UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Not a member yet
2923 research outputs found
Sort by
Development of the Is-Me Board Game to Instill Religious Values and Love for Malay Culture in Children Aged 4-6 Years
Early childhood is referred to as the golden age, which is in the foundational phase. In this era, the prevalence of online games that children can play for long periods has many negative impacts on their development. Currently, there is a lack of educational play tools that encourage children to engage in activities, develop Islamic values, and foster a love for Malay culture. The purpose of this research is to develop the Is-Me board game with themes of Islam and Malay culture so that it can be used to instill religious values and a love for Malay culture in children aged 4-6 years. This study uses a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, and Dissemination). The validity level from material experts reached 90%, while media experts reached 91%. The research results show that the Is-Me board game media developed using the 4D model can be considered feasible for use, as confirmed by the validity test involving material and media experts, and it has been trialed for the use of the media.  
Podcast Program Management for Information Dissemination during Covid-19 Pandemic: A Study of SMAN 8 Yogyakarta
Purpose – This research aimed to study implementing and managing a podcast program, Podcat Pakci, as a medium for information dissemination amid the Covid-19 pandemic at SMAN 8 Yogyakarta.
Design/methods/approach – The paper scrutinized the management process of the podcast program, which included planning, organizing, directing, and controlling activities, with teachers playing the roles of mentors and supervisors. The dissemination of the podcasts via platforms like Spotify and YouTube, in addition to social media promotions, was also examined.
Findings – The research demonstrated how a student-led podcast served as an effective platform for spreading educational and cultural information. This initiative contributed to student engagement and skills development and ensured a broad outreach.
Research implications/limitations – While the research underscores the potential of podcasts as student-led projects in educational settings during global crises, its focus on one specific school limits the generalizability of the findings. Future research should focus on exploring podcast programs across different educational contexts and investigating their long-term impacts on student development and learning outcomes.
Practical implications – The findings serve as a model for other schools, illustrating how a podcast program can disseminate information, foster student engagement, and enhance skills, particularly during crises like a pandemic.
Originality/value – This study uniquely focuses on using a podcast program in an educational setting during a global crisis, emphasizing the innovative and strategic use of media to maintain communication and learning engagement in challenging times
Professional Competence and Pedagogical Challenges: A Systematic Study of Non-Degree Teachers in Indonesia
Purpose – This study analyzes Indonesia’s policy of recruiting non-degree teachers in remote schools and its effects on professional competence and educational quality. It aims to assess whether addressing teacher shortages through such policies compromises instructional standards in underserved areas.
Design/methods – A systematic literature review was conducted, synthesizing scholarly articles, policy documents, and empirical studies from 2010 to 2024. Database searches applied strict inclusion criteria focusing on teacher qualifications and student outcomes. Thematic analysis identified key patterns regarding pedagogical skills, curriculum implementation, and assessment practices among non-degree teachers.
Findings – Non-degree teachers help alleviate staffing shortages but exhibit gaps in lesson planning, curriculum delivery, and assessment competencies. These deficiencies correlate with reduced student achievement and inconsistent educational quality, especially in remote areas. Resource limitations and minimal professional development further exacerbate these challenges.
Research implications/limitations – The study\u27s reliance on secondary data and its focus on Indonesia’s rural contexts limit broader applicability. Variability in methodologies among the sources also affects interpretation consistency. Future research should incorporate field studies to validate and expand upon these findings.
Practical implications – This study recommends implementing competency-based recruitment, mandatory professional development, and digital training integration. Policymakers should incentivize certified teachers\u27 placement in remote areas and align recruitment policies with international competency standards.
Originality/value – This study systematically maps the professional challenges faced by non-degree teachers and provides evidence-based recommendations. It contributes valuable insights for policymakers aiming to ensure quality education while addressing staffing gaps in remote regions
Analisis Distribusi Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Lower Order Thinking Skills (LOTS) dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kategori soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Lower Order Thinking Skills (LOTS) serta menganalisis distribusi tingkat kognitif dalam buku Bahan Ajar Pengayaan Bahasa Indonesia Soal Kemahiran Berbahasa Indonesia karya Kaniah et al. tahun 2016.
Metode – Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik baca catat untuk menganalisis 40 soal objektif pilihan ganda berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl.
Hasil – Hasil penelitian menunjukkan 37,5% soal termasuk kategori HOTS, dengan dominasi pada tingkat menganalisis (C4), dan 62,5% soal termasuk LOTS, yang tersebar pada tingkat mengingat (C1), memahami (C2), dan mengaplikasikan (C3). Tidak ditemukan soal dalam kategori mencipta (C6). Temuan ini memberikan gambaran distribusi soal HOTS dan LOTS dalam buku ajar Bahasa Indonesia, yang dapat menjadi acuan untuk pengembangan bahan ajar dan peningkatan kapasitas guru dalam merancang soal berbasis HOTS. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup analisis yang hanya mencakup satu buku ajar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas analisis pada berbagai sumber dan mengkaji pengaruh soal HOTS terhadap capaian belajar siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Berfokus pada Aspek Audio Visual dalam Perspektif Neurosains: Sebagai Pendekatan Kurikulum Merdeka di Tingkat SMK
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis otak guna meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, khususnya pada mata pelajaran bahasa Arab.
Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta validitas data dijaga dengan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan.
Hasil – Media pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa, khususnya dalam aspek mufrodat (kosa kata) dan muhadasah (percakapan). Penilaian ahli materi memberikan skor rata-rata 5,0 dari dua orang ahli, dan penilaian desain media memperoleh skor 4,83 dan 3,66. Media ini diuji coba pada 20 siswa dan 2 guru, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.
Implikasi – Integrasi prinsip neurosains dalam media pembelajaran bahasa Arab menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk memodernisasi praktik pengajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa pada jenjang pendidikan menengah kejuruan
Asketisme Dalam Pendidikan Tinggi: Upaya Mahasiswa Mengatasi Budaya Post-Truth Di Era 5.0
Pada era 5.0 yang ditandai dengan hadirnya budaya Post-Truth, pemikiran mahasiswa cenderung mengutamakan persepsi rasional dan empiris. Sehingga dapat berimplikasi pada mereduksi intuisi yang murni pemberian Tuhan. Akan tetapi, hakikatnya manusia tidak bisa lepas dari pusat eksistensi atau tuhan. penelitian ini berusaha mengungkap fakta-fakta yang berkembang terkait konsep Asketisme yang ditawarkan sebagai nilai bagi mahasiswa untuk menghadapi budaya Post-Truth. Selain itu, penulis berusaha memformulasikan konsepsi Asketisme sebagai alternatif solusi terkait eksistensi mahasiswa yang berada pada jembatan antara dunia Pendidikan dan dunia kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis eksploratif yang bersifat kualitatif-deskriptif dan bercorak pure research. Melihat pada realitas saat ini, maka perlu adanya integrasi dan interkoneksi antara pemikiran beberapa akademisi kontemporer dengan pembacaan beberapa pemikir Islam. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa asketisme modern memerlukan integrasi pilar pendidikan, Mental Building, dan Zero Mind Process. Implikasi dari tiga hal yang telah tertuang adalah dapat meminimalisir tindakan yang kurang bermanfaat dan juga dapat menjaga keseimbangan antara hubungan mahasiswa sebagai manusia dengan Tuhan, serta mewujudkan peran mahasiswa sebagai agent of change terhadap lingkungan sekitar
Representasi Kemiskinan dan Marginalisasi Sosial pada Film “Dua Garis Biru” sebagai Refleksi Mahasiswa Metroseksual
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada representasi kemiskinan dan marginalisasi sosial pada film dua garis biru kaitannya dengan maraknya gaya hidup metroseksual pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis setiap adegan pada film dua garis biru yang memperlihatkan tentang kemiskinan dan marginalisasi sosial agar menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa dengan gaya hidup metroseksual. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data-data penelitian dikumpulkan melalui observasi non-participant kemudian dianalisis menggunakan analisis semiotika John Fiske, yakni analisis yang berfokus pada aspek lingkungan, suara, ekspresi, dan lain sebaginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya fenomena gaya hidup metroseksual pada mahasiswa diakibatkan karena tumbuhnya pengetahuan pada diri mahasiswa untuk lebih memperhatikan penampilan juga akibat dari terbentuknya tren melalui media sosial. Film dua garis biru dapat menjadi bahan perenungan bagi mahasiswa agar membatasi gaya hidup metroseksual agar terhindar dari kemiskinan dan marginalisasi sosial. Hal ini karena pada film tersebut Kemiskinan direpresentasikan secara jelas yakni dengan memperlihatkan kondisi rumah yang belum sepenuhnya jadi, pakaian yang lusuh, hingga cara bekerja yang masih tradisional. Selain itu, marginalisasi sosial direpresentasikan dengan memperlihatkan posisi rumah yang saling berdekatan, kondisi lingkungan masyarakat yang kumuh, hingga keterbatasan tempat rekreasi bagi anak-anak. Mahasiswa yang berhasil membatasi diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengikuti gaya hidup metroseksual dapat terhindar dari kemiskinan dan marginalisasi sosial seperti digambarkan pada film ini. Oleh sebab itu, mahasiswa yang membatasi diri untuk selalu mengikuti gaya hidup metroseksual dapat dikatakan telah berkontribusi secara tidak langsung bagi kemajuan negara dengan tidak terlibat pada meningkatnya tingkat kemiskinan.
Kata Kunci: Kemiskinan, Marginalisasi Sosial, Mahasiswa, Metroseksual
 
Implementasi Teori Person Centered Therapy dalam Praktik Mini Konseling Mahasiswa pada Peserta Didik Kelas VII Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui permasalahan remaja di tingkat SMP melalui praktik mini konseling 2) menerapkan teori person center therapy dalam praktik mini konseling 3) melakukan praktik mini konseling secara langsung ke peserta didik tingkat SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau field research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara secara langsung. Konselor menerapkan teori person centered Therapy setelah itu mengulik permasalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya dapat membuat konseli sadar bahwa permasalahan yang dialaminya adalah sesuatu yang tidak baik. Hasil penelitian ini berhasil mewawancarai 7 peserta didik kelas VII ditingkat sekolah menengah pertama dengan rincian masalah diantaranya kurang percaya diri, ketidakdisiplinan, memiliki crush, dan berpacaran. Teori person centered therapy ini cocok untuk diterapkan dalam bimbingan dan konseling di sekolah
Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
Pengembangan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI karena adanya prinsip dan karakteristik PMRI yang diterapkan dalam pembelajaran. Salah satu prinsipnya yaitu penemuan kembali suatu konsep matematika memungkinkan siswa untuk mengalami sendiri penemuan konsep tersebut. Salah satu karakteristiknya yaitu pemodelan dalam pemecahan masalah matematika juga memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Dengan prinsip dan karakteristik PMRI tersebut, dimungkinkan siswa melakukan aktivitas-aktivitas kreatif dalam pemecahan masalah matematika, terutama masalah matematika terbuka.Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, pendekatan PMRI
Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe The Power Of Two dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Tingkat MI
Pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan ataupun membosankan tergantungdari guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Minimnya pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran akan berdampak pada proses pembelajaran yang membosankan dan kurang menarik bagi siswa. Selama ini guru lebih sering menggunakan strategi pembelajaran konvensional sehingga siswa rmengalami kebosanan dalam belajar, kreativitasnya kurang dan dampaknya prestasi belajar rendah. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe the power of two (kekuatan berdua) dengan media gambar. Strategi pembelajaran ini diterapkan dengan tujuan untuk lebih menjadikan siswa kreatif dan meningkatkan prestasi belajar