Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
    12667 research outputs found

    Analisis Penyebab Revisi Desain pada Proyek Infrastruktur Jalan Nasional dalam Perspektif Pengguna Jasa

    Get PDF
    Revisi desain menjadi salah satu tantangan utama yang menghambat efektivitas pelaksanaan proyek infrastruktur jalan nasional, khususnya di kawasan Jawa Barat, di tengah adanya target ambisius pemerintah melalui RPJMN 2020-2024 untuk memperluas dan memperbaiki jaringan jalan nasional. Selain menyebabkan peningkatan biaya dan perpanjangan jadwal proyek, revisi terjadinya desain juga mereduksi aspek fungsionalitas dari infrastruktur dalam melayani kepentingan masyarakat sebagai pengguna jalan. Menghadapi kondisi tersebut, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab terjadinya revisi desain sehingga dapat diusulkan strategi implementasi yang tepat guna meminimalisir kejadian tersebut. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui kuesioner dan metode kualitatif melalui kajian literatur terkait dan wawancara terhadap pihak PPK P2JN sebagai pengguna jasa yang setiap tahunnya mengelola perencanaan dan pengawasan pada 25 ruas jalan nasional, diperoleh informasi bahwa fase perencanaan proyek jalan nasional di Jawa Barat belum dikelola dengan maksimal dan keterlibatan pihak eksternal membawa pengaruh besar dalam memengaruhi proses bisnis yang telah ditetapkan. Hal tersebut teridentifikasi melalui temuan statistik bahwa dari 17 faktor yang dikaji, terdapat lima faktor dominan penyebab terjadinya revisi desain, yaitu konflik dengan lahan atau kawasan lindung (RII: 0,967), perubahan rute atau alinyemen (0,800), data survei yang tidak memadai (0,733), koordinasi antarpihak yang kurang efektif (0,733), serta penyesuaian anggaran dan penjadwalan (0,733). Untuk meminimalisir terjadinya revisi desain tersebut, penelitian ini mengusulkan masing-masing tiga tindakan untuk internal dan eksternal PPK P2JN sehingga harapannya faktor penyebab dapat dikelola dengan lebih baik oleh PPK P2JN untuk dapat meminimalisir potensi terjadinya revisi desain pada penyelenggaraan proyek konstruksi ke depannya

    Hubungan Tingkat Gangguan Pendengaran dengan Interaksi Sosial pada Pasien Dewasa di RS Gunung Jati Cirebon

    Get PDF
    Gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia, dengan lebih dari 466 juta orang di dunia, termasuk 15 juta orang di Indonesia, yang mengalami kondisi ini. Pada individu dewasa, gangguan pendengaran dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan komunikasi, yang merupakan bagian penting dari interaksi sosial. Faktor penyebab gangguan pendengaran sangat bervariasi, termasuk infeksi telinga, penumpukan kotoran telinga, trauma, paparan suara bising dalam jangka panjang, serta penuaan. Gangguan pendengaran ini tidak hanya mempengaruhi individu lanjut usia, tetapi juga kelompok usia produktif yang terpapar lingkungan bising, seperti pada pekerja di luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara tingkat gangguan pendengaran dan interaksi sosial pada pasien dewasa di RSD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 pasien dewasa di poli THT-KL RSD Gunung Jati Cirebon dan diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Social Interaction Anxiety Scale (SIAS) dan tes audiometri untuk menilai tingkat penurunan pendengaran pada pasien dewasa. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan dan kuat antara tingkat gangguan pendengaran dengan interaksi sosial pada orang dewasa (p=<0,001; r=0,606). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat gangguan pendengaran berkorelasi dengan semakin tingginya gangguan interaksi sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat gangguan pendengaran dengan interaksi sosial pada pasien dewasa di RSD Gunung Jati Cirebon

    Analisis Pengelolaan Wakaf sebagai Bisnis Sosial Islam (Studi Kasus pada Lazismu Kantor Layanan Pesantren Muhammadiyah Kudus)

    Get PDF
    Wakaf sebagai instrumen filantropi Islam memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bisnis sosial yang berkelanjutan, namun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya di tingkat lembaga keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan wakaf sebagai bisnis sosial Islam di LAZISMU Kantor Layanan Pesantren Muhammadiyah Kudus. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, pengurus LAZISMU, dan para donatur, serta observasi dan analisis dokumentasi. Pengelolaan wakaf yang ada telah berjalan terstruktur dengan sinergi antara pesantren dan Lazismu, mengintegrasikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk kemaslahatan santri dan masyarakat. Faktor pendukung meliputi sinergi kelembagaan yang kuat, dukungan internal, serta tata kelola yang transparan. Namun, terdapat hambatan seperti terbatasnya jumlah donatur tetap dan rendahnya literasi wakaf di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan wakaf masih berfokus pada pembangunan fisik, terdapat dampak positif dalam pemberdayaan sosial dan pengembangan fasilitas pesantren. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program wakaf produktif untuk keberlanjutan bisnis sosial Islam

    The Relationship of Psychological Flexibility and Self-Efficacy in Medical Students Year 1 Universitas Swadaya Gunung Jati

    Get PDF
    Background: Self-efficacy tends to decline among first-year university students. Self-efficacy refers to an individual's belief in their ability to manage and complete specific tasks. Psychological flexibility involves a set of skills that individuals use when faced with challenging thoughts, emotions, feelings, or experiences. Aim: To analyze the relationship between psychological flexibility and self-efficacy in first-year medical students at Universitas Swadaya Gunung Jati. Methods: This study used an analytical observational method with a cross-sectional design. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. Measurement instruments used in this study included the Multidimensional Psychological Flexibility Inventory (MPFI) and the General Self-Efficacy Scale (GSES). A total of 172 first-year medical students from Universitas Swadaya Gunung Jati in Cirebon participated as respondents. Results: Based on the statistical analysis using the Spearman correlation test, the results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between psychological flexibility and self-efficacy. The correlation coefficient (r) =  0.265 indicating a weak but positive correlation. Conclusion: There is a significant positive relationship between psychological flexibility and self-efficacy

    Analisis Efektivitas Logistic Regression dalam Identifikasi Serangan DDoS pada Jaringan IoT Berbasis Dataset IoT-DIAD2024

    Get PDF
    Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Logistic Regression dalam mendeteksi serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada jaringan Internet of Things (IoT) menggunakan dataset IoT-DIAD2024. Dataset ini menggabungkan tiga jenis serangan (HTTP Flood, TCP Flood, dan UDP Flood) dari file CSV terpisah, dengan fitur seperti inter_arrival_time, jitter, dan User Agent. Dua model dikembangkan: Model 1 untuk memprediksi jenis serangan, dan Model 2 untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan (High, Medium, Low). Pipeline prapemrosesan meliputi SimpleImputer untuk menangani nilai hilang dan StandardScaler untuk normalisasi fitur. Kedua model mencapai akurasi 0,99, dengan matriks konfusi menunjukkan kesalahan minimal, seperti 162 prediksi HTTP Flood sebagai UDP Flood. Ketiadaan data normal dalam dataset dapat menyebabkan bias, sehingga integrasi data normal direkomendasikan untuk validasi lebih lanjut. Penelitian ini mendukung pengembangan sistem keamanan IoT yang lebih robust dan memenuhi tugas akademik Jalur Penelitian Semester 6 di Universitas Nusa Putra pada Juli 2025

    The Impact of Extended Work Availability on Turnover Intention Among Generation Z in Indonesia

    Get PDF
    This research aims to examine the relationship between Work-Related Extended Availability (WREA) and Perceived Organizational Support (POS) on Turnover Intention (TI) among Generation Z employees in Indonesia. The study also analyzes the mediating roles of Emotional Exhaustion (EMO) and Work Engagement (WE), as well as the moderating roles of POS and WREA in these relationships. A quantitative approach was employed through an online survey distributed via Google Forms. Data were collected using purposive sampling from 310 Generation Z employees working across various industrial sectors in Indonesia. Data analysis was conducted using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS version 4 software. The findings indicate that WREA significantly increases EMO, which subsequently raises TI among Generation Z employees in Indonesia. Conversely, POS enhances WE and indirectly reduces TI. The moderating effect of WREA on the POS–WE relationship was significant, whereas the moderating effect of POS on the WREA–EMO relationship was not supported. This study extends the application of the Job Demands-Resources (JD-R) model within the context of Generation Z employees in Indonesia by simultaneously integrating mediation and moderation effects. Practically, organizations should limit WREA and strengthen support tailored to the digital needs of Gen Z employees to prevent emotional exhaustion and reduce turnover intention

    Literasi Keuangan, Transformasi Digital dan Perilaku Konsumtif: Perspektif Gender

    Get PDF
    This study aims to examine the impact of digital transformation on individual/community consumer behavior, with financial literacy as a moderator. This study will use a descriptive quantitative approach that explains the research results in the form of numbers narratively. The data collection technique through digital platforms to reach a sample of 100 with a total target population of 150 respondents. The sample criteria are individuals/communities who use digital platforms in their financial transactions, especially buying and selling transactions, with an age limit of 17 to 65 years. The results of the study generally indicate that digital platforms have a significant positive effect on consumer behavior, which is dominated by women. However, women who have financial literacy in terms of financial management experience prefer to prioritize their primary needs in their consumer practices amidst offers of attractive facilities and convenience in purchasing transactions. This means that financial literacy moderates consumer behavior, thus having a significant negative effect. The implications of the study emphasize strengthening financial literacy through a digital-based educational and regulatory approach. This will increase individual and community awareness in self-control to spend their money more effectively and efficiently

    Analysis of After-Sales Service Quality for Hotel Smart Lock Products Using the Servqual Method and Quality Function Deployment (QFD)

    Get PDF
    The increasing demand for after-sales services for smart lock products in the hospitality sector has shown significant growth, reflecting the rising importance of smart lock technology in enhancing hotel image, safety, comfort, and guest privacy. PT. XYZ, a smart lock provider, recorded an increase in product and after-sales service issues during 2021–2023. This research aims to measure service quality using the SERVQUAL method to identify gaps between customer expectations and perceptions and to propose improvement strategies using Quality Function Deployment (QFD). A survey involving 60 respondents from various managerial positions in the hospitality industry was conducted, utilizing 15 SERVQUAL-classified attributes. The findings revealed five attributes with significant negative gaps, indicating weaknesses in the after-sales service provided. Importance-Performance Analysis identified RV3 and RL3 attributes as top priorities due to their high importance and low perceived performance. The QFD analysis revealed that proactive and routine inquiries into customer complaints and issues are the most critical improvements required, with the highest priority weight of 7,029. Active and responsive customer communication is essential for enhancing the quality of after-sales services for smart lock products in the hotel industry

    Analisis Hukum Penggunaan Air Sumur Tanah Untuk Usaha Pencucian Steam Kendaraan Bermotor Untuk Perlindungan Sumber Daya Alam

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis penggunaan air sumur tanah untuk usaha pencucian steam kendaraan bermotor di Kabupaten Bogor dalam konteks perlindungan sumber daya alam. Meskipun regulasi, seperti UU No. 17 Tahun 2019 dan PP No. 43 Tahun 2008, telah mengatur kewajiban izin penggunaan air tanah, banyak pelaku usaha yang masih beroperasi tanpa izin resmi. Hal ini disebabkan oleh prosedur perizinan yang rumit, biaya tinggi, dan lemahnya pengawasan pemerintah. Dampak negatif dari praktik ini termasuk penurunan muka air tanah, konflik sosial, dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan sosiologis untuk mengevaluasi efektivitas regulasi dan memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam pengelolaan air tanah yang berkelanjutan

    Analisa Penerapan Key Performance Indicator Untuk Peningkatan Kualitas Performa dan Budaya HSSE Pada Sektor Industri Hulu Minyak Dan Gas (Studi Kasus: Fungsi Hsse Pt. Xyz)

    Get PDF
    Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) are fundamental aspects in the high-risk upstream oil and gas industry. This study aims to develop Key Performance Indicators (KPIs) that effectively represent the quality of HSSE management system implementation while also strengthening HSSE culture within organizations. Utilizing a quantitative approach through questionnaire distribution to workers in the oil and gas sector, this research analyzes the influence of various variables such as leadership, reporting systems, training, employee engagement, as well as indicator characteristics like collegial and initiative-based indicators on the effectiveness of HSSE KPIs. A conceptual model was developed and tested using descriptive and quantitative analysis. The findings reveal that management system of performance, HSSE management system and budget management does have a significant impact on the successful implementation of HSSE KPIs, which directly contributes to the strengthening of workplace HSSE culture. The study also proposes a tiered performance measurement framework that is more adaptive in supporting data-driven decision-making in HSSE risk management. The outcomes of this study are expected to provide practical contributions in developing KPIs that are not only quantitative but also reflective of safety culture values. Furthermore, it serves as a reference for designing more holistic and sustainable HSSE policies

    5,770

    full texts

    12,667

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇