Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA LEMBAR BALIK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN RESIKO INFEKSI LUKA PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH RSUD Dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG
Pasien post operasi perlu di berikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan infeksi karena dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah informasi serta dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan infeksi luka post operasi. Pasien akan lebih siap atau tau dalam mengetahui tanda dan gejala infeksi sehingga keluhan yang di rasakan dapat di atasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh penyuluhan menggunakan media lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan infeksi luka post operasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah study literature menggunakan tipe kajian systematic review. Pencarian artikel menggunakan Science Direct dan Google Scholar untuk menemukan artikel sesuai kriteria kemudian dilakukan review. Artikel dalam penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Pencarian berbatas mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2019 yang diakses fulltext dalam format pdf. Hasil berdasarkan sepuluh artikel melalui study literature menunjukkan bahwa Penyuluhan kesehatan dengan media lembar balik dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap, sehingga dapat diterapkan dalam upaya pencegahan Infeksi Luka Operasi (ILO). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi mengenai penyuluhan kesehatan yang mempengaruhi dalam upaya pencegahan Infeksi Luka Operasi. Bagi profesi keperawatan, bagi institusi rumah sakit, bagi responden, bagi peneliti selanjutnya, semoga penelitian yang telah dilakukan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pemberian pelayanan kesehatan kedepannya
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CEASAREA DI RUANG ST.ANNA RSU ST.VINCENTIUS SINGKAWANG
Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Dua faktor yang sangat mempengaruhi terhadap penyembuhan luka yaitu faktor usia karena sangat beresiko lamanya perbaikan sel dan faktor nutrisi yang memiliki peranan dalam imunitas tubuh, pembekuan darah dan pembentukan tulang. Dari data yang didapat peneliti di Rsu Santo Vincentius Singkawang dengan Sectiocaesarea pada tahun 2017 dengan jumlah pasien sebanyak 501, pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 262 pasien, sedangkan pada tahun 2019 menjadi 211 pasien, dan pada tahun 2020 dari januari sampai november menjadi 205 pasien. Kasus Sectiocaesarea ini merupakan kasus Sectiocaesarea terbesar nomor satu pada tahun 2017 dan menurun menjadi kasus Sectiocaesarea terbesar nomor dua pada tahun 2018 dan pada tahun 2020 turun menjadi kasus terbesar nomor empat. Tujuan penelitian ini untuk Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Sectioceasarea Di Ruang St.Anna Rsu St. Vincentius Singkawang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data yang digunakan yaitu menggunakan uji Chis-quare. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 10 orang dan total sampel sebanyak 10 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistic Chis-quare pada tingkat kepercayaan 95% dengan a = 0,05, diperoleh Asymp.Sig umur ( 0,004 ) dan IMT ( 0.008 ) < a ( 0,05 ). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan umur dan IMT dengan penyembuhan luka post Sectiocaesarea Di Rumah Sakit Rsu Santo Vincentius Singkawang 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengontrol faktor-faktor lain
Serbuk Gergaji dan Papan Telur Sebagai Alternatif Noise Barrier dalam Ruangan
Lingkungan tempat kerja terdapat banyak bahaya dan risiko terhadap kesehatan pekerja itu sendiri, paparan kebisingan akan berdamapak keselamatan dan kesehatan seperti kebisingan yang berasal dari compressorKebisingan yang tinggi depatdilakukanpengendalian dengan merekayasa lingkungan atau mendesain pengendalian dari sumber suara dengan penambahan lapisan yang dapat untuk mereduksi kebisingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berbagai variasi ketebalan serbuk kayu dan papan telur sebagai media peredam kebisingan. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan pre-post test only design dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Untuk menentukan perbedaan serbuk gergaji dan papan telur sebagai pereduksikebisingan. Hasil penelitian menunjukkan nilai intensitas kebisingan sebelum dilakukan perlakuan berada pada rerata 101 dB(A). Nilai intensitas kebisingan ketebalan 1 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 38,89%. Ketebalan 2 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 39,48% dan Pada ketebalan 3 cm rata-rata persentase penurunan sebesar 38,48%. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pengunaan serbuk gergaji dan papan telur dengan ketebalan 1 cm, 2 cm dan 3 cm terhadap penurunan kebisingan pada mesin compressor. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait ketebalan noise barrier yang efektif.Â
Kualitas Hasil Uji Limbah Pool-Plasma Komponen Packed Red-Blood Cell (PRC) Sebagai Antisera Golongan Darah ABO
PRC is the most needed component for current blood transfusion. Plasma is one of the separation product of PRC from whole blood. These components are often discarded due to low plasma transfusion requirements. The residual plasma contains natural ABO agglutinins that can be utilized as polyclonal antisera in blood grouping tests. This study aims to determine the quality of pool residual plasma of PRC component as the ABO blood grouping antisera. This research uses descriptive analytic design in the form of comparative study. Samples of the test materials and the testers were obtained by purposive sampling, which consisting of each 20 units of A, B and O (positive control) plasma, and also 2 units of AB plasma (negative control) as the test materials, and each 25 of A and B fresh blood specimens as the tester materials. All of those materials should meet the inclusion and exclusion criteria of this study. According to their blood type, each of the plasma were mixed proportionaly according to its weight. Then, each pool-plasma and the commercial antisera were tested together against the same fresh blood specimens by the slide method. The degree of each agglutination was observed by 2 panelists, and then analyzed statistically by Wilcoxon Signed Rank Test with error rate (α) = 5%. The degree of agglutination by using the B pool-plasma against the A fresh blood was obtained in proportions of 8.0% (2+), 38.0% (3+) and 54.0% (4+) with the difference in proportion of 34.0% (3+) higher and 42.0% (4+) lower than anti-A commercial antisera. Meanwhile, by using the A pool-plasma against the B fresh blood was obtained in proportion of 18,0% (3+) and 82,0% (4+) with difference in proportion of 18,0% (3+) higher and 18,0% (4+) lower than anti-B commercial antisera. There are significant differences between the commercial antisera and the pool residual plasma as blood grouping test materials based on observation of all panelists (p value = 0.000)
PROFILE OF RENAL FUNCTION LABORATORY EXAMINATIONS IN PROLANIS PATIENTS IN PONTIANAK CITY
Diabetes mellitus (DM) and hypertension is one of the chronic diseases that cause health problems in Indonesia. The government organizes a Management Program Chronic Disease (Prolanis) in order to manage patients with both of these diseases. One of the activities carried out is laboratory tests of urea and serum creatinine. This study aims to describe the number of DM and hypertension sufferers as well as serum urea and creatinine levels in Prolanis participants which checked themselves into the Unit Pelaksana Teknis Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak. The study was conducted using a total sampling method by looking at the medical record data of Prolanis participants, who will check themselves to the Unit Pelaksana Teknis Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak, from January – December 2021 so that data were obtained from 333 patients consisting of 84 men and 349 women with an age range of 26 – 91 years. The results showed that 163 patients were diagnosed with DM and the remaining 170 people suffered from hypertension. The average value of urea levels to male patients is 36.4 mg/dL (14 – 113 mg/dL) and to women it is 27.3 mg/dL (11 – 80 mg/dL). The average value of creatinine levels to men is 1.3 mg/dL (0.5 – 5.3 mg/dL) and to women is 0.8 mg/dL (0.4 – 1.9 mg/dL). Urea and creatinine levels are theoretically associated with the incidence of DM and hypertension
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Metode Difusi
A Jamaican Cherry is a plant which is often found on the edge of the road and home garden. The part of the Jamaican cherry plant which is often used is the part of the leaves and fruit. Jamaican cherry leaves have many benefits, one of them is can be used as an antibacterial. This study aims to knowing the effect of ethanol extract of Jamaican cherry leaves on inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method with a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. This research used a quasi experiment (Quasi experiment design). The population of this study was the Jamaican cherry leaves extracted from JalanAdiSucipto, Kubu Raya Regency. The sample of this research was Jamaican cherry leaf extract with a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 90%. The results it was obtained that the average diameter of the inhibition zone produced by ethanol extract of Jamaican cherry leaves (Muntingiacalabura L) in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method was 10% concentration of 13.8 mm, 20% was 15.3 mm, 30% of 16.0 mm, of 40% of 17.0 mm, 50% of 18.2 mm, 60% of 20.5 mm, 70% of 21.2 mm, 80% of 21, 3 mm and 90% at 23.7 mm. effective concentration is it a concentration of 50% with an average inhibition zone of 18,2 mm.The simple linear regression test result obtained a significant value of p of 0,000 <α 0,05 which states that Hais accepted, which means that there is influence ofethanol extract Jamaican cherry inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria diffusion method
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita: Asupan Protein, Zink, Penyakit Infeksi Dan Indikator Keluarga Sehat
Stunting terjadi akibat dari tidak tercukupinya asupan zat gizi, kondisi kesehatan yang buruk serta pola asuh yang kurang memadai. Asupan zat gizi pada masa pertumbuhan khususnya saat balita memiliki pengaruh pada tinggi badan yang akan terlihat pada waktu yang relatif lama. Selain asupan faktor lain seperti penyakit infeksi juga turut menjadi penyebab stunting. Program pemerintah melalui PIS PK dengan indikator keluarga sehat diharapkan dapat menurunkan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa determinan kejadian stunting meliputi asupan dan indikator keluarga sehata pada anak balita. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan balita yang mengalami penyakit infeksi mempunyai resiko 2 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan tingkat konsumsi protein kurang mempunyai resiko 3 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan asupan zink kurang beresiko 7 kali terjadinya stunting. Keluarga dengan indikator keluarga sehat sebagai faktor pencegah timbulnya stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi zink yang kurang mempunyai faktor resiko lebih besar dengan kejadian stunting, sedangkan indikator keluarga sehat menjadi peluang untuk mencegah anak stunting
ASUHAN GIZI PASIEN ENSEFALOPATI METABOLIK, DIABETES MELITUS DI RSPON JAKARTA
Ensefalopati metabolik menggambarkan keadaan klinis disfungsi serebral global yang disebabkan oleh stres sistemik yang dapat bervariasi secara klinis dari disfungsi eksekutif ringan hingga koma dalam dengan deserebrasi sikap; penyebabnya sangat banyak . Penyakit Diabetes yang paling banyak ditemukan di masyarakat adalah Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2). Sebagian besar timbulnya penyakit DM tipe 2 pada seseorang didasari adanya kelainan berupa resistensi insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan gizi pada pasien mengalami ensefalopati metabolik, seizure et causa hipoperfusi, frontal lobe syndrome, diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta. Subyek penelitian ini adalah Tn My. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 23-26 November 2021. Pada pasien tersebut telah dilakukan asuhan gizi selama 4 hari. Saat dilakukan evaluasi pada hari ke 3 intervensi gizi , didapatkan hasil bahwa nilai laboratorium pasien sudah mencapai nilai normal yaitu kadar gula darah, kreatinin. Fisik/klinis pasien juga terus mengalami perbaikan selama dilakukannya intervensi gizi
Efek Ekstrak Metanol Daun Pucuk Merah Terhadap Kadar Glukosa Darah
Blood glucose level is the amount of glucose in the blood. High blood glucose levels can be lowered with traditional plants such as red shoots. The leaves of the red shoots are commonly used as herbal medicine as antibacterial, antioxidant and antidiabetic. The content of flavonoid compounds, alkaloids, saponins, tannins, polyphenols found in red shoots is known to have antidiabetic activity. The purpose of this study was to explain the effect of giving red shoots leaf extract on blood glucose levels. The method used is the enzymatic method with a glucometer. This research methodology is a Quasi Experimental Design. The population and samples in this study were male (Mus musculus) mice, 2-3 months old and weighing 20-30 grams with 3 treatments, namely 200 mg/kgBW, 400 mg/kgBW, 600 mg/kgBW. The results of the Simple Linear Regression test for a dose of 200 mg/kgBW, a dose of 400 mg/kgBW and a dose of 600 mg/kgBW obtained p value = 0.000 < 0.05 then Ha is accepted, which means that there is a significant effect between red shoot leaf extract on levels of blood glucose
Edukasi Media Roda Gizi Dapat Meningkatkan Pengetahuan Gizi Kader
Latar Belakang : Permasalahan yang dijumpai dilapangan adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan kader posyandu terhadap materi yang disampaikan serta tidak percaya diri pada saat penyuluhan. Berdasarkan hal tersebutpenyuluhan gizi yang dilakukan oleh kader perlu ditingkatkan dengan  inovasi penggunaan media penyuluhan, yang berkaitan dengan ASI Eksklusif. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi media roda gizi pada kader posyandu. Metode : Jenis penelitian ini adalah QuasyPre-experimentaldengan metode one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah 24 posyandu dengan sampel sebanyak 18 kader. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil : Rata-rata pengetahuan saat posttest lebih tinggi sebesar 14,06 dibandingkan pengetahuan saat pretestadalah 10,48. Hasil uji analisis Wilcoxon signed ranks test diperoleh p value< 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikat pengetahuan gizi kader sebelum dan sesudah diberikan edukasi media roda gizi. Kesimpulan : terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada kader. Edukasi menggunakan media roda gizi dapat meningkatkan pengetahuan gizi kader