Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
Analisis Finansial Pemanfaatan Kompos Kulit Kakao dan Pupuk NPK pada Tanaman Kakao
Penurunan kesuburan tanah dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber daya seperti limbah kulit kakao untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Masalah kehilangan hara akibat kehilangan hara an-organik akibat panen secara terus menerus dapat diatasi dengan menggunakan pupuk NPK Formula Khusus kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial pengaruh penggunaan kompos kulit buah kakao dan NPK Formula Khusus terhadap produksi, pendapatan, nilai tambah dan kelayakan usahatani kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur Juni sampai Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang dimaksud adalah menganalisis secara finansial perlakuan tanpa NPK Formula Khusus dan tanpa kompos (KAKAO-0), Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-1), dan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan peningkatan produksi, pendapatan usahatani, nilai tambah, dan B/C tertinggi bagi petani dalam pengelolaan tanaman kakao mereka masing-masing sebesar 842 kg/ha, Rp39,093,029/ha, Rp 26,944,029/ha, dan 1.691. Sementara perlakuan penggunaan Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan kenaikan produksi, pendapatan, nilai tambah, dan B/C yang lebih rendah, yaitu masing-masing sebesar 575 kg/ha, Rp32,645,348/ha, Rp18,400,000/ha dan 1.554. Kemudian, tanpa perlakuan (KAKAO-0) hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp17,659,000/ha dengan B/C = 1.003. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan pendapatan petani kakao di lokasi penelitian disarankan agar dapat mengolah dan memanfaatkan kulit biji kakao yang dihasilkannya sebagai pupuk kompos-organik dengan dosis 5 kg/tanaman yang dikombinasikan pupuk NPK dengan dosis 600 kg/ha
Citra Perempuan Papua dalam Cinta di Pangkalan Tempur Douglas Macarhtur Werur: Kajian Feminisme
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan Papua pada kumpulan cerita pendek Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur karya Lovernia Hay. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yaitu bagaimana citra perempuan Papua dalam buku kumpulan cerpen Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur karya Lovernia Hay. Untuk menjawabnya, maka digunakanlah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis dan sifat penelitian studi kepustakaan. Hasil penelitian ini didapati bahwa perempuan-perempuan Papua yang terdapat dalam objek tersebut dicitrakan sebagai perempuan yang menarik, cerdas, memiliki jiwa kepemimpinan, tangguh, pekerja keras, berhati lembut, dan penyayang. Citraan tersebut direfleksikan melalui citra fisik, citra psikis, hingga citra sosial. Citra perempuan Papua tersebut tersebar pada sejumlah cerita pendek yaitu cerpen berjudul Cinta di Pangkalan Tempur Douglas MacArthur Werur, Asterida Gadis Senja, Cinta Bersemi di Sungai Kamundan, Waktu dan Ilmu, Pilih Sesuai Kata Hati, Home Sweet Home, Kejora di Senja Milenium, Moraya dan Morako, Fenia Meroh di Jaman Gadget, Perempuan Berkasut MRP, Perempuan itu Bully, serta cerpen berjudul Perempuan Senja dan Rahim
Performance Analysis of the Parit Baru Bengkayang Coal Fired Power Plant Project (2 X 50 Mw) in Terms of Cost and Schedule Using the Earned Value Method
This study aims to evaluate the performance of the construction project of the Parit Baru Site Bengkayang Steam Power Plant (2 x 50 MW) in terms of cost and time using the Earned Value Management (EVM) method. Common issues in large-scale construction projects include delays and cost overruns, which negatively affect the efficiency and effectiveness of project implementation. EVM is an analytical method that integrates the measurement of time and cost performance, allowing the assessment of deviations from the initial project plan.This research uses actual project cost and schedule data obtained from monthly PLTU progress reports. Analysis was conducted on key variables such as Planned Value (PV), Earned Value (EV), and Actual Cost (AC). By calculating performance indicators such as the Cost Performance Index (CPI) and Schedule Performance Index (SPI), it was revealed that the project experienced deviations in both schedule and cost. The results of the analysis show that EVM provides comprehensive information on project performance and is highly beneficial as a control tool for future projects. This study also provides recommendations to improve the effectiveness of planning and control in similar electricity infrastructure projects
Tangungjawab Pidana Pelaku Penyebaran Deepfake Sebagai Hoaks Terhadap Kebijakan Negara
Perkembangan kecerdasan buatan pada era Revolusi Industri 4.0 memunculkan teknologi deepfake yang mampu menghasilkan konten palsu secara hiper-realistis. Meskipun bermanfaat dalam industri hiburan, teknologi ini juga membuka peluang penyalahgunaan yang mengancam stabilitas opini publik, merusak legitimasi kebijakan negara, dan melemahkan kepercayaan terhadap institusi pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, konsep hukum, perkembangan historis, serta perbandingan praktik di beberapa yurisdiksi untuk mengidentifikasi kekosongan norma dalam pengaturan tindak pidana deepfake. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebaran deepfake tidak tepat diperlakukan sebagai delik pencemaran nama baik biasa, melainkan sebagai delik yang menyerang kepentingan strategis negara. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi delik menjadi delik biasa serta penegasan ancaman pidana yang lebih berat, yaitu minimal 8–10 tahun penjara, dengan mempertimbangkan dampak sistemik dan ancaman terhadap ketahanan informasi. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kebijakan hukum pidana yang lebih adaptif terhadap dinamika teknologi digital.  
Analisis Karakter dan Nilai-Nilai Generasi Z Terhadap Keanggotaan Serikat Pekerja di Perusahaan
This study aims to analyze the challenges and opportunities faced by trade unions in increasing the participation of Generation Z (Gen Z) as union members in companies. Gen Z, born between 1996-2012, has unique characteristics that differ from previous generations, including digital technology proficiency, high social awareness, and an orientation to work-life balance. The research method uses a qualitative approach with a case study at PT LEN Industri. The results of the study show that the main challenges faced by unions include the individualistic attitude of Gen Z, lack of effective socialization, and the negative stigma against unions as organizations that conflict with management. The study found that Gen Z tends to prioritize individual career development and avoid involvement in organizations that are perceived to hinder their career progress. Recommended strategies to increase Gen Z participation include: (1) effective digital socialization through social media platforms and webinars; (2) the implementation of a structured cadre regeneration program that focuses on the development of leadership skills; (3) anti-stigma campaigns with management to change negative perceptions; and (4) providing incentives in the form of training and skill development. This research makes a practical contribution to trade unions in designing recruitment strategies that are more adaptive and relevant to Gen Z's values and preferences, so that unions can maintain their relevance in the digital age and remain effective in fighting for workers' rights
Bukti Validitas dan Penerapan Structured Oral Case Analysis (SOCA) pada Pendidikan Kedokteran di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur
Developing core clinical reasoning skills is a mandatory educational goal for all medical students. The Structured Oral Case Analysis (SOCA) is widely utilized as an assessment method for evaluating these competencies. This study sought to systematically examine the local application and psychometric support for SOCA within Indonesian medical programs. A comprehensive literature review was conducted covering publications from 2015 to 2025, utilizing relevant English and Indonesian search terms across various academic databases. Articles were subsequently systematically screened based on predefined inclusion and exclusion criteria through a review of titles and abstracts. The analysis revealed three central themes: assessment terminology, execution practices, and evidence of validation for the SOCA method. Notably, terminological inconsistencies were found across Indonesian institutions despite standardized methods. Furthermore, documentation regarding implementation practices primarily details time allocation and assessment rubrics. While evidence supports concurrent validity, content validity, and inter-rater reliability, this validation is restricted to the module assessment level. Crucially, validation for SOCA in a high-stakes assessment context is currently absent from the literature. In summary, the current psychometric profile confirms that SOCA is a valid and reliable tool for low-stakes assessment applications within Indonesian medical education
Evaluation of Air Sterility and Biological Safety Cabinets in a Stem Cell Laboratory
Stem cell culture requires a highly controlled and sterile environment to ensure cell viability and patient safety. This study aimed to evaluate the microbial contamination levels in the air and the sterility of Biological Safety Cabinets (BSCs) at the YARSI University Stem Cell Laboratory, with the goal of providing recommendations for continuous quality improvement. We used a descriptive quantitative observational approach, collecting air samples from 10 points and two BSCs using a MAS-100 air sampler. Samples were cultured, and the number of Colony Forming Units (CFU) was counted and analyzed against national standards. The results showed a clear distinction between the two environments. Both BSC units demonstrated an sterility level of 0 CFU/m³, confirming the effectiveness of their HEPA filtration. In contrast, the general laboratory area exhibited a varied microbial load, with some areas indicating a need for improved environmental control relative to recommended standards. The identified microorganisms included Candida famata, which is often associated with human flora, and Pseudomonas oryzihabitans, an environmental bacterium. These findings suggest that while BSCs are highly effective barriers, the general lab environment and certain operational practices present areas requiring stricter environmental control. Therefore, infrastructure improvements, such as the installation of an Air Handling Unit (AHU), and the enforcement of stricter Standard Operating Procedures (SOPs) are recommended to maintain overall lab integrity
Evaluasi Pengaturan Simpang Empat Bypass KM 6 (Simpang Pisang) Kota Padang dengan Bantuan Software Microsimulation
Persimpangan jalanan merupakan salah satu titik kritis dalam sistem transportasi yang dapat menjadi sumber kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, Simpang Empat Bypass Km 6 (Simpang Pisang) Kota Padang merupakan persimpangan yang belum dilengkapi sistem pengendalian arus kendaraan karenanya mampu mengakibatkan terjadi banyak konflik lalu lintas yang berujung pada terjadinya kemacetan lalu lintas pada persimpangan. Maksud studi ini adalah guna Melakukan evaluasi efektivitas pertemuan Jalan Pisang saat situasi sekarang / nyata, Melakukan evaluasi mutu layanan Persimpang Pisang ketika penutupan simpang sehingga menjadi simpang tiga dua sisi, serta memberikan Usulan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Simpang Pisang pada situasi ditutup. Teknik yang diaplikasikan dalam riset ialah kuantitatif melalui bantuan perangkat lunas microsimulation VISSIM. Dari hasil evaluasi tersebut didapat Kinerja Simpang Pisang Eksisting memiliki kinerja maksimal antrian sebesar 125.5 meter dan ketika tingkatan layanan F melalui tundaan maksimal 194.72 det/smp, efektivitas skenario pemberian APILL memiliki kinerja maksimal antrian sebesar 155.04 meter dan tundaan maksimal sebesar 100.53 detik/smp dengan tingkat pelayanan F, dan Kinerja Simpang Pisang Skenario simpang tiga dua sisi memiliki kinerja maksimal antrian sebesar 20.5 meter dan tundaan maksimal sebesar 4.15 detik/smp pada level layanan A. Dengan demikian, Simpang tiga dua sisi Pada Simpang Pisang merupakan skenario yang akan diusulkan dalam rangka perbaikan Pengaturan Simpang Empat Bypass Km 6 (Simpang Pisang) Kota Padang
Explainable Platform Risk Scoring for Post-Compromise Analysis of Credential Leaks from Telegram
Credential leaks pose a major threat to cybersecurity because they often lead to follow-up attacks such as credential stuffing and account takeovers. Beyond dark web forums, Telegram has emerged as a prominent platform for the open distribution of leaked credentials. However, existing studies largely focus on descriptive analysis or threat detection, providing limited support for transparent and measurable post-compromise risk assessment. This study proposes an Explainable Platform Risk Scoring (XPRS) framework to support post-compromise decision-making in Cyber Threat Intelligence (CTI). Credential leak data are collected from public Telegram channels and processed through preprocessing stages to mitigate duplication and remove irrelevant records. Technical vulnerability is quantified using Shannon entropy, while platform risk is estimated by integrating platform impact and leak characteristics. Explainable Artificial Intelligence (XAI) employs SHapley Additive exPlanations (SHAP) to clarify risk indicators. The evaluation utilizes rank-based statistical analysis to examine the correlation between platform frequency and associated risk scores. The results indicate that XPRS consistently generates and interprets platform-level risk prioritization, offering practical support for transparent cybersecurity in post-compromise contexts. The findings demonstrate that the frequency of leaks is not the primary determinant of risk; instead, platforms in critical sectors such as Identity & Access Management (IAM), government, and financial services consistently exhibit the highest risk scores despite lower leak volumes. This underscores that systemic impact and credential quality are more significant in post-compromise risk assessment than the sheer quantity of leaks
Penerapan Metode Project Based Learning Berbantuan Media Ai-Heyzine Flipbook untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Mandarin Siswa Kelas 8 SMP Santo Borromeus Purbalingga
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin siswa melalui penerapan metode Project Based Learning (PBL) berbantuan media AI-Heyzine Flipbook pada siswa kelas VIII B SMP Santo Borromeus Purbalingga. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Media AI-Heyzine Flipbook digunakan sebagai sumber belajar yang memuat teks percakapan, kosakata, audio pelafalan, serta panduan proyek untuk mendukung tahapan PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan berbicara bahasa mandarin siswa dan partisipasi siswa dalam penyusunan naskah dan pembuatan video percakapan. Kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan signifikan dari pra-siklus hingga siklus II. Rata-rata nilai berbicara meningkat dari 67 (28,5% tuntas) pada pra-siklus menjadi 73,97 (47,6% tuntas) pada siklus I, dan mencapai 82,73(90,4% tuntas) pada siklus II. Perhitungan N-Gain juga mendukung temuan ini. N-Gain siklus I sebesar 0,21 (rendah) dan meningkat menjadi 0,48 (sedang) pada siklus II, yang menunjukkan efektivitas penerapan PBL berbantuan media digital dalam meningkatkan performa berbicara siswa. Dengan demikian, metode Project Based Learning berbantuan AI-Heyzine Flipbook terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin siswa, khususnya pada aspek pengucapan (发音), tata bahasa (语法), kosakata (词汇), dan kelancaran (流利度)