Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
The Antecedent Factors of Knowledge Sharing Amongst International School’s Teachers
This study aims to find out and test the influence of Organisational Social Capita, Attitude and Cultural Intelligence on Knowledge Sharing (KS) on educators in international schools or what is now called SPK (Cooperative Education Unit) schools. Design/Methodology of the research - Data was collected from 126 foreign and local teachers in various cities, namely Jakarta, South Tangerang, Bogor, and Pekanbaru using the online questionnaire survey method and using the Structural Equation Model method with Smart PLS to analyze the relationship between 3 independent variables: Organisational Social Culture, Attitude and Cultural Intelligence to the dependent variable namely Knowledge Sharing (KS) and test a series of hypotheses Findings: There is a significant relationship between Attitude and Cultural Intelligence towards Knowledge Sharing, while Organisational Social Capital does not have a significant influence on Knowledge Sharing. Limitations/Implications of the Research: This study assists the management of International schools (SPK (Cooperative Education Units)) in establishing human resource policies such as recruitment, placement and making training designs that can provide social skills stimulus so that knowledge sharing can occur optimally in a multicultural setting in SPK schools (International schools). For the next study, it can involve a larger number of respondents and add indicators of social interaction and team innovation that are not included in the variables studied in this study. Originality/value: This study is the first empirically to use Organisational Social Capital, Attitude and Cultural Intelligence in analyzing the relationship between knowledge sharing in international schools (SPK Schools). Further studies are needed to contribute more to the governance of educational services, especially in SPK schools in Indonesia
Kajian Kelayakan Investasi TPS 3R di Kampus USU dengan Retribusi Sampah Berdasarkan ATP-WTP Pelanggan Sampah Rumah Tinggal di Kelurahan Padang Bulan
Rendahnya realisasi retribusi sampah rumah tinggal di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan disebabkan rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah kota. Penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dikarenakan rendahnya layanan persampahan kota. Respon 100 orang responden masyarakat yang tinggal di Kelurahan Padang Bulan dan sekitarnya menunjukkan nilai WTP rata-rata lebih rendah daripada nilai ATP rata-rata. Nilai WTP lebih rendah daripada ATP menunjukkan rendahnya layanan persampahan kota dimana nilai ATP rata-rata (kemampuan membayar retribusi sampah) sebesar Rp 25.712,50 /bulan dan nilai WTP rata-rata (kemauan membayar retribusi sampah) sebesar Rp 23.000,- /bulan. Retribusi sampah yang ditetapkan secara bottom-up berdasarkan ATP-WTP dan peningkatan layanan persampahan akan meningkatkan partisipasi masyarakat Respon 92 % masyarakat Kelurahan Padang Bulan bersedia membayar retribusi sampah Rp 25.000,-/bulan jika sampah diangkut terjadwal setiap hari setelah TPS 3R sudah beroperasi dan dikelola oleh USU. Penetapan retribusi sampah yang bottom-up berdasarkan ATP-WTP mendorong peningkatan realisasi retribusi sampah rumah tinggal di Keluarahan Padang Bulan. Perkiraan realisasi retribusi sampah meningkat 47,4 % di Kelurahan Padang dengan retribusi sampah Rp 15.000,-/bulan skenario pesimis dan realisasi retribusi sampah meningkat 145,7 % di Kelurahan Padang Bulan dengan retribusi sampah Rp 25.000,-/bulan skenario optimis. Penelitian ini menemukan bahwa investasi TPS 3R di Kampus USU layak dijalankan dan menguntungkan berdasarkan analisa finansial dengan skenario optimis retribusi sampah rumah tinggal Rp 25.000,-/bulan yang ditetapkan secara bottom-up berdasarkan ATP-WTP pelanggan sampah rumah tinggal di Kelurahan Padang Bulan.
 
Pengaruh Perencanaan Pajak, Tunneling Incentive, Good Corporate Governance Terhadap Tindakan Transfer Pricing Dengan Kualitas Audit Sebagai Pemoderasi
This study aims to analyze the influence of tax planning, tunneling incentive, and good corporate governance on transfer pricing practices, with audit quality as a moderating variable. The research employs a quantitative approach using secondary data from manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020–2024. Data analysis was conducted through multiple linear regression and moderation tests. The results reveal that tax planning and tunneling incentive have a positive significant effect on transfer pricing, while good corporate governance has a negative significant effect. Audit quality significantly moderates the relationship between tax planning and transfer pricing but does not moderate the relationships between tunneling incentive or good corporate governance and transfer pricing. These findings support agency and stakeholder theories and highlight the importance of audit quality and corporate governance in controlling aggressive transfer pricing practices
Karakteristik Penderita Varicella Pada Anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penderita varicella pada anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar pada tahun 2021-2023. Dari 36 pasien yang terdiagnosis varicella, kelompok usia remaja (11-19 tahun) menunjukkan distribusi tertinggi dengan 15 pasien (41,7%), diikuti anak pra-sekolah (6-10 tahun) sebanyak 13 pasien (36,1%) dan balita (1-5 tahun) sebanyak 8 pasien (22,2%). Jenis kelamin penderita menunjukkan bahwa varicella lebih banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 21 pasien (58,3%), dibandingkan laki-laki yang berjumlah 15 pasien (41,7%). Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah sakit ringan dan sedang, masing-masing pada 17 pasien (47,2%), sedangkan sakit berat hanya dialami oleh 2 pasien (5,6%). Terapi antivirus diberikan kepada 30 pasien (83,3%), sementara 6 pasien (16,7%) tidak mendapatkan terapi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi varicella di Kota Makassar cukup tinggi, dengan distribusi karakteristik yang bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan terapi yang diberikan. Dengan demikian, penting untuk meningkatkan kesadaran akan varicella, terutama di kalangan remaja dan anak pra-sekolah, serta memperhatikan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini juga menyoroti perlunya peningkatan akses dan pengawasan terhadap pengobatan varicella di fasilitas kesehatan guna mengurangi angka infeksi yang lebih luas
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Financial Performance (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan Publik Milik Pemerintah Di Kawasan Asean Tahun 2019 – 2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan publik milik pemerintah di kawasan ASEAN selama periode 2019–2023. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dianalisis dengan regresi panel menggunakan perangkat lunak Stata. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive sampling, yang memilih perusahaan perbankan publik milik pemerintah dengan data lengkap antara tahun 2019 hingga 2023. Sampel ini memastikan representasi yang akurat dan valid untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dalam pengelolaan Human Capital, Structural Capital, dan Relational Capital memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengelolaan Human Capital yang baik, melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan karyawan, dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi, yang berdampak pada peningkatan profitabilitas. Efisiensi Structural Capital, yang mencakup pengelolaan struktur organisasi dan teknologi, memperkuat efisiensi operasional serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Sementara itu, efisiensi Relational Capital, melalui pengelolaan hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan, berkontribusi pada penguatan daya saing dan pengurangan risiko. Secara keseluruhan, pengelolaan Intellectual Capital yang optimal memungkinkan bank untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, yang akhirnya meningkatkan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan modal intelektual yang efektif dalam meningkatkan daya saing dan profitabilitas bank-bank publik milik pemerintah di kawasan ASEAN
Kajian Pengelolaan Air Minum Pamsimas Berkelanjutan dengan Metode Rapfish di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang
Penyediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Pada kota Semarang khusunya pada Kecamatan Tembalang masih ditemukan beberapa daerah yang belum dilayani oleh air dari PDAM, Untuk salah satu opsi untuk menggantikan peran PDAM diberdayakanlah sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Penelitian ini mengkaji sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Tembalang, Kelurahan Jangli dan Kelurahan Bulusan. Kelompok air tersebut dikaji dengan menggunakan metode Multi Dimensional Scaling dibantu dengan Software Rapfish untuk mengevaluasi keberlanjutan dari berbagai aspek, yaitu ekologi, teknologi, sosial, kelembagaan, dan ekonomi. Aspek aspek tersebut dikutip berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dan Kementerian PU BPPSPAM tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan Kelompok Air Tirta Tembalang mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi teknologi dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Tembalang mendapatkan skor rata rata sebesar 72,81 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Bulusan mempunyai keunggulan dalam 2 aspek dimensi yakni dimensi teknologi dan sosial dan mempunyai kekurangan pada dimensi ekonomi, ekologi dan kelembagaan. sehingga Kelompok Air Tirta Bulusan mendapatkan skor rata rata sebesar 66,47 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Jangli mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, teknologi dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi sosial dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Jangli mendapatkan skor rata rata sebesar 73,86 dengan kategori cukup bekelanjutan. Strategi yang dilakukan untuk menunjang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat yaitu: Pembuatan SOP dan AD/ART, SOP dilaksanakan dengan baik dan digunakan dalam menjalankan operasional pada masing-masing kelompok air, pengurus masing-masing Kelompok Air ikut aktif berperan sesuai tugas masing- masing pengurus, penagihan rekening air dilaksanakan secara rutin dan teratur, karena hasil tagihan tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan da
Pengaruh Variasi Jarak Tulangan Spiral Terhadap Perilaku Kolom Akibat Beban Aksial Konsentris Menggunakan Finite Element Analysis
Columns are critical structural elements designed to resist axial loads and distribute them to underlying structural components. The use of spiral reinforcement as lateral confinement in cylindrical columns is known to enhance compressive strength and ductility. One of the parameters affecting the performance of spiral reinforcement is the spacing between the turns (pitch), which serves as lateral confinement. This study aims to investigate the effect of varying spiral reinforcement spacing on the stress and strain responses of cylindrical columns subjected to concentric axial loads, using finite element analysis (FEA). The modeling was conducted using Abaqus/CAE software, employing the Concrete Damaged Plasticity (CDP) model. Three different spiral reinforcement spacings were analyzed: 30 mm (K-30), 45 mm (K-45), and 60 mm (K-60). The numerical results include stress and strain responses, ductility, toughness, and failure patterns. The peak compressive strength (fcc) for K-30 was 70.960 MPa, for K-45 was 64.128 MPa, and for K-60 was 60.439 MPa. The toughness values were 1.508 J/mm3 for K-30, 1.796 J/mm3 for K-45, and 1.688 J/mm3 for K-60. The ductility values were 0.403 for K-30, 0.369 for K-45, and 0.394 for K-60. Observations of the failure pattern revealed that both K-30 and K-45 exhibited similar damage distributions, characterized by red-colored stress concentrations that were evenly distributed along the surface of the column cover. In contrast, K-60 showed damage primarily on the cover in the central area of the column
The Role Of Exosomes In Diabetic Polyneuropathy: Pathogenesis And Emerging Therapies
Diabetic polyneuropathy (DPN) is a common and debilitating complication of diabetes mellitus, characterized by progressive nerve damage, chronic pain, and impaired quality of life. Despite advances in glycemic management, current treatments remain largely symptomatic, underscoring the need for novel therapeutic strategies targeting the underlying pathophysiology. Recent research highlights the critical role of exosomes—nanoscale extracellular vesicles that mediate intercellular communication—in the pathogenesis of DPN. These vesicles transport bioactive molecules (e.g., microRNAs, proteins, lipids) that influence metabolic dysfunction, neuroinflammation, microvascular damage, and impaired nerve regeneration. Exosomes derived from immune cells, Schwann cells, and mesenchymal stem cells (MSCs) exhibit dual roles: propagating nerve injury through pro-inflammatory signaling while also offering therapeutic potential via immunomodulation and neuroprotection. Emerging evidence suggests that exosome-based therapies—such as MSC-derived or engineered exosomes—can promote axonal regeneration, suppress NLRP3 inflammasome activation, and restore nerve function in preclinical models. Furthermore, exosomal biomarkers (e.g., miR-29a, miR-125b) hold promise for non-invasive DPN diagnosis. This review explores the pathogenic mechanisms of exosomes in DPN, their diagnostic potential, and the latest advances in exosome-based therapeutics, while addressing challenges in clinical translation.
 
Konflik Iran-Israel: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Hubungan dan Dampaknya
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji elemen-elemen yang mempengaruhi dinamika hubungan antara Iran dan Israel dan implikasinya terhadap stabilitas regional dan global. Konflik abadi ini mencakup dimensi politik, ideologis, dan ekonomi yang rumit. Metodologi penelitian kualitatif digunakan, dengan data yang dikumpulkan melalui analisis dokumen. Temuan ini menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti ambisi nuklir Iran, dukungan Israel terhadap kelompok oposisi Iran, dan intervensi oleh masyarakat internasional telah meningkatkan ketegangan secara signifikan. Dampak dari konflik ini melampaui Timur Tengah, berdampak pada pasar energi global dan hubungan internasional yang lebih luas. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dinamika konflik dan memberikan saran bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan solusi berkelanjutan
Strategi Penanggulangan Masalah Kelongsoran Lereng Timbunan Tanah Studi Kasus Jalan Akses Gunung Batin Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung
Pulau Sumatera merupakan pulau dengan kontribusi perekonomian terbesar kedua bagi Indonesia setelah pulau Jawa. Hal tersebut menjadi alasan Pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satu jalur utama (backbone) JTTS adalah Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar - Kayu Agung (TBPPKA). Pada ruas jalan tol tersebut terdapat beberapa permasalahan geoteknik, salah satunya longsor yang terjadi pada timbunan jalan akses Gunung Batin sepanjang 150 meter pada KM 1+230 s/d 1+383 dengan tinggi timbunan tanah tertinggi mencapai 9,5 meter dari permukaan tanah asli. Telah dilakukan pengambilan data tanah dilapangan yaitu 3 titik Bor dan 3 titik CPTu, serta telah dilakukan uji properties tanah di laboratorium sebagai data primer. Hasil data tanah menunjukkan bahwa timbunan didominasi dengan tanah berpasir yang secara umum dilihat dari uji NSPT memiliki klasifikasi medium dense (NSPT > 10) mulai dari kedalaman 2 m dan tanah keras klasifikasi dense (NSPT > 30) pada kedalaman diatas 10 m. Dari hasil analisa awal didapatkan nilai safety factor > 1,5 yang artinya tanah timbunan stabil saat timbunan tidak jenuh air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya longsor pada jalan akses Gunung Batin serta memberikan alternatif penanganan perbaikan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan simulasi numerik elemen hingga menggunakan bantuan program GEO5 dan PLAXIS 2D dengan pendekatan filosofi cracked soil untuk mengetahui stabilitas lereng dan penyebab terjadinya longsor. Hasil analisa didapat bahwa lokasi longsor merupakan area limpasan air permukaan dan secara topografi tanah berada pada elevasi rendah dari area sekitar serta adanya fenomena cracked soil. Hal ini menyebabkan adanya perlemahan pada timbunan saat terjadi hujan, terbukti saat timbunan tanah dalam kondisi jenuh air dan parameter tanah dimodelkan dengan pendekatan filosofi cracked soil nilai kohesi (c) = 0 didapat nilai safety factor 0,79 < 1 yang mana timbunan mengalami kelongsoran. Perencanaan perbaikan diusulkan yang utama adalah pembuatan saluran drainase serta beberapa alternatif penanganan lain diantaranya kombinasi antara Dinding Penahan Tanah (DPT), Mini pile, Steel Sheet Pile (SSP) dan juga Bronjong. Dari pertimbangan aspek biaya beberapa alternatif penanganan, maka dipilih penanganan menggunakan DPT Beton Bertulang dengan pondasi Mini pile dengan biaya Rp. 2,669 miliyar