Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014
Abstrak: Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014. Perilaku Hidup bersih sehat (PHBS) merupakan karakter masyarakat yang diharapkan dalam pendidikan kesehatan.Karakter masyarakat ini bisa dicapai dengan pembudayaan PHBS sedini mungkin.Evaluasi kesiapan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan advokasi dan sosialisasi melalui evaluasi bersama mempergunakan metode hanlon seluruh sector yang terkait.Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai prioritas dasar (NPD) yang didasarkan pada : (1) Besar masalah, (2) Kegawatan, dan (3) Kemudahan penanggulangan. Nilai prioritas total (NPT) didasarkan pada pengkalian antara NPD dengan Nilai faktor PEARL.Hasil penilaian menunjukan skala priotias (1). PHBS warga Sekolah dengan NPT = 17,80, (2). Penanggulangan masalah gigi NPT = 16,69 (3). Penanggulangan DBD NPT = 16,02, (4). Penanggulangan kecacingan NPT = 15,47, (5). Penanggulangan masalah gizi NPT = 15,27, (6). Penanggulangan Diare NPT = 14,77. Pembudayaan sedini mungkin dapat dijadikan alternative terbaik pemecahan masalah. Selain menyelesaikan seluruh masalah yang ada di sekolah juga mempunyai dampak jangka panjang untuk kehidupan dimasa mendatang.Abstract: Study Readiness SD/MI to Perform Civilizing Early as Possible PHBs 2014 in East Pontianak. Clean healthy Lifestyle (PHBs) is a community of characters expected in health education. The character of this society can be achieved by the civilizing PHBS as early as possible. Evaluation of the readiness of these activities can be carried out with the advocacy and dissemination through joint evaluation using methods Hanlon entire sector concerned. Evaluation is done by looking at the value of the basic priorities (NPD), which is based on: (1) Big problem, (2) gravity, and (3) Ease of countermeasures. Total priority value (NPT) is based on multiplying the NPD factor Rated PEARL. Results of the assessment showed priotias scale (1). PHBs citizens Schools with NPT = 17.80, (2). Prevention of dental problems NPT = 16.69 (3). DHF prevention NPT = 16.02, (4). Countermeasures kecacingan NPT = 15.47, (5). Combating the problem of nutrition NPT = 15.27, (6). Diarrhoea prevention NPT = 14.77. Cultivation as early as possible can be used as the best alternative solutions to problems. In addition to completing the entire problems in the school also has a long-term impact on the future life.Abstrak: Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014. Perilaku Hidup bersih sehat (PHBS) merupakan karakter masyarakat yang diharapkan dalam pendidikan kesehatan.Karakter masyarakat ini bisa dicapai dengan pembudayaan PHBS sedini mungkin.Evaluasi kesiapan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan advokasi dan sosialisasi melalui evaluasi bersama mempergunakan metode hanlon seluruh sector yang terkait.Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai prioritas dasar (NPD) yang didasarkan pada : (1) Besar masalah, (2) Kegawatan, dan (3) Kemudahan penanggulangan. Nilai prioritas total (NPT) didasarkan pada pengkalian antara NPD dengan Nilai faktor PEARL.Hasil penilaian menunjukan skala priotias (1). PHBS warga Sekolah dengan NPT = 17,80, (2). Penanggulangan masalah gigi NPT = 16,69 (3). Penanggulangan DBD NPT = 16,02, (4). Penanggulangan kecacingan NPT = 15,47, (5). Penanggulangan masalah gizi NPT = 15,27, (6). Penanggulangan Diare NPT = 14,77. Pembudayaan sedini mungkin dapat dijadikan alternative terbaik pemecahan masalah. Selain menyelesaikan seluruh masalah yang ada di sekolah juga mempunyai dampak jangka panjang untuk kehidupan dimasa mendatang. Kata Kunci : pendidikan karakter, nilai proritas dasar, nilai prioritas total. Abstract: Study Readiness SD/MI to Perform Civilizing Early as Possible PHBs 2014 in East Pontianak.Clean healthy Lifestyle (PHBs) is a community of characters expected in health education. The character of this society can be achieved by the civilizing PHBS as early as possible. Evaluation of the readiness of these activities can be carried out with the advocacy and dissemination through joint evaluation using methods Hanlon entire sector concerned. Evaluation is done by looking at the value of the basic priorities (NPD), which is based on: (1) Big problem, (2) gravity, and (3) Ease of countermeasures. Total priority value (NPT) is based on multiplying the NPD factor Rated PEARL. Results of the assessment showed priotias scale (1). PHBs citizens Schools with NPT = 17.80, (2). Prevention of dental problems NPT = 16.69 (3). DHF prevention NPT = 16.02, (4). Countermeasures kecacingan NPT = 15.47, (5). Combating the problem of nutrition NPT = 15.27, (6). Diarrhoea prevention NPT = 14.77. Cultivation as early as possible can be used as the best alternative solutions to problems. In addition to completing the entire problems in the school also has a long-term impact on the future life. Keywords: education character, value priority basis, total priority value
Studi Sanitasi dan Densitas Bakteri, Kapang dan Khamir pada Dapur Kapal Penumpang Tujuan Luar Kalimantan Barat yang Merapat Di Pelabuhan Dwikora Pontianak Tahun 2014
Abstrak. Studi Sanitasi dan Densitas Bakteri, Kapang dan Khamir pada Dapur Kapal Penumpang Tujuan Luar Kalimantan Barat yang Merapat di Pelabuhan Dwikora Pontianak Tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan sanitasi dan densitas bakteri, kapang dan khamir di dapur kapal penumpang tujuan luar Kalimantan Barat yang merapat di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Penelitian ini bersifat cross sectional dengan jenis rancangan penelitian deskriptif yang bersifat observasional dengan menggunakan lembar observasi dan melakukan uji laboratorium. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa dua kapal memiliki sanitasi dapur dengan kategori baik dan satu kapal memiliki sanitasi dapur dengan kategori buruk. Dari hasil pemeriksaan densitas bakteri diketahui bahwa satu dari dua dapur kapal memiliki densitas bakteri melebihi nilai ambang batas (NAB) yaitu 700 koloni/m3. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan densitas kapang dan khamir diketahui bahwa semua dapur kapal masih dibawah NAB. Disarankan kepada pengelola kapal untuk meningkatkan kegiatan membersihkan dapur. Memperbaiki atau melapisi dinding dan langit-langit dapur yang tidak rata akibat korosi. Mengkondisikan pertukaran udara di dapur. Menjaga kebersihan saringan udara pada AC. Selain itu, lampu di dapur kapal juga sebaiknya diganti.Abstract. Study of Sanitation and Bacteria Density, Mold and Yeastin The Kitchen of Passenger Ships Outside West Kalimantan Which Docked at Port of Dwikora Pontianak 2014. The purpose of this study was to determine the state of sanitation and the density of bacteria, molds and yeasts in the kitchen passenger ships outside West Kalimantan which docked at the Port of Dwikora Pontianak. This study is a cross sectional descriptive study design types observational using the observation sheet and perform laboratory tests. Based on the observation that the two ships are known to have sanitary kitchen with good category and the vessel has a kitchen with a category of poor sanitation. From the results of the density of bacteria is known that one of the two galley has a bacterial density exceeds the threshold value which is 700 colonies / m3. Meanwhile, from the results of the density of molds and yeasts in mind that all of the galley is below treshold value. Suggested for ship management to improve the activity to clean the kitchen.Repair or lining the walls and ceiling kitchen uneven due to corrosion. Exchange of air conditioning in the kitchen. Maintain cleanliness of the air filter on the air conditioner. In addition, the light in the galley should also be replaced
KETERAMPILAN KADER CARA MENGISI KARTU KEMBANG ANAK (KKA) DI BKB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA ARUM KABUPATEN KAYONG UTARA
Latar Belakang : Kader merupakan relawan yang berasal dari masyarakat, untuk membantu masyarakat dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan di masyarakat, yang bekerja dengan sukarela dalam menjalankan kegiatan di Posyandu dan BKB. Kader harus trampil dan mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang. Terutama saat melakukan pencatatan dan pelaporan termasuk saat mengisi Kartu Kembang Anak (KKA). Study pendahuluan masih ada 13 orang kader yang belum memahami cara mengisi KKA dan 18 orang kader menagalami kesulitan saat mengisi KKA, sehingga perlu pelatihan keterampilan kader cara mengisi Kartu Kembang Anak (KKA). Tujuan : Mengetahui perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah diberi pelatihan cara mengisi Kartu Kembang Anak (KKA) di BKB di wilayah kerja Puskesmas Telaga Arum Kabupaten Kayong Utara. Metode Penelitian : Desain rancangan praeksperimen one group pretest posttest Pada penelitian ini besar sampel yang digunakan adalah jumlah seluruh populasi yaitu sebanyak 78 orang. cara pengambilan sampelnya adalah dengan mengambil seluruh sampel yaitu seluruh populasi. Hasil : Sebelum diberikan pelatihan keterampilan repsonden rendah, dimana nilai minimum adalah 0 dan nilai maksimum 9 dan nilai rata-rata hanya 1,90. Sesudah diberikan pelatihan keterampilan responden sangat baik, dimana nilai minimum adalah 6 dan nilai maksimum 10 serta nilai rata-ratanya 9,38. Berdasarkan analisis didapat nilai p = 0,000 < 0,005 menunjukan bahwa ada perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan tentang cara mengisi Kartu Kembang Anak (KKA) di BKB diwilayah kerja Puskesmas Telaga Arum Kabupaten Kayong Utara. Simpulan : Ada perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan tentang cara mengisi Kartu Kembang Anak (KKA) di BKB diwilayah kerja Puskesmas Telaga Aru
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG SADARI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA IBU-IBU KADER KESEHATAN DI DUSUN BANGMALANG PENDOWOHARJO SEWON BANTUL
SADARI adalah teknik pemeriksaan payudara sendiri dengan melihat dan merasakan dengan jari Anda untuk melihat apakah ada benjolan atau kelainan pada payudara. Metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau disebut juga breast selfexam (BSE) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang SADARI terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu-ibu kader kesehatan di dusun pendowoharjo sewon bantul. Metode penelitian menggunakan metode desain Quasi Experiment, rancangan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan pada bulan juli 2019 dengan menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang dilakukan untuk kelompok kontrol dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Maka analisis data yang digunakan untuk kelompok eksperimennt adalah Uji Mann Whitney. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah pada kelompok control dan eksperiment berdasarkan uji Wilcoxon sebesar 0,000 (p<5%). Ada pengaruh pemberian penyuluhan melalui metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu kader kesehatan tentang SADARI berdasarkan uji mann whitney dengan hasil Z sebesar -5,456 nilai signifikan 0,000(p<5%). Pemberian pendidikan kesehatan dengan metode ceramah mampu meningkatkan pengetahuan pada ibu-ibu kader kesehatan dusun Pendowoharjo Sewon Bantul
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU BALITA SEBELUM DAN SESUDAH SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN TENTANG STUNTING MELALUI MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
Balita pendek (stunting) adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang stunting melalui media video dan leaflet di wilayah kerja puskesmas saigon kecamatan pontianak timur. Metode penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment, rancangan nonequivalent control group pada 66 ibu balita di Puskesmas Saigon dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 21-24 Juni 2019 dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan melalui media video berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,001. Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan melalui media leaflet berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,001. Media video lebih efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting di Puskesmas Pontianak Saigon Kecamatan Pontianak Timu
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membuang Sampah Siswa-Siswi SD Negeri 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2014
Abstrak. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membuang Sampah Siswa-Siswi SD Negeri 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2014. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah siswa/siswi yang berada di sekitaran kawasan SDN 09 Kel. Parit Mayor Kec. Pontianak Timur. Penelitian ini bersifat observasional dengan jenis rancangan penelitian analitik. Survei tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data dari siswa-siswi baik data primer yaitu dari wawancara kuesioner maupun data sekunder yaitu data UKS. Tipe penelitian cross sectional untuk mengetahui hubungan antara dua variable bebas (pengetahuan, sikap) dan variable terikat (perilaku membuang sampah). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square menunjukan bahwa tidak ada hubungan faktor pengetahuan terhadap perilaku membuang sampah dengan nilai p value = 1,000 (p ≥ 0,05). Faktor sikap terhadap perilaku menunjukkan tidak ada hubungan dengan nilai p value= 1,000 (p ≥ 0,05). Bagi siswa/siswi SDN 09 Kelurahan Parit Mayor Kec. Pontianak timur dalam hal perilaku membuang sampah harus lebih ditingkatkan dan pihak sekolah harus memperbanyak sarana tempat sampah. Abstract. Factors Influence of Waste Disposal Behaviour to the Students of SDN 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan East Pontianak 2014. The study was conducted to determine the factors that influence behavior of littering students who is in the area of SDN 09 Ex Area. Major trench district. East Pontianak. This study is observational analytic study design types. The survey was intended to obtain data from students both primary data from questionnaires interviews and secondary data is data UKS. Type of cross-sectional study to determine the relationship between two independent variable (knowledge, attitude) and the dependent variable (the behavior of littering). Results of statistical test using chi-square test showed that there was no correlation between knowledge of the behavior of littering with p value = 1.000 (p≥0,05). Attitudes toward behavioral factors showed no association with p value = 1.000 (p ≥ 0,05). For students of SDN 09 Village Ditch Mayor district. Pontianak east in terms of the behavior of littering should be further improved and the school must multiply the means trash
Pengaruh Penghijauan dalam Mereduksi Karbon Monoksida (Co) pada Daerah Traffic Light Di Kota Pontianak
Abstrak. Pengaruh Penghijauan dalam Mereduksi Karbon Monoksida (CO) pada Daerah Traffic Light di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan pohon dalam mereduksi karbon monoksida (CO) pada daerah traffic light di Kota Pontianak. Desain penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Objek dalam penelitian ini adalah udara ambien yang berasal dari daerah traffic light pada jalan nasional Kota Pontianak. Adapun banyaknya pengambilan sampel di sesuaikan jumlah traffic light pada jalan nasional di Kota Pontianak. Hasil analisis tidak ada pengaruh antara keberadaan pohon dengan kadar karbon monoksida (CO) di daerah traffic light kota Pontianak (p-value = 0.788 > 0,05). Hasil analisis menunjukan bahwa r = -0,360 (korelasi cukup) dengan p-value = 0,151 > 0,05 Ho diterima, jadi tidak ada pengaruh antara jumlah pohon dengan kadar karbon monoksida (CO).Abstract.The Effect of Reforestationin Reducing Carbon Monoxide (CO) atTraffic Light Area in Pontianak. This research was aimed to analyze the effect of the presence of trees in reducing the carbon monoxide (CO) in the area of traffic light in Pontianak. Observational design of the study conducted with cross sectional approach. The object of this research was the ambient air that comes from the traffic light on the national road Pontianak.The number of sampling adjusted traffic light on a number of national roads in Pontianak. Results of the analysis no effect between the presence of trees to carbon monoxide ( CO ) in the town of Pontianak traffic light ( p - value = 0788 > 0.05 ). Results of the analysis showed that r = -0.360 (enough correlation) with p-value = 0.151 > 0.05 Ho is accepted, so there is no effect between the number of trees to carbon monoxide (CO)
EFEKTIVITAS SELIMUT ELEKTRIK DALAM PENINGKATAN SUHU TUBUH PASIEN PASCA OPERASI YANG MENGALAMI HIPOTERMIA : LITERATURE REVIEW
Latar belakang: Hipotermia pasca operasi adalah keadaan suhu tubuh di bawah suhu normal (<36ºC) karena operasi. Selimut listrik menggunakan listrik sumber daya telah digunakan sebagai intervensi untuk mencegah komplikasi hipotermia. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektifitas selimut elektrik di meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi hipotermia. Metode Penelitian: Menggunakan desain literature review. Pencarian data artikel sumber dilakukan melalui 3 database Pubmed, Proques, dan Google sarjana (2011-2021) untuk mengambil artikel relevan yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Hasil Penelitian: Setelah meninjau literatur dari 10 jurnal, elektrik selimut terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi dibandingkan dengan selimut biasa. Selain itu, listrik selimut juga menaikkan suhu pasien hipotermia lebih cepat Kesimpulan dan saran: Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa listrik selimut secara efektif dapat meningkatkan suhu tubuh pasien pasca operasi di kisaran rata-rata 1,50°C - 1,96°C dibandingkan selimut biasa dalam kisaran tersebut dari 0,85°C -1,05 °C Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penerapan intervensi selimut listrik pasca operasi dengan memperhatikan durasi penggunaan dan pengaturan suhu
Analysis Of The Effect Of Addition Of Noni Fruit (Morinda citrifolia L.) In Used Fried Oil To Iodium Number
Cooking oil is a food that is often used by the functioning community as a conductor of heat, a savory flavor enhancer and an increase in the calorie value of food. Some people use cooking oil with multiple uses as a medium for frying, the use of repeated cooking oil causes cooking oil to be used and if consumed it will be dangerous for health. Noni fruit (Morinda citrifolia L) is one of the fruits used as refining cooking oil its function as an adsorbent and chelating where its compounds have the ability to prevent damage and stabilize free radicals. The purpose of this study was to determine the effect of adding noni fruit to used cooking oil to iodine numbers. This research method is quasi-experimental. The sampling technique is purposive sampling. The sample used is cooking oil which is used to fry tilapia fish 4 times. This research was carried out by adsorption process that is by adding samples with noni fruit concentration concentration of 15%, 20%, 25% and 30% at a speed of 100 rpm for 60 minutes at a temperature of 90° C. Determination of iodine numbers is done by iodometric titration how the wijs work. Based on the results of the research that has been done, it can be seen that the magnitude of the values maintained by iod numbers with concentrations of 15%, 20%, 25% and 30% respectively are 48.10 Gram lod / 100 Gr. 49.43 Gram lod / 100 Gr. 50.71 Gram lod / 100 Gr and 51.47 Gram lod / 100 Gr. The results of the analysis of thetest were Linear Regression obtained (p= 0,000 <0.05), indicating that H0 is rejected and Ha is accepted, which mean where is the effect of adding noni fruit powder to iodine numbers
Daya Terima Sari Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Keju
Keju merupakan makanan yang dihasilkan melalui proses koagulasi dengan bantuan bakteri ataupun enzim. Mahalnya bakteri dan enzim sebagai koagulan dapat digantikan dengan penggunaan sari jeruk lemon yang mengandung pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima keju terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur keju subtitusi sari kacang hijau dan sari jeruk lemon sebagai koagulasi dengan konsentrasi yang berbeda.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu pembuatan keju subtitusi sari kacang hijau untuk mengetahui daya terima panelis dengan uji friedman. Hasil penelitian uji organoleptik keju dengan subtitusi sari kacang hijau menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap warna, rasa, aroma. Dari hasil penelitian uji organoleptik diketahui bahwa produk terpilih adalah keju subtitusi sari kacang hijau formulasi 37,5 % : 45 %. Dalam pembuatan keju subtitusi kacang hijau perlu penurunan komposisi dari sari lemon agar rasa tidak terlalu asam, serta perlu adanya peningkatan subtitusi sari kacang hijau agar kadar protein dapat tercapai dan perlu adanya pengujian zat gizi melalui uji laboratorium