Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Biji Buah Durian (Durio Zibethinus L.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus)

    No full text
    Luka bakar merupakan suatu peristiwa kerusakan dan kehilangan jaringan yang disebabkan oleh kontak dengan suatu sumber panas.Tanaman durian (Durio zhibetinus L.) diketahui mengandung senyawa yang berperan dalam penyembuhan luka bakar seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas ekstrak etanol biji buah durian dalam penyembuhkan lukabakar pada mencit putih jantan. Hewan percobaan pada penelitian ini terdiridari 5 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (konsentrasi 5%), kelompok III (konsentrasi 10%), kelompok IV (konsentrasi 15%) dankelompok V (pembanding T®). Parameter yang diamati yaitu % penyembuhan luka bakar, waktu epitelisasi dan histopatologi selama 14 hari. Hasil penelitian pada % penyembuhan luka bakar berturut-turut hari ke-7 dan hari ke-14 kelompok I : 50,67%, 71,76%, kelompok II : 41,67%, 66,97%, kelompok III : 45,06%, 73,95%, kelompok IV : 61,47%, 87,89%, dan kelompok v : 63,66%, 90,49%. Waktu rata-rata epitelisasi pengelupasan jaringan kelompok V hari ke-9, kelompok I dan IV hari ke-10dan kelompok II dan III pada hari ke-11. Hasil skor histopatologi serabut kolagen dan sel fibroblast yang paling bagus adalah kelompok konsentrasi 15% dan histopatologi pada re-epitelisasi didapatkan hasil skor pada semua kelompok sama. Hasil uji statistik ANOVA dua arah pada % penyembuhan luka bakartidak signifikan (p>0,05) dan uji statistik ANOVA satu arah pada waktu epitelisasi signifikan(p<0,05). Dari penelitian ini dapatkan bahwa konsentrasi 15% ekstrak etanol biji buah durian memberikan hasil penyembuhan yang paling baik

    Nilai Hematokrit pada Pasien Hemodialisa dengan Metode Mikrohematokrit dan Automatik

    No full text
    Hematokrit merupakan perbandingan jumlah eritrosit dengan volume darah keseluruhan yang dihitung dalam persentase. Hematokrit dapat diperiksa menggunakan metode mikrohematokrit dan hematology analyzer.Terganggunya fungsi ginjal dalam tubuh, maka mengakibatkan ginjal tidak dapat memproduksi eritroprotein sehingga menyebabkan penurunan nilai hematokrit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit metode mikrohematokrit dan hematology analyzer pada pasien hemodialisa Metode penelitian ini penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Manfaat dari penelitian yang telah dilakukan yaitu  sebagai Pemantapan mutu internal laboratorium pada tahap analitik, dimana seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik dapat memilih metode pemeriksaan yang akurat, waktu pemeriksaan yang singkat dan parameter pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan pada satu alat yaitu hematology analyzer. Sampel yang digunakan berjumlah 18 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Analisa data menggunakan uji t dependen.Hasil penelitian diketahui rata-rata nilai hematokrit metode mikrohematokrit lebih tinggi 25.28 % dibandingkan metode hematology analyzer 24.32%. Hasil uji t dependen didapatkan nilai p sig 0.00 lebih kecil dari 0.005 nilai (p= 0.00 < 0.005), secara statistik ada perbedaan nilai hematokrit metode mikrohematokrit dan hematology analyzer, namun tidak mempengaruhi secara klinis terhadap hasil pemeriksaan hematokrit pada pasien

    Komunikasi Terapeutik terhadap Perilaku Caring Perawat

    No full text
    Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan untuk membina hubungan saling percaya dengan meningkan perilaku caring terhahap pasien. fenomena yang di dapatkan di rumah sakit masih ada perawat yang tidak memperkenal diri pada saat berkomunikasi dengan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Sehingga didapatkan sampel sebanyak 35 orang responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil data menunjukan bahwa komunikasi terapeutik  di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi dalam kategori baik dengan hasil persentase (82.9%) sebanyak 29 responden. Hasil data untuk perilaku caring perawat dalam kategori baik dengan persentase (71.4%) sebanyak 25 responden. Hasil uji statistik diperoleh dengan nilai p value 0,043 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik dengan perilaku caring perawat. Disarankan kepada perawat agar menerapkan komunikasi terapeutik dengan berprilaku caring kepada pasien yang mendapatkan asuhan keperawatan

    COVER & EDITORIAL BOARD

    No full text
    Cove

    Pengaruh Waktu Paparan Pestisida Organofosfat Terhadap Kadar Kolinesterase Dalam Darah Dengan Metode Komperator

    No full text
    World Health Organization (WHO) memperkirakan kasus keracunan pada pekerja pertanian karena pestisida sebanyak 1-5 juta orang per tahun dan tingkat kematian mencapai 220.000 korban jiwa. Paparan pestisida bertindak sebagai senyawa asetilkolinesterase (Ach), yang mengurangi aktivitas kolineterase dalam darah. Kolinesterase  adalah salah satu bentuk enzim yang berasal dari katalis biologis dalam jaringan manusia yang berperan membantu otot dan kelenjar saraf bekerja secara teratur dan harmonis. Jika aktivitas kolinesterase jaringan manusia dikurangi dengan baik ke tingkat lebih rendah, hal ini akan mempengaruhi gerakan sadar atau kasar dari serat otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kolinesterase dalam darah menggunakan metoda komperator (kaca pembanding) pada petani sayur berdasarkan lama paparan pestisida organofosfat. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan 20 sampel. Berdasarkan dari uji statistik didapatkan nilai sig 0,003 < 0,05 yang artinya bahwa perbedaan kadar kolinesterase berdasarkan lama paparan pestisida pada petani sayur di Kabupaten Solok memiliki perbedaan atau adanya pengaruh sebesar 0,621 nilai tersebut setelah dikonsultasi dengan tabel interprestasi angka “r” (pedoman derajad hubungan) 0,621 berada antara (0,60-0,799) yang interprestasinya termasuk dalam kategori kuat

    Analisis Zat Gizi dan Uji Organoleptik pada Jus (Belsem) Belimbing Semangka sebagai Minuman bagi Penderita Hipertensi

    No full text
    Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah sebesar 34,11%, penyakit hipertensi disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Pola hidup sehat dan pola makan yang sehat merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga diri terbebas dari tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian untuk menganalisis zat gizi dan uji organoleptik jus (belsem) Belimbing Semangka untuk pencegahan hipertensi. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen, uji organoleptik dilakukan di laboratorium makanan Universitas Perintis Indonesia dan analisis zat gizi di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Padang. Pengamatan subjektif yang dilakukan uji kesukaan dan mutu hedonik dengan 25 orang  panelis. Metode penelitian eksperimen dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 kontrol 3 perlakuan. Analisis uji statistic menggunakan analisa one way anova (ANOVA) pada tarif  5%, Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, dilanjutkan degan uji Duncan new multiple range test (DNMART)  pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jus belimbing dengan penambahan semangka 50gr merupakan jus yang paling disukai panelis. Setelah itu dilakukan analisis zat gizi dengan vitamin A sebanyak 76,4mg/100gr, vitamin C sebanyak 233,2mg/100gr dan kalium sebanyak 8.902mg/100gr. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian jus (belsem) Belimbing Semangka dengan sasaran panelis langsung kepada masyarakat yang hipertensi sehingga dapat mengetahi pengaruh pemberian jus (belsem) belimbing semangka sebagai pencegahan hipertens

    Persepsi Teamwork terhadap Kinerja Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan

    No full text
    Teamwork merupakan kompetensi atau soft skill setiap individu dalam bekerja. Teamwork dipandang perlu untuk dikuasai oleh profesional kesehatan untuk memenuhi tuntutan kualitas perawatan. Teamwork pada suatu rumah sakit akan sangat bermanfaat bagi setiap karyawan dan pasien. Hasil studi pendahuluan Di RSUD Kota Kotamobagu mengindikasikan bahwa masih terdapat problem dalam teamwork perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional terhadap 41 sampel yang diambil secara total (total sampling) di RSUD Kotamobagu pada Februari 2022 melalui observasi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner semi kontruktif dan analisis data menggunakan uji fisher’s exact, yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di RSUD Kota Kotamobagu, bahwa persepsi teamwork berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja yang di tunjukkan oleh perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, secara statistik diperoleh nilai P=0.004. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi teamwork berpengaruh besar terhadap kinerja perawat yang merupakan aspek penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kota Kotamobagu. Tim petugas keperawatan perlu mendiskusikan terkait gagasan-gagasan dan ide-ide untuk menyelesaikan masalah, dengan menggunakan Metode Situation-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) akan lebih baik

    Kadar Kalsium terhadap Jumlah Retikulosit Pada Penderita Anemia Aplastik

    No full text
    Anemia aplastik disebabkan adanya gangguan fungsi pada sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah. Retikulosit merupakan salah satu pemeriksaan penunjang pada anemia. Kalsium beredar dalam darah menjadi patokan keseimbangan terutama ditentukan oleh hormon paratiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kalsium dengan jumlah retikulosit pada  penderita anemia aplastik. Pemeriksaan kadar kalsium pada penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk deteksi dini adanya resiko terjadinya anemia aplastik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain Cross sectional. Subyek penelitian adalah 30 responden dengan anemia aplastik di RSUP M.Djamil Padang diambil secara random sampling. Pemeriksaan yang digunakan adalah pemeriksaan kadar kalsium dan jumlah retikulosit. Uji yang digunakan adalah uji univariate dan uji bivariate. Hasil penelitian menunjukanpemeriksaan kadar kalsium dalam darah normal dengan nilai rerata 8,26 mg/dl. Pada pemeriksaan jumlah retikulosit didapatkan nilai kadar normal dengan rerata 1,05%. Hasil kolerasi antara kadar kalsium dan jumlah retikulosit (0,666 > 0,05) yang menyatakan terdapat hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Simpulan penelitian ini Adanya hubungan kadar kalsium dan jumlah retikulosit pada penderita anemia aplastik (0,000 < 0,05)

    Motivasi dan Sikap dengan Kepatuhan dalam Melaksanakan Tiga Perilaku Kunci Pencegahan Covid-19 pada Pasien Diabetes Mellitus

    No full text
    Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi dan mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi yang setiap tahunnya terus meningkat. Penyebab salah satunya yaitu motivasi dan sikap pada pasien diabetes mellitus yang kurang terhadap penyakitnya. Dimana masih tingginya angka diabetes mellitus di Puskesmas Mandiangin Koto Selayan yaitu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan motivasi dan sikap dengan kepatuhan dalam melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan COVID-19 pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Mei 2021. Metode penelitian ini desain cross sectional yang di lakukan di puskesmas Mandiangin Koto Selayan tahun 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 0rang. hasil penelitian menunjukan lebih dari separoh responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu (52%) , lebih dari separoh responden  memiliki tingkat motivasi tinggi yaitu (54%) dan lebih dari separoh responden patuh dalam melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan COVID-19 yaitu (60%) dengan Analisa Chi-Square diperoleh nilai p value = 0,000 (p < α) maka dapat disimpulkan adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien DM dalam dalam melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan COVID-19. dan tingkat sikap dengan tingkat kepatuhan diperoleh p value = 0,244 (p < α) maka dapat disimpulkan adanya hubungan tingkat sikap dengan tingkat kepatuhan pasien DM dalam dalam melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan COVID-19. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan bagi lembaga pendidikan khususnya keperawatan medical bedah. &nbsp

    Kadar Albumin Serum Dan Protein Urine Pada Anak Penderita Sindrom Nefrotik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kadar albumin serum dan protein urine  pada anak penderita sindrom nefrotik di RSUD Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif analitik dengan desain cross sectional populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang menderita sindrom nefrotikyang melakukan pemeriksaan di RSUD Padang Panjang dengan sampel sebanyak 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021-Agustus 2021. Metode pemeriksaan pada penelitian ini adalah BCG (bromcressol green) dan Semikuantitatif (pemanasan dengan asam asetat 6%). Data Analisis menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi pearson. Hasil analisis univariat didapatkan insiden tertinggi lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan persentase 63% dan pada kelompok umur 6-11 tahun. Penderita sindrom nefrotik memiliki kadar protein urine semi kuantitatif +1 (20%), +2 (43.3%), dan +3 dengan persentase 36.7% dan hampir semua penderita mengalami hipoalbuminemia (76.7%). Hasil analisis bivariat didapatkan p=0.004 yang  menunjukan  terdapat hubungan bermakna antara kadar albumin serum dan protein urine

    204

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇