Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Bumdes: Meningkatkan Profesionalisme Pengurus Untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan
The development of the rural economy through Village-Owned Enterprises (BUMDes) has been initiated by the government, but its effectiveness is still limited. In Banyuasin Regency, out of 249 BUMDes, only 37 are legal entities, including BUMDes Mulia Asri in Mulya Sari Village, Tanjung Lago District. Unfortunately, BUMDes Mulia Asri has experienced operational problems since its establishment in 2017, although it is expected to improve the village's economy through agriculture, plantations, and trade businesses. Some of the main problems identified are low human resource capacity, lack of financial recording guidance, and lack of necessary training. The majority of Mulia Asri BUMDes administrators are only high school graduates and have limited understanding of BUMDes institutions. In addition, the capital distribution model from the village government has not been optimal, hampering the performance of BUMDes. To overcome this problem, it is necessary to increase the capacity and competence of BUMDes administrators through mentoring by involving village assistants and the provision of modules and independent teaching materials by the Ministry of Villages and can be accessed online. Collaborative support from the village government is crucial in improving the performance of BUMDes. With the right solution, BUMDes Mulia Asri is expected to contribute significantly to the village economy, increasing Village Original Income (PAD Desa)
Penggunaan Video Youtube Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Asing
The use of technology in learning has experienced rapid development with the emergence of social media platforms, especially YouTube. YouTube has become one of the rich resources for learning video content, including in learning English as a foreign language. The main objective of this study is to examine the effectiveness of using YouTube videos in English language learning. This research utilizes a qualitative approach. The data collection techniques were observation, interview and content analysis. The collected data were then analyzed qualitatively. The results show that the use of YouTube videos in English learning has significant effectiveness. Students who are given English learning using YouTube videos show greater improvement in English skills than students who are given English learning without using YouTube videos. However, the use of YouTube videos should pay attention to the quality of the video, the suitability of the video to the learning needs of students, and the activeness of students in interacting with the video.
 
Implementasi Metode SCRUM pada Pembangunan Sistem Informasi Electronic Voting untuk Pemilihan BEM dan DPM Tingkat Fakultas (Studi Kasus: Universitas Esa Unggul)
Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) merupakan bentuk implementasi demokrasi kampus yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Universitas Esa Unggul. Namun, proses pemilihan yang masih dilakukan secara manual melalui media kertas menimbulkan berbagai risiko, seperti kerusakan surat suara, keterlambatan dalam proses perhitungan, serta potensi kesalahan hitung. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi electronic voting (Univote) guna meminimalisasi risiko tersebut. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan agile development menggunakan framework Scrum, yang memungkinkan pengembangan iteratif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Proses pengembangan mencakup tahapan user story, product backlog, sprint planning, pelaksanaan sprint selama 2 minggu, sprint review, dan retrospective, dengan total delapan iterasi dan maksimal 55 story point per sprint. Hasil akhir berupa aplikasi Univote diuji menggunakan metode black-box testing untuk memastikan fungsionalitas sesuai spesifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan utama proses pemilihan secara digital. Kesimpulannya, pengembangan Univote terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pemilihan BEM dan DPM. Implikasinya, penerapan e-voting ini dapat menjadi model sistem demokrasi kampus yang lebih modern, transparan, dan minim risiko, serta dapat diadopsi oleh institusi pendidikan lainnya
Pengaruh Suhu dan Penambahan Zat Aditif Dietil Eter Terhadap Pembuatan Biodiesel (B35) Dari Minyak Jelantah
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Namun, minyak bekas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk produksi biodiesel, sejalan dengan upaya pengembangan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan penambahan zat aditif dietil eter terhadap karakteristik biodiesel B35 yang dihasilkan dari minyak jelantah. Proses produksi dilakukan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis kombinasi CaO-NaOH dengan tiga variasi suhu reaksi yaitu 60°C, 65°C, dan 70°C, serta penambahan dietil eter dengan konsentrasi 0%, 5%, dan 10%. Parameter yang dianalisis meliputi yield biodiesel, densitas, viskositas, nilai kalor, serta kandungan metil ester menggunakan uji GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu cenderung menurunkan yield biodiesel, tetapi berdampak positif dalam menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor. Sementara itu, penambahan dietil eter juga terbukti menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor secara signifikan. Sampel terbaik diperoleh pada suhu 70°C dengan penambahan dietil eter 10%, yang menghasilkan kandungan metil ester sebesar 69,04%. Meskipun demikian, nilai tersebut masih belum memenuhi standar SNI 7182:2015 untuk biodiesel, khususnya terkait kandungan metil ester minimum. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif, serta menawarkan pendekatan optimasi formulasi aditif dan suhu dalam produksi biodiesel dengan karakteristik termodinamika yang lebih baik
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Beban Kerja, dan Motivasi Intrinsik Terhadap Kinerja Karyawan Milenial CV. Sumber Daya Papua Jayapura
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, beban kerja, dan motivasi intrinsik terhadap kinerja karyawan milenial di CV. Sumber Daya Papua Jayapura. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masalah rendahnya motivasi intrinsik dan ketidakpuasan kerja yang berimplikasi pada penurunan kinerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 115 karyawan milenial. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik sebagai instrumen uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan beban kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara bersamaan, ketiga variabel ini berkontribusi sebesar 55,9% terhadap kinerja karyawan milenial. Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan gaya kepemimpinan inspiratif, manajemen motivasi internal, dan manajemen beban kerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif. Implikasi praktis dari hasil ini mendorong perusahaan untuk menerapkan kepemimpinan transformasional dan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan karyawan dan motivasi intrinsik untuk keberlanjutan produktivitas perusahaan
Analisis Terminologi Fashion di Korea dalam Channel Youtube Bertema Fashion
This research analyzes Korean fashion terminology in fashion-themed YouTube channels. It aims to classify, identify the word-formation processes, and explain the semantic functions of fashion terms used in Korean. Using qualitative descriptive methods, data were collected from various YouTube videos focusing on Korean fashion. The analysis was conducted using morphological theories by Go & Goo and semantic analysis by Leech. A total of 246 terms were identified and classified based on categories from the Fashionpedia book, including Apparel, Detail, Accessories, Textile, Manufacturing, Body & Beauty, and Measurement & Care. The results show that most terms originate from foreign words (외래어), Chinese loanwords (한자어), and native Korean (고유어), with the Manufacturing category dominating the dataset. The word formation processes include single words, compounds, derivation, and borrowing. This study reveals the linguistic diversity and cultural adaptation reflected in Korean fashion terminology and emphasizes the importance of understanding these terms in both industry and daily contexts
Staying The Course: A Systematic Literature Review On Mooc Learners
Massive Open Online Courses have transformed access to education by offering flexible, learning opportunities. However, while initial adoption is widespread, sustaining learner engagement remains a critical challenge, marked by persistently low completion rates. This study addresses the growing academic concern around MOOC continuance intention, especially why learners choose to continue or discontinue participation. The purpose of this systematic literature review is to synthesize empirical research on MOOC continuance intention using the PRISMA framework. A total of 41 empirical articles indexed in Scopus, Web of Science, and Semantic Scholar were reviewed. This study answers four key research questions: What methods and measurements are commonly used? Which theoretical frameworks used? Which countries conducting studies? What key factors influence continuance intention? Findings reveal that quantitative methods using survey data are most prevalent, alongside studies using online reviews and mixed-method approaches. The Expectation-Confirmation Model emerges as the most frequently applied theoretical framework. China leads in publication volume, reflecting national policy support for MOOCs. Key influencing factors identified include perceived usefulness, satisfaction, perceived ease of use, confirmation, attitude, system quality, and perceived reputation. This review consolidates fragmented findings, builds a cohesive knowledge base, and offers practical insights for designing more effective, engaging, and sustainable MOOCs
Hubungan Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau dan Permukiman Terhadap Kondisi Suhu Permukaan Tanah di Kecamatan Banjarsari, Surakarta
The city of Surakarta can be considered the center of various activities from several surrounding cities and regencies. Naturally, all human activities bring about continuous development over time. This study aims to provide a brief evaluation of the surface soil temperature conditions in the city of Surakarta, represented by the Banjarsari subdistrict. The focus of this study is on land use values, particularly residential areas categorized by their intensity, as well as the availability of green open spaces, which also take various forms within urban infrastructure. The analysis of land use is regressed against surface temperature conditions as a point of evaluation for the level of comfort felt by local residents, considering that each year the air temperature becomes increasingly hotter due to development and various daily human activities. Through the Temperature Humidity Index, the author aims to gain some understanding of the comfort levels experienced by residents in Surakarta City, particularly in Banjarsari District. This understanding can then inform recommendations for the development of green open spaces and aspects of development regulations that may require evaluation
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Qris pada Toko Kelontong
Meluasnya adopsi teknologi pembayaran digital dan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai telah mendorong penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS diharapkan menjadi alternatif metode pembayaran yang dapat meningkatkan efektivitas transaksi sekaligus mendorong inklusi keuangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaan QRIS pada toko kelontong di Kota Bandung, dengan fokus pada variabel Kecepatan Transaksi, Kemudahan Penggunaan, dan Keamanan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini melalui metode analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden, terdiri atas 60 responden dari tiga toko yang telah menggunakan QRIS dan 20 responden dari dua toko yang belum menggunakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel—Kecepatan Transaksi, Kemudahan Penggunaan, dan Keamanan—berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penggunaan QRIS. Model regresi yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu menjelaskan 77,4% variabilitas efektivitas penggunaan QRIS secara keseluruhan, 79,1% pada toko yang sudah menggunakan QRIS, dan 79,5% pada toko yang belum menggunakannya. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi para pemilik toko kelontong untuk mengadopsi QRIS sebagai solusi pembayaran yang efektif dan efisie
Talent Scouting dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di Lingkungan Angkatan Udara
Pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia yang unggul di lingkungan militer, khususnya Angkatan Udara, membutuhkan sistem seleksi yang mampu mengidentifikasi potensi peserta didik secara lebih dini dan akurat. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis praktik talent scouting dalam proses rekrutmen peserta didik baru pada institusi militer, dengan fokus perbandingan antara praktik di Indonesia dan negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Penelusuran artikel dilakukan melalui database seperti Google Scholar, ERIC, DTIC, dan ProQuest dengan kata kunci seperti "talent scouting", "military recruitment", dan "air force academy", serta kriteria inklusi terbitan tahun 2014–2024. Temuan utama menunjukkan bahwa negara maju telah mengadopsi pendekatan scouting berbasis teknologi, seperti AI profiling dan integrasi program ekstrakurikuler STEM, dalam menjaring calon taruna yang unggul secara akademik dan kepemimpinan. Sebaliknya, di Indonesia, sistem scouting masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi secara nasional. Studi ini merekomendasikan pentingnya pengembangan kebijakan nasional scouting militer yang melibatkan sekolah, komunitas, dan institusi militer, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan presisi dan keberlanjutan dalam proses seleksi. Hasil kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam merancang sistem pembinaan dan seleksi kader militer yang lebih strategis dan adaptif terhadap tantangan masa depan