Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
    12667 research outputs found

    Determinasi Financial Technology Peer to Peer Lending terhadap Profitabilitas Bank Umum Konvensional (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bei Periode 2020-2024)

    No full text
    Perkembangan dunia perbankan dapat dianalisis melalui berbagai cara di mana institusi perbankan menghasilkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi financial technology peer-to-peer terhadap profitabilitas (ROA, ROE, NIM, dan BOPO) bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu sampel dokumentasi. Populasi dalam penelitian berjumlah 43 perusahaan perbankan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 12 sampel bank dengan 60 data observasi. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 31, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa financial technology peer-to-peer berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan ROE, financial technology peer-to-peer berpengaruh negatif dan signifikan terhadap BOPO. Serta financial technology peer-to-peer berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap NIM

    Transformasi Audit Digital: Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi dan Data Analytics terhadap Kinerja Auditor

    Full text link
    Latar belakang: Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik audit, khususnya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan data analytics. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan teknologi informasi dan data analytics terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada auditor pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan. Sebanyak 118 responden dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor. Selain itu, data analytics juga berpengaruh positif dan signifikan serta memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan penggunaan teknologi informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis analitik memberikan kontribusi strategis dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pekerjaan audit. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam literatur transformasi digital audit dengan menegaskan bahwa penguasaan data analytics merupakan kompetensi utama auditor di era digital. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan bahwa Kantor Akuntan Publik perlu mengembangkan strategi transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi analitik auditor

    The Correlation Between Self-Efficacy and Professional Identity in Medical Faculty Students

    Full text link
    Professional identity is an important aspect in the formation of the character and competence of a doctor and continues to develop throughout the process of becoming a doctor. Professional identity is influenced by external and internal factors. One of the internal factors is self-efficacy, which plays a role in encouraging one’s confidence in their ability to perform an action. This research aims to analyze the correlation between self-efficacy and professional identity among medical students at the Faculty of Medicine, Swadaya Gunung Jati University. This study used a cross-sectional design. The sample consisted of students in the academic and professional stages, with a total of 297 subjects selected using stratified random sampling. This study used primary data collected using the CASES and Professional Identity questionnaires. A total of 164 students (55.2%) had a good level of self-efficacy, while 133 students (44.8%) had a moderate level of self-efficacy. Regarding professional identity, 73 students (24.6%) had a very high level, 161 students (54.2%) had a high level, 59 students (19.9%) had a moderate level, and 4 students (1.3%) had a low level. There was a significant correlation (p-value = 0.001) between self-efficacy and professional identity, with a positive direction and weak correlation strength (correlation coefficient = 0.376). Thus, there was a significant correlation between self-efficacy and professional identity with a positive direction and weak correlation strength

    Hak Penghasilan Akun Konten Kreator Sebagai Harta Waris Dalam Persfektif Fikih Kontemporer

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital yang melahirkan bentuk kekayaan baru berupa pendapatan dari aktivitas konten kreator di berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Facebook. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum baru dalam hukum Islam mengenai apakah penghasilan digital tersebut dapat dikategorikan sebagai harta waris yang sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status hukum penghasilan akun konten kreator sebagai harta waris dalam perspektif fikih kontemporer serta menjelaskan implikasi hukumnya bagi para ahli waris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang bersumber pada literatur fikih klasik dan kontemporer, serta berbagai kajian ilmiah terkait harta digital dan kewarisan Islam. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan konten kreator memenuhi kriteria māl mutaqawwim, yaitu memiliki nilai ekonomi, kepemilikan yang jelas, manfaat yang nyata, serta diperoleh melalui cara yang halal selama konten yang dihasilkan tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Oleh karena itu, penghasilan digital tersebut dapat dikategorikan sebagai tirkah yang wajib dibagikan kepada ahli waris sesuai ketentuan faraidh setelah dipenuhi kewajiban pewaris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas dalam merespons perkembangan ekonomi digital dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemaslahatan

    Prediksi Saham Bank Central Asia Menggunakan Temporal Convolutional Network

    Full text link
    Pasar saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pasar keuangan. Peningkatan jumlah investor di Indonesia mendorong kebutuhan akan metode analisis yang lebih akurat untuk memprediksi pergerakan harga saham. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia menjadi objek penting dalam analisis prediksi harga saham. Namun, karakteristik data pasar saham yang bersifat non-linear, dinamis, dan dipengaruhi berbagai faktor membuat proses prediksi menjadi kompleks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi harga tertinggi (High_next) dan harga terendah (Low_next) saham BBCA menggunakan pendekatan Temporal Convolutional Network (TCN) dengan memanfaatkan kombinasi indikator teknikal dan indikator makroekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan framework CRISP-DM yang meliputi tahapan business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, dan deployment. Data yang digunakan merupakan data historis bulanan periode Januari 2009 hingga Agustus 2025 yang terdiri dari indikator teknikal saham serta indikator makro seperti IHSG, nilai tukar USD/IDR, dan suku bunga Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TCN mampu menghasilkan prediksi yang akurat dengan kinerja terbaik pada skenario TECH untuk prediksi High_next dan skenario ALL untuk prediksi Low_next, serta secara konsisten mengungguli model baseline linear berdasarkan metrik MAE, RMSE, sMAPE, dan MASE. Dengan demikian, model TCN terbukti efektif dalam memodelkan deret waktu keuangan dan dapat digunakan sebagai alat bantu analisis bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi berbasis data

    Luka Cakar dalam Kedokteran Forensik: Tinjauan Pustaka Naratif

    Full text link
    Luka lecet gores adalah luka linier superfisial akibat gaya geser pada kulit, umumnya disebabkan oleh kuku, dan memiliki signifikansi penting dalam praktik kedokteran forensik meskipun tampak ringan secara klini. Tinjauan pustaka naratif ini bertujuan untuk membahas definisi, mekanisme terjadinya, karakteristik morfologi, lokasi anatomi, serta signifikansi forensik luka cakar berdasarkan literatur terkini. Penulisan ini merupakan studi kepustakaan (narrative literature review) yang bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif karakteristik, mekanisme, serta signifikansi mediko-legal luka cakar (scratch abrasions) dalam praktik kedokteran forensik Secara morfologis, luka cakar tampak sebagai goresan linier atau kurvilinear dangkal, dapat muncul tunggal atau berkelompok, dan sering tersusun sejajar sesuai arah gaya. Pola dan distribusinya memberikan petunjuk penting dalam rekonstruksi kejadian, terutama pada kasus kekerasan interpersonal seperti strangulasi dan kekerasan seksual, di mana luka cakar dapat berperan sebagai luka perlawanan atau bukti kontak agresif. Penentuan usia luka abrasi dilakukan melalui korelasi temuan makroskopik dan histopatologik, namun akurasinya dipengaruhi oleh variasi biologis individu, komorbiditas, dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, interpretasi luka cakar harus dilakukan secara hati-hati dan terintegrasi dengan data klinis serta konteks forensik kasus

    Optimasi Material Cadang Strategis untuk Trafo Tenaga dan Trafo Arus di UPT Durikosambi dan UPT Pulogadung

    Full text link
    Pada tahun 2025, Unit Pelaksana Transmisi Duri Kosambi dan Pulogadung bertanggung jawab atas pengoperasian 157 trafo tenaga dan 905 trafo arus di 54 gardu induk. Meningkatkan Keandalan Sistem Transmisi: Dengan memastikan ketersediaan material cadang yang memadai, diharapkan gangguan pada trafo dapat diminimalkan, sehingga meningkatkan keandalan sistem transmisi listrik. Mengoptimalkan Pengelolaan Inventori: Penelitian ini bertujuan untuk membantu Unit Pelaksana Transmisi dalam mengelola inventori material cadang secara efisien, baik dalam hal jumlah maupun biaya yang diperlukan, guna mendukung operasional yang lebih optimal. Analisis Deret Waktu (Time Series Analysis): Untuk memodelkan pola kegagalan dan permintaan material cadang dalam periode tertentu, sehingga dapat memprediksi kebutuhan material di masa mendatang. Pendekatan Keandalan (Reliability Approach): Pendekatan ini digunakan untuk mengukur keandalan sistem berdasarkan tingkat kegagalan dan waktu tunggu material cadang, guna memastikan ketersediaan material yang sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi. Trafo Tenaga: 4 unit dengan tingkat kegagalan (λ) sebesar 0,0264 dan waktu pemulihan (β) sebesar 0,3541. Estimasi biaya minimum yang diperlukan adalah sebesar Rp21.345.844.706, dengan tingkat keandalan 94,08%.Trafo Arus: 2 unit dengan biaya minimum sebesar Rp80.463.294 dan tingkat keandalan 96,17%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan material cadang dan memberikan kontribusi positif terhadap keandalan sistem transmisi. Dengan adanya sistem pengelolaan material cadang yang lebih baik, gangguan akibat kegagalan trafo dapat diminimalkan, dan waktu downtime dapat dikurangi, sehingga operasional gardu induk dapat berlangsung lebih stabil dan efisien

    Feasibility of self‑testing for acute malaria using rapid diagnostic in three peri‑urban sub‑Saharan African community settings

    No full text
    Malaria is a significant cause of under-five child mortality in sub-Saharan Africa (SSA). The World Health Organization (WHO)-approved rapid diagnostic tests (RDT) for malaria offer a resource-efficient alternative to gold standard diagnostic methods and may improve timely access to care through self-testing. The feasibility of use of RDT for self-testing was evaluated in 100 households each in Migori County, Kenya; KwaZulu-Natal Province, South Africa; and Copperbelt Province, Zambia. Surveys assessed perceived usability, acceptability, and preferences for RDTs among consenting participants. Among 225 participants in Kenya, 80 in South Africa, and 163 in Zambia, 25 (11.5%), 0 (0.0%), and 3 (1.8%) tested positive for malaria, respectively. In Kenya and Zambia, 89% of participants reported previous malaria diagnoses. Participants across all three sites interpreted the RDT with 100% sensitivity and 99.7% specificity compared to RDT interpretation performed by a trained study team member, with only one individual interpreting their test incorrectly. Over 96% of participants across all three sites felt the RDT would be easy to use for specimen collection, test operation, and result interpretation, and 160 (100%) Kenyan participants, 74 (96.1%) South African participants, and 157 (99.4%) Zambian participants felt confident that they had interpreted their own test correctly. Participants’ perceived comfort for future self-testing with an RDT was high in Kenya (92%) and Zambia (86%), and moderate in South Africa (66%). These findings indicate that RDT self-testing is highly acceptable and feasible in SSA settings with a high malaria burden.

    How is business innovation shaping skills demand in South Africa?: an evidence review

    No full text
    Commissioned by the Department of Science, Technology and InnovationDigitalisation, the Fourth Industrial Revolution (4IR) and the Just Energy Transition (JET) are among the main policy drivers shaping innovation in the South African business sector. Scholars have long characterised the relationship between innovation and skills demand in terms of skills-biased technological change, as part of which the introduction of new technologies requires and, indeed, favours workers with more advanced skills. However, the impacts of digitalisation, the 4IR and JET have also given rise to some technological alarmism, as labour and civil society role-players express legitimate concerns about the displacement of skilled and unskilled labour by firms adopting advanced and emerging technologies. In the South African labour market, which is characterised by high unemployment and large inequalities in skills levels and attainment despite a number of interventions, there is both a skills mismatch and a significant risk of polarisation undermining the achievement of national goals. In this context, reliable evidence is vital. This review of the available evidence, spanning a 30-year period from 1994 to 2024, finds that, for high skilled labour, there is rising demand for digital, green and soft skills. By contrast, for unskilled labour, there is evidence of displacement risks. Upskilling and reskilling initiatives, the evidence suggests, are critical to navigating these shifts in the labour market, while hiring new employees plays a more limited role in redressing labour imbalances due to talent shortages. The research also points to the need for closer alignment between the education and industrial sectors in establishing and implementing upskilling and reskilling investments in response to innovation – an alignment which may be promoted by government as an intermediary. The findings also indicate a need for further research covering a greater variety of sectors and professions, and for a greater focus on artificial intelligence (AI), the JET and gender in analysing the relationship between innovation and skills demand.N/

    Probiotic Microencapsulation To Improve The Physical Quality Of Goat Milk Set Yogurt

    Full text link
    Goat milk yogurt is valued for its nutritional benefits but often faces challenges such as low viscosity, high syneresis, and poor water retention. Probiotic microencapsulation offers a promising approach to enhance bacterial viability and improve product quality during fermentation. This research aimed to determine the effect of concentrations of encapsulated Lactobacillus bulgaricus FNCC 0035 and Streptococcus thermophilus FNCC 0040 on the physical quality (viscosity, syneresis, WHC, colour L*, a*, b*) of goat milk set yogurt. The research method used was a laboratory experiment with a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments: T0 (addition of 2% LAB starter without encapsulation), T1 (addition of 2% encapsulated LAB starter), T2 (addition of 3% encapsulated LAB starter), and T3 (addition of 4% encapsulated LAB starter), with three replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA); if a significant effect was found, further testing was carried out using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The analysis of variance showed that the addition of encapsulated Lactobacillus bulgaricus FNCC 0035 and Streptococcus thermophilus FNCC 0040 had a significant effect (P < 0.05) on the physical characteristics of goat's milk set yogurt. The best treatment was T3, with average viscosity of 1180 cP, syneresis of 7.8%, WHC of 77.8%, L* colour value of 83.1, a* of −1.55, and b* of 11.0. These findings indicate that microencapsulation effectively enhances the physical quality of goat milk yogurt, supporting its potential as a value-added functional food product

    5,770

    full texts

    12,667

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇