Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Perilaku Memilih Jajanan Dan Kantin Sehat Siswa Sekolah Dasar Dengan Edukasi Media Komik
Salah satu kelompok masyarakat yang sering mengalami masalah akibat keracunan makanan jajanan adalah kelompok siswa sekolah dasar (SD) karena masih rendahnya pengetahuan tentang keamanan pangan. Tahun 2017 di Sumatera Barat terdapat 13 kasus keracunan dengan jumlah korban 548 orang.. Komik dipilih sebagai media edukasi keamanan makanan jajanan sekolah karena komik merupakan media cetak yang menarik dan mudah dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komik terhadap perubahan perilaku memilih jajanan sehat dan kantin higienis pada siswa SDN 11 Lubuk Buaya Kota Padang. Jenis Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan One Pretest-Postest Group Design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yang berjumlah 47 siswa. Analisis data dengan menggunakan uji statistik yaitu Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh komik terhadap perubahan perilaku memilih makanan jajanan dan kantin higienis (p=0,000) dengan tingkat signifikansi (α) 5%. Edukasi dengan media komik dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan siswa tentang dalam memilih jajanan dan memlih kantin higienis. Media komik efektif digunakan untuk merubah perilaku siswa SDN 11 Lubuk Buaya Kota Padang dalam memilih makanan jajanan dan kantin higienis
Apoteker Cilik Dan Penyuluhan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Di Kelurahan Sungai Bangek
Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Apoteker cilik dan penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat di SDN 21 kelurahan sungai bangek, kota Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah mengenai apa itu pangan yang sehat dan bahaya zat kimia yang digunakan sebagai zat aditif dalam makanan, dengan metode yang digunakan berupa ceramah interaktif. Hasil yang didapatkan berdasarkan penilaian terhadap pre-test dan post-test masing-masing adalah 6, 75 dan 9,50 terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil yang didapat, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan para pelajar SDN 12 tentang Jajanan Sehat setelah pemberian penyuluhan dan diskusi
Media Cerita Bergambar Tentang Pengenalan Seks Dini Meningkatkan Pengetahuan Anak Usia Dini
Fenomena kekerasan seksual pada anak terjadi peningkatan tahun 2015 sebanyak 2.898 kasus kekerasan dan 59,30% adalah kasus kekerasan seksual pada anak. Anak menjadi depresi dan dapat menjadi pelaku kekerasan seksual dikemudian hari. Pengenalan pendidikan seks dini berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan anak dalam mendeteksi perlakuan yang diberikan oleh para pelaku kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan anak PAUD sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks dini melalui media cerita bergambar. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan Quasy experimental pre post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 3-5 thn di PAUD Candirejo Kabupaten Semarang sebanyak 165 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling sebanyak 90 anak. Instrumen pengetahuan anak terdiri dari 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar salah. Metode pengumpulan data meliputi tahap pre test pengetahuan anak tentang pendidikan seks dini, pengenalan dan pemberian materi media cerita bergambar tentang pendidikan seks dini pada anak, dan post test pengetahuan anak PAUD. Analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan Uji t-test dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak PAUD setelah diberikan pengenalan pendidikan seks dini melalui media cerita bergambar mengalami peningkatan rata-rata 6,99 dibandingkan sebelum diberikan pengenalan media rata-rata 4,82 dengan p-value 0,001. Perlu adanya pengembangan materi media cerita bergambar tentang pengenalan seks dini pada anak dan media cerita bergambar ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada anak PAUD.
Kata Kunci : Media cerita bergambar, pengenalan seks dini, anak PAU
Pengaruh Penerapan Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) terhadap Penurunan Keluhan Trimester I Kehamilan
Peningkatan status kesehatan ibu pada saat kehamilan dapat dilakukan dengan meningkatkan akses kesehatan dan pemanfaatan teknologi sistem informasi. Perkembangan teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah smartphone. Dengan demikian dibuatlah sebuah Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) yang berisikan informasi dan panduan penatalaksanaan seputar keluhan selama kehamilan. Diharapkan dengan aplikasi ini dapat meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) terhadap penurunan keluhan Trimester I kehamilan. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Subjek penelitian yaitu ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Ibrahin Adjie Bandung berjumlah 60 orang, yang terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu 30 orang kontrol dan 30 kelompok intervensi. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pengujian statistik untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan uji Chi Kuadrat dengan kemaknaan hasil uji ditentukan berdasarkan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan keluhan pada kelompok ASIH terdapat perbedaan yang bermakna pada keluhan mual muntah, konstipasi dan mudah lelah dengan p<0,005, sedangkan pada kelompok Konvensional keluhan mual muntah dan mudah lelah mengalami penurunan yang bermakna namun keluhan konstipasi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Sementara hasil perbandingkan penurunan keluhan kedua kelompok diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,002 pada keluhan mual muntah dengan RR (IK 95%) sebesar 1,9 yang artinya ASIH berpengaruh 1,9 kali menurunkan keluhan mual muntah dibandingkan dengan metode konvensional. Namun keluhan konstipasi dan mudah lelah tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Simpulan: Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) berpengaruh terhadap penurunan keluhan trimester I kehamilan
PENGARUH PEMBERIAN BISPENOL-A (BPA) TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA PADA Rattus norvegicus GALUR WISTAR ALBINO
Bispenol-a (BPA) has an esterogen hormone activity while it enters the body, it can become endocrine disruptor. The objetive of this study was to purpose to prove that bispenol a can decrease spermatozoa cell count in male wistar albino strain rats (rattus novergicus).This research is an experimental design with post-only control group by using 20 male wistar albino strain rats (rattus Novergicus). Those sample aged 2-3 months which divided into four groups for 5 rats each. Control group (K) without bispenol-a adduction. The first (P1), second (P2), and third (P3) group treatment was given with BPA in 51 days for 0.45, 0.9 and 1.8 mg/body weight(kgs)/day for a 51-day. After 51-day treatment.This research showed that mean value of testosterone hormone for control group was 7.78 ng/lts. P1 group, P2 and P3 groups showed 6.19, 5.23 and 4.02 ng/lt.the count of spermatozoa has mean value for control group was 39,1 while first group (P1) was 30.2 . In second (P2) and third (P3) treatment group were 21,1 and 19.7. Data analysis showed mice spermatozoa cell count had p <0.05, which means that there is significance differentiation between control and treatment groups.It can be concluded that there is an effect of bisphenol a adduction on male Rattus novergicus wistar albino strain spermatozoa cell count
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Serangan Stroke Iskemik Akut Pada Penanganan Pre Hopsital
Stroke is a sudden and severe injury to the brain vessels of the blood vessels. injuries can be caused by clogging and narrowing, resulting in insufficient blood supply, causing disability in the form of paralysis of limbs, speech disorders, thought processes, memory and can cause death.In Stroke Hospital Bukittinggi, the incidence of stroke increases by the end of 2016 is the case of inpatient care in Stroke Hospital Bukittinggi as 4,100 people and outpatient in Stroke Hodpital Bukittinggi as many as 11,113 people. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitude of the family on the ability of early detection of ischemic stroke. This research method using descriptive method of analysis with crossectional approach by using questioner and then processed data using chi squere test. The sample in this research is 75 people. The result of the statistical test in obtaining the result between the knowledge of the family on the ability of early detection (sign and symptom) in stroke patient P Value = 0,011 (P> α), it can be concluded there is correlation of knowledge to the ability of early detection with value (P = 0.011 OR = 3,927). Based on statistical test result between family attitudes toward the ability of early detection (sign and symptom) got result P value = 0,186 (P <α) this show that there is no relation between family attitude with ability of early detection (sign and symptom) in ischemic stroke patient at Emergency Unit Stroke Hospital Bukittinggi2018. Suggestions in this study can be used as input for the hospital in order to improve health service and able to increase promotive effort by giving education of ischemicstroke attack to the family.
Keywords: Early Detection,Knowledge, Family, Attitudes, Ischemic Stroke Acut
Stroke adalah suatu cedera mendadak dan berat pada pembuluh pembuluh darah otak. cedera dapat disebabkan oleh sumbatan dan penyempitan, menyebabkan kurangnya pasokan darah yang memadai, menyebabkan cacat berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, proses pikir, daya ingat dan dapat menyebabkan kematian.Di RSSN Bukitinggi , angka kejadian stroke meningkat akhir tahun 2016 ditemui kasus rawat inap di RSSN Bukittinggi sebnyak 4.100 orang dan rawat jalan di RSSN Bukittinggi sebanyak 11.113 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga terhadap kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) serangan stroke iskemik di ruang IGD RSSN Bukittinggi tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan alat ukur kuesioner kemudian data diolah menggunakan uji chi squere. Sampel dalam penelitian ini ini sebanyak 75 orang. Hasil uji statistik di peroleh hasil antara pengetahuan keluarga terhadap kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) pada pasien stroke P Value = 0,011 (P>α) maka dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan terhadapkemampuan deteksi dini dengan nilai (P=0,011 OR= 3,927). Berdasarkan hasil uji statistikantara sikap keluarga terhadap kemampuan deteksi dini (tanda dan gejala) didapatkan hasil P value= 0,186 (P<α) hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara sikap kelurga dengan kemampuan deteksi dini ( tanda dan gejala) pada pasien stroke iskemik di IGD RSSN Bukittinggi2018. Saran dalam penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi rumah sakit agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan mampu meningkatkan upaya promotif dengan cara memberi edukasi serangan stroke iskemik aku pada penangana pre hospital kepada keluarga
Kata Kunci : Kemampuan Deteksi Dini, Pengetahuan, Sikap, Keluarga, Stoke Iskemik akut
 
RELATIONSHIP OF HEMOGLOBIN, HEMATOCRIT AND PLATELETS IN DBD PATIENTS
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and is transmitted by the Aedes mosquito. DHF is a health problem in the world today, including Indonesia. In DHF patients plasma leakage occurs which results in homocentration resulting in an increase in hemoglobin and hematoctrite levels. This research is a quantitative analytic study with a cross sectional research design on 30 DHF patients in Padang Panjang Hospital. The study was conducted from May 29 to July 5, 2017. Examination of hemoglobin using the calorimetry method, meanwhile examination of hematocrit and platelets by the impedance method. The results were analyzed by Pearson correlation test. Based on this study it was found that the average hemoglobin level of patients was 13.99 gr / dl ± SD, the average hematocrit value was 41.50 ± SD, the average platelet count of patients was 61066.67 ± SD. Based on statistical tests with Pearson correlation, there was a significant correlation between hemoglobin and platelet levels of patients and there was no significant relationship between hematocrit and platelet values of DHF patients in Padang Panjang Hospital
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN LAMA MENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) DENGAN KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DM TIPE 2
DM is a disease where the level of glucose (simple sugar) in high blood because the body cannot release or use insulin adequately. Type 2 diabetes can cause various chronic complications such as diabetic foot disorders. The number of DM patients in Bukittinggi Achmad Mochtar Hospital has increased in the last 2 years. In 2017 there are 1,350 DM patients, in 2018 there are 1,400 DM patients who visit the International Clinic. Information obtained from officers at the Achmad Mochtar Hospital International Police that officers did not provide health promotion about diabetic ulcers to DM patients who visited the internal poly. The purpose of the study was to determine the relationship level of knowledge and duration of suffering from diabetes with the incidence of diabetic ulcers. Descriptive analytic research method with cross sectional design. The population was all type 2 DM patients who visited the Bukittinggi Achmad Mochtar Hospital interne poly, with an average number of 117 people per month. The number of samples is 54 people, with sampling using accidental sampling. Data was processed and analyzed using the chi-square test. The results of univariate analysis showed that 72.2% of respondents had high level of knowledge, 61.1% had long suffered from DM and 79.6% had no diabetic ulcer. Bivariate results have a correlation between level of knowledge with the incidence of diabetic ulcer (p = 0,000) and there is a relationship between knowledge and incidence of diabetic ulcer (p = 0.036 and OR = 8.696). It was concluded that there was a relationship between level of knowledge and duration of suffering from diabetes with the incidence of diabetic ulcers. It is expected that the hospital management will make counseling information on diabetic ulcers for DM patients visiting the Bukittinggi Achmad Mochtar Hospital interne poly. 
PENGARUH TERAPI CERMIN TERHADAP KEMAMPUAN GERAK PADA PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMPULAN KABUPATEN PASAMAN
Background: Stroke is a disease or functional disorder of the brain in the form of nerve paralysis due to inhibition of blood vassel flow to the brain. Based on Medikal Record data of Kumpulan Public Health Center 2016, there were 67 cases. Whereas in 2017 there were 81 cases of stroke 25 witch of them outpatients who experience weakness in the limb and have never received mirror therapy. Objective: This study was to investigate "the effect of mirror therapy on the ability of motion in stroke patients in Kumpulan Public Health Center on 2018. Method: This study used the quasi-experimental method of One Group Pretest-postest. Interventions: Mirror therapy performed 5-10 minutes, once a day, 5 times a week for 4 weeks. The sample in this study were 11 respondents. Results: This research has been conducted from February 5 to March 3, 2018. The results of statistical tests obtained p value 0,000 wich it can be concluded that there is a significant influence between the mirror therapy on the ability of motion in stroke patients in Kumpulan Public Health 2018 year. Conclusion and Suggestions: It is recommended that mirror therapy should be used as one of the nonpharmacologic therapies in patients with weak extremities either through the provision of education in educational institutions and in health services by health care provider