Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    HUBUNGAN UMUR DAN PENDIDIKAN DENGAN KOSUMSI TABLET FE PADA IBU DI PUSKESMAS PADANG LUA

    Get PDF
     Salah satu dari beberapa  faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah anemia. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi terjadinya komplikasi pada kehamilan, persalinan, risiko kematian maternal, prematuritas, BBLR dan kematian perinatal. Tujuan peelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan dengan konsumsi table Fe. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian adalah Restrokpektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan yang berjumlah 42 orang dengan sampel total populasi. Variabel dalam penelitian ini adalah umur dikategorikan berisiko dan tidak berisiko, pendidikan dikategorikan menjadi rendah dan tinggi. Data dikumpulkan menggunkan kuisioner. Data dianalisi menggunakan uji statistic chi-square dengan menggunakan sistem komputerisasi untuk melihat jika p≤0.05, maka secara statistic disebut bermakna dan jika p>0,05 maka hitungan tersebut tidak bermakna. Lebih dari separuh  22 ( 52,4 %) responden dengan umur beresiko Lebih dari separuh  27 ( 64,3 %) responden yang mempunyai pendidikan rendah Terdapat hubungan bermakna antara Umur Ibu Hamil dengan Konsumsi Tablet besi (Fe) (p = 0.006). Terdapat hubungan bermakna antara Pendidikan Ibu Hamil dengan Konsumsi Tablet besi (Fe) (p = 0.000)

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA

    Get PDF
    Lansia akan selalu mengalami perubahan baik itu perubahan fisik maupun fungsi organ yang dapat mempengaruhi kemandirian dan kesehatan lanjut usia. sehingga di perlukan adalah dukungan dari keluarga agar lansia bisa hidup sehat dan berdaya guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Jenis ini penelitian analitik  dengan desain penelitian Cross Sectional. Sampel sebanyak 74 orang dengan tehnik total sampling. Pengambilan data primer menggunakan koesioner dengan tehnik wawancara dan data sekunder dari data tahunan. Analisis data menngunkan uji chi square. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia dengan p = 0,000. Diharapakan peran aktif dari keluarga, kader dan tokoh masyarakat untuk  meningkatkan kunjungan lansia ke posyandu lansia

    PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN METODE HIDROLISA ASAM (HCL)

    Get PDF
    Waste from processing food ingredients, such as potato skin. Potato skin is one example of raw material for making biethanol because potato skin contains a lot of starch, cellulose, hemicellulose, lignin and sugar. Bioethanol is a liquid from the fermentation process of sugar from a source of carbohydrates (starch) using the help of microorganisms, bioethanol can be used as a substitute for fuel oil (BBM) depending on the level of purity. One example of raw material for making biethanol is waste or waste left over from processing food ingredients, such as potato skin. Potato skin can be made bioethanol because it contains a lot of starch, cellulose, hemicellulose, lignin and sugar. In this study the aim was to find out how much bioethanol levels produced from potato skin waste treatment using the hydolisa acid method using HCl to hydrolyze potato skin into glucose and the fermentation method using Saccharomyces cerevisiae because it has very high conversion to ethanol. The parameters tested were the determination of optimum fermentation time on the percentage of ethanol (2,4,6,8 and 10 days), determining the percentage of ethanol to variations in the concentration of acid (HCl) (0.2, 0.4, 0.6, 0.8 and 1 M) and determining glucose levels . From the research, the optimum fermentation time on the 8th day resulted in a percentage of ethanol 4.1% and the optimum percentage of ethanol at 0.6 M acid concentration (HCl) produced a percentage of 4.1% ethanol with a glucose level of 8.65%

    HUBUNGAN FAKTOR RESIKO EKSTRINSIK DENGAN DERAJAT ASMABERULANG PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM

    Get PDF
    Asthma is a chronic inflammatory disease of the airways that is characterized recurrent attacks of breathlessness and wheezing, the situation varies in severity and frequency from person to person. Type a descriptive analytic study design with a cross-sectional study, conducted date collectionwas done july 19-2, 2015. in the study population was all patients in the clinic of bronchial asthma disease in hospitals DR.achmad Mochtar Bukittinggi. The sampling technique was accidental sampling using a questionnaire with a sample of 30 people. Analysis of the data was processed and analyzed using a computerized program with univariate and bivariate analysis using chi-square test (p<0,05). The results obtained the majority of respondents exposed to the dust factor in patients with bronchial asthma by 80%, exposure to cigarette smoke as much as 73.3%, and the factor of climate change as much as 70%. Research shows there is a significant association between the risk factors of dust, cigarette smoke risk factors and climate change risk factors (p = 0.046, p = 0.001 and p = 0.004). Based on this study concluded that the degree of asthma in patients with bronchial asthma recurring multi-factor causes. It is advisable in patients with bronchial asthma can determine risk factors for asthma relapse repeatedly to prevent a recurrence. Health services are expected to be able to provide counseling and health education to both family and for patients with bronchial asthm

    TABLE OF CONTENTS

    No full text
    ABSTRAK&nbsp

    HUBUNGAN UMUR DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUANG RAWAT INAP KEBIDANAN RSUD SOLOK

    Get PDF
    Kematian ibu dan angka kematian perinatal masih tinggi di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Pada tahun 2013 Angka Kematian Ibu (AKI) di RSUD Solok ada 5 kasus penyabab kematiannya yaitu : 2 kasus eklampsia, 1 kasus haemoragia post partum (HPP),1 kasus sepsis dengan riwayat KPD, 1 kasus dengan penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dengan kejadian ketuban pecah dini. Jenis penelitian ini adalah analitik dengen pendekatan Retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUD solok. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di ruang kebidanan pada enam bulan terakhir yaitu sebanyak 668 orang persalinan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: daftar checklist,   kalkulator, komputer dan buku catatan. Data diperoleh dari data sekunder yang memakai format pengumpulan data (daftar checklist) melalui medical record di RSUD Solok. Analisi data menggunakan menggunakan uji chi-square atau dengan p <0,05. ada hubungan faktor resiko umur ibu dengan terjadinya ketuban pecah dini pada ibu inpartu Nilai Odds Ratio 5,324. Lebih dari sebagian responden memiliki umur yang tidak beresiko (20-35 th), yaitu sebanyak 61 responden (70,1 %), Lebih dari sebagian responden mengalami KPD resiko tinggi (KPD > 12 jam), yaitu sebanyak 59 responden (67,8 %)

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI POLI KEBIDANAN

    Get PDF
    Anemia pada kehamilan atau kurangnya hemoglobin dalam darah dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Upaya pemerintah untuk mengatasi anemia defisiensi besi ibu yang difokuskan pada pemberian darah tablet tambahan (Fe) pada wanita hamil. Namun, di antara wanita hamil yang telah mendapatkan tablet zat besi, hanya 33,3% yang patuh dalam mengonsumsi tablet. Survei awal yang dilakukan pada 7 ibu hamil, diketahui bahwa 4 di antaranya tidak minum tablet Fe setiap hari dan Fe tidak menghabiskan tablet dokter / bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kehamilan dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Rumah Sakit Poli Kebidanan Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 106 kunjungan per bulan. Sampel diambil secara accidental sampling, sebanyak 78 orang. Pemrosesan dan analisis data terkomputerisasi. Hasil analisis univariat diketahui 87,2% responden tidak patuh mengonsumsi tablet Fe, (59,0%) memiliki pengetahuan rendah, (53,8%) sikap tidak baik, dan 50,0% mendapat dukungan keluarga kurang baik. Hasil analisis bivariat faktor yang tidak diketahui terkait dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi adalah pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,005 dan OR = 13,668). Dan tidak ada dukungan keluarga yang diasosiasikan kembali (p = 0,090 dan OR = 4,774). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan ibu berperan dalam konsumsi tablet besi, dengan nilai p <α (p <0,05). Diharapkan pada petugas kesehatan di rumah sakit untuk meningkatkan jangkauan mereka kepada ibu hamil tentang pentingnya anemia dalam kehamilan dan konsumsi tablet zat besi, sehingga pengetahuan dan sikap ibu hamil bisa maksimal

    HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG MENSTRUASI DENGAN PERILAKU MENGATASI NYERI HAID DI SMP 12 LUBUK TAROK KABUPATEN SIJUNJUNG

    Get PDF
    Angka kejadian nyeri haid di dunia sangat besar rata-rata lebih dari 50%  perempuan disetiap negara mengalami nyeri haid. Di Indonesia kejadian nyeri primer sebesar 48,89 % serta di sumatera Barat kejadian nyeri haid sebesar 36,5%. Minimnya pengetahuan wanita khususnya remaja mengenai kesehatan reproduksi bisa menimbulkan salah presepsi bahkan dalam berprilaku,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan siswi tentang menstruasi dengan perilaku dalam mengatasi nyeri haid. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional terhadap 84 orang responden dengan menggunakan lembar kuesioner di SMP 12 Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung pada bulan April-Mei tahun 2016. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,017 berarti ada hubungan yang bermakan antara pengetahuan siswi tentang menstruasi dengan perilaku mengatasi nyeri haiddi SMP 12 Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung. Kesimpulan Diharapkan agar dapat mengadakan kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi guna meningkatkan pengetahuan siswi khususnya tentang menstruasi

    PENYULUHAN TENTANG KB TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS)

    Get PDF
    Berdasarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat pada 2009, jumlah pasangan usia subur (PUS) di provinsi Sumatera Barat tercatat sebanyak 784.819 orang. Jumlah akseptor KB aktif di Provinsi Sumatera Barat adalah 140.369 orang, dengan 67.970 suntikan peserta KB, KB 26.470 orang, KB implant 17.049 orang, KB IUD 6.642 orang, kondom KB 21.023 orang, KB MOW 1.023 orang dan KB MOP 184 orang BKKBN, 2015). Tujuannya adalah Mengetahui Manfaat penyuluhan tentang KB dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasangan Usia Lanjut (PUS) ". Metode penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment Resert dengan desain one group pretest - posttest disign approach, kemudian data diolah dengan menggunakan uji berpasangan. Sampel sebanyak 68 responden. Hasil uji statistik diperoleh nilai p 0,000 berarti Adanya manfaat konseling tentang keluarga berencana untuk menambah pengetahuan pada usia pasangan (PUS) tentang keluarga berencana di JorongRawangKelurahanPasirTalang Selatan wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk membuat lebih banyak selebaran, brosur yang berkaitan dengan keluarga berencana sehingga usia subur dapat dipertimbangkan dalam menggunakan kontrasepsi

    PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK CAIR TANAMAN

    Get PDF
    Pengembangan pestisida hayati (bio-pesticide) yaitu penggunaan mikroba bermanfaat dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian terus dilakukan dalam rangka subtitusi pestisida sintetis yang diketahui banyak menimbulkan dampak negatif. Tujuan jangka panjang penelitian ini mendukung sistem pertanian ramah lingkungan dengan target khusus adalah dihasilkannya produk formulasi pestisida hayati berbasis bakteri penghasil kitinase (bakteri kitinolitik/bakteri pendegradasi kitin). Bakteri kitinolitik diharapkan mampu mengendalikan berbagai jenis patogen dari golongan cendawan dan nematoda karena sebagian besar komponen dinding sel patogen tersebut adalah kitin. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa sangat baik digunakan untuk pertumbuhan Pseudomonas Fluorescens dengan memodifikasi pH hingga mencapai pH 7. Air kelapa yang di modifikasikan dengan penambahan kerapatan bakteri Pseudomonas Fluorescens efektif di gunakan sebagai pestisida hayati. Hasil yang paling baik diperoleh pada kerapatan bakteri 3x108

    204

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇