Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI LAPARATOMI DI RUANG BEDAH RSUD DR. ABDUL AZIZ SINGKAWANG TAHUN 2020
Operasi atau pembedahan adalah suatu penanganan medis secara invansive yang dilakukan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit, injuri, atau deformitas tubuh. Salah satu jenis operasi besar dilakukan adalah laparatomi. Laparatomi merupakan jenis operasi bedah mayor yang dilakukan di daerah abdomen. Pasien dalam menghadapi pembedahan dapat mengalami kecemasan. Hal tersebut dapat terjadi karena takut nyeri dan operasi yang gagal. Komunikasi terapeutik memberikan pengertian antara perawat dan klien dengan tujuan membantu klien memperjelas dan mengurangi beban pikiran serta diharapkan dapat menghilangkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi laparatomi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik correlation dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil secara Non Probability Sampling dengan pendekatan Consecutive Sampling. Hasil uji chi-square didapatkan p value 0,008 < 0,05 (Ha diterima). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi laparatomi di ruang bedah RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Saran hasil penelitian dapat digunakan bagi profesi keperawatan, bagi institusi rumah sakit, bagi responden dan bagi peneliti selanjutnya. Semoga penelitian yang telah dilakukan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pemberian pelayanan kesehatan kedepannya. Serta diharapkan lebih meningkatkan lagi komunikasi terapeutik dalam pemberian informasi tentang pra bedah
FORMULASI SEDIAAN SPRAY HAND SANITIZER PERASAN KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli SECARA IN VITRO
Pineapple peel has flavonoid compounds that are disinfectant and very effective in inhibiting the growth of gram-positive and gram-negative bacteria. This is because flavonoids are polar so it is easier to penetrate the peptidoglycan layer. Pineapple peel has a high inhibitory power against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. This study aims to determine the effect of pineapple peel (Ananas comosus L. Merr) hand sanitizer spray preparation in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria in vitro. The design of this research is experimental research. The method used was disc diffusion. The population in this study is pineapple peel juice. The sampling technique used was purposive sampling. Based on the results of the study of 6 concentrations of pineapple peel juice hand sanitizer, the lowest inhibition zone was 6 mm at a concentration of 50% and the highest at a concentration of 100%, namely a 10 mm inhibition zone. From the results of the organoleptical test examination of the pineapple peel juice hand sanitizer spray preparation, which is liquid, light yellow in color, slightly cloudy and has a distinctive smell of perfume. pH is 6 at 50% 60% 70% 80% concentration and 5 at 90% 100%. The irritation test obtained negative results so that the product is safe for use on the skin. Homogeneity test is not homogeneous. Based on the results of the examination, the results of the organoleptical test, pH test, and irritation test meet the requirements but the homogeneity test does not meet the requirements in the aesthetics of spray hand sanitizer products
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) TERHADAP STABILISASI MEMBRAN SEL DARAH MERAH
Jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lam.) is local plant that contains compounds such as flavonoids, saponins and steroids that have potential as antiinflammatory. This research aims to determine the difference in antiinflammatory activity of ethanol extract jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lam.) from sodium diclofenac on red blood cell membrane stability. Antiinflammatory activity can be seen from the decrease in absorbance of hemoglobin lysed in test solution after being induced by hypotonic solution and compared with the positive control (sodium diclofenac). This research is a quasi experiment with the method of red blood cell membrane stability in vitro using purposive sampling technique with samples of ethanol extract jackfruit seed concentrations of 0,005%, 0,01%, 0,02% and 0,04% which were repeated 3 times. The results showed that ethanol extract jackfruit seed (Artocarpus heterophyllus Lam.) has the ability to stabilize red blood cell membrane with a percent stability at concentration of 0,005% is 41,70%, concentration of 0,01% is 50,70%, concentration of 0,02% is 54,20% and concentration of 0,04% is 64,60%. The antiinflammatory activity of ethanol extract jackfruit seed 0,02% is not different from sodium diclofenac 0,005% with p value > 0,05, whereas ethanol extract jackfruit seed 0,005%, 0,01% and 0,04% are different from sodium diclofenac
Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Emesis Gravidarum Di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak
Latar Belakang: Kehamilan menjadi pengalaman baru bagi seorang perempuan, adanya perubahan fisiologis menyebabkan ketidaknyamanan baik fisik maupun psikis. Ketidaknyamanan emesis gravidarum adalah gejala mual muntah yang umumnya terjadi pada trimester pertama, sering terjadi pada 60-80% primigravida dan 40–60% multigravida, untuk itu perlunya pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang emesis gravidarum. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan Pre-Eksperimental Design dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest, lokasi penelitian di ruang tunggu Puskesmas Siantan Tengah, sampel yang digunakan 30 responden, menggunakan teknik sampel total sampling, data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan edukasi booklet. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi booklet emesis gravidarum di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak (p = 0,000)
KELAS IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA MENGATASI KECEMASAN DALAM KEHAMILAN
Latar Belakang : Studi internasional menyebutkan masalah gangguan kecemasan selama kehamilan di negara maju dan berkembang masing-masing 10% dan 25%, sedangkan di Indonesia ada sekitar 28,7% ibu hamil yang mengalami kecemasan. Mengingat efek kecemasan yang tidak baik terhadap kehamilan, maka diperlukan suatu upaya untuk mengatasinya. Kelas Ibu Hamil merupakan sebuah program untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang diharapkan mampu mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil. Namun berdasarkan hasil studi pendahuluan, ditemukan fakta bahwa program kelas ibu hamil masih belum berjalan efektif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh intervensi kelas ibu hamil terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida. Metode : Penelitian eksperimen menggunakan quasy experiment dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan instrument Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis statistik menggunakan uji T berpasangan. Hasil : p-value 0,000, dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan setelah diberikan kelas ibu hamil terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Metode ini dapat diterapkan di pelayanan kebidanan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil, untuk itu program kelas ibu hamil sebaiknya dijalankan sebagaimana mestinya
PERBEDAAN PENGGUNAAN TABUNG VACUTAINER PLAIN DAN CLOT ACTIVATOR TERHADAP WAKTU PEMERIKSAAN GULA DARAH PUASA DI RUMAH SAKIT SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE
Tabung vacutainer plain adalah tabung vakum kaca tidak mengandung zat aditif. Tabung vacutainer clot activator adalah tabung vakum plastik mengandung zat aktivator pembekuan. Perbedaan tabung vacutainer plain dan clot activator terdapat pada proses pembekuan darah. Pada tabung vacutainer plain proses pembekuan darah berlangsung normal 15-30 menit sedangkan tabung vacutainer clot activator relatif lebih cepat proses pembekuan darahnya. Perbedaan waktu pembekuan darah ini membuat hasil pemeriksaan gula darah puasa relatif berbeda.Tujuan penelitian untuk mengkaji perbedaan penggunaan tabung vacutainer plain dan clot activator terhadap waktu pemeriksaan gula darah puasa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan metode pengambilan sampel consecutive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien poli penyakit dalam dengan diagnosa diabetes mellitus tipe 2 yang melakukan pemeriksaan gula darah puasa.Hasil uji Wilcoxon perbedaan waktu pembekuan darah antara penggunaan tabung vacutainer plain dan clot activator didapat nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti Ha diterima, terdapat perbedaan waktu pembekuan darah antara penggunaan tabung vacutainer plain dan clot activator di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Hasil uji Kendall Tau hubungan waktu pembekuan darah tabung vacutainer plain dengan waktu pemeriksaan gula darah puasa diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) berarti Ha diterima, ada hubungan antara waktu pembekuan darah penggunaan vacutainer plain dengan waktu pemeriksaan gula darah puasa di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Sedangkan pada Hasil uji Kendal Tau pada hubungan antara waktu pembekuan darah tabung vacutainer clot activator dengan waktu pemeriksaan gula darah puasa diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) berarti Ha diterima, ada hubungan waktu pembekuan darah penggunaan vacutainer clot activator terhadap waktu pemeriksaan gula darah puasa di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie
Pengaruh Nugget Ikan Tenggiri Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Asupan Gizi Dan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil
Latar Belakang: Kesehatan ibu hamil yang merupakan indikator ke-5 dalam Millenium DevelopmentGoals (MDG) yang dicanangkan oleh WHO belum tercapai karena masih terdapat 37,1% ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia. Menurut data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9 % mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebanyak 11,8%. Dengan demikian, keadaan ini mengindikasi bahwa anemia gizi besi masih menjadi masalah kesehatan.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksprimen, dengan design onegroup pre-post tes design. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Parit Mayor, denganjumlah sampel sebanyak 35 ibu hamil dengan penambahan 10% droup out. Pengambilan sampeldilakukan dengan cara purposive sampling artinya sampel diambil apabila sesuai dengan kriteria ebagaiberikut : bersedia mengikuti penelitian sampai selesai, tidak alergi ikan, dan berdomisili di Wlayah Puskesmas Parit Mayor. Tahap pelaksanaan penelitian : ijin lokasi dengan kepala puskesmas dan koordinasi dengan kader Posyandu setempat, tahap awal skrining sampel, kemudian pre test : recall asupan zat gizi dan pemeriksaan kadar Hb selanjutnya intervensi nugget dilakukan selama 8 kali selama 3 bulan.Hasil : ada perbedaan kadar haemoglobin ibu hamil sebelum dan setelah diberikan nugget ikan tenggiri dengan P-value 0,000 ada perbedaan asupan protein, asupan Fe dan asupan vitamin C sebelum dan setelah diberikan nugget ikan tenggiri
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita Terkait MP-ASI
Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Stunting dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Ibu sebagai penyedia makan dalam keluarga berperan penting dalam kecukupan gizi anak. Pengetahuan ibu yang baik dapat membuat perubahan perilaku sehingga mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah diberikan penyuluhan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden berupa pilihan ganda. Sampel berjumlah 59 responden. Mayoritas ibu berusia 17-25 tahun dengan Pendidikan SMP dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 28.81%, “cukup” sebanyak 67.8%, dan “kurang” 3.39%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 72.88% untuk “baik”, 23.73 untuk “cukup” dan 3.39% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p< 0.00). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting secara signifikan pada ibu dengan balita di Desa Sungai Batu Kabupaten Mempawaah, Kalimantan Barat
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT NYERI PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMY: LITERATURE REVIEW
Tindakan appendiktomi merupakan peristiwa kompleks sebagai ancaman potensial atau aktual pada integritas seseorang baik biopsikososial spiritual yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Nyeri merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, baik sensori maupun emosional yang merupakan akibat dari kerusakan jaringan aktual atau potensial dan merupakan suatu hal yang dapat mengganggu dan menyulitkan bagi sebagian besar orang yang mengalami hal ini. Rasa nyeri dapat dikurangi secara farmakologis seperti obat-obatan analgesia dan nonfarmakologis salah satunya adalah melakukan mobilisasi dini untuk mengalihkan perhatian klien dari nyeri menuju aktivitas gerak yang dilakukan sesuai panduan. Mobilisasi dini adalah tindakan yang dilakukan untuk selekas mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah ada pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tingkat nyeri. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan atau kajian literatur yang bersumber dari artikel maupun jurnal dengan menggunakan 6 kajian literatur. Didapatkan hasil yaitu mobilisasi selalu dilakukan setelah 24 jam pertama post operasi. Dapat disimpulkan bahwa Adanya pengaruh mobilisasi dini terhadap perubahan tingkat nyeri
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI SEDIAAN SPRAY DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN staphylococcus epidermdis
Daun kemangi merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sebagai anti bakteri. Daun kemangi memiliki senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, fenolik, saponin dan minyak atsiri yang dapat berperan sebagai anti bakteri. Sehingga dapat digunakan untuk kesehatan dan kebersihan kaki, terutama untuk penghilang bau kaki yang disebabkan oleh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas anti bakteri pada sediaan spray perasan daun kemangi dalam menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus epidermidis. Metode uji yang digunakan ialah metode difusi cakram. Perasan daun kemangi diformulasikan menjadi spray dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 15%, 20% dan 25% setiap konsentrasi dilakukan 9 kali pengulangan sehingga sampel yang digunakan sebanyak 27 sampel. Sediaan spray kemudian di uji evaluasi dan di uji aktivitas anti bakteri terhadap bakteri staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan spray perasan daun kemangi memiliki aktivitas anti bakteri dalam menghambat pertumbuhan staphylococcus epidermidis dengan luas zona hambat berturut-turut sebesar 9,61 mm (F1=15%) kategori sedang, 10,56 mm (F2=20%) kategori sedang, 12,83 mm (F3=25%) kategori kuat