UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Not a member yet
2923 research outputs found
Sort by
Pentingnya Membangun Karakter Sejak Usia Dini Agar Berdaya Saing Global
Tantangan dunia pendidikan di eraglobalisasi ini sedemikian kompleks. Dunia semakin mengecil seperti kampung k"ecil. Batas an tar negara tidak lagi diukur oleh jarak dan waktu. Semua yang terjadi di dunia ini real-time dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja, saat itu juga, dan di mana pun dia berada. Siapa yang memiliki informasi dia akan menjadi trend-setter. Siapa yang kuat dia akan menghegemoni, memonopoli, dan mengeksploitasi. Suka-tidak suka kenyataan ini telah terjadi. Namun demikian bangsa-bangsa yang kuat dan berkarakter adalah ban gsa yang paling diuntungkan oleh era ini. Mereka dengan mudah melakukan ekspansi ke negara lain dengan \u27tanpa adanya perlawanan\u27 yang berarti. Bangsa-bangsa berkembang dan terbelakang tidak mampu berkompetisi dengan mereka. Tidak terkecuali bangsa kita. Tahun 2010, tepatnya pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting dicanangkannya pendidikan karakter guna membangun ban gsa ini agar bangkit dan berdiri setara dengan bangsa-bangsa maju. Kalau melihat sejarah negara-negara maju, mereka membangun karakter tidaklah secara instan dan hanya melalui regulasi sernata. Tetapi mereka menanamkan nilai-nilai virtue tertentu pada diri pribadi yang kemudian melahirkan kesadaran sosial. Apa yang secara pengetahuan itu dinilai baik (moral knowing), akan diterima sebagai belief (keyakinan) dan menjadi perilaku yang mesti dipatuhi. Dan itulah karakter, sesuatu yang masih mahal di negeri ini. Melalui pendidikan-lah harapan itu masih mungkin untuk diwujudkan
Inklusifisme dalam Buku Ajar Agama sebagai Media Deradikalisasi Siswa Madrasah di Kota Yogyakarta
Fenomena kekerasan di Indonesia atas nama agama dari hari ke hari menjadi semakin meresahkan. Hal yang sama terjadi pula di kalangan pelajar, sebagai generasi yang akan melanjutkan: masa depan bangsa ini. Kekerasan berbau SARA seperti menjadi kebiasaan untuk mereka. Namun, itu tidak terjadi di kalangan siswa madrasah di Yogyakarta, sebuah kota yang sering dijuluki kota toleransi. Dalam hal ini, toleransi dan kerukunan tidak dapat dipisahkan karena nilai-nilai inklusifisme yang telah tertanam dalam diri mereka. Dan, salah satu faktor penting yang mempengaruhi dan berkontribusi besar terhadap sikap inklusif tersebut adalah buku agama yang mereka gunakan, yang mengandung nilai-nilai inklusifisme. Di mana nilai-nilai inklusifisme tersebut selanjutnya diajarkan melalui model pembelajaran substantif dan model pembelajaran reflektif dalam kegiatan pembelajaran di madrasah
Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini dalam Al-Qur\u27an: Kajian Tafsir Tarbawi pada Surat Luqman
Al-Qur \u27an merupakan petunjuk bagi umat man usia bagi keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia hingga kelak ke akhirat. Salah satu bagian dari masalah kehidupan manusia adalah pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini. Dari pembahasan ini diketahui bahwa dalam Surat Luqman terdapat firman Allah SWT yang menjelaskan tentang pendidikan anak usia dini dalam kisah Luqman al-Hakim bersama anaknya. Dalam kisah tersebut terdapat prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini yang bisa diterapkan, seperti prinsip kebutuhan anak dalam hidup, prinsip belajar sambil bermain, prinsip lingkungan yang kondusif, prinsip pembelajaran yang terpadu dan prinsip berulang-ulang dalam pembelajaran. Dari tafsir tarbawi ini, bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan kependidikan bagi umat Islam agar senantiasa tidak melepaskan dari kitab suci Al-Qur\u27an sebagai kitab tarbiyah
Budaya Ilmiah Sebagai Media Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa Program Studi PGMI
Perguruan tinggi sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan yang benar-benar vital bagi kemajuan peradaban umat manusia, dan budaya ilmiah merupakan sarana pendukung utamanya. Budaya ilmiah tersebut diwujudkan ke dalam tiga bentuk, yaitu kaidah ilmiah, kegiatan ilmiah, dan produk (hasil) karya ilmiah. Sebagai sarana pendukung utama, budaya ilmiah merupakan media pendidikan karakter bagi civitas akademika di perguruan tinggi. Sejumlah karakter yang dibentuk melalui budaya ilmiah antara lain kejujuran, tanggungjawab, disiplin, kerja keras, percaya diri, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, ingin tahu, dan cinta ilmu. Karakter-karakter tersebut dibentuk melalui strategi
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Circuit Learning Dan Model Pembelajaran MID (Meaningful Instruksional Design) Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Ditinjau Dari Kreatifitas Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 5 SD Negeri Sekecamatan Balerejo
Proses pembelajaran yang berlangsung dalam bentuk belajar mengajar melibatkan dua pihak antara guru dan siswa yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam Pembelajaran keterampilan bahasa terdapat empat keterampilan yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan tersebut, keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang paling sulit. Keterampilan Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Pembudayaan menuangkan gagasan atau ide siswa dalam bentuk tulisan dapat dikembangkan melalui pendidikan. Namun, sayang pembiasaan ini belum ditanggapi dengan serius dalam sistem pendidikan, sehingga budaya menulis pada kalangan siswa masih rendah dan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk melaksanakan menulis cerita. Maka untuk mengatasi kesulitan tersebut menggunakan model pembelajaran MID (Meaningfull instructional Design) dan model pembelajaran Circuit Learning. Penggunanaan model pembelajaran MID (Meaningfull instructional Design)
Penggunaan Google Form Sebagai Alat Penilaian Kinerja Dosen di Prodi PGMI UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pembuatan kuesioner online menggunakan Google Form sebagai media penilaian kinerja dosen dan respon mahasiswa terhadap penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan studi dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa prosedur pengembangan kuesioner penilaian kinerja dosen pada proses pembelajaran menggunakan Google Form dimulai dari tahap merencanakan, membuat, mempublikasikan dan memberikan petunjuk penggunaan. Data respon mahasiswa meunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa suka dengan penggunaan kuesioner online (53,3%), mudah diakses (86,7%), waktu menjadi lebih efesien (80%), menghemat penggunaan kertas (93,3%), mengerti cara menggunakannya (86,6%), tampilannya mudah dimengerti (86,6), Bahasa kuesioner telah sesuai (100%), materinya sudah sesuai (93,4%). Dengan demikian, Google Form sangat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa untuk mengumpulkan data kinerja dosen
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berintegrasikan Media KIT IPA untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasi perangkat pembelajaran yang meliputi keterlaksanaan perangkat pembelajaran dan respon siswa. Perangkat pembelajaran ini dikembangkan menggunakan model 4-D dengan rancangan uji coba one group pretest-posttest design. Data hasil penelitian meliputi: 1) validitas perangkat pembelajaran RPP dengan poin 3.86 dengan kategori sangat baik, BAS dengan poin 3.71 dengan kategori sangat baik, LKS dengan poin 3.9 kategori sangat baik, dan keterbacaan BAS dengan poin 76.50% kategori sedang 2) Implementasi perangkat pembelajaran meliputi keterlaksanaan RPP dengan poin 99.0%, keterampilan proses sains siswa secara individu adalah 90.1%, secara klasikalnya adalah 100% dan respon siswa yang positif terhadap pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berintegrasikan media KIT IPA untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa kelas V sekolah dasar layak digunakan
DEVELOPMENT OF ARTICULATE STORYLINE MEDIA FOR ENHANCING LEARNING OUTCOMES IN NATURAL AND SOCIAL SCIENCES AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Technology-based interactive media have yet to reach their full potential in elementary education, resulting in suboptimal learning outcomes in the natural and social sciences. This study aims to outline the development steps for interactive learning media using Articulate Storyline and to assess the quality and effectiveness of this media in teaching fifth-grade students about Earth and the Universe within natural and social science subjects. Employing a research and development approach, this study utilized the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The participants were fifth-grade students from the Muhammadiyah Elementary School of Karangbendo, Yogyakarta, with 28 students. Instruments used in this research are questionnaires and tests. The questionnaire was used to get data from the experts, whereas a test was used to get the data on learning outcomes. The findings suggest that the Articulate Storyline interactive learning media is suitable and effective, as evidenced by an average \u27Highly Suitable\u27 rating of 87% from experts in content knowledge, media, language, and teaching and learning in primary education and a \u27Very Good\u27 response rating of 98% from teachers and students. A significant improvement in learning outcomes was observed, with an average n-gain score of 0.73, indicating a high level of effectiveness. This media is recommended as an alternative for educational activities in schools, particularly for introducing topics related to Earth and the universe
Detection of Potential Occupational Health and Safety Risks (K3) in Nursing Education Laboratories: Deteksi Potensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan
Purpose – This research was conducted with the aim of minimizing various hazard risks to students, educators, and staff in nursing education laboratories through the implementation of HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).
Design/methods/approach – This research adopts a descriptive-analytic approach focusing on Occupational Health and Safety (K3) in nursing education laboratories. The HIRARC method is used to analyze hazard risks through the processes of hazard identification, risk assessment, and risk control. Data from hazard identification and risk assessment serve as the basis for determining risk control measures.
Findings – Based on the analysis of occupational health and safety risk, it was found that the Nursing Laboratory at Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, has a low-risk hazard potential of 45%, a moderate-risk potential of 40%, and a high-risk potential of 15%. These risks stem from electrical equipment, sharp instruments, corrosive materials, and other laboratory environmental factors. The majority of the risks are low-level, and the results indicate that the Blora Nursing Laboratory is relatively safe for users to conduct activities.
Research implications/limitations – This research illustrates the remaining potential for moderate and high risks in the laboratory, highlighting the need for hazard controls such as understanding Standard Operating Procedures (SOPs), provision of Personal Protective Equipment (PPE), and the safe use of laboratory facilities and equipment.
Originality/value – The occupational safety and health risks in the Nursing Education Laboratory need to be regularly assessed as a basis for establishing hazard control measures in the laboratory.
Abstrak
Tujuan – Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan berbagai risiko bahaya bagi siswa, pendidik, dan staf di laboratorium pendidikan keperawatan melalui penerapan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).
Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yang berfokus pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium pendidikan keperawatan. Metode HIRARC digunakan untuk menganalisis risiko bahaya melalui proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Data hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian risiko.
Temuan – Berdasarkan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, ditemukan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, memiliki potensi bahaya risiko rendah sebesar 45%, potensi risiko sedang sebesar 40%, dan potensi risiko tinggi sebesar 15%. Risiko ini berasal dari peralatan listrik, instrumen tajam, bahan korosif, serta faktor lingkungan laboratorium lainnya. Sebagian besar risiko berada pada tingkat rendah, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora relatif aman untuk kegiatan pengguna.
Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini mengilustrasikan adanya potensi risiko sedang dan tinggi yang tersisa di laboratorium, sehingga menyoroti perlunya pengendalian bahaya, seperti pemahaman terhadap Prosedur Operasional Standar (POS), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta penggunaan fasilitas dan peralatan laboratorium secara aman.
Keaslian/nilai – Risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan perlu dinilai secara rutin sebagai dasar untuk menetapkan langkah pengendalian bahaya di laboratorium
Islamic Child Parenting Practices and Muslim Family Resilience in Southeast Asia: A Systematic Literature Review
Purpose – This study explores the integration of Islamic values in child parenting practices and its impact on family resilience within Muslim families in Southeast Asia. The necessity of this research arises from the increasing interest in how religious teachings influence family dynamics and child development, providing a unique perspective on parenting in diverse cultural contexts. Design/methods/approach – A systematic literature review methodology adhered to the PRISMA guidelines. Databases such as Scopus, Google Scholar, Emerald, PubMed, Taylor & Francis, Springer, and Semantic Scholar were searched using specific keywords related to Islamic parenting and family resilience in Southeast Asia. The study included peer-reviewed empirical research published between 2000 and 2024. From the results of the article selection, 39 articles were narrowed down and analysed to reveal various critical aspects of the research theme. Thematic analysis was conducted to identify, analyse, and report themes within the data. Findings – The review identified that integrating Islamic values into parenting practices significantly enhances family resilience, promotes interfaith tolerance, and supports children\u27s moral development. Key themes included the implementation of wasatiyyah (moderation), character education based on Islamic teachings, and the role of community and cultural integration in parenting. However, challenges such as balancing cultural influences and addressing special needs within the context of Islamic parenting were also highlighted. Research implications/limitations – The study\u27s limitations include the diverse cultural backgrounds of the families studied and the reliance on existing literature, which may affect the generalizability of the findings. Future research should consider longitudinal studies and examine the role of community support, religious institutions, and modern technology in parenting. Practical implications – This study provides valuable insights into the role of Islamic values in enhancing family resilience among Muslim families in Southeast Asia. It highlights the importance of religious teachings in shaping parenting practices and offers recommendations for future research and practical applications. Originality/value – This is your opportunity to provide readers with an analysis of the value of your results. It is a good idea to ask colleagues whether your analysis is balanced and fair, and again, it is essential not to exaggerate. You can also conjecture what future research steps could be. Paper type Literature revie