UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Not a member yet
2923 research outputs found
Sort by
Children\u27s Critical Thinking Development Through Educational Toys with the Theme of Eruption Mountains in Children Aged 4-5 Years
The development of critical thinking skills in early childhood is a crucial aspect that must be stimulated and nurtured through appropriate approaches. This study aims to enhance children\u27s critical thinking abilities through the use of an educational play tool themed volcanic eruption at RA Bustanul Ulum Badean Bangsalsari Jember. A descriptive qualitative method was employed, utilizing observation, interviews, and documentation to obtain an in-depth picture of the learning process in the field. The findings indicate that the volcanic eruption educational play tool serves as an effective learning strategy for fostering children\u27s critical thinking skills. This is evident in the active involvement of children during exploratory activities, from constructing to practicing with the tool, which encourages them to observe, ask questions, and draw conclusions independently. Through this process, children develop reasoning abilities that form the fundamental basis of critical thinking
Efektivitas Pembelajaran Nahwu dengan Kitab Lamḥatun Naẓar pada Siswa Kelas VIII MTs Terpadu Muwahidun Pati
This study investigates the Nahwu (Arabic grammar) learning process at MTs Terpadu Muwahidun, where the Lamḥatun Naẓar book is used, in contrast to the more commonly used books like Jurumiyyah and Alfiyah. The research aims to explain the teaching process and assess the effectiveness of this book for eighth-grade students. Data were collected from 47 female students using observation, interviews, tests, and documentation and analyzed using a T-test. The findings show that Nahwu learning begins with planning, including setting goals for students to understand Arabic texts, and involves methods such as lectures, Q&A, and assignments. The study found that the use of Lamḥatun Naẓar significantly improved students\u27 understanding, with pretest and posttest results showing a notable increase in scores from 54.72 to 71.89, with a significance value of 0.000, confirming the book\u27s effectiveness in the classroom
Innovation of Project Assessment Instruments for Maharatul Qiro\u27ah in Grade IX Arabic Textbooks
This study aims to develop innovative project assessment instruments that are relevant to improving reading skills in Arabic language learning. The focus of this study is on the Grade IX Arabic Textbook published by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. The background of this research is based on the need for assessment methods that can encourage students to understand texts deeply, critically, and contextually, in accordance with the demands of today\u27s learning. This study used library research method strengthened by content analysis to explore the optimal strategies and approaches in developing project-based assessment instruments. The findings show that the instrument can be designed through activities such as text analysis, summarization, and interpretive discussion. The instrument is accompanied by an evaluation rubric that covers vocabulary understanding, text structure, content analysis, and the ability to reflect the meaning of the text in the context of daily life. This innovation is expected to improve students\u27 reading ability while honing critical thinking skills and appreciation of Arabic texts. In addition, this instrument provides teachers with a comprehensive and measurable evaluation tool to objectively monitor student progress. This research makes a significant contribution to the development of Arabic language learning in Indonesia through an interactive and applicable approach, so that it can meet the needs of modern education in improving maharatul qiro\u27ah effectively and continuously
Habitus dan Kebahagiaan dalam Pendidikan Alternatif: Studi Naratif tentang Proses Habituasi di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan proses habituasi yang membentuk habitus peserta didik di Sanggar Anak Alam (SALAM), sebuah sekolah alternatif di Nitiprayan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kaitannya dengan kebahagiaan mereka dalam konteks pendidikan.
Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif dan perspektif psikologis, studi ini merekonstruksi pengalaman hidup peserta didik melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi selama periode penelitian di tahun 2019 dan masa pandemi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman, dengan prinsip triangulasi untuk menjamin validitas temuan..
Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses habituasi di SALAM menghasilkan pembentukan habitus kebebasan, eksplorasi, religiositas, kepedulian, dan kolaborasi, yang semuanya terbangun melalui praktik pembelajaran reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Pembelajaran di SALAM menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang belajar dari pengalaman nyata, berinteraksi dengan lingkungan hidup, dan terlibat dalam proses sosial yang bermakna. Kebahagiaan peserta didik ditumbuhkan melalui ruang otonomi, penghargaan atas keberagaman, penguatan nilai spiritual yang non-dogmatis, serta praktik hidup berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa model pendidikan berbasis habitus yang terbentuk melalui habituasi reflektif dapat menjadi alternatif yang relevan dan transformatif bagi sistem pendidikan formal yang cenderung kognitif dan kompetitif. Meski temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas, pendekatan SALAM memberikan landasan konseptual untuk pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal, pengalaman hidup, dan partisipasi komunitas. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk menguji penerapan model ini dalam konteks institusi lain guna memahami dinamika habitus dan kebahagiaan dalam pendidikan yang lebih
Penguatan Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning: Penelitian Tindakan Sekolah di SMA UII Yogyakarta : Penguatan Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning: Penelitian Tindakan Sekolah di SMA UII Yogyakarta
Tujuan- Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan pendekatan deep learning di SMA UII Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kurang variatifnya strategi pembelajaran PAI yang cenderung bersifat konvensional sehingga belum mampu mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam siswa. Metode- Menggunakan desain Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), penelitian ini melibatkan guru PAI sebagai mitra utama dalam merancang, melaksanakan, merefleksikan, dan memperbaiki praktik pembelajaran berbasis deep learning. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, catatan reflektif guru, dan dokumentasi selama satu bulan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil- Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning mampu meningkatkan kualitas inovasi pembelajaran PAI, khususnya dalam aspek partisipasi aktif siswa, pemahaman konsep, dan kemampuan materi nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan nyata. Guru berperan sebagai fasilitator reflektif yang terus-menerus menyalakan dan memperbaiki strategi pembelajaran melalui siklus tindakan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menerapkan pembelajaran berbasis deep learning secara efektif di sekolah. Kata Kunci: Deep Learning, Inovasi Pembelajaran, Penelitian Tindakan Sekolah, Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam Di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum: Kajian Kurikulum, Metode, dan Problematika Pembelajaran di Era Digital : Pendidikan Agama Islam Di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum: Kajian Kurikulum, Metode, dan Problematika Pembelajaran di Era Digital
Latar Belakang - Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan strategis dalam pembentukan karakter religius siswa di sekolah negeri dan perguruan tinggi. Namun perkembangan era digital menghadirkan tantangan berupa kesenjangan antara desain kurikulum PAI adaptif dan praktik pembelajaran di lapangan, khususnya terkait metode pembelajaran, kompetensi pedagogik, dan literasi pendidik digital.
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan perguruan tinggi dengan mengkaji aspek penerapan, metode, dan pendekatan pembelajaran, serta mengidentifikasi permasalahan utama yang mempengaruhi efektivitas dan relevansi pembelajaran PAI di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada keselarasan antara desain kurikulum adaptif dan praktik pembelajaran di lapangan, baik dalam konteks pendidikan dasar-menengah maupun perguruan tinggi negeri.
Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan. Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis buku akademik, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, dan dokumen kebijakan pendidikan terkait Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik. Validitas data dipertahankan melalui triangulasi sumber untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif dan argumentatif.
Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, implementasi PAI di sekolah umum dan perguruan tinggi telah dirancang secara komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter keagamaan dan literasi agama yang moderat. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain dominasi metode perkuliahan, keterbatasan kompetensi pedagogik dan literasi digital pendidik, serta lemahnya kontekstualisasi dan integrasi interdisipliner materi pembelajaran. Di perguruan tinggi negeri, PAI cenderung direduksi menjadi mata kuliah administrasi wajib yang kurang terhubung dengan disiplin ilmu mahasiswa dan menghadapi persaingan dari otoritas ilmiah dari sumber keagamaan digital.
Simpulan- Penelitian ini menekankan bahwa penguatan PAI di era digital memerlukan reformasi pembelajaran yang tekanan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan literasi pendidik digital, serta pengembangan pembelajaran kontekstual dan interdisipliner. Dengan demikian, PAI diharapkan mampu berfungsi secara transformatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan universitas negeri
Analisis Dampak Limbah Deterjen Terhadap Pencemaran Lingkungan : Studi Literatur
ABSTRAKLimbah deterjen dari aktivitas masyarakat di kehidupan sehari-hari ini telah menjadi masalah pencemaran lingkungan yang serius di Indonesia. Artikel ini menganalisis dampak dari limbah deterjen terhadap kualitas lingkungan dan mempelajari berbagai solusi berkelanjutan melalui pendekatan studi literatur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa limbah deterjen menyebabkan penurunan kualitas yang signifikan pada tanah melalui gangguan terhadap mikroorganisme dan penurunan kesuburan hingga 40%. Limbah deterjen di perairan meningkatkan nilai BOD dan COD hingga 3 kali lipat serta menurunkan oksigen terlarut yang berakibat eutrofikasi. Dampak kesehatan pada masyarakat, menyebabkan peningkatan penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Faktor pengetahuan, sikap, dan motivasi masyarakat berpengaruh signifikan (65,3%) terhadap perilaku penggunaan deterjen. Solusi yang direkomendasikan meliputi: (1) inovasi deterjen ramah lingkungan berbasis MES, (2) implementasi teknologi pengolahan limbah sederhana seperti lahan basah buatan dengan efektivitas 86-90%, (3) program edukasi dan pemberdayaan masyarakat, serta (4) kebijakan terintegrasi dari pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diperlukan untuk menciptakan pengelolaan limbah deterjen yang berkelanjutan. Kata kunci: limbah deterjen, pencemaran lingkungan, solusi berkelanjutan, MES, edukasi masyaraka
Enhancing Questioning and Communication Skills in Elementary Science Learning: Challenges and Pedagogical Insights
Education in the 21st century requires students to master higher-order thinking and communication skills to navigate increasingly complex global challenges. In Indonesian primary education, these competencies are emphasized in the Merdeka Curriculum but remain underdeveloped in practice. This study explores the challenges and pedagogical strategies for enhancing questioning and communication skills in elementary science learning. Employing a descriptive qualitative design with a multi-class case study approach, the research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Hidayah, Jambi City, involving 24 students and four science teachers purposively selected to represent diverse achievement levels. Data were collected through structured observations, semi-structured interviews, and document analysis, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with triangulation for validity. The analysis revealed that students’ questioning and communication skills remain basic, constrained by psychological (low self-confidence), pedagogical (teacher-centered instruction), and structural (limited reflective time) factors. Three integrated strategies were identified: (1) question scaffolding to guide students in formulating meaningful questions; (2) dialogic learning environments to encourage open discussion; and (3) authentic assessment and reflective feedback to value students’ inquiry and communication efforts. Fostering these competencies requires a synergistic framework of emotional support, pedagogical scaffolding, and curriculum redesign that strengthens critical thinking and scientific literacy in line with the principles of 21st-century and Merdeka Curriculum education
Pedagogical and Professional Competence of Islamic Religious Education Teachers in the Perspective of Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK): A Comparative Study at MAN 2 Sleman and MAN 2 Bantul
This study was motivated by the importance of integrating content knowledge, pedagogy, and technology (TPACK) in learning, especially for Islamic Religious Education (IRE) teachers. The purpose of this study was to analyze the extent to which IRE teachers at MAN 2 Sleman and MAN 2 Bantul integrated pedagogical, professional, and technological competencies in the learning process. This study used a field design with a descriptive qualitative approach. There were four informants selected through purposive sampling, while data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. The analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model and triangulation of sources and techniques to test the validity of the data. The results showed that IRE teachers at MAN 2 Sleman and MAN 2 Bantul had implemented the TPACK framework well, as reflected in their ability to design learning, understand student characteristics, master teaching materials, and utilize technology in an integrative manner. This implementation was supported by the availability of technological facilities, school policies, teacher capabilities, student support, and professional training, but still faced obstacles such as limited technological skills, infrastructure, time, and internet connectivity. This study recommends strengthening IRE teacher technology training and improving digital facilities
Exploring the Implementation of Modern Physics Practicum to Enhance the Science Process Skills of Indonesian Physics Education Students: Eksplorasi Pelaksanaan Praktikum Fisika Modern dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika di Indonesia
Purpose – This study aims to analyze the perceptions of Indonesian physics education students in the implementation of modern physics practicums on students\u27 science process skills.
Design/methods/approach – The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The method used is a questionnaire survey to obtain data. Respondents in this research amounted to 34 respondents, with a purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by classifying data in class intervals and frequencies, with each interval calculated to determine the distribution of data and converted into percentage form.
Findings – The results of the study showed that Indonesian physics education students have a positive perception of modern physics practicums with 80% agreeing. The level of self-confidence in implementing SPS is still not stable with 41% of students feeling hesitant. For changes in knowledge and skills, 32% of students gave a negative response to the change. This shows that there is still doubt among students about the effectiveness of practicums in improving SPS.
Research implications/limitations – Modern physics practicum provides a fairly good experience in improving students\u27 understanding and confidence in SPS, but there are still challenges such as instability of confidence and doubts about its effectiveness. Therefore, evaluation of learning methods and further research are needed to explore the application of SPS in various institutions and analyze the factors that influence low student confidence.
Originality/value – These findings suggest that although physics education students have positive perceptions of the lab, the instability of their confidence in science process skills indicates the need for more effective learning strategies to improve practical competence. The uncertainty in changes in students\u27 knowledge and skills highlights the need for further evaluation of the design and implementation of the lab in order to truly strengthen science process skills optimally.
Abstrak
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia terhadap pelaksanaan praktikum fisika modern terhadap keterampilan proses sains mahasiswa.
Desain/Metode/Pendekatan – Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data. Responden dalam penelitian ini berjumlah 34 orang, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan mengklasifikasikan data ke dalam interval kelas dan frekuensi, kemudian setiap interval dihitung untuk menentukan distribusi data dan dikonversi ke dalam bentuk persentase.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia memiliki persepsi positif terhadap praktikum fisika modern, dengan 80% menyatakan setuju. Tingkat kepercayaan diri dalam menerapkan keterampilan proses sains (KPS) masih belum stabil, di mana 41% mahasiswa merasa ragu. Adapun perubahan dalam pengetahuan dan keterampilan, 32% mahasiswa memberikan respons negatif terhadap perubahan tersebut. Hal ini menunjukkan masih adanya keraguan di kalangan mahasiswa mengenai efektivitas praktikum dalam meningkatkan KPS.
Implikasi/batasan Penelitian – Praktikum fisika modern memberikan pengalaman yang cukup baik dalam meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri mahasiswa terhadap KPS, namun masih terdapat tantangan seperti ketidakstabilan kepercayaan diri dan keraguan terhadap efektivitasnya. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap metode pembelajaran serta penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan KPS di berbagai institusi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepercayaan diri mahasiswa.
Orisinalitas/Nilai – Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa pendidikan fisika memiliki persepsi positif terhadap praktikum, ketidakstabilan kepercayaan diri mereka dalam keterampilan proses sains mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi praktis. Ketidakpastian dalam perubahan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap desain dan implementasi praktikum agar benar-benar dapat memperkuat keterampilan proses sains secara optimal