metode ini dipilih karena memungkinkan perbandingan antara dua atau lebih kondisi. Kata Kunci: Grease, Nozzle, Keausan Pahat, Aplikator Khusu

    Pengaruh Penambahan Bubuk Chia Seeds (Salvia hispanica L.) terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Keju Mozarella

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk chia seeds terhadap sifat fisikokimia dan sensori keju mozarella. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Perlakuan konsentrasi penambahan bubuk chia seeds yaitu, 0%, 0,1 %, 0,3 %, 0,5%, dan 0,7%. Hasil penelitian keju mozarella dengan penambahan bubuk chia seeds berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serat kasar, aktivitas antioksidan, dan organoleptik (warna, rasa, dan tekstur). Namun, memberikan pengaruh tidak nyata pada organoleptik aroma. Berdasarkan hasil analisis sensori keju mozarella produk terbaik adalah perlakuan C (Penambahan bubuk chia seeds 0,3 %). Karakteristik kimia yang diperoleh yaitu kadar air 55,31%, kadar abu 3,55%, kadar protein 25,07%, kadar lemak 13,10%, serat kasar 3,68%, dan aktivitas antioksidan 15,76%, serta organoleptik yaitu warna 4,32(suka), aroma 4,04(suka), rasa 3,96(suka), dan tekstur 4,08(suka)

    Pengaruh Penambahan Tepung Beras Ketan Putih (Oryza sativa var. glutinosa) Termodifikasi Autoclaving-Cooling terhadap Karakteristik Fisikokimia Yoghurt Sinbiotik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung beras ketan putih (Oryza sativa var. glutinosa) termodifikasi secara fisik menggunakan metode autoclaving-cooling terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik yoghurt sinbiotik, serta untuk menentukan konsentrasi optimal penambahan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi (0%, 3%, 4%, 5%, dan 6%) dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi viskositas, kadar air, kadar abu, kadar protein, total asam tertitrasi, pH, total padatan, total bakteri asam laktat (BAL), serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan 3% (perlakuan B) dengan hasil sebagai berikut: viskositas 1926 cP, kadar air 88,04%, kadar abu 0,73%, kadar protein 4,15%, total asam tertitrasi 0,89%, pH 4,36, total padatan 11,96%, total bakteri asam laktat 1,8×109 CFU/ml, serta skor organoleptik warna (3,92), aroma (3,76), rasa (3,96), dan tekstur (4,32), yang semuanya berada dalam kategori “suka”

    PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN BIAS PERILAKU TERHADAP PERENCANAAN PENSIUN DENGAN PERSONAL FINANCIAL MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI: GENERASI MILENIAL DI KOTA PADANG)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial literacy (literasi keuangan) dan bias perilaku (self-attribution dan representativeness) terhadap perencanaan pensiun generasi milenial di Kota Padang, dengan menggunakan personal financial management (manajemen keuangan pribadi) sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-asosiatif dengan metode survei, penelitian ini menemukan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap perencanaan pensiun, sementara bias perilaku memiliki pengaruh yang kuat. Personal financial management terbukti berperan penting sebagai variabel mediasi yang meredam dampak negatif dari bias perilaku dan meningkatkan kesiapan pensiun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi generasi milenial, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik perencanaan pensiun. Kata Kunci: Perencanaan Pensiun, Financial Literacy, Bias Perilaku, Self-Attribution Bias, Representativeness Bias, Personal Financial Management, Generasi Milenial, Theory of Planned Behavior

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇